
Setiap kemenangan harus di rayakan dan mendapat kan penghargaan dari orang sekitar, Sekecil apa pun kemenangan itu harus di berikan penghargaan apa lagi saat ini mereka para kawanan srigala mampu membebaskan wilayah kota dari cengkeraman para monster yang selama ini cukup membuat khawatir masyarakat sekitar hingga lumpuh nya perekonomian.
Saat ini seluruh masyarakat sedang merayakan kemenangan itu dengan berbagai acara di taman kota dan seluruh warga menggunakan kostum srigala dan saat ini Ronald, Ina, Robert dan Rebecca sedang berada di rumah sakit untuk menerima perawatan medis karena luka yang mereka alami saat ini.
Pemerintah pusat sangat bangga kepada mereka berempat yang sudah menjadi pahlawan dan rasa ingin bertemu langsung bertatap muka sangat besar namun semua itu harus di tahan terlebih dahulu sebab kondisi mereka saat ini sangat membutuhkan perawatan secara intensif dan penyelenggaraan acara perayaan tetap di adakan tanpa ada mereka berempat.
Saat itu mereka berempat bersama baby Scudetto menyaksikan perayaan di kota dengan berdiri di atas gedung rumah sakit dan mereka berempat sangat bahagia melihat seluruh masyarakat sudah bisa berkumpul, tertawa bersama dan menikmati udara segar tanpa ada rasa ketakutan dan khawatir setelah sekian tahun mereka harus terkurung di rumah masing - masing dengan rasa cemas dan ketakutan yang menghantui.
" Begitu bahagia nya mereka semua bisa merayakan sebuah kemenangan,"
Ucap Robert sambil menyilangkan lengan nya di depan dada dan senyuman menghiasi wajah nya.
" Benar sekali kini mereka merasakan kemerdekaan sesungguhnya,"
Timpal Ronald dengan tersenyum sambil menyaksikan kembang api di langit.
" Semoga saja kebahagiaan mereka tidak terusik lagi dengan ulah para monster itu,"
Ucap Rebecca sambil menggandeng lengan Ronald dan menyandarkan kepala nya.
" Seperti nya ada yang sedang bahagia di sini selain para masyarakat,"
Ucap Ina sambil tersenyum melirik ke arah Ronald dan Rebecca.
" Siapa, Di sini hanya ada kita berempat?"
Tanya Robert sambil bergantian memandang mereka bertiga.
" Robert kapan kah kamu bisa peka, Ayo ikut dengan ku untuk memberi obat baby Scudetto,"
Jawab Ina sambil menarik lengan Robert.
" Hai tunggu aku ikut dengan kalian,"
Ucap Ronald sambil menoleh ke arah Robert dan Ina.
" Sudah kita di sini saja menikmati kembang api dan berilah waktu mereka untuk berdua ok."
Ucap Rebecca sambil menahan langkah Ronald yang akan pergi mengikuti Robert dan Ina.
Saat itu Robert dan Ina telah sampai di kamar baby Scudetto sambil mengajak baby Scudetto bermain saat itu Ina mencoba berbicara dengan Robert dari hati ke hati dan Ina mencoba menceritakan apa yang di kata kan Ine kepada nya waktu itu setelah membuat ramuan para leluhur, Ina mengawali dengan penuh kehati - hatian sebab Ina tidak ingin menyinggung Robert.
" Robert apakah kita bisa berbicara saat ini?"
Tanya Ina sambil sesekali melirik Robert yang duduk di belakang baby Scudetto.
" Bicaralah apakah ada masalah tentang virus itu Ina?"
Jawab Robert sambil sesekali mencium baby Scudetto yang sedang bermain.
" Aku bukan akan membicarakan virus tapi aku akan membicarakan masalah Ine mendiang istri mu Robert,"
Ucap Ina yang menahan emosi nya dengan nada gemas kepada Robert.
" Ada apa dengan istri ku apakah kamu tidak menyukai nya bila dia menggunakan tubuh mu Ina?"
