
Seringkali kita menyesali apa yang sudah kita ucap kan, yang sudah kita putus kan dan yang sudah kita lakukan yang seharusnya hal itu tidak perlu terjadi namun harus kita pahami waktu tidak bisa kita putar ulang maka jadikan masa lalu sebuah pelajaran berharga di masa mendatang.
Kita tidak tau mengapa bisa di sini saat ini tapi kita bisa menentukan langkah kita kedepan nya jangan hidup di masa lalu sebab kamu tidak akan pernah maju dan setiap manusia pasti pernah melakukan dosa maka mohon lah ampun dan jangan mengulangi dosa lagi agar tidak semakin parah penyesalan mu.
Saat ini seperti nya Williams, Hendrik, Robin, Erick, Elisa dan Helena masih hidup di masa lalu nya yang penuh dendam karena mereka merasa di abaikan dan tidak di hargai inti permasalahan mereka hanya lah membutuhkan sebuah pengakuan dari masyarakat namun dengan cara yang salah sehingga menganggap bahwa Mateow, Rowdi, Robert dan kawan - kawan nya adalah musuh terbesar mereka pasti nya mereka ingin melenyapkan semua nya.
Mari kita tilik bagaimana sikap yang di ambil oleh mereka yang masih hidup di masa lalu dengan dendam nya dan apa sikap yang akan di ambil oleh Mateo, Rowdi, Robert dan kawan - kawan nya apakah mereka akan menghabisi para musuh nya atau kah mereka merangkul mereka dan membawa nya kembali ke jalan Tuhan.
Malam pernikahan Robert dan Ine pun telah berjalan dengan lancar meski ada kerikil - kerikil yang mencoba menggagalkan namun semua itu mampu dihalau oleh kerjasama Mateow dan team ujung tombak bukan lain kawan - kawan Robert yang setia menemani Robert dan Ine pagi ini sangat bersyukur memiliki suami yang sangat melindungi nya meski pasti ada perbedaan pendapat antara mereka berdua dan itu wajar.
" Sayang terimakasih kasih kamu masih setia hingga kini kita sampai ke jenjang ini emuach."
Ucap Robert sambil memeluk istri nya di ranjang.
" Iya sayang aku juga terimakasih dengan yang semalam."
Jawab Ine sambil memeluk tubuh suami nya.
" Sayang besok aku harus kembali ke wilayah utara untuk bertugas kamu di sini saja ya?"
Tanya Robert sambil memejamkan mata nya dan mengelus kepala istri nya.
" Tidak mau kemana pun kamu pergi maka aku ikut."
Jawab Ine dengan manja.
" Sayang di sana itu berbahaya banyak sekali musuh ku dan aku tidak mau terjadi sesuatu pada mu."
Ucap Robert mencoba memberi pengertian.
" Lalu kalau aku disini musuh - musuh mu tidak bisa kesini apa pasti nya bisa kan sedangkan kamu jauh lalu aku meminta perlindungan pada siapa apakah ke pada suami orang aku meminta bantuan?"
Tanya Ine dengan nada yang sedikit sebal.
" Minimal bila di sini kan ada kedua orang tua ku untuk melindungi mu sayang."
Jawab Robert dengan nada rendah.
" Tidak mau pokok nya aku harus ikut sebab aku juga akan menyelesaikan masalah keluarga ku dengan Paman Felix mengapa dia bertindak tega kepada kedua orang tua ku."
Ucap Ine yang ternyata juga menyimpan amarah kepada Paman nya.
" Oh iya sampai lupa aku sayang apakah Paman mu itu masih hidup dan apakah kamu tau tempat tinggal nya?"
Tanya Robert dengan serius dan seketika membuka mata nya lebar - lebar.
" Kalau sudah meninggal seperti nya aku tidak perlu repot - repot mengejar nya sayang dan masalah tempat tinggal nya pasti aku tau asal belum pindah saja dia."
Jawab Ine sambil bangkit dari tidur nya.
Saat itu Robert diam sejenak memikirkan apa hubungan mereka di balik semua kejadian ini sedangkan Ine menuruni ranjang nya untuk segera mandi kemudian membantu mertua nya untuk menyiapkan sarapan pagi sebab di luar matahari sudah menyapa alam semesta dan Ine pun mengajak Robert untuk mandi agar segar badan nya untuk memulai aktivitas.
" Wih pengantin baru aura dan senyuman nya beda ya dengan kita - kita yang masih lajang."
Ucap Bobbi menggoda Robert dan Ine yang baru keluar dari kamar pengantin.
" Bisa saja kamu Bob ... sayang kamu mandi dulu ya."
Ucap Robert sambil tersenyum dan Ine pun hanya tersenyum mendengar gurauan Bobbi kemudian berlalu pergi menuju kamar mandi.
" Bob jujur katakan pada ku sebenar nya semalam apa yang terjadi?"
