
Dalam menjalani kehidupan harus tahu apa tujuan hidup dan saat sudah mengetahui apa tujuan hidup fokuslah pada tujuan hidup dengan begitu akan merasakan ketenangan dan kedamaian dalam menjalani hidup ini meskipun hasil dari tujuan hidup tidak begitu seberapa.
Begitu pun saat ini dengan Robert, Ronald, Rebecca, Ine dan Mikael mereka fokus kepada penyelamatan sebuah negara dan masyarakat yang merasa resah dengan hadir nya para monster yang selalu membuat kekacauan demi tercapai nya keinginan mereka untuk menguasai negara tersebut tanpa berfikir bagaimana dengan penderitaan masyarakat yang ketakutan.
Siang ini mereka berlima telah memblokade jalan layang yang berada tepat di atas pusat perdagangan kota terbesar di wilayah tersenut, Dengan tatapan beringas mereka berlima berdiri menatap ke arah depan menanti datang nya para monster yang menuju gedung istana negara untuk menduduki pemerintahan.
Bisa di pastikan saat itu kota kembali seperti dahulu semua masyarakat merasa cemas dan ketakutan melihat secara langsung kawanan srigala buas memenuhi jalan layang dan gerombolan monster pun berlari menuju ke arah jalan layang tersebut, Semua media televisi meliput kejadian besar itu melalui helikopter sebab kejadian beberapa tahun lalu akan terulang kembali saat ini yang dahulu menimbulkan banyak korban jiwa dari pihak militer dan masyarakat.
Ternyata saat ini Robin yang sudah berwujud monster gorila yang sangat besar serta taring dan kuku yang sangat tajam melihat bahwa langkah nya di hadang oleh kawanan srigala buas yang berjumlah ribuan telah memenuhi jalan layang dan Robin pun memberi instruksi kepada yang lain agar memecah barisan menjadi dua bagian.
Robin dan Alonso memimpin beberapa anggota monster yang lain untuk menduduki istana negara sedangkan Clark dan Hendrik menghadapi kawanan srigala buas yang sudah menghadang mereka semua pasti saat ini akan ada masyarakat yang menjadi korban sebab Robin dan Alonso melalui jalan lain untuk mencapai istana negara yang sudah di blokade militer yang di pimpin oleh Sandi saat itu.
" SEMUA DENGARKAN, SEGERA MEMBUAT FORMASI BAGI MENJADI DUA BAGIAN, ALONSO IKUT DENGAN KU MENUJU ISTANA NEGARA!"
Teriak Robin sambil terus berlari dan pandangan fokus kedepan.
" HENDRIK IKUT BERSAMA KU MENEROBOS BLOKADE SRIGALA BUAS DI DEPAN SANA!"
Teriak Clark dengan tatapan fokus kedepan.
Kemudian mereka pun segera memecah kelompok menjadi dua dan pasti Robert dan Ronald menyaksikan hal tersebut dari kejauhan dengan tatapan beringas dan kejam, Saat itu juga Robert menginstruksikan kepada yang lain untuk fokus kepada yang di hadapi dan tidak terpecah fokus kepada Robin dan Alonso sebab sudah ada blokade militer yang menjaga istana negara.
" SEMUA JANGAN SAMPAI TERKECOH DENGAN TAKTIK MEREKA, FOKUS DENGAN YANG ADA DI HADAPAN KITA!"
Teriak Robert sambil mengambil kuda - kuda untuk menghajar monster yang semakin dekat.
Jarak monster itu pun semakin dekat dan kawanan srigala buas pun sudah bersiap untuk memecahkan kepala monster itu dengan cakar yang sangat tajam sedangkan di sisi lain Sandi dan anggota militer lain nya pun sudah bersiap membantu Robert bila mereka sampai bisa di kalahkan oleh monster di hadapan nya.
Sedang kan saat itu Sandi dan anggota militer yang lain tidak mengetahui formasi yang telah di buat oleh Robin saat ini bersama Alonso untuk menduduki istana negara alhasil saat Sandi melihat dari arah lain muncul juga gerombolan monster yang berlari maju menyerang militer hal itu lumayan membuat mereka terkejut.