Jawab Robert dengan tatapan serius dan berbalik bertanya kepada Ina.
" Robert bisa tidak kamu belajar mendengarkan seorang wanita bukan malah menginterogasi nya seperti itu!"
Ucap Ina dengan ekspresi sebal.
" Bukan nya aku sudah mendengar nya sedari tadi dan bila aku tidak mendengar nya mana mungkin aku bisa menjawab pertanyaan mu,"
Jawab Robert dengan tatapan tanpa bersalah.
" Entah kapan aku bisa berbicara dengan mu Robert, Tidur kan baby Scudetto!"
Ucap Ina dengan kesal lalu bangkit berdiri dan berjalan meninggalkan Robert.
" Mengapa semua wanita bersikap aneh dan yang jadi masalah mengapa Ibu mu adalah wanita?"
Ucap Robert sambil mengangkat baby Scudetto dan menghadap kan ke wajah Robert.
Saat itu baby Scudetto hanya menertawakan pertanyaan Robert yang lumayan konyol dan tidak masuk akal sebab di belahan bumi mana pun yang di sebut Ibu pasti seorang wanita dan tidak mungkin seorang lelaki yang di sebut Ibu, Di sisi lain ada Ina yang merasa sangat sebal dengan Robert yang memiliki sikap sangat cuek dan dalam pikiran nya hanyalah pekerjaan nya.
Sungguh menyebalkan kamu Robert, Apakah yang ada dalam pikiran mu hanya pekerjaan dan virus sialan itu dan benar - benar tidak ada ruang lagi dalam pikiran mu agar bisa aku ajak berbicara dari hati ke hati lalu dulu bagaimana Ine dan Robert berpacaran apakah mereka bila bertemu hanya membahas masalah urusan pekerjaan dan negara saja tanpa ada keromantisan mereka berdua bila seperti itu bagimana cara nya Ine bisa hamil?
Bergumam lah dalam hati Ina dengan bersungut - sungut menghadapi sikap Robert yang seperti nya benar - benar tidak peduli dengan perasaan Ina sama sekali dan saat itu dalam hati kecil Ina berteriak sekeras mungkin memanggil Ine agar masuk kedalam tubuh nya dan berbicara dengan Robert mengenai apa yang pernah di katakan kepada nya malam itu.
Namun seperti nya Ine mendengar jeritan hati Ina saudara kembar nya yang keras kepala namun memiliki hati yang sangat lembut dan penyayang kepada siapa pun dan saat itu juga Ine datang menemui Ina sambil berjalan di samping Ina menyusuri lorong menuju kamar nya dan pasti nya Ina terkejut melihat kehadiran Ine dengan tiba - tiba muncul di sisi nya.
" Ina ada apa dengan mu mengapa bersungut - sungut?"
Tanya Ine sambil tersenyum berjalan di sisi Ina.
" Aaa ... Setan botak PLAK, Aduh maaf ke lepasan kamu si buat ku terkejut saja Ine,"
Teriak Ina dengan wajah bersalah.
" Kenapa kamu suka sekali menampar bagaimana kalau sekarang aku yang menampar mu Ina,"
Ucap Ine sambil mengelus pipi kanan nya.
" Kan aku sudah meminta maaf pada mu Ine,"
" Ok lah aku terima maaf mu dan ingat jangan di ulangi lagi, Kamu tadi ada apa memanggil ku apakah ada monster yang mengganggu mu?"
Tanya Ine sambil melanjutkan berjalan menuju kamar Ina.
" Ini melebihi bertemu monster dan sangat menyebalkan hal itu bagi ku maka nya aku memanggil mu Ine,"
Jawab Ina dengan penuh semangat.
" Bertemu monster siapa kamu Ina bisa sampai seperti itu dan di mana monster itu sekarang biar aku lenyap kan."
Ucap Ine sambil menghentikan langkah nya.
