
Pasti nya semua orang sudah mengetahui tentang kasihi lah orang lain seperti mengasihi diri mu sendiri namun meski kita sudah mengetahui hal ini untuk mempraktekkan nya sangat lah minus dalam keseharian kita bukti nyata kita suka melakukan hal yang menyakiti orang lain meski kita sendiri tidak mau di perlakukan seperti itu disini lah letak nya sumber perpecahan.
Sama persis dengan yang di lakukan oleh Felix dan Williams mereka berdua menciptakan monster demi tercapainya keinginan nya agar bisa menjadi penguasa namun apakah mereka berdua mau di jadi kan monster pasti nya tidak mau bukan apakah Felix dan Williams tidak mengetahui hal saling mengasihi pasti nya mereka tau namun hanya sekedar tau tidak mempraktekkan.
Kunci dari prinsip dasar dalam hubungan adalah jangan lah menginginkan milik orang lain apapun itu bentuk nya bila sudah ada rasa ingin memiliki yang bukan milik kita maka hal seperti Felix dan Williams yang akan terjadi menciptakan sebuah monster dalam kehidupan ini meski tidak secara nyata berbentuk monster.
Lalu apakah yang akan di perbuat Robert dan Ina di kota sedangkan hasil dari perundingan Felix dengan pemerintahan tidak membuahkan hasil yang maksimal apakah Robert dan Ina akan keluar dari zona nyaman mereka tanpa mengambil resiko seperti seekor keong dalam rumah nya dan tidak membuahkan hasil untuk negara nya ataukah mereka berdua keluar dari zona nyaman dan menghadapi segala resiko yang lumayan mengancam nyawa nya.
Pagi Ini Ina sedang merasakan kegelisahan dalam hati nya sebab flash disk milik nya tidak di temukan di dalam tas nya sedangkan di dalam flash disk tersebut tersimpan semua hasil riset mengenai hasil riset pencegah virus monster yang sedang beredar di masyarakat saat itu Ina segera menghubungi Robert yang ternyata masih tertidur karena kelelahan.
" Hallo Robert kamu di mana mengapa lama sekali mengangkat telepon ku?"
Tanya Ina dengan nada serius.
" Iya hallo ini siapa?"
Jawab Robert berbalik bertanya sambil masih memejamkan mata nya.
" OH MY GOOD ROBERT BUKA MATA MU AKU INA BARU SEMALAM KAMU KASIH AKU KARTU NAMA MU SEKARANG KAMU SUDAH BERTANYA SIAPA AKU!"
Ucap Ina dengan nada tinggi sambil memegang kening nya dan berjalan mondar mandir di kamar nya.
" Opsss Ina so sorry aku benar - benar lelah ada apa kamu menghubungi ku pagi ini?"
Jawab Robert sambil memijat kening nya.
" Gawat Robert flash disk ku hilang sedangkan semalam aku ingat betul flash disk sudah ku masuk kan dalam tas tapi mengapa ini tadi aku cek sudah menghilang."
Ucap Ina yang mencoba mengecek isi tas nya ulang.
" Ya sudah nanti beli lagi masih banyak kan yang jual flash disk di toko kenapa harus seheboh itu ekspresi mu?"
Tanya Robert sambil bangkit dari ranjang nya.
" Please Robert ini bukan masalah flash disk nya tapi ini masalah nya isi dari flash disk itu yang aku jadi permasalahan."
Jawab Ina yang seperti nya membongkar sesuatu laci.
" Memang isi nya apa itu flash disk apakah sangat berarti dalam hidup mu?"
Tanya Robert sambil berjalan menuju dapur untuk memasak air.
" Yap sangat berarti isi flash disk itu hasil riset pencegahan virus monster itu menyebar."
Jawab Ina dengan nada lesu.
" OH MY GOOD ... Ina kenapa kamu ceroboh bagaimana kalau sampai flash disk itu di ambil dengan orang yang tidak bertanggung jawab bisa fatal akibat nya!"