Tanya Robert dengan sedikit berbisik kepada Bobbi.
" Kok kamu malah bertanya kepada ku harus nya aku yang bertanya padamu kan kamu yang baru saja menikah."
Jawab Bobbi dengan tatapan serius kepada Robert.
" Bobbi aku serius ini bukan masalah menikah atau belum menikah yang aku tanyakan mengapa saat acara pernikahan ku kalian tidak ada dan Paman Mateow juga tidak ada kemana kalian sebenar nya?"
Tanya Robert dengan nada penuh penekanan.
" Tidak semua harus kamu ketahui sobat ada hal yang sebaik nya kamu tidak tau demi kebaikan mu sendiri ingat kamu yang sering mengajari agar kita semua menjaga hati bukan?"
Jawab Samuel yang tiba - tiba sudah berdiri di samping Robert sambil merangkul pundak Robert.
" Benar kawan kita semua mendukung mu dan berdiri di pihak mu jadi jangan pernah khawatir menentukan langkah mu berikut nya."
Ucap David sambil tersenyum merangkul Bobbi.
Pagi itu sungguh indah nya melihat persahabatan mereka yang saling mendukung satu dengan yang lain dan persahabatan mereka benar - benar tulus tanpa ada kepentingan pribadi beda hal nya yang sedang terjadi dengan Williams dan Hendrik mereka berpura - pura menjadi sahabat dan bersatu namun dari persahabatan mereka sesungguhnya saling mencari celah untuk saling menjatuhkan satu dengan yang lain nya.
Di sisi lain ada Helena yang telah membuat malu Ayah nya dengan sikap nya pagi ini diri nya pergi dari kampung itu untuk tinggal bersama saudara nya di wilayah utara dan sangat kebetulan saudara Helena adalah orang kepercayaan dari Robin jadi hal itu menjadi kan mereka bersatu dengan misi yang sama membalas kan dendam masing - masing.
Sedang kan Robin pagi ini sedang di cuci otak nya oleh Erick agar membenci Ayah nya sendiri bahkan Erick memfitnah Winda Ibu nya Robin pernah hidup bersama nya sehingga memiliki putra yaitu Robin lah putra mereka berdua.
" Robin kini kamu sudah dewasa saat nya kamu tau kisah sebenar nya yang selama ini mungkin Ibu mu tidak memberi tahu mu siapa Ayah biologis mu."
Ucap Erick sambil memberikan segelas susu kepada Robin.
" Maksud nya maaf saya tidak paham dengan maksud anda Tuan."
Jawab Robin sambil menerima segelas susu.
" Jadi begini cerita nya dulu Ibu mu pernah hidup dengan ku menjadi istri ku karena Ibu mu tidak suka dengan sikap Rowdi yang kasar dan Ibu mu memilih pergi dari nya kemudian kita menikah dan dari pernikahan ku dan Ibu mu lahirlah diri mu namun seperti nya nasib ku sedang buruk hingga Rowdi melukai dengan cakar nya hingga kini mata ku cacat selama nya dan Ibu mu juga diri mu di bawa paksa oleh Rowdi."
Ucap Erick dengan menciptakan cerita palsu.
Ucap Robin dengan wajah yang memerah menahan emosi.
" Benar Nak jangan panggil aku Tuan lagi panggil lah aku Ayah sebab aku sangat rindu mendengar diri mu memanggil ku Ayah."
Ucap Erick dengan berpura - pura sedih di hadapan Robin.
" Ayah maaf kan aku yang tidak tau tentang kebenaran ini dan aku akan membalas kan luka hati mu Ayah."
Ucap Robin sambil memeluk erat tubuh Erick.
" Sudah lupakan itu hanya masa lalu Robin tidak perlu kamu menyusahkan diri untuk membalas dendam kepada Rowdi."
Ucap Erick yang berpura - pura baik dan bijaksana.
" Tidak bisa Ayah siapa pun yang melukai Ayah ku maka akan ku balaskan jadi Ayah tenang saja saat ini posisi ku sedang bagus banyak para petinggi yang bisa membantu ku."
Ucap Robin mencoba meyakinkan Erick yang sebenar nya tidak perduli dengan semua itu.
Kini seperti nya semua harapan Erick akan tercapai untuk melenyapkan Rowdi dari muka bumi ini melalui putra kandung nya sendiri sedangkan Mayor Hendrik mau tidak mau ber kubu dengan Komandan Williams dan mulai merancang sebuah strategi yang lebih besar lagi bukan hanya menguasai sebuah wilayah namun mereka makin terobsesi untuk menguasai pangsa pasar ibukota.
" Tuan Hendrik saya akan memperkenalkan anda dengan orang yang memiliki tiga perempat dari wilayah utara dan hal itu sangat mendukung kita."
Ucap Williams dengan diiringi senyum licik.
" Siapa maksud mu orang itu?"
Tanya Hendrik dengan nada datar.