Ternyata suami istri sama saja pola pikir nya hanya ada monster, monster dan monster memang nya mereka benar tidak pernah bermesraan apa hingga isi otak nya hanya masalah pekerjaan, Pantas saja mereka berjodoh pola pikir nya sama.
Bergumam lah Ina sambil memandangi wajah Ine yang sedang bertanya dengan nada serius, Saat itu Ine mulai bingung melihat ekspresi wajah Ina yang melipat kening nya tatapan mata yang kurang nyaman dan bibir kiri atas yang terangkat membuat Ine mulai melepaskan kedua lengan Ina yang awal nya di pegang erat.
" Mengapa ekspresi mu begitu Ina apakah ada yang salah dengan pertanyaan ku atau kah kamu memikirkan hal lain?"
Tanya Ine dengan tatapan serius kepada Ina.
" Aku sedang membicarakan Robert suami mu yang sangat susah aku ajak bicara selalu saja berfikir masalah monster, monster dan monster, Sama aja seperti mu Ine,"
Jawab Ina dengan nada sebal.
" Oh kamu sedang membicarakan Robert, Bagi ku dia tidak seperti itu meski terkadang memang menyebalkan tapi dia lelaki paling baik hati yang pernah aku temui,"
Ucap Ine sambil tersenyum simpul di samping Ina.
" Ya iya lah suami mu pasti lah kamu puji sampai beda planet memuji nya, Sedang kan kamu mengatakan bahwa aku harus jadi pengganti mu lalu bagaimana aku bisa hidup dengan mahkluk menyebalkan seperti itu?"
Jawab Ina sambil masih sebal dengan sikap Robert.
" Sabar Ina semua pasti indah pada waktu nya kok,"
Ucap Ina sambil tersenyum simpul.
" Lalu indah nya kapan?"
Tanya Ina sambil melirik ke arah Ine.
" Kapan - kapan Ina."
Jawab Ine sambil tersenyum lalu meninggal kan Ina.
Saat itu Ina benar - benar sebal melihat ulah Robert dan Ine yang telah membuat nya emosi saat mencoba berbicara dan seperti nya hanya Ina malam ini yang merasa sangat sebal sebab seluruh masyarakat sedang bergembira begitu juga dengan Ronald dan Rebecca, Lalu bagaimana dengan perasaan Robert sendiri apakah malam ini Robert sedang bahagia atau kah sedang sebal seperti Ina yang membawa rasa emosi nya dengan tidur.
Malam semakin larut dan baru saja baby Scudetto tertidur dengan perlahan Robert meninggal kan baby Scudetto dan berencana mendatangi kamar Ina dan mengajak nya berbicara namun seperti nya terlambat saat Robert tiba di depan pintu kamar Ina dan di situ Robert melihat dari kotak kaca kecil yang terpasang di pintu dan ternyata Ina sudah tertidur dengan lelap.
Kemudian Robert mengurungkan niat nya kemudian melangkah pergi dari depan kamar Ina lalu berjalan menuju kamar nya sendiri untuk beristirahat sambil memikirkan bagaimana nanti saat menghadapi para monster di wilayah utara akan kah sama seperti di wilayah pusat kota atau kah lebih mengerikan lagi.
Di sisi lain ada Robin, Hendrik dan Felix serta gerombolan para monster yang bersembunyi di wilayah utara saat itu dan pasti nya mereka akan menyusun siasat untuk mempertahankan apa yang di anggap nya benar dan mereka merasa itu semua hak mereka namun bagi mereka Robert dan kawan - kawan nya lah yang telah mengusik mereka selama ini.
" Robin menurut mu apa yang harus kita perbuat?"
Tanya Hendrik dengan tatapan mata ketakutan.
" Benar apa yang harus kita perbuat sedangkan pasukan kita semakin sedikit mana mungkin kita bisa bertahan,"
Timpal Felix dengan nada ketakutan.
" Mengapa kalian selalu bertanya kepada ku apakah kalian tidak memiliki otak lagi hingga kalian tidak memiliki inisiatif!"
Jawab Robin dengan nada geram.
