I'M A WOLF MAN

I'M A WOLF MAN
BAB 72 . MATI NYA KEPALA SUKU GIANT



Penyerangan demi penyerangan telah di lakukan oleh kawanan srigala buas yang di pimpin oleh Mikael yang memiliki kemampuan melebihi yang lain bahkan Mikael mampu membekuk gerombolan monster yang di pimpin Robin yang hendak menyerang rumah Robert dengan mudah nya namun kini yang sedang dalam masalah besar adalah kawanan srigala buas yang di pimpin Scudetto.


Kawanan srigala buas yang di pimpin oleh Scudetto harus berhadapan dengan gerombolan monster suku Giant yang kekuatan nya di atas Scudetto dan pasti nya kawanan srigala yang di pimpin Scudetto kalang kabut kewalahan menghadapi nya dan hanya bisa berharap ada bala bantuan datang untuk menolong mereka.


Saat itu kawanan srigala buas yang di pimpin Mikael dan Ronald segera meluncur menuju lokasi di mana Scudetto dan yang lain sudah mati - matian menahan gerombolan para monster suku Giant yang semakin membabi buta menekan dan menyerang kawanan srigala buas utama nya Scudetto sebagai pimpinan nya.


" Paman lekas jangan sampai terlambat kasihan Scudetto, Mereka bukan lawan yang seimbang,"


Ucap Mikael sambil terus berlari menerobos rimbun nya pepohonan di tengah hutan rimba.


" Benar jangan sampai terjadi sesuatu kepada Scudetto, Bisa - bisa Kak Ina melayangkan tamparan nya ke wajah kita semua yang di pikir tidak menjaga putra nya dengan baik."


Jawab Ronald sambil berlari mengikuti Mikael.


Saat itu Mikael hanya tersenyum mendengar jawaban dari Ronald sebab sesungguhnya Mikael paham betul bagaimana watak Ina yang memiliki sifat berbanding terbalik dengan Ine Ibu kandung nya dan seperti apa sayang nya Ina kepada Scudetto yang sudah di anggap putra kandung nya sendiri, Jarak mereka pun semakin dekat dan sudah mulai terdengar keramaian sebuah pertarungan antara Scudetto dan Defonz kepala suku Giant.


" SCUDETTO!"


Teriak Mikael yang terkejut melihat tubuh Scudetto tersungkur tepat di hadapan nya dengan luka yang sangat parah.


" TIDAK BISA DI BERI AMPUN KALIAN!"


Teriak Ronald dengan penuh emosi setelah melihat Scudetto jatuh tersungkur di hadapan nya.


" Tahan Paman, Biar aku yang menghadapi mereka kalian bukan tandingan mereka, Bawa Scudetto ke tempat Ibu ku,"


Ucap Mikael dengan nada geram dan sorot mata penuh dendam kepada Defonz.


" Baik lah bila begitu, Berhati - hati lah mereka monster gila yang biadab!"


Jawab Ronald dengan nada penuh amarah.


Kemudian Ronald pun merubah diri nya menjadi manusia untuk menggendong Scudetto yang sudah kembali menjadi wujud manusia dengan tubuh nya yang kecil, mungil serta penuh luka yang menganga di bagian tubuh nya bahkan nafas nya pun tersengal - sengal.


Di sisi lain ada Ine dan Rebecca juga beberapa ribu kawanan srigala buas yang sedang berada di teras rumah Robin sedang menanti kedatangan Scudetto, Ronald dan Mikael dengan harapan semua akan baik - baik saja, Sesekali Ine memandang ke arah Robin yang berwujud monster dan sudah di ikat dengan rantai berdiri di hadapan nya dan berusaha melepaskan rantai itu dari tubuh nya namun tidak bisa.


" Sudah lah Robin sekuat apa pun usaha mu untuk melepaskan rantai itu tidak akan mampu diri mu, Jadi saran ku lebih baik simpan saja tenaga mu, PLAK!"


Ucap Rebecca sambil memukul kepala Robin dengan vas bunga dari kaca.