Ucap Robert dengan nada terkejut.
" Maka dari itu aku menghubungi mu bila isi nya tidak sepenting itu untuk apa aku menghubungi mu."
Ucap Ina dengan nada sebal.
" Ok kamu coba tanya ke rekan kerja mu dahulu nanti aku bantu mencari."
Ucap Robert sambil menuangkan air panas kedalam gelas untuk membuat susu.
Kemudian mereka pun mengakhiri percakapan saat itu Robert sambil menikmati susu hangat berfikir apakah flash disk Ina di ambil oleh Profesor Li dan di berikan kepada Profesor Leon dan pasti nya bila sudah di tangan Profesor Leon akan di manfaatkan oleh Felix dan Williams dan pasti nya kondisi semakin tidak terkendali dan pasti nya wilayah pusat kota pun tidak akan lama lagi akan bernasib sama dengan wilayah utara.
Sedangkan di laboratorium pagi ini seperti biasa sudah banyak para peneliti dan beberapa profesor yang sedang melakukan riset dan saat itu Zen dan Damian yang berada di meja kerja Ina untuk mengambil beberapa hasil sample dari zat yang mengerikan tersebut atas perintah Ina sebab Ina ingin meyakinkan hati nya bahwa hasil riset nya itu benar ada nya agar segera di buat zat untuk pencegahan nya bagi yang belum terkontaminasi.
" Zen aku sudah menguji sedari tadi dan hasil nya tetap sama seperti yang Ina temukan lalu bagaimana dengan hasil temuan mu?"
Tanya Damian sambil tatapan mata tertuju ke sebuah teleskop.
" Aku menemukan ada suatu zat yang lebih berbahaya di dalam kandungan zat itu dan bagi ku sangat mematikan bukan hanya menjadi kan monster."
Jawab Zen sambil menulis sebuah rumus di selembar kertas.
Saat itu mereka berdua sangat serius dengan penelitian nya tiba - tiba Profesor Li menghampiri mereka berdua dengan nada serius bertanya kepada Zen dan Damian pasti nya mereka berdua lumayan terkejut hingga menjatuhkan zat berbahaya tersebut ke baju Profesor Li dengan refleks Profesor Li membersihkan tumpahan tersebut dengan tisu namun nasib sial jari jemari Profesor Li telah terkontaminasi zat berbahaya tersebut.
" Profesor Li maaf kami tidak sengaja."
Ucap Damian sambil menyerahkan tisu.
" Aduh itu emmm ...."
Ucap Zen dengan lirih sambil mencoba mencegah Profesor Li namun sudah terlambat.
" Ada apa Zen mengapa muka mu aneh begitu?"
Tanya Profesor Li sambil mengelap cairan zat kimia berbahaya dari baju nya.
" Prof itu sampel zat kimia yang dapat merubah orang menjadi monster dan anda terkontaminasi saat ini."
Jawab Zen dengan tatapan panik.
" APA KATA MU AKU TERKONTAMINASI CEROBOH SEKALI KALIAN LEKAS IKAT DAN RANTAI AKU SEBELUM SEMUA NYA MENJADI FATAL DAN SEGERA HUBUNGI INA!"
Teriak Profesor Li dengan panik.
Saat itu seketika Damian memencet tombol darurat di karena kan panik kemudian berdatangan lah para penjaga rumah sakit dan mereka di beri penjelasan oleh Damian dan Zen akhir nya profesor Li pun di rantai dalam sebuah ruangan dan berdinding kaca saat itu para peneliti sedang menunggu apakah perubahan nya bila terkontaminasi zat berbahaya itu di sisi lain Ina masih panik dengan flash disk nya yang hilang.
Kemudian Zen mencoba menghubungi Ina yang saat itu sedang sarapan pagi bersama Ibu nya dan saat itu Ina menceritakan bagaimana keganasan zat kimia tersebut kepada Ibu nya dan pasti nya Ibu nya Ina sangat lah khawatir dengan suami dan anak nya yang berurusan dengan zat yang berbahaya itu.
