
Setiap manusia pasti pernah mengalami suatu kejadian hingga menimbulkan sebuah traumatik tersendiri dan mampukah kita bangkit dan menyembuhkan traumatik kita sendiri sebab yang mampu menyembuhkan traumatik bukan lah orang lain namun diri kita sendiri dan orang di sekitar kita hanyalah membantu memberi dukungan kepada kita untuk bangkit.
Dan bila saat ini Robert, Ina, Vico dan Ronald mengalami sebuah traumatik itu adalah suatu hal yang wajar dan lumrah sebab mereka semua sudah banyak melalui masalah yang menyisakan kesedihan mendalam mulai dari kedua orang tua yang meninggal dunia hingga kekasih hati yang pergi tidak akan kembali lagi belum lagi para sahabat yang telah rela berkorban demi keselamatan diri nya.
Pasti nya hal itu menjadi suatu traumatik tersendiri dalam benak mereka masing - masing namun dalam kondisi yang seperti ini apakah mereka masih sempat untuk menikmati traumatik nya sehingga mereka tidak bertindak apa pun juga demi bangsa nya atau kah mereka saling mendukung satu dengan yang lain demi tercapai nya sebuah misi.
Saat mereka berkumpul di ruangan tersebut datanglah Jendral Jacob dengan beberapa prajurit menghampiri mereka dan saat itu dengan tatapan bahagia Jendral Jacob menghampiri Robert yang sedang duduk sambil memangku Scudetto dengan pandangan tertuju kepada televisi yang sedang menayangkan berita kejadian penyerangan para monster di pusat kota dengan brutal.
" Letkol Robert Sean selamat anda telah sukses dan anda mampu mengendalikan zat tersebut."
Ucap Jendral Jacob yang sudah berdiri di hadapan Robert saat itu.
" Tugas apa lagi yang saat ini Jendral bawa untuk ku?"
Tanya Robert dengan nada datar dan pandangan tertuju kepada televisi tanpa melihat Jenderal Jacob.
Sedangkan ketiga profesor lain nya pun hanya melirik sekilas kepada Jendral Jacob sebab bagi mereka Jendral Jacob orang yang pengecut, Di saat seperti itu diri nya memilih berlari pergi dan memblokade rumah sakit dan mereka berempat di depan pintu sudah di hadang dengan senjata militer lengkap di situlah letak kekecewaan mereka kepada Jendral Jacob.
" Kalian sudah melihat apa yang sendang terjadi di pusat kota dan menurut mu apa yang harus kamu lakukan Robert?"
Tanya Jendral Jacob dengan nada tenang dan senyum menghiasi wajah nya.
" Hanya itu atau ada yang lain?"
Jawab Robert dengan nada geram dan bangkit berdiri menatap wajah Jendral Jacob penuh amarah.
" Ada apa dengan mu Robert apakah kalian semua sebenar nya sudah terkontaminasi virus ganas itu!"
Ucap Jendral Jacob dengan pandangan panik.
" BRAKK ... monster tidak makan mie instant cup Jendral!"
Jawab Vico sambil melemparkan salah satu tubuh prajurit ke tembok.
" Vico kendalikan emosi mu!"
Teriak Ina yang mencoba menahan Vico.
" Aku paham kondisi kalian tapi tolong pahami kondisi negara sedang kacau saat ini dan kami semua menaruh harap pada kalian."
Ucap Jendral Jacob dengan wajah memelas.
" Ingat kata - kata ku Jendral bila di balik wajah memelas mu itu ada tujuan tertentu kami bertiga tidak segan melemparkan mu pada kawanan monster!"
Ucap Robert sambil menarik krah baju Jendral Jacob dengan tatapan penuh amarah.
" Aku berjanji dan aku bukan tipe orang seperti Williams dan Hendrik."
Jawab Jendral Jacob dengan wajah ketakutan dan gemetar.
Di saat itu Ina hanya mampu diam menyaksikan Robert, Vico dan Ronald yang sedang emosi saat melihat Jendral Jacob di tambah lagi korban semakin berjatuhan usaha mereka para militer seperti sia - sia bahkan nyawa mereka pun seperti tidak ada harga nya lagi, Tidak lama kemudian Jendral Jacob dan beberapa pengikut nya meninggalkan gedung rumah sakit militer yang sudah di kosong kan sedari tadi.
Setelah Jendral Jacob pergi Ina mencoba mendekati Robert dan mengajak nya berbicara dengan harapan Robert bisa lebih tenang dan mampu menerima kenyataan atas semua yang telah terjadi menimpa diri nya meski pun dalam hati Ina sebenar nya juga ada rasa takut sebab bagaimana pun juga saat ini Robert, Vico dan Ronald sudah berubah tidak seperti dulu lagi.
" Robert beristirahat lah biar Scudetto bersama ku."
Ucap Ina dengan nada rendah meminta Scudetto dari gendongan Robert.
" Kamu pun beristirahat lah kita tidak tau kapan para monster itu sampai di wilayah ini."
Jawab Robert sambil menyerahkan Scudetto yang sudah tertidur.