" SEMUA NYA SIAPKAN SENJATA DAN LENYAP KAN MEREKA SIAPA PUN YANG BERUSAHA MASUK KEDALAM ISTANA NEGARA!"
Teriak Sandi menggunakan pengeras suara dari atas teng militer.
Lalu mereka pun menyiapkan semua persenjataan untuk menghadang monster yang terus berjalan maju meski sudah dihujani timah panas ke arah mereka dan hal itu membuat Sandi terheran - heran sebab Sandi berfikir para monster itu bisa di lumpuh kan dengan timah panas namun fakta nya mereka masih mampu terus berlari menuju blokade militer yang berada tepat di depan gedung istana negara.
Sedangkan di jalan layang Robert dan kawanan srigala buas melawan dan menghajar monster - monster tanpa ampun dan kawanan srigala buas memisahkan kepala monster tersebut dari tubuhnya agar mereka tidak bisa hidup kembali sebab hanya dengan cara seperti itu monster tidak akan hidup kembali.
" RONALD HADANG CLARK JANGAN SAMPAI DIA LOLOS!"
Teriak Ine sambil menghajar monster di hadapan nya.
" REBECCA AWAS BELAKANG MU!"
Teriak Ronald sambil melemparkan kepala monster yang terlepas ke arah monster lain nya.
Saat itu terjadi pertarungan yang lumayan sengit di atas jalan layang pusat perdagangan hingga Clark merasa terpojok oleh serangan Ronald yang membabi buta dan Clark pun berfikir untuk melarikan diri dari hadapan Ronald dengan cara melompat kebawah jalan layang tepat nya pusat perdagangan dan pasti begitu banyak masyarakat di sana.
Mungkin saat itu Clark berfikir Ronald tidak akan mengejar nya bila diri nya melarikan diri masuk ketempat perdagangan yang penuh sesak dengan masyarakat yang sedang berbelanja saat itu namun ternyata prediksi Clark salah besar sebab kemana pun Clark berlari maka akan di kejar dengan Ronald yang saat itu sudah di puncak emosi.
" AKAN PERGI KEMANA KAMU MONSTER BODOH JANGAN HARAP KAMU BISA MELOLOSKAN DIRI!"
Teriak Ronald sambil melompat dari jalan layang.
" PAMAN TUNGGU AKU AKAN MEMBANTU MU DIA BUKAN LAWAN MU, PRAKK!"
Teriak Mikael sambil melemparkan tubuh monster ke arah rambu - rambu jalan.
" MIKAEL BANTU AYAH MU MENUJU ISTANA NEGARA, BIAR IBU DAN REBECCA YANG MEMBANTU RONALD,"
Teriak Ine sambil menarik lengan Rebecca yang berada tidak jauh dari nya.
Lalu Mikael pun berjalan mendekati Robert yang sedang menghajar Hendrik dengan membabi buta dan sudah beberapa kali tubuh Hendrik terpental dan terseret ke aspal namun Robert dan Mikael terus menghajar nya hingga tubuh Hendrik yang sudah babak belur terhempas ke pagar pembatas jalan layang dan saat itu lah Mikael berdiri di atas tubuh Hendrik lalu menarik kepala nya hingga terpisah dari badan.
Setelah itu Mikael melompat dari atas pagar pembatas membantu Robert untuk menghabisi monster lain yang jumlah nya cukup banyak saat itu, Sedangkan Ronald, Ine dan Rebecca masih menyerang Clark dengan membabi buta tanpa jedah sedikit pun namun Clark terlihat masih mampu melawan mereka bertiga.
Monster ini kuat sekali padahal aku, Rebecca dan Ine sudah menyerang dengan sedemikian rupa namun masih saja ia mampu berdiri dan melawan kami bertiga sedangkan posisi tubuh sudah koyak dan penuh luka, Lalu bagaimana cara ku melumpuhkan dan pasti Rebecca dan Ine sudah kelelahan melawan nya saat ini.
