
Semua yang berkerja atau menjalankan suatu hal dengan sistem team pasti menggunakan formasi untuk mencapai tujuan tersebut dan setiap anggota dalam formasi tersebut memiliki peran nya masing - masing tidak ada yang lebih unggul atau pun lebih rendah semua saling bersangkutan satu dengan yang lain demi sukses nya dalam sebuah misi.
Mengapa saat ini team srigala buas membuat formasi baru untuk menyerang Robin dan gerombolan monster apakah karena para monster saat ini bergabung dengan suku Giant yang kini juga menjadi monster apakah kawanan srigala buas kalah kuat oleh mereka hingga merubah formasi awal, Mari kita tilik apa yang sebenar nya terjadi dengan kawanan srigala buas.
Pagi itu suasana di rumah Robert begitu hening sebab semua orang di dalam rumah itu merasa sedih dan khawatir mengenai kondisi Robert yang cukup mengkhawatirkan dengan luka tembakan yang cukup banyak, Saat itu Ina dan Ronald mencoba menyelamatkan Robert dengan peralatan seadanya sebab tidak mungkin di bawa ke rumah sakit.
Sebab kondisi yang tidak memungkinkan jadi mereka memberikan pertolongan pertama terlebih dahulu hingga di rasa sudah cukup aman mereka baru membawa nya menuju rumah sakit agar mendapat kan penanganan dari para medis, Ina dan Ronald berusaha semaksimal mungkin agar nyawa Robert bisa tertolong.
" Ronald bantu aku menekan bagian ini agar darah nya terhenti,"
Ucap Ina dengan tegas.
" Baik Kak, Seperti nya pembuluh darah nya yang terkena hingga jadi seperti ini,"
Ucap Ronald sambil menekan beberapa titik di lengan Robert.
Sekitar satu jam kemudian selesai lah mereka berdua memberi pertolongan pertama kepada Robert yang terluka lumayan serius kemudian mereka berdua keluar dari kamar dan menuju ruang tamu sambil melepas lelah duduk di sebuah sofa, Saat itu baby Scudetto terlihat muram dan sedih duduk di bangku mungil nya.
" Ina bagaimana kondisi Robert masih bisa bertahan kan?"
Tanya Rebecca sambil menyodorkan segelas air kepada Ina.
" Untuk saat ini masih tapi aku tidak tahu bila Tuhan berkata lain, AOOO ... sakit baby!"
Teriak Ina yang di pukul kepala nya dengan baby Scudetto menggunakan botol susu nya.
" Seperti nya baby Scudetto tidak suka kamu berkata seperti itu,"
Ucap Rebecca sambil tersenyum mengambil baby Scudetto dari sisi Ina.
" Itu pasti dan dia berharap semua akan baik - baik saja, Bukan kah begitu Scudetto yang tampan?"
Tanya Ronald sambil mencium baby Scudetto yang sedang dalam pangkuan Rebecca.
" Iya aku tahu tapi kan aku sudah berkata jujur dan memang begitu ada nya kondisi saat ini."
Jawab Ina sambil mengelus kepala nya.
Saat itu mereka hanya mampu tersenyum melihat ulah Scudetto yang belum bisa berbicara namun ingin beradu argumentasi dengan Ina alhasil Ina hanya bisa diam dan mencoba memahami apa keinginan putra kesayangan nya tersebut meski sebenar nya susah untuk di pahami.
Di saat mereka terdiam tiba - tiba ada sebuah cahaya yang cukup terang menerobos masuk melalui jendela ruang tamu dan cahaya itu berubah bentuk menjadi sosok Ine dan Ayah nya Robert pasti nya mereka lumayan terkejut dengan kehadiran mereka berdua yang memang bukan lah manusia dan saat itu Ina hanya melirik kehadiran mereka sambil masih mengelus kepala nya.
" Ina ada apa dengan mu mengapa begitu ekspresi mu melihat kedatangan kami?"