" Bu saat ini negara benar - benar sedang menghadapi wabah yang sangat berbahaya dan sangat mematikan."
Ucap Ina sambil menikmati roti di hadapan nya.
" Apakah sampai detik ini belum juga di temukan penangkal atau apa begitu?"
Tanya Sisilia sambil mencuci piring.
" Aku sudah menemukan tapi belum begitu yakin apakah zat itu mampu menyembuhkan atau hanya mencegah terkontaminasi nya zat itu ke tubuh manusia Bu."
Jawab Ina sambil membuka ponsel nya sebab ada nada dering.
Ucap Ina sambil menikmati roti nya.
" Ina kamu harus segera ke laboratorium sebab Profesor Li terkontaminasi zat monster itu dan saat ini sudah di rantai di ruangan isolasi."
Jawab Zen dengan nada panik.
" Bagaimana bisa terjadi seperti itu Zen apa yang kalian lakukan di laboratorium?"
Tanya Ina dengan nada panik.
" Panjang cerita nya kamu secepat nya kemari Ina."
Jawab Zen kemudian mematikan ponsel nya.
" Hallo Zen."
Ucap Ina dengan pandangan panik.
" Ada apa Ina apakah ada kabar dari Ayah mu?"
Tanya Sisilia dengan nada cemas.
" Bukan Bu ini kabar dari laboratorium dan aku harus segera kesana ... Bu aku pergi dulu emuach."
Jawab Ina sambil mencium pipi kanan Sisilia dan berlalj pergi sambil membawa tas nya.
Saat itu Ina segera menghubungi Robert dan meminta Robert agar segera datang ke laboratorium dan memastikan apakah monster yang berada di wilayah utara sama seperti yang terjadi pada Profesor Li saat ini ataukah lebih ganas lagi dan pasti nya Robert segera bergegas menuju laboratorium untuk melihat hasil nya.
Di sisi lain ada Felix dan Williams dengan gencar mempropagandakan Robin dan Hendrik yang sudah menjadi monster kepada beberapa kolega nya dengan tujuan menguasai dunia dan pasti nya demi kepentingan masing - masing mereka berkomplot dan siap bekerjasama dengan Felix dan Williams seperti salah satu milyuner yang baru saja melihat kedua monster tersebut.
" Penemuan anda berdua begitu menakjubkan Tuan Felix dan Tuan Williams saya sungguh kagum."
Ucap lelaki paruh baya tersebut sambil memperhatikan kedua monster tersebut di dalam jeruji dan di rantai.
" Anda tidak akan kecewa bila menginvestasikan setengah harta anda kepada kami Tuan sebab dalam hitungan minggu anda sudah mendapatkan 100% keuntungan nya."
Ucap Felix dengan senyum licik.
" Benar sekali Tuan di tambah lagi kami sedang menciptakan penangkal nya juga dari situ omset perdagangan akan melejit dalam waktu singkat."
Imbuh Williams ber propaganda dengan nada penuh keyakinan.
" Baik lah saya akan mengivestasikan seperempat dari harta saya bila satu minggu saya mendapat kan hasil sesuai dengan apa yang anda bicarakan maka akan saya tambahkan lagi investasi saya."
Ucap investor tersebut dengan senyum sinis.
Saat itu mereka menyetujui dan membuat surat perjanjian di antara kedua belah pihak sedangkan di wilayah utara para monster semakin tidak terkendali dan bala bantuan dari pusat pun menjadi monster semua bahkan dari pasukan ujung tombak ada yang menjadi monster juga berjumlah 3 orang dan di musnah kan oleh Mateow sebelum berdampak pada yang lain kini pasukan ujung tombak hanya tersisa Samuel, Saulus, David dan Bobbi yang masih bertahan hidup bersama Mateow.
" Paman kita tidak mungkin bertahan di wilayah ini terus jumlah kita semakin sedikit sedangkan mereka semakin banyak."