" Iya, Robert aku tahu saat ini kondisi kita sedang tidak baik - baik saja namun usahakan kita jangan terpancing emosi bukan nya diri mu yang mengatakan kita harus tenang?"
Ucap Ina sambil memegang tangan Robert.
" Mengapa harus aku yang mewarisi ilmu srigala itu dan mengapa semua orang berharap pada ku."
Ucap Robert sambil menunduk meneteskan air mata sebab merasakan sesak di dada nya.
" Karena kamu mampu Robert, Karena hanya kamu yang mampu menyelesaikan semua kekacauan ini jadi stop jangan menyalahkan keadaan tapi bersyukurlah gunakan kekuatan mu itu di jalan kebenaran selama dalam hati mu masih ada kasih maka kamu pasti mampu menghadapi semua ini Robert."
Ucap Ina sambil mengelus punggung Robert yang sedang menangis.
" Benar Robert kamu tidak sendiri kami bersama mu jadi jangan merasa diri mu hanya sendiri menghadapi nya."
Ucap Vico sambil merangkul Robert yang merasa lelah dan putus asa.
Dan mereka semua mensupport Robert agar tidak terus terpuruk dan tenggelam di dalam kesedihan nya meski sebenar nya mereka juga sedih menyaksikan semua kekacauan yang sedang terjadi saat ini namun bagaimana pun juga hidup harus tetap berjalan dan masalah para monster ini harus segera di selesaikan sebelum semua nya semakin parah.
Kemudian mereka berempat pun meneteskan air mata mengenang semua yang terjadi sedangkan di pundak mereka di letakkan tanggung jawab yang besar untuk menghabisi para monster itu akhir nya Robert dan Vico memutuskan untuk pergi menuju perbatasan wilayah timur untuk membantu para militer yang mulai kewalahan menghadang para monster.
Sedangkan Ina dan Ronald di perintahkan Robert untuk pulang ke camp militer tempat tinggal mereka menunggu Robert dan Vico kembali namun seperti nya Ina dan Ronald tidak setuju dengan pendapat Robert sebab bagi Ronald hal itu kurang efektif bila Robert hanya pergi bersama Vico dan akhir nya Robert pun mengijinkan Ina dan Ronald untuk ikut bersama menuju perbatasan wilayah timur.
" Ina kamu tahu masa lalu ku begitu pun dengan ku tahu bagaimana tentang mu jadi tolong jangan sampai hal buruk menimpa mu."
Ucap Robert sambil berdiri di hadapan Ina.
" Kamu juga harus berjanji jangan pernah meninggal kan kami sebab kami sangat membutuhkan mu Robert."
Jawab Ina dengan senyuman menghiasi wajah nya.
Saat itu Robert membalas dengan senyuman sambil mengenakan baju dan memberikan beberapa senjata untuk berjaga - jaga bila di perlukan dan saat itu baby Scudetto di masukkan kedalam gendongan yang senyaman mungkin agar tidak terjadi sesuatu lalu di gendong oleh Ina yang sudah berganti baju saat ini.
Kemudian mereka ber empat pun masing - masing menggunakan motor untuk menuju perbatasan wilayah timur sebab bila menggunakan mobil Robert dan Ina trauma teringat kejadian yang telah menimpa Samuel saat terjadi penyerangan di pusat kota saat itu maka dari itu mereka memutuskan mengendarai motor.
Sedangkan di kantor pusat wilayah timur semua sedang menyaksikan tayangan cctv yang berada di jalan protokol pusat kota dan di perbatasan wilayah timur mereka sungguh shok melihat monster gorila dan monster srigala yang menghancurkan kota dan menghabisi para militer yang mencoba menghentikan para monster itu melalui udara dan darat namun para monster itu semakin menggila menghajar apa pun di hadapan nya.
" Tuan pantauan dari cctv jalan protokol menuju ke perbatasan."
" Serang dengan tank dan serang dengan tembakan agar mereka mundur dari perbatasan!"
Ucap Jendral Jacob dengan nada panik.
" Tuan lokasi perbatasan dari pintu selatan para penjaga sudah tewas dihabisi para monster!"
Teriak seorang operator dengan tatapan panik.
" Kirim team untuk menyerang lewat udara!"
Jawab Jendral Jacob dengan sigap.
" Pasukan udara tersisa 300 Tuan dan pasukan di darat tersisa 200 orang lagi dan ini tidak mungkin menghadang para monster yang berjumlah ribuan."
Ucap Mayor Ricard dengan tatapan serius.
Saat itu suasana kantor pusat wilayah timur cukup tegang sebab mereka memantau setiap wilayah dan pergerakan monster yang semakin membabi buta malam itu sedangkan Robert, Ina, Vico dan Ronald melewati jalan - jalan yang sudah sepi, sunyi dan kosong saat ini wilayah timur pun tidak ubah nya seperti di wilayah utara dan pusat kota bagaikan kota terbengkalai.