Tanya Ine dengan tatapan bingung melihat Ina dengan wajah aneh.
" Kepala ku sakit di pukul Scudetto menggunakan botol susu nya, Bukan nya di obati malah nanya?"
Jawab Ina dengan berlagak manja kepada Ine saudara kembar nya.
" Anak Ibu yang pintar besok - besok pakai balok mukul nya ya sayang biar Ibu mu satu ini tidak manja lagi,"
Ucap Ine sambil tersenyum mengelus wajah baby Scudetto lalu mengelus kepala Ina.
" Bagaimana kondisi Robert saat ini?"
Tanya Rowdi kepada Ronald dengan diiringi senyuman melihat ulah Ina yang manja kepada Ine.
" Untuk saat ini masih bisa terselamatkan dan semoga kedepan nya lebih baik Paman,"
Jawab Ronald dengan tatapan sedikit takut sebab berhadapan dengan Rowdi yang bukan lah manusia.
" Lalu bagaimana dengan rencana kalian selanjutnya apakah kalian akan menunggu Robert hingga sembuh atau bagaimana?"
Tanya Rowdi dengan pandangan menyebar ke beberapa orang di hadapan nya.
" Menurut aku lebih baik kita menghantar bola bukan menunggu bola, Dengan kata lain jangan kita menunggu mereka menyerang tapi kita yang harus menyelesaikan semua konflik ini,"
Jawab Rebecca dengan tatapan bergantian melihat ke arah Rowdi dan Ina.
" Lalu siapa yang akan memimpin sedangkan kondisi Robert sedang terluka parah,"
Ucap Ina sambil meletakkan kepala nya di pangkuan Ine.
" Aku dan putra ku yang akan memimpin nya, Sudah saat ini aku dan putra ku menuntut balas kepada mereka,"
Jawab Ine dengan nada penuh amarah sambil mengelus kepala Ina.
" Scudetto maksud nya?"
Tanya mereka dengan kompak.
" Bukan Scudetto tapi Mikael putra Robert yang harus terpisah dari Ayah nya sebelum sempat terlahir kan,"
Jawab Ine dengan tatapan mata yang sadis dan penuh dendam.
" Dimana dia, Apakah dia ada di sini tapi kita tidak melihat nya sedari tadi,"
Ucap Rebecca dengan tatapan bingung.
" Mikael sedang di kamar Robert sebentar lagi dia akan kemari dan bergabung bersama kita untuk membuat penyerangan kepada mereka semua."
Ucap Ine yang menyimpan penuh dendam di hati nya kepada Robin dan Felix.
Dan benar saja tidak lama kemudian turun lah sosok lelaki muda yang gagah, berdada bidang, perut sispek, berambut pirang panjang sebahu dan bergelombang menuruni anak tangga dengan senyuman yang teduh namun sorot mata yang mampu menikam para lawan dan pasti nya para kaum hawa terpesona memandang nya saat itu.
" Wah ternyata lebih tampan putra nya di banding Ayah nya,"
Ucap Rebecca dengan tatapan terpesona.
" Jaga sikap mu Rebecca jangan membuat ku malu,"
Ucap Ronald sambil melirik Rebecca.
" Mengapa aku harus terlahir di waktu yang lebih cepat hingga harus berjumpa dengan Robert yang menyebalkan,"
Ucap Ina dengan senyum dan tatapan mata berbinar melihat kehadiran Mikael.
" Ina sadar lah itu keponakan mu, Plak!"
" Salam Paman, Bibi perkenalkan saya Mikael Diaz yang akan mengganti kan posisi Ayah untuk melakukan penyerangan kepada para gerombolan monster,"
Ucap Mikael dengan senyum tenang namun tatapan mata nya yang begitu tajam mampu menghancurkan tulang lawan.
" Untung bukan aku monster nya, Andai aku monster nya pasti sudah kalah duluan melihat ketampanan mu Mikael."