Bergumam lah dalam hati Ronald sambil terus melakukan penyerangan kepada Clark yang memang memiliki kekuatan yang berbeda dengan monster lain nya, Sedangkan Robert mencari keberadaan Rebecca dan Ine yang tidak terlihat berada di jalan layang tersebut pasti nya fokus Robert terbelah saat itu.
" MIKAEL DIMANA IBU MU DAN REBECCA!"
" Ibu dan Bibi membantu Paman Ronald di pusat perdagangan sebab Clark mencoba melarikan diri, Ayah."
Jawab Mikael sambil berdiri beradu punggung dengan Robert.
" Mengapa bukan kamu yang membantu Ronald untuk melawan Clark sedangkan kamu lebih tahu seberapa besar kekuatan Clark putra dari Defons kepala suku Giant itu, BRAK!"
Ucap Robert sambil melemparkan tubuh monster ke tiang pemancar cctv.
" Ibu yang memerintahkan aku untuk membantu Ayah agar melindungi istana negara,"
Ucap Mikael sambil diam sejenak untuk mengatur nafas.
Benar juga apa yang di katakan Ine, Aku harus bisa melindungi istana negara meski saat ini presiden dan keluarga sudah diungsikan ke tempat yang lebih aman namun tetap saja aku harus membantu Sandi sebab bagaimana pun juga kekuatan monster lebih besar di banding manusia biasa seperti Sandi.
Bergumam lah dalam hati Robert yang saat itu berjalan mundur menuju istana negara untuk membantu Sandi yang saat itu sudah kewalahan menghadapi monster yang menyerang militer dengan membabi buta dengan tujuan menerobos blokade dan mereka berdua bukan lain Robin dan Alonso bisa masuk dan menduduki istana negara.
Sedangkan Rebecca saat itu sudah benar - benar kelelahan hingga diri nya terkena pukulan Clark dan terpental hingga masuk kedalam sebuah toko baju dan kaca pun hancur terkena tubuh Rebecca dan otomatis saat itu Rebecca tidak sadarkan diri, Saat melihat hal itu Ronald semakin marah dan menyerang Clark dengan penuh amarah.
" RONALD KUASAI EMOSI AGAR TIDAK TERBACA SERANGAN MU OLEH NYA!"
Teriak Ine mencoba mengingatkan Ronald yang terlihat sudah lepas kendali dan Clark mampu menangkis setiap serangan dari Ronald.
" JANGAN HARAP KAMU BISA SELAMAT SAAT INI MONSTER LAKNAT!"
Teriak Ronald dengan penuh amarah tanpa menghiraukan ucapan Ine yang berada di belakang nya.
Bila Ronald terus seperti ini maka dengan mudah Clark menghabisi nya, Aku harus bisa mengalihkan fokus Clark tapi dengan cara apa sedangkan sudah semakin banyak masyarakat yang terluka terkena lemparan benda di sekitar sini.
Bergumam lah dalam hati Ine sambil melihat di sekitar nya mencari sesuatu untuk di lemparkan ke arah Clark agar fokus nya bisa di alihkan, Kemudian Ine melihat sebuah gerobak pengangkut barang yang terbuat dari besi maka segeralah Ine mengambil dan mengangkat nya kemudian melemparkan ke arah Clark tepat di kepala Clark hingga ia pun terjatuh ke aspal.
Dengan seperti itu Ronald dengan mudah untuk menghabisi Clark namun di saat seperti itu Clark menggunakan ilmu mistik nya untuk menggerakkan sebuah kabel listrik untuk melilit tubuh Ronald dan menarik nya ke sebuah gardu listrik yang bertegangan tinggi dan hal itu terjadi sangat cepat alhasil tubuh Ronald meledak di gardu tersebut.