Sekitar dua jam kemudian sampailah mereka di sebuah pusat kota di wilayah timur yang menyuguhkan pemandangan tidak sedap di pandang mata di beberapa bagian ruas jalan terlihat ada beberapa kendaraan yang terbakar jasad para anggota militer yang sudah tewas karena mendapat serangan dari para monster dan beberapa tank yang sudah terbalik di sisi jalan.
" Sungguh memuakkan pemandangan ini."
Ucap Vico dengan nada geram.
" Kemana pergi nya para monster itu apakah mereka masih di sini?"
Tanya Ronald sambil berjalan melewati jasad para militer yang tergeletak di jalan.
" Aku yakin mereka masih di daerah ini, Lihat ini."
Jawab Ina sambil menunjukkan jejak kaki para monster.
" Kita harus menyebar tidak bisa bila terus bersama dan ingat bila bertemu mereka rubah wujud kalian sebab para monster itu tidak memakan binatang."
Ucap Robert sambil menghentikan langkah kaki nya dan memegang lengan Ina.
" Apa maksud mu memegang lengan ku?"
Tanya Ina sambil memandang Robert.
" Mana biar aku yang membawa Scudetto."
Jawab Robert dengan tegas.
" Tapi diri mu ...."
Ucap Ina dengan nada khawatir dan mencoba menahan kata - kata nya agar tidak menyinggung perasaan Robert.
" Ada apa dengan ku, Apakah kamu tidak percaya pada ku?"
Tanya Robert dengan tatapan tajam dan masih memegang lengan Ina.
" Aku percaya pada mu, Berhati - hati lah dan ingat jangan membuat ku menangis untuk kesekian kali nya sebab air mata ku mahal."
Jawab Ina sambil menyerahkan gendongan baby Scudetto kepada Robert.
" Begitu juga dengan mu jangan membuat ku makin terpuruk tenggelam dalam kesedihan."
Ucap Robert sambil menggendong baby Scudetto.
Kemudian mereka berdua berjalan menuju arah yang berlawanan namun sebelum jauh langkah mereka Robert memanggil Ina dan saat itu Ina pun menghentikan langkah nya dan membalikkan badan nya.
" INA."
Panggil Robert dengan nada sedikit keras.
" Iya ada apa lagi?"
Jawab Ina sambil membalikkan badan nya menghadap ke arah Robert.
" I love you kamu haru kembali."
Ucap Robert sambil memeluk Ina dan mencium bibir Ina.
Saat itu sebenar nya Ina terkejut dengan perlakuan Robert kepada nya sebab selama ini Robert tidak pernah melakukan hal itu kepada nya dan suasana itu terjadi sangat cepat sebab Ina segera mendorong tubuh Robert hingga terjatuh ke tanah sebab Ina melihat ada sekawanan monster yang datang menghampiri mereka.
Dengan secepat kilat Ina melemparkan kapak yang di pegang nya tepat mengenai kepala salah satu monster itu dan Ina segera merubah wujud nya menjadi seekor srigala buas dan menyerang para monster itu satu persatu sedangkan Robert karena terkejut segera merubah diri nya menjadi monster dengan postur tubuh menjadi tinggi besar, berbulu, bertaring dan kuku yang memanjang.
Saat itu Ina dan Robert menghajar dan menghabisi para monster yang menghadang mereka begitu juga yang di lakukan oleh Ronald dan Vico merubah wujud nya menjadi seekor srigala dan menghabisi para monster satu persatu namun di karena kan jumlah mereka yang cukup banyak akhir nya mereka berempat pun terpojok oleh para monster itu.
" Bang aku sudah tidak kuat menahan serangan para monster ini yang semakin banyak jumlah nya!"
Teriak Ronald dengan wujud srigala.
" Sama aku juga begitu tenaga ku semakin sedikit, Robert ... Ina segera laku kan sesuatu!"
Ucap Vico dengan wujud srigala.
Saat itu segera Robert melompat di atas besi pemancang sebuah jembatan dan berteriak seperti umum nya seekor srigala jantan dengan sangat keras dan tiba - tiba berdatangan lah para srigala yang cukup banyak dan pasti nya Ina, Ronald dan Vico tidak mengetahui dari mana asal nya para srigala itu.
Dan malam itu para monster bisa dihalau oleh para srigala buas yang tidak tau dari mana asal nya dan untuk sementara ini pusat kota wilayah timur bisa teratasi namun pasti nya hal ini tidak akan berjalan lama sebab Robert paham betul bagaimana mana para monster itu dan di hati kecil Robert sejak diri nya terkena zat berbahaya itu menjadi lebih beringas dan memiliki rasa dendam kepada Robin adik nya.
Seperti nya Robert akan menghabisi Robin kali ini bila bertemu namun benarkah Robert hati nya kini menjadi pendendam dan hilang sudah kasih dalam hati nya dan mampu kah Ina, Robert, Vico dan Ronald mempertahankan wilayah timur agar tidak di duduki para monster?
Jangan pernah beranjak dari I'M A WOLF MAN dan ikuti terus kisah perjalanan mereka semua dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar lebih semangat nulis nya.