Ucap Rebecca dengan menopang dagu nya dengan telapak tangan nya.
" Mengapa Mikael bisa sebesar itu sedangkan Scudetto masih kecil bahkan belum bisa berbicara, Bukan kah Mikael meninggal sebelum di lahirkan?"
Tanya Ronald dengan tatapan bingung.
" Sebab dimensi kita berbeda Ronald maka seperti itu,"
Jawab Ine dengan senyum tenang.
" Ronald apakah kamu bisa diam atau mau ku tampar wajah mu, Mengganggu imajinasi ku saja!"
Ucap Ina dengan nada sedikit sebal kepada Ronald.
" Mikael kata kan apa strategi mu untuk menyerang mereka?"
Tanya Rowdi sambil menepuk pundak Mikael yang berdiri di samping nya.
" Aku sebut ini penyerangan senyap."
Jawab Mikael dengan tegas.
Kemudian Mikael menjelaskan apa itu penyerangan senyap dan bagaimana strategi dalam penyerangan senyap ini, Dengan gamblang Mikael menjelaskan bahwa penyerangan senyap ini di bagi menjadi 5 bagian yang 4 kelompok menyerang dalam rumah dari berbagai arah yang di pimpin oleh Ronald, Rebecca, Ine dan diri nya sendiri yang akan memimpin setiap kelompok nya.
Sedangkan Scudetto menyerang dari luar dengan tanpa ada suara sedikit pun, Mengapa demikian sebab bila menimbulkan suara maka akan memancing para gerombolan monster yang lain untuk keluar ruangan dan itu akan menimbulkan masalah dan kita yang menyerang bagian dalam rumah tidak akan bisa fokus dengan target yang sedang kita buru.
" Bagaimana apakah kalian paham dengan tugas masing - masing?"
Tanya Mikael sambil menatap Rebecca, Ronald dan Scudetto yang berada di hadapan nya.
" Aku selalu paham bila kamu yang berbicara tampan,"
Jawab Rebecca sambil senyum - senyum.
" Dasar sok cantik, Kalau yang berbicara Mikael saja cepat sekali paham nya giliran aku yang berbicara harus mengulang 100 kali itu pun belum paham juga!"
Gerutu Ronald sambil melirik ke arah Rebecca.
" Ye sirik, Memang dia tampan tapi meski kamu kurang tampan tapi sayang dan cinta ku kan hanya untuk mu Ronald."
Jawab Rebecca sambil memeluk lengan Ronald yang terlihat cemburu.
Kemudian mereka semua menertawakan ulah mereka berdua yang begitu lucu di mata mereka sedangkan Scudetto diam tanpa ekspresi sambil menatap ke arah Mikael seperti ada sesuatu yang di pertanyakan saat itu dan dari ekspresi Scudetto seperti nya diri nya sedang mengkhawatirkan sesuatu hanya saja diri nya belum bisa berbicara seperti orang yang sudah dewasa.
" Scudetto jangan khawatir kan Ayah ya, Nanti Ayah akan bersama Ibu mu dan Kakek Rowdi di sini jadi tenang lah,"
Ucap Mikael sambil memangku baby Scudetto dan menciumi nya.
Saat itu Ina tiba - tiba meneteskan air mata karena merasa sedih melihat nasib Ine dan Mikael mereka berdua sudah di dimensi yang berbeda namun masih bisa melindungi suami dan Ayah nya sedang kan diri nya masih menjadi manusia tidak bisa berbuat banyak untuk Robert dan Scudetto yang sudah di anggap putra mereka.
" Ina mengapa kamu menangis?"
Tanya Ine sambil menyeka air mata Ina yang membasahi pipi nya.
" Aku merasa tidak berguna bagi kalian, Di saat seperti ini aku hanya mampu berdiam diri saja sedangkan kalian semua mempertaruhkan nyawa kalian,"
Ucap Ina dengan tatapan sedih kepada Scudetto.
