
Semua hal pasti ada reaksi nya apa lagi yang menggunakan adalah mahkluk hidup dan reaksi itu berbagai macam bentuk nya, Begitu juga reaksi setelah meminum ramuan para leluhur dari suku srigala buas dan apa reaksi nya bagi tubuh mereka berempat setelah meminum ramuan para leluhur sedangkan dari hati mereka masing - masing memiliki dendam kepada Felix dan Robin pasti nya mereka akan menuntut balas.
Kurang lebih dua jam Ina dan Rebecca mengolah ramuan para leluhur itu dan akhir nya jadi juga hanya tinggal menunggu ramuan itu dingin sedangkan Ine, Ayah dan Kakek nya Robert selama dua jam juga memulihkan dan menyembuhkan baby Scudetto yang terluka lumayan parah dan seperti nya mereka bertiga berusaha keras agar baby Scudetto bisa sembuh dan kembali seperti sedia kala.
Saat itu Robert lumayan bisa beristirahat meski hanya waktu yang sangat singkat begitu juga dengan Ronald yang sempat tertidur meski hanya sesaat sedang kan Ina dan Rebecca belum beristirahat sama sekali tubuh nya sejak terjadi nya penyerangan para monster pimpinan Robin dan Hendrik, Lalu apakah beda reaksi nya kepada mereka yang belum beristirahat atau kah sama saja.
Setelah usai membuat obat Ina pun berpamitan kepada Rebecca untuk menengok baby Scudetto di kamar alasan nya namun sesungguhnya Ina akan memanggil Ine masuk kedalam tubuh nya sebab sesungguhnya Ina tipe manusia yang tidak tega bila melihat orang lain terluka meski pun diri nya membenci orang tersebut, Berbeda dengan Ine yang bisa di bilang raja tega bila sudah terusik ketenangan nya.
" Rebecca jangan kamu sentuh dan jangan coba - coba meminum nya terlebih dahulu ok, Aku akan menengok putra ku,"
Ucap Ina berpesan kepada Rebecca yang terlihat penasaran dengan ramuan itu.
" Ok tenang saja aku hanya mengipas nya saja agar lekas dingin dan bisa segera di minum."
Jawab Rebecca sambil melanjutkan mengibas kan tutup panci di atas ramuan.
Kemudian Ina pun berjalan menuju kamar nya sambil membetulkan ikatan rambut nya dan melirik ke arah Robert dan Ronald yang sedang tertidur dengan lelap lalu melanjutkan langkah kaki nya menuju kamar nya agar Ine bisa masuk kedalam tubuh nya dan meminum ramuan yang baru saja di buat nya, Sesampai nya di kamar Ina mulai terkejut dengan apa yang di lihat nya.
Ternyata baby Scudetto sudah pulih seperti sedia kala dan saat ini sedang duduk di ranjang sambil tersenyum bermain bersama Ine, Ayah dan Kakek nya Robert dan baby Scudetto seperti anak yang tidak terluka sama sekali bahkan bekas luka nya pun sudah menghilang tanpa bekas dari tubuh nya dan saat melihat Ina tiba - tiba baby Scudetto memanggil dengan sebutan Ibu dan minta di gendong oleh Ina.
Dengan rasa bangga dan bahagia Ina segera mendatangi baby Scudetto dan menggendong nya serta mencium nya penuh rasa kasih sayang seorang Ibu kepada putra nya saat itu tanpa terasa Ine pun meneteskan air mata di pipi nya sebab bagaimana pun juga yang ada dalam hati baby Scudetto adalah Ina bukan lah Ine.
" Bersyukur lah Ina kamu memiliki putra yang kuat seperti Scudetto yang menjadi pewaris ilmu srigala yang sudah turun menurun,"
Ucap Ine sambil menyeka air mata nya.
" Dia juga putra mu Ine dan inti nya dia putra kita berdua dan sudah menjadi kewajiban kita menjaga nya bersama,"
Jawab Ina yang masih menangis bahagia memeluk tubuh baby Scudetto.
" Iya memang dia putra kita berdua namun putra ku sudah tiada sebelum sempat melihat Ayah nya,"
Ucap Ine dengan nada sedih mengelus punggung Scudetto.
" Putra mu masih hidup Ine dan ini lah putra mu yang diri mu anggap sudah tiada sebelum tahu Ayah nya,"
Ucap Ina sambil memegang lengan Ine sambil tersenyum penuh kedamaian.
" Terimakasih saudara ku dan aku berjanji setelah masalah ini usai akan ku percayakan Scudetto dan Robert kepada mu untuk merawat dan menjaga nya."
Ucap Ine sambil senyum tenang kepada Ina.
Saat menjadi moment yang lumayan mengharukan bagi mereka berdua dan bagi yang menyaksikan dua saudara kembar saling mempercayakan tambatan hati nya untuk di jaga dan di rawat, Lalu Kakek nya Robert menanyakan kepada Ina apakah ramuan nya sudah di buat dan di letak kan di mana kemudian Ina menjelaskan bahwa ramuan itu sudah di buat dan saat ini sedang berada di dapur sedang di dinginkan oleh Rebecca.