" Kan kamu pimpinan kami maka kami bertanya kepada mu bila bukan kepada mu kita bertanya kepada siapa lagi?"
Tanya Hendrik dengan wajah memelas.
" BRAK, Beri aku solusi jangan hanya bertanya bisa kalian!"
Jawab Robin sambil melemparkan kursi ke arah Felix dan Hendrik.
Saat itu mereka terdiam sambil mencoba berfikir apa yang harus mereka lakukan untuk bertahan bila saja kawanan para srigala itu datang lagi dan menyerang mereka bahkan saat ini Robin benar - benar kehabisan akal harus bagaimana untuk tetap bertahan sedangkan pasukan para monster hanya tersisa hanya puluhan bahkan bisa di hitung dengan jari.
Malam itu pasti nya Robin dan kedua rekan nya tidak mampu untuk beristirahat berbeda dengan Robert dan kawan - kawan nya bisa beristirahat dengan tenang meski saat ini Ronald mengalami mimpi buruk hingga datang lah para team medis untuk melihat apa yang terjadi di kamar Ronald mengapa alarm kamar Ronald berbunyi tanda bahaya.
Ternyata saat itu Ronald sedang bermimpi buruk, Diri nya bermimpi melihat kembali saat Vico abang nya di cabik - cabik oleh gerombolan para monster tepat di hadapan nya sehingga saat itu juga tubuh Ronald berubah wujud menjadi manusia srigala dan menerobos keluar kamar nya dan berteriak kencang di atas gedung rumah sakit membuat kawanan para srigala buas merangsek masuk kedalam gedung rumah sakit dan mendatangi Ronald.
Pasti nya seisi rumah sakit saat itu merasa ketakutan melihat kawanan srigala buas yang berjumlah ribuan masuk kedalam rumah sakit bahkan saat itu Robert, Ina dan Rebecca merasa bingung apa yang sebenar nya terjadi, Saat itu mereka berpikir bahwa baby Scudetto lah yang memanggil kawanan srigala itu datang dan masuk kedalam rumah sakit.
Namun saat mereka cek di kamar baby Scudetto sedang tertidur dengan lelap dan mereka bertiga akhir nya berpikir bahwa ada monster di rumah sakit itu maka kawanan srigala itu datang lalu dengan sigap Ina, Rebecca dan Robert memerintahkan kepada resepsionis rumah sakit agar memerintahkan untuk mengosongkan rumah sakit demi keselamatan bersama.
Setelah kondisi rumah sakit kosong yang tertinggal di dalam nya hanya kawanan srigala buas, baby Scudetto, Robert, Ina dan Rebecca dan Ronald yang sudah berubah menjadi manusia srigala yang sedang berdiri di atap gedung rumah sakit, Ronald sambil menangis mengenang Vico yang telah tiada berulang kali berteriak dan hal itu membuat semakin banyak nya jumlah kawanan srigala di dalam dan luar rumah sakit.
Akhir nya Robert, Ina dan Rebecca menemukan di mana Ronald berada dan mereka baru menyadari bahwa kedatangan para kawanan srigala itu ke rumah sakit di karena kan teriakan Ronald yang berubah wujud menjadi srigala buas dan teriakan itu adalah sebuah isyarat para srigala untuk berkumpul di suatu tempat maka dari itu mereka berdatangan masuk kedalam rumah sakit.
Seperti nya Ronald belum ikhlas melepas Vico bahkan saat ini Ronald sangat terpukul dan depresi mengingat semua kejadian itu hingga diri nya lepas kendali merubah diri nya menjadi srigala buas, Lalu apakah yang akan di lakukan Robert, Ina dan Rebecca agar Ronald kembali tenang dan apakah gerombolan monster akan menemukan ide untuk mempertahankan wilayah yang sudah di klaim menjadi wilayah kekuasaan nya?
Untuk mengetahui jawaban nya jangan pernah beranjak dari kisah perjuangan mereka semua yang hanya ada di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.