Ucap Samuel sambil menikmati susu segar yang masih tersisa.
" Benar Paman bagaimana kalau kita menuju perbatasan wilayah utara agar kita mendapat kan sinyal untuk meminta bantuan ke pusat kota?"
Tanya David sambil menikmati nasi kari kaleng yang di temukan di tas pasukan yang di kirim dari pusat.
" Kita akan menuju perbatasan apakah kalian tidak melihat para monster itu di luar sana semakin kelaparan?"
Tanya Saulus dengan nada lemas.
" Lalu apakah kamu mau mati konyol di dalam gedung ini tanpa berbuat apa pun Saulus pilihan hanya dua kamu mau bertahan dalam zona nyaman tanpa resiko tapi mati konyol atau kita keluar dari sini menghadapi para monster itu dan lepas dari wilayah monster ini?"
Jawab Bobbi yang kembali bertanya dengan nada geram.
" Diam semua kita akan menuju wilayah perbatasan dan kita akan mencari bantuan berbentuk apa pun agar bisa mencapai pusat kota."
Ucap Mateow yang sesungguhnya sudah panik menghadapi situasi yang semakin memburuk.
Di sisi lain Ina telah sampai di laboratorium kebetulan sekali kedatangan nya bersamaan dengan Robert dan segeralah mereka berdua berjalan menuju laboratorium dan saat itu laboratorium sudah penuh dengan para peneliti yang mengelilingi ruang isolasi di mana Profesor Li berada dan setiba nya Ina dan Robert di laboratorium segera menemui Zen dan Damian untuk menanyakan kejadian sesungguhnya serta menanyakan flash disk milik Ina yang raib entah kemana.
" Zen katakan bagimana kejadian sesungguhnya dan bagaimana bisa Profesor Li bisa terkontaminasi zat tersebut?"
Tanya Ina dengan tegas.
" Begini awal nya Ina kami berdua kan kamu perintahkan meneliti ulang hasil riset yang kamu temukan sesuai yang tertera di dalam flash disk ini."
Jawab Zen sambil menyerahkan flash disk kepada Ina.
" Oh jadi semalam kalian belum mengembalikan nya kepadaku flash disk ini ya lalu bagaimana lanjutkan bicara mu Zen."
Ucap Ina sambil mengambil flash disk nya.
" Lalu Profesor Li tiba - tiba mendekati flash disk itu seperti nya ingin mengambil namun Damian berpura - pura terkejut dengan tujuan agar flash disk itu tidak di ambil Profesor Li namun Damian salah menumpahkan zat jadi terkontaminasi lah Profesor Li."
Ucap Zen mencoba membantu Damian menjelaskan kejadian sesungguhnya.
" Lalu di mana sisa zat berbahaya itu dan baju yang terkena tumpahan zat itu di letak kan dimana saat ini?"
Tanya Robert dengan tatapan mata serius.
" Sisa zat di bersihkan bagian cleaning servis dan baju yang terkena tumpahan di bawa ke ruang laundry."
Jawab Damian dengan polos.
" Aduh bodoh sekali kalian bila seperti itu bukan hanya Profesor Li yang terkontaminasi tapi bagian cleaning servis dan bagian laundry pun terkontaminasi!"
Ucap Robert sambil bergegas menuju ruang cleaning servis dan Ina menuju ruang laundry.
Seperti nya suasana di rumah sakit semakin tidak kondusif hanya karena kesalahan Profesor Li yang menginginkan Flash disk Ina maka banyak korban yang berjatuhan terkena virus zat mematikan tersebut lalu mampukah Robert dan Ina mensterilkan rumah sakit dan ruang laboratorium dalam waktu singkat ataukah mereka kalah cepat dengan bermutasi nya virus berbahaya itu ke tubuh manusia dan akan kah berhasil pasukan ujung tombak dan Mateow melepaskan diri dari para monster di wilayah utara?
Jangan pernah beranjak dari kisah mereka yang ada hanya di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semakin giat update nya.