" Tunggu saja pembalasan ku, Kalian semua akan menyesal seumur hidup!"


Jawab Robin dengan nada geram mencoba mengancam Rebecca dan Ine.


" Sudah seperti ini masih saja kamu sombong Robin, Siapa lagi yang akan kamu andal kan semua anggota mu sudah mati, BRAK!"


Ucap Ine sambil memukul tubuh Robin menggunakan potongan kayu besar.


" Seperti nya dia ingin kita ajak bermain terlebih dahulu sebelum menghembuskan nafas,"


Ucap Rebecca dengan senyum sinis.


" Benar juga kata mu, Mengapa tidak terpikir oleh ku dari pada kita jenuh diam saja menunggu mereka tiba,"


Ucap Ine dengan senyum sinis melirik ke arah Robin.


Kemudian Ine dan Rebecca memerintahkan kepada para monster untuk mengumpulkan pecahan kaca di taman sebanyak mungkin dan Robin di perintahkan untuk merebahkan tubuh nya di pecahan kaca tersebut dan setelah itu di perintahkan kawanan srigala buas yang berjumlah ribuan untuk berjalan menginjak tubuh Robin hingga para kawanan srigala buas itu lelah menginjak - injak tubuh Robin dan kawanan monster lain.


" Kasihan Robin tadi diri nya pasti lelah bertarung dengan kawanan srigala, Dengan di pijat seperti itu pasti lelah dan letih nya pasti hilang,"


Ucap Ine dengan tatapan sinis kepada Robin.


" Tapi ada yang kurang, Setahu ku bila orang sedang di pijat pasti menggunakan minyak bukan?"


Tanya Rebecca dengan senyuman menghiasi wajah nya.


" Apa itu yang kamu pegang?"


Tanya Ine dengan pandangan ke sebuah jerigen yang di pegang Rebecca.


" Bensin, Agar lebih mantap para srigala itu memijat nya."


Jawab Rebecca sambil berjalan menuju para monster dan menuangkan bensin di sekujur tubuh nya.


Teriakan para monster itu sangat menyayat hati, Bagaimana tidak tubuh mereka sudah terkoyak dengan cakar dan gigitan para srigala sekarang di tambah lagi luka yang masih menganga itu di siram bensin dan para srigala berlarian di atas tubuh mereka bagaimana pedih nya yang di rasakan oleh Robin dan gerombolan nya.


Tidak lama kemudian datanglah Ronald sambil menggendong tubuh baby Scudetto yang terluka parah, Dengan air mata yang bercucuran Ronald membawa baby Scudetto mendekat di mana Ine dan Rebecca sedang berdiri menyaksikan pertunjukan penyiksaan Robin yang sedang berlanjut, Saat Ronald datang bersama dengan kawanan srigala yang lain pandangan Ine dan Rebecca beralih ke mereka sambil berpikir apa yang terjadi dan di mana Mikael saat ini lalu kenapa dengan baby Scudetto.


" Ronald ada apa mengapa Scudetto kembali ke wujud nya?"


Tanya Rebecca dengan panik.


" Apa yang terjadi dengan putra ku, KATA KAN RONALD!"


Teriak Ine dengan nada panik dan meraih Scudetto.


" Scudetto terluka parah melawan monster dari suku Giant dan banyak para kawanan srigala buas yang lain tewas di buat nya,"


Jawab Ronald sambil menangis sedih melihat kondisi Scudetto yang kritis.


" Tidak bisa di biarkan minta ku tebas kepala mereka semua sudah berani melukai putra ku!"


Ucap Ine dengan nada emosi dan menyerahkan Scudetto kepada Rebecca.


" Kak pesan Mikael kita di larang kesana sebab kemampuan mereka jauh lebih kuat,"


Ucap Ronald sambil memegang lengan Ine menahan langkah Ine.


" Baik lah, Aku tunggu hingga matahari tenggelam bila belum juga kembali maka aku akan mendatangi mereka semua!"