Kemudian Kakek nya Robert mengajak Ayah nya Robert untuk melihat hasil ramuan itu dan saat itu lah Ine masuk kedalam raga Ina dan menggendong baby Scudetto berjalan menuju dapur untuk memastikan bahwa ramuan itu sudah siap untuk di minum oleh mereka berempat dan akan menimbulkan efek yang lumayan drastis bagi yang meminum nya.
" Mengapa tiba - tiba mata ku ngantuk sekali mungkin aku terlalu banyak makan coklat itu tadi, Sudah lah aku rebah kan dahulu tubuh ku."
Ucap Rebecca lirih sambil meletakkan tutup panci di sisi panci yang terletak di atas meja.
Kemudian Rebecca pun berjalan menuju karpet yang di situ saat ini Ronald sudah tertidur dengan lelap karena kelelahan dan tidak butuh waktu lama Rebecca pun tertidur dengan lelap di samping Ronald, Sedangkan Kakek nya Robert membangunkan Robert dengan pelan agar Robert tidak terkejut saat terbangun.
" Robert bangun lah,"
Ucap Kakek nya Robert sambil menyentuh wajah Robert dengan lembut.
Sekitar tiga kali Robert di panggil Kakek nya baru lah terbuka mata Robert dan melihat di atas kepala nya sudah berdiri tubuh Ina sambil menggendong baby Scudetto, Ayah dan Kakek nya dan saat itu Robert di beri kode agar tidak mengeraskan suara nya oleh Ina yang di dalam tubuh nya saat ini adalah roh nya Ine istri kesayangan nya.
Dan saat itu Robert paham dengan kode yang di berikan oleh istri nya kepada nya dengan hanya meletakkan jari telunjuk di depan bibir nya dan kemudian menunjuk ke arah dapur menandakan istri nya memerintah Robert berjalan menuju dapur dan Robert menuruti perintah itu kemudian bangkit dari tidur nya dan berjalan menuju dapur sesuai perintah istri nya.
" Apakah ini ramuan nya?"
Tanya Robert sambil melihat kearah dalam panci.
" Iya benar sayang apakah kamu sudah siap untuk meminum nya?"
Jawab Ine yang menggunakan tubuh Ina.
Saat itu Robert mulai paham dengan perbedaan antara Ina dan Ine dari cara mereka menyebut dan sorot mata nya mereka berdua bila di perhatikan betul - betul kemudian Robert pun tersenyum sambil mengangguk kearah istri nya yang berdiri di samping nya sambil menggendong baby Scudetto.
" Robert reaksi yang akan kamu rasakan adalah rasa panas pada pembuluh darah, detak jantung yang semakin cepat dan perubahan kepada fisik yang menjadi lebih besar badan mu juga taring mu yang makin meruncing saaf seperti itu kamu akan lupa kepada siapa pun yang ada dalam benak mu hanyalah memangsa apa pun di hadapan mu,"
" Dan satu lagi sekali kamu berteriak dengan wujud mu seperti itu maka sama saja dengan kamu sedang memanggil semua kawanan srigala buas dari penjuru mana pun untuk membantu mu,"
Imbuh Ayah nya Robert sambil menepuk pundak Robert.
" Lalu apakah aku masih bisa kembali ke wujud manusia ku seperti ini dan bagaimana cara nya aku bisa kembali ke wujud manusia ku?"
Tanya Robert sambil bergantian memandang mereka bertiga.
" Dengan mengoleskan darah mu ke batu ini maka diri mu dan yang lain akan kembali menjadi manusia,"
Jawab Kakek nya sambil memeberikan pecahan batu permata dan meletakkan di kening nya Robert.
" Baik lah bila begitu akan ku jalan kan tugas ku dan memberi pelajaran kepada Robin agar menyadari kesalahan nya."
Ucap Robert sambil tersenyum kepada mereka bertiga.
Kemudian Ina mengambilkan ramuan itu dan meletakkan ke dalam gelas lalu memberikan kepada Robert sebab ramuan itu tidak bisa di minum kan kepada mereka berempat sebab reaksi yang di timbulkan lumayan fatal bila tidak ada yang mampu menetralisir nya maka dari itu Robert yang meminum nya pertama kali agar nanti bisa membantu yang lain saat meminum ramuan tersebut.
Dan benar saja setelah meminum ramuan itu beberapa menit kemudian tubuh Robert merasa terbakar hingga seluruh kulit nya memerah, mulai tumbuh bulu di sekujur tubuh nya, taring yang memanjang dan kuku pun mulai keluar meruncing baju Robert pun terkoyak dengan berubah bentuk tubuh yang semakin membesar kurang lebih berukuran 7 kaki tinggi nya.
