I'M A WOLF MAN

I'M A WOLF MAN
BAB 41 . TERIMA AKU APA ADA NYA



Setiap manusia pasti memiliki kekurangan dan kelebihan tidak mungkin manusia kekurangan saja atau kelebihan saja maka terimalah dan beri ruang untuk kekurangan dan kelemahan seseorang agar diri mu juga di terima kekurangan dan kelemahan mu, Perlakukan orang lain seperti diri mu ingin di perlakukan orang lain.


Seperti nya saat ini Robert dan Ina sedang di fase saling mengenal dan memahami bagaimana kekurangan dan kelebihan masing - masing dan rasa sayang itu mengalir dalam hati masing - masing melalu hadir nya baby Scudetto di antara mereka maka semakin erat lah hubungan di antara mereka berdua.


Waktu pun terus berjalan dan sudah hampir tiba di stasiun di wilayah timur saat itu ketegangan mulai terjadi sebab ada satu gerbong yang terisi penuh para monster dan pasti nya Robert dan Vico memutar otak sedangkan Ina sedang demam tinggi terkulai lemas di lantai ruang masinis dan berselimut jaket Robert.


" Vico di depan ada persimpangan setelah persimpangan itu apakah ada persimpangan lagi yang menuju wilayah timur?"


Tanya Robert sambil memperhatikan peta dan menggendong baby Scudetto.


" Ada tapi akan lebih jauh lagi dan aku kurang yakin kita bisa sampai ke wilayah timur bila melewati jalur itu."


Jawab Vico dengan nada ragu.


" Kenapa begitu, Apakah ada masalah di jalur itu atau ada monster juga di wilayah itu?"


Tanya Robert sambil memegangi botol susu.


" Bukan masalah monster tetapi bahan bakar kita semakin menipis bila harus melewati jalur itu maka sebelum sampai di stasiun wilayah timur kereta sudah terhenti."


Jawab Vico mencoba menjelaskan kepada Robert.


Kemudian Robert diam sejenak berfikir apa yang harus di lakukan dalam waktu sesingkat ini dan Vico pun mencoba menghubungi beberapa stasiun untuk segera mengosongkan stasiun sebelum kereta datang kemudian Robert sambil menggendong baby Scudetto berjalan menuju sambungan gerbong.


Sedangkan Felix dan Ronald sedang menyaksikan hasil riset nya mengenai senjata biologis yang sudah menunjukkan hasil yang memuaskan dan saat itu Felix menceritakan kepada Ronald bahwa diri nya telah berhasil membuat monster namun hasil nya kurang maksimal masih banyak kekurangan nya dari monster - monster itu dan akhir nya Ronald mengajukan uji coba lagi dengan menggunakan monster hasil riset Felix.


" Ronald, Ayah sangat bangga padamu tidak rugi Ayah menyekolahkan dan mendidik mu."


Ucap Felix sambil tersenyum bangga dan menepuk pundak Ronald.


" Tentu Ayah, Aku akan selalu membuat diri mu bangga kepada ku dan tolong Ayah ingat bahwa tidak hanya aku putra mu masih ada Vico."


Ucap Ronald sambil menyantap ikan salmon bakar di hadapan nya.


" Memang benar Vico juga putra ku tetapi dia lebih memilih hidup menderita di luar sana dari pada menuruti apa keinginan Ayah."


Ucap Felix dengan nada sedih mengenang putra nya yang memilih pergi dari rumah dan bekerja menjadi seorang masinis kereta.


" Nanti coba aku ajak dia berbicara siapa tau hati nya terketuk dan mau bertemu dengan Ayah."


Ucap Ronald sambil sesekali senyum simpul kepada Felix.


Suasana sungguh tenang di villa milik Felix sedangkan kondisi pusat kota kini sudah menjadi kota terbengkalai yang di kuasai oleh para monster yang di pimpin oleh Robin dan Hendrik dengan wujud monster yang mengerikan dan pasti nya tidak ada satu orang pun yang bisa selamat bila berada di dalam pusat kota.


Selang beberapa menit kemudian Robert mengambil kain untuk menggendong baby Scudetto di belakang dan menanyakan berapa jarak nya saat ini dengan persimpangan di depan sana, kemudian Robert memerintahkan Vico untuk memberi informasi kepada pengatur rel kereta untuk memindah jalur saat gerbong yang berisi para monster memasuki rel.