" Dia adalah Tuan Felix pemilik saham terbesar di dunia perdagangan."
Jawab Williams dengan tawa bangga.
" Di mana orang nya mengapa aku tidak melihat nya?"
Tanya Hendrik sambil sesekali melihat ke kiri dan kanan.
" Sabar Tuan sebentar lagi dia akan tiba dan dia memiliki project besar agar bisa menguasai pusat kota."
Jawab Williams yang berpromosi di hadapan Hendrik.
" Williams kamu harus ingat bahwa musuh terbesar kita belum bisa kita takluk kan saat ini jadi lebih baik fokus ke project awal menguasai wilayah utara.
Ucap Hendrik sambil menyantap wafel di hadapan nya.
" Tenang saja Tuan di pengajuan project ini kita akan lebih mudah melumpuhkan para manusia srigala itu ya di umpama kan satu peluru dua burung yang jatuh."
Ucap Williams mencoba menjelaskan kepada Hendrik.
" Baik lah nanti aku pelajari dahulu proposal nya baru kita pikirkan bagaimana langkah kita selanjutnya."
Ucap Hendrik sambil sesekali melirik ke arah Williams yang terkenal licik.
Waktu pun terus berjalan tanpa terasa siang pun tiba saat ini Robert dan Ine berniat untuk berpamitan kepada kedua orang tua nya sebab bagaimana pun juga mereka besok pagi - pagi harus berangkat menuju wilayah utara demi sebuah tugas yang di emban nya sedangkan Ine bagaimana pun juga kini sudah menjadi istri Robert dan dia juga harus menyelesaikan masalah keluarga nya agar tidak berlarut - larut.
" Ayah dan Ibu aku dan istri ku ingin mohon ijin besok pagi - pagi kita berdua harus kembali ke wilayah utara jadi mohon doa kan kami semua."
Ucap Robert sambil memegang tangan istri nya.
" Benar Ibu sebenar nya saya masih ingin berlama - lama dengan kalian tapi bagaimana lagi aku sebagai istri harus mengikuti kemana pun suami ku pergi."
Imbuh Ine mencoba menjelaskan kepada mertua nya.
" Kami berdua juga tau Nak kini kalian sudah menikah tidak mungkin tinggal bersama kita dan pasti nya doa terbaik untuk kalian berdua."
Jawab Winda sambil tersenyum bahagia.
" Benar kata Ibu mu kalian berdua anak kebanggaan kami jaga nama baik keluarga dan tetap lah berjalan sesuai rencana Tuhan bukan karena keinginan kalian.,"
Ucap Rowdi memberikan nasehat kepada mereka berdua.
" Paman apakah tidak ingin mendoakan ku agar aku juga segera menikah?"
Tanya Bobbi dengan memasang wajah sedih.
" Aku doa kan kalian semua segera menikah dan menemukan kebahagian dalam hidup nya masing - masing."
Jawab Rowdi diiringi dengan tawa lepas melihat ulah kawan - kawan Robert.
" Tunggu - tunggu apakah doa mu itu tadi juga berlaku untuk ku sobat?"
Tanya Mateow sambil menunjuk diri nya sendiri.
" Kalau untuk mu spesial bahkan aku sendiri yang akan mencarikan mempelai wanita nya.
Jawab Rowdi yang di ikuti tertawa lepas dengan yang lain.
Suasana siang ini begitu hangat kebersamaan yang indah tanpa tipu muslihat selalu optimis melihat masa depan tanpa mengingat masa lalu dan memiliki misi dan visi yang jelas dalam menjalani hidup tidak hanya berkutat dengan masa lalu yang sudah berlalu bahkan mungkin pernah kita dengar sebuah filosofi yang bagi saya itu kurang benar yang mengatakan kita hanya hidup sekali maka nikmati hidup ini dan laku kan yang kita bisa.
Bila kita sudah tau hidup hanya sekali mengapa kita tidak melakukan yang terbaik dalam hidup ini memanfaatkan sisa waktu untuk berbuat kebaikan bukan malah melakukan tindakan yang hanya berkutat di dalam masa lalu dendam dan dendam bagi semua yang masih jatuh bangun dalam masa lalu dalam penyesalan mari segera mohon ampun kepada Tuhan dan berdamai dengan diri kita sendiri juga jangan mengulangi kesalahan yang pernah di perbuat.
Lalu bagaimana kah nanti setiba nya Robert dan Ine di wilayah utara dan bagaimana respon Elisa saat melihat Robert dan Ine berjalan bersama dan apakah project yang akan di lakukan oleh Williams, Hendrik dan Felix dan dengan cara apa Robin membalas dendam kepada kedua orang tua nya juga kepada Robert apakah Robert tetap tidak melawan di saat posisi nya di sudut kan oleh Robin.
Kisah ini semakin membawa kita lebih penasaran dan ikuti terus kisah nya hanya di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.