" Ibu salah, Saat ini pun Ibu sedang berjuang demi menyelamatkan nyawa Ayah sebagai penerus suku srigala buas dan itu lebih mulia Ibu,"
Ucap Mikael sambil memegang kedua telapak tangan Ina dan Mikael bersimpuh di hadapan Ina.
" Dengarkan ucapan Mikael dia pun memanggil mu Ibu Ina jadi jangan berkecil hati, Bahkan nanti pun aku masih meminjam raga mu untuk membalas perlakuan mereka semua."
Ucap Ine sambil merangkul pundak Ina yang sedang merasa sedih.
Saat itu Ina hanya mengangguk dan tersenyum mengelus wajah Mikael yang sedang bersimpuh di hadapan nya, Kemudian beberapa saat kemudian mereka semua keluar dari ruangan kecuali Ina dan Rowdi, Saat ini raga Ina sudah di gunakan Ine untuk melakukan penyerangan wilayah utara dan Ina juga Rowdi berjalan menuju kamar di mana Robert sedang terbaring lemas.
Sedangkan di tempat Robin mereka semua sedang membuat sebuah pesta untuk menyambut bergabung nya suku Giant dengan mereka, Meski suku Giant tidak berjumlah ribuan namun kekuatan nya sangat besar bahkan satu monster dari suku Giant sama dengan 100 monster dari golongan Robin jadi hal tersebut sangat menguntungkan bagi Robin untuk melakukan penyerangan kepada kawanan srigala buas.
" Hendrik lihat saja mereka sedang membuat pesta penyambutan, Sedangkan mana pernah Robin membuat pesta untuk kita,"
Ucap Felix sambil duduk menyandarkan tubuh nya ke tembok.
" Memang nya kamu siapa minta di sambut dengan Robin, Yang ada juga kamu kena lempar pot wajah mu Felix,"
Jawab Hendrik sambil melirik ke arah Felix yang duduk di lantai.
" Bagaimana pun juga kan kita berjasa sudah banyak membantu Robin utama nya aku banyak membantu Robin saat dia marah pasti aku yang terkena imbas nya,"
Ucap Felix tanpa menyadari kebodohan nya.
" PLAK, Robin itu marah karena kebodohan mu Felix bukan kamu yang membantu Robin saat marah, Bagaimana menjelaskan pada mu agar pikiran mu lurus kembali Felix!"
Ucap Hendrik setelah memukul kepala Felix dengan keras.
" Selalu aku yang terkena pukulan memang nya tidak sakit apa kepala ku sampai migren aku kebanyakan kalian pukul."
Gerutu Felix sambil bangkit berdiri meninggal kan Hendrik yang sedang duduk di sebuah kursi.
Memang ada monster migren sejak kapan monster migren apakah Felix belum sadar juga bila saat ini diri nya sudah menjadi monster bebal dan bodoh apakah di dalam benak dia masih menjadi manusia yang dungu dan bisa menguasai seluruh wilayah lagi seperti dahulu, Lanjutkan kedunguan mu Felix agar aku bisa memukul kepala mu terus sampai sakit hati ku hilang kepada mu!
Bergumam lah Hendrik sambil melihat ulah Felix yang semakin konyol dan saat itu diri nya sedang mengambil semua makanan yang ada di hadapan nya bahkan makanan yang ada di piring Robin pun di ambil nya dan pasti nya hal itu membuat Robin marah besar dan terkena lemparan vas bunga dari kaca lah kepala Felix dari belakang.
Lalu bagaimana penyerangan yang akan di pimpin Mikael saat ini apakah berjalan dengan baik sedangkan yang akan mereka hadapi gerombolan monster yang semakin kuat dengan bergabung nya monster suku Giant dan postur tubuh mereka lebih besar dan kekar apakah kali ini Ine mampu membalas kan sakit hati nya kepada Robin dan Felix lalu perhitungan seperti apa yang akan di lakukan Mikael kepada mereka semua?
Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua yang hanya ada di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.