" Vico ingat pesan ku di hitungan ke 10 jalur rel harus segera di alih kan agar gerbong yang di penuhi monster terpisah dari gerbong inti."


Ucap Robert sambil mengencangkan gendongan baby Scudetto yang berada di punggung Robert.


" Baik, Tapi kamu yakin dengan membawa bayi mu untuk memisahkan gerbong?"


Ucap Vico sambil bergantian melihat ke arah Robert dan baby Scudetto.


" Memang kenapa? Aku lebih tenang dengan membawa nya di banding harus meninggal kan putra ku bersama mu?"


Jawab Robert sambil senyum simpul lalu melangkah menuju gerbong yang akan di pisahkan.


" Dasar orang aneh, Khawatir meninggalkan putra nya tapi tidak khawatir meninggal kan istri nya dengan ku, Bagaimana kalau sampai istri nya terpesona dengan ketampanan ku yang tidak ada tanding nya di wilayah rumah ku."


Ucap Vico dengan lirih sebab takut Robert mendengar nya.


Saat itu Robert berjalan dengan penuh keyakinan menuju sambungan gerbong yang berisi para monster dengan niat untuk membuka pen penghubung gerbong dengan cara memukul pen tersebut menggunakan palu besi yang berat nya mencapai 100 kg dan hanya ada dua kemungkinan bila Robert salah melompat maka Robert dan baby Scudetto akan terbawa oleh gerbong yang di penuhi oleh monster.


Dan tanpa Vico ketahui ternyata Ina sudah terbangun kemudian bangkit dari tidur nya sambil melihat sekitar dan ternyata diri nya tidak menemukan Robert dan baby Scudetto otomatis dengan tubuh masih lemas Ina segera bangkit berdiri dan menanyakan kemana Robert dan baby Scudetto dengan nada cemas.


" Kemana putra ku mengapa tidak ada di sini?"


Tanya Ina dengan nada khawatir.


" Nyonya sudah bangun ternyata, bayi anda bersama suami anda Nyonya."


Jawab Vico sambil senyum - senyum.


" Di bawa kemana putra ku dengan Robert, apakah sudah di beri susu putra ku dengan dia?"


Ucap Ina yang memberondong pertanyaan sambil membuka tas mencari botol susu.


" Nyonya tenang lah srigala buas pun akan menyanyangi anak nya apa lagi suami anda manusia."


Jawab Vico sambil fokus memperhatikan peta di hadapan nya.


" Bagaimana kamu tahu kalau Robert srigala apakah diq berkata siapa diri nya?"


Tanya Ina dengan pandangan serius.


" APA JADI SUAMI ANDA MONSTER JUGA!"


Jawab Vico dengan terkejut.


" PLAKK, Jaga nada suara mu jangan membuat ku terkejut orang aneh!"


Ucap Ina setelah menampar wajah Vico untuk kesekian kali nya.


" Seperti nya suami anda kulit wajah nya sudah tebal terlalu banyak anda tampar."


Ucap Vico sambil mengelus pipi kanan nya yang terkena gampar Ina.


" Kata kan kemana Robert membawa putra ku pergi atau kamu mau aku tampar lagi orang aneh."


Ucap Ina dengan nada mengancam dan menunjuk wajah Vico dengan tatapan emosi.


" Iya aku beri tahu, suami anda membawa putra anda ke pembatas gerbong yang berisi para monster untuk ...."


" Dasar Robert bodoh memang nya putra ku pakan buat para monster itu apa, rindu aku gampar seperti nya dia!"


Ucap Ina berjalan menuju penyambung gerbong.


Saat itu jarak antara persimpangan rel sudah semakin dekat dan Vico dan Robert saling menghitung dan tepat di hitungan ke 10 maka Robert akan memutuskan pen penyambung gerbong dan di hitungan ke 8 Ina sampai di pintu penyambung gerbong dan berteriak memanggil Robert saat itu Robert lumayan terkejut melihat Ina yang ternyata sudah bangun dari tidur nya.


Tepat hitungan ke 10 Ina sudah sampai di depan Robert dan palu pun menghantam pen penyambung gerbong namun naas nya Robert salah menginjak gerbong sehingga Robert terbawa oleh gerbong yang berisi para monster dan saat itu Ina terjatuh terduduk lemas melihat kenyataan itu.


" Robert mengapa kamu bodoh pergi membawa putra ku?"