Jawab Ine dengan tatapan penuh dendam.


Di sisi lain Mikael berhadapan dengan Defonz kepala suku Giant tanpa basa basi lagi Mikael melancarkan serangan kepada Defonz dengan bertubi - tubi dan menyudutkan nya di sebuah sisi jurang sesekali Defonz mencoba melawan dan menangkis serangan yang di lakukan Mikael namun semua itu sia - sia gerakan Defonz kurang cepat dan masih bisa terbaca oleh Mikael.


" HAI MONSTER BEBAL APA PERMINTAAN MU TERAKHIR SEBELUM NYAWA MU MELAYANG!"


" SAMPAI KAPAN PUN AKAN KU REBUT KALUNG WASIAT ITU DARI ROBERT CAM KAN ITU SRIGALA LAKNAT!"


Teriak Defonz diiringi dengan tawa lepas sebab diri nya tahu tidak akan selamat kali ini.


" Baik lah kamu sudah menyampaikan keinginan terakhir mu maka aku akan mengantar mu berjumpa dengan Tuhan MONSTER BEBAL!"


Ucap Mikael dengan nada penuh amarah melemparkan balok kayu yang berujung lancip ke arah Defonz.


Dengan sempurna kayu balok yang besar dan lancip itu pun mendarat tepat di jantung hingga menembus ke belakang hingga membuat tubuh Defonz terpelanting jatuh kedalam jurang yang lumayan dalam dan terjal, Saat itu Mikael mengira seluruh pasukan dari suku Giant telah tewas namun ternyata putra kepala suku Giant belum lah tewas hanya mengalami luka parah saat itu.


Setelah Mikael merasa sudah selesai tugas nya maka kembali lah dia menuju di mana Ine, Rebecca, Ronald dan Scudetto berada dan berpikir semua telah selesai penderitaan dan penyerangan yang di lakukan oleh para monster kepada manusia, Di sisi lain ada Robert yang tiba - tiba tersadar dari tidur nya dan berteriak dengan keras memanggil baby Scudetto seperti nya Robert memiliki firasat mengenai baby Scudetto yang terluka sangat parah saat itu.


" SCUDETTO!"


Teriak Robert dengan keras sambil bangkit dari tidur nya.


" Robert tenang lah ada apa dengan mu mengapa tiba - tiba berteriak memanggil Scudetto?"


Tanya Ina yang terkejut dan menahan tangan nya untuk menampar Robert sebab ada Rowdi Ayah Robert bersama nya.


" Robert tenang lah semua akan baik - baik saja jangan khawatir anak ku,"


Ucap Rowdi yang mencoba menenangkan Robert.


" Di mana Scudetto bersama siapa dia?"


Tanya Robert dengan nafas tidak beraturan.


" Scudetto bersama yang lain menyerang sarang monster mendatangi Robin untuk menuntut balas,"


Jawab Ina dengan tatapan bingung melihat Robert yang bersikap aneh.


" Ceroboh kalian semua, Bila terjadi sesuatu kepada putra ku jangan harap aku memberi ampun kalian semua!"


Ucap Robert dengan geram mencabut infus di tangan nya dan menuruni ranjang nya dengan memegang dada nya.


" Robert akan pergi kemana kamu, Ingat kesehatan mu belum pulih!"


Ucap Ine dengan nada khawatir namun tidak dihiraukan Robert.


" Biarkan dia Ina jangan di tahan."


Jawab Rowdi sambil memegang lengan Ina menahan langkah Ina yang hendak mengejar Robert.


Dengan langkah masih belum kuat betul dan kondisi yang lemah segera Robert menaiki kuda hitam besar milik nya dan memacu menuju sarang para monster tanpa berpikir panjang apa yang akan di hadapi nya, Sedangkan di rumah Robin semua sedang berusaha memberi penanganan pertama kepada Scudetto yang sedang terluka sangat parah.