Bersamaan dengan dentuman yang sangat keras tubuh Ronald pun terbakar hangus di gardu listrik tersebut otomatis listrik di wilayah pusat kota mati total dan diiringi ledakan dari beberapa tiang listrik yang lain, Saat menyaksikan hal itu tubuh Ine terduduk lemas di aspal dengan air mata yang tidak mampu tertahan lagi sedangkan kesempatan tersebut di manfaatkan Clark untuk melarikan diri bergabung dengan Robin dan Alonso yang berada di depan gedung istana negara.
Apa yang terjadi mengapa semua penerangan padam dan dari mana asal suara dentuman yang sangat keras tadi, Semoga istri ku dan yang lain selamat dan bisa bersama kembali seperti dahulu.
Bergumam lah dalam hati Robert sambil terus berlari menuju pasukan militer yang sudah kehabisan akal untuk melumpuhkan para monster yang jumlah nya terus bertambah banyak sebab banyak militer yang terkontaminasi monster maka dengan cepat mereka juga menjadi monster yang ganas.
Sedangkan Ine saat itu segera berlari menuju Rebecca yang sedang pingsan di sebuah toko baju yang hampir terbakar sebab konsleting listrik yang terjadi dengan hati sedih mengenang Ronald yang telah meninggal saat ini Ine terus berusaha menyelamatkan Rebecca yang tengah pingsan sambil berpikir apa yang harus di katakan kepada Rebecca saat diri nya nanti.
Pasti nya Rebecca akan menanyakan keberadaan Ronald begitu juga dengan Robert dan Mikael namun bagaimana lagi kejadian itu sangat cepat sehingga Ine tidak bisa menyelamatkan Ronald, Di sisi lain ada Robert dan Mikael yang sudah bergabung dengan militer tepat di depan gedung istana negara.
Waktu terus berjalan namun pertempuran itu belum juga usai, Matahari pun sudah tenggelam pasti nya gelap nya malam lah yang terlihat saat itu di tambah lagi dengan tidak ada nya cahaya lampu kota itu semakin terlihat mengerikan hanya ada cahaya dari kobaran api yang belum padam dari bangunan dan kendaraan yang ikut terbakar karena percikan listrik.
Saat itu pasukan militer semakin sedikit dan Sandi pun mengalami luka yang lumayan serius dan saat ini Sandi duduk bersandar di sebuah tembok pembatas gedung istana negara sambil menata nafas nya yang sudah habis lalu segeralah Robert menghampiri Sandi untuk melihat kondisi nya yang sudah berlumuran darah saat itu bahkan baju nya pun sudah basah oleh darah dan keringat yang mengucur dari tubuh nya.
" Robert aku sudah terkontaminasi maka segera pecahkan kepala ku agar aku tidak melukai anggota yang lain,"
Ucap Sandi dengan wajah yang sudah babak belur dan nafas yang tersengal - sengal.
" Tidak Sandi, Kamu masih bisa selamat dan aku yakin kamu tidak terkontaminasi dengan virus itu,"
Jawab Robert sambil mencoba menenangkan Sandi.
" Aku sudah ikhlas dan aku titip kan perjuangan ini pada mu sobat, DAARR,"
Ucap Sandi sambil menarik pelatuk dan menembak kepala nya sendiri.
" SANDI MENGAPA KAMU LAKUKAN INI!"
Teriak Robert sambil memeluk erat tubuh Sandi dan menangis.
Saat itu darah Robert sudah mendidih dan teringat kembali semua kejadian beberapa tahun lalu hingga semua sahabat nya satu persatu pergi meninggal dunia di hadapan nya tanpa waktu lama Robert bangkit dari duduk nya dan berlari menuju Robin yang sedang menggigit militer yang mencoba menghadang nya.
Lalu apakah Robin dan Alonso mampu menduduki gedung istana negara dan Robert kalah melawan mereka para monster lalu apakah Ine akan diam saja menyaksikan semua itu dan apakah yang akan di lakukan Ine, Rebecca, Robert dan Mikael selanjutnya untuk menyelamatkan istana negara?
Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan selalu ikuti kisah nya hanya di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.