Saat itu Robert benar - benar tidak bisa mengendalikan panas dalam tubuh nya hingga diri nya membobol pintu dapur dan berteriak sekuat tenaga dengan mengepalkan tangan nya mencoba menahan panas dalam pembuluh darah nya yang terasa mendidih namun saat itu Kakek nya Robert terus membimbing Robert agar bisa menguasai apa yang di rasakan.
Karena suara pintu yang di bobol oleh Robert dan teriakan Robert yang lumayan keras membuat Rebecca dan Ronald terbangun karena terkejut dan mereka berdua pun segera berlari menuju asal suara dan saat melihat hal itu Rebecca dan Ronald sangat terkejut di tambah lagi dengan kedatangan para bangsa srigala yang begitu banyak mengitari tubuh Robert saat itu.
" Kak apa yang terjadi apakah Robert menjadi monster juga?"
Tanya Ronald dengan nada bingung.
" Benar Ina apa yang sebenar nya terjadi kepada Robert apakah diri nya terkontaminasi virus yang berbahaya itu?"
Tanya Rebecca dengan mata terbelalak melihat pemandangan yang mengejutkan itu.
" Kalian berdua tenang saja itu hanya reaksi dari ramuan itu dan kalian semua juga aku akan seperti itu juga nanti setelah meminum ramuan itu,"
Ucap Ina dengan tenang.
" Seperti nya saat ini yang berada dalam tubuh Kak Ina adalah Kak Ine sebab aku tahu betul bagaimana sikap Kak Ina di saat gugup dan terkejut tidak mungkin tenang seperti saat ini,"
Ucap Ronald lirih kepada Rebecca.
"Siapa pun dia aku tidak perduli yang terpenting saaf ini adalah bagaimana mengembalikan Robert ke wujud semula tidak menjadi mengerikan seperti itu,"
Jawab Rebecca dengan nada pelan takut Ina mendengar nya.
" Kalian jangan khawatir sebentar lagi Robert akan kembali ke wujud manusia dan setelah itu aku yang akan meminum nya agar kita bisa segera bertindak."
Ucap Ina dengan nada tenang dan senyum menghiasi wajah nya saat itu.
Ternyata benar juga dengan yang di katakan Ine yang berada di dalam tubuh Ina sekitar 30 menit kemudian Robert sudah kembali ke wujud asal nya meski kini tubuh Robert masih merah dan mata nya pun masih merah dengan sorot mata yang mengerikan, Dengan nafas yang tersengal - sengal Robert yang sudah kembali ke wujud manusia menghampiri Ina yang sedang menggendong baby Scudetto dan melewati kawanan srigala buas di sekitar nya.
" Sekarang giliran mu sayang dan mana anak nya biar bersama ku,"
Ucap Robert sambil menggendong baby Scudetto.
Kemudian Ine pun hanya tersenyum dan mengangguk dan menyerahkan baby Scudetto kepada Robert lalu Ina pun menenggak ramuan di dalam gelas yang sudah di siapkan sedari tadi dan reaksi yang sama terjadi kepada tubuh Ina dan saat Ina berteriak pun datang lagi kawanan srigala buas dan semakin bertambah banyak jumlah mereka dan 30 menit kemudian kembali lah Ina ke wujud manusia dan tubuh serta mata nya masih berwarna merah membara.
Dan hal itu pun terjadi kepada Ronald dan Rebecca dengan bantuan Kakek dan Ayah Robert yang memberikan bimbingan maka mereka berempat mampu menguasai diri mereka saat diri mereka menjadi buas dan saat itu jumlah srigala buas yang ada bersama mereka berjumlah ribuan bukan ratusan lagi dan dengan demikian mereka berempat tidak ragu lagi untuk menyerang wilayah utara, selatan, timur dan pusat kota yang saat ini sedang di duduki para monster yang di pimpin oleh Robin dan Hendrik.
Sejak malam itu mereka berempat semakin yakin dengan niat mereka untuk membalas dendam serta membersihkan wilayah yang telah di kuasai oleh para monster namun saat itu Ronald dan Rebecca sempat berfikir dalam kondisi mereka berubah seperti itu baby Scudetto akan bersama siapa sebab di mata mereka baby Scudetto masih lah sangat kecil tidak mungkin di lepas sendiri di posisi yang genting.
Kemudian Robert dan Ina mengingat kan kejadian kemaren saat para monster menyerang mereka dengan sendiri nya baby Scudetto akan merubah wujud nya sebab bagaimana pun juga dalam tubuh baby Scudetto telah di bernaung roh dari Kakek nya Robert lalu mereka berdua pun merasa lega dan tenang mendengar penjelasan Robert saat itu.
Seperti nya serangan balasan dari mereka akan segera terjadi apakah Robin bersama anggota nya siap menghadapi serangan balasan dari para srigala buas yang kini beranggotakan ribuan para srigala dan mampukah para monster menghalau serangan balasan tersebut atau kah mereka akan di hancurkan dalam waktu sekejab mata dan beberapa bisa kembali menjadi aman?
Untuk mengetahui jawaban nya jangan pernah beranjak dari kisah mereka yang hanya ada di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.