Saat itu Rebecca membantu Ronald untuk memberi penanganan kepada Scudetto sedangkan Ine dan Mikael sedang memikirkan apa yang harus di perbuat untuk Robin yang sudah berlaku tidak adil selama ini bahkan nyawa kedua orang tua kandung nya harus melayang di tangan Robin pasti nya Ine dan Mikael akan membalas kan rasa sakit hati nya itu kepada Robin.


" Ibu akan kita apakan monster bebal itu?"


Tanya Mikael dengan tatapan sinis kepada Robin yang sedang meraung kesakitan.


" Awal nya Ibu ingin menyiksa nya terlebih dahulu agar dia juga merasakan pedih nya rasa sakit itu,"


Jawab Ine dengan nada datar.


" Lalu apakah Ibu merubah pikiran setelah melihat dan mendengar jeritan mereka?"


Tanya Mikael sambil sesekali memandang ke arah Ine.


" Benar suara nya tidak merdu dan mengganggu pendengaran ku saja, Aku ingin dia merasakan apa yang aku rasakan saat itu di mana busur panah bersarang di perut ku!"


Jawab Ine dengan nada dan tatapan sadis kepada Robin.


" Baik lah bila itu keinginan Ibu, Aku akan mengikat nya di pohon itu dan Ibu bisa melepaskan busur panah dari arah sini."


Ucap Mikael sambil tersenyum sadis melangkah meninggal kan Ine.


Saat itu Robin dan para monster lain nya di ikat di sebuah pohon yang berbeda - beda dengan tujuan agar mudah melepaskan busur panah kepada mereka, Dengan bergantian Ine melepaskan busur panah kepada para monster satu persatu yang tersisa dan saat busur panah siap melesat menembus tubuh Robin tiba - tiba datanglah Robert dengan menunggang kuda hitam sambil berteriak kepada Ine.


" INE HENTIKAN!"


Teriak Robert dari atas kuda nya sambil mencoba mendekati Ine.


" Robert, Dia sudah siuman ternyata,"


Ucap Ine dengan lirih sambil menurunkan anak panah nya.


" Ine cukup jangan kamu teruskan dendam mu ini semua bukan lah solusi nya untuk membuat nya menyadari kesalahan nya!"


Ucap Robert sambil menghentikan lari kuda nya tepat di hadapan Ine.


" Lalu apakah dengan memberi nya waktu untuk hidup itu akan membuat nya sadar, Tidak Robert kamu salah untuk hal ini yang terjadi semakin banyak korban jiwa karena ulah nya!"


Jawab Ine dengan nada emosi.


" Ine ampuni Robin agar jiwa mu tenang di sana dan ikhlas kan semua yang terjadi jangan kamu turuti amarah dan dendam mu itu akan menyiksa jiwa mu sendiri,"


Ucap Robert yang coba menenangkan Ine yang sedang marah besar.


" Untuk kali ini maaf Robert aku melanggar kata - kata mu semua ini demi membalas kan sakit hati kedua mertua ku dan putra ku yang belum sempat mengenal Ayah nya,"


Ucap Ine dengan tatapan penuh amarah dan menarik busur panah nya kembali dan mengarahkan kepada Robin.


Saat itu segera Robert merebut panah di tangan Ine dengan tujuan agar Ine tidak membunuh Robin dan dengan penuh keyakinan Robert pasti bisa membawa Robin ke jalan yang benar dan saat melihat kejadian itu segeralah Mikael meninggalkan Robin yang terikat di sebuah kayu dan berlari menghampiri Robert dan Ine yang sedang berebut busur panah dengan tujuan untuk melerai mereka.


Lalu apakah yang akan terjadi kepada Robin apakah kali ini nyawa Robin masih bisa di selamatkan oleh Robert ataukah tidak dan bagaimana dengan kondisi baby Scudetto apakah bisa terselamatkan mengingat luka yang di alami baby Scudetto sangat parah kali ini Dan apakah putra dari kepala suku Giant akan membalas semua perlakuan Mikael kepada Ayah nya?


Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua yang hanya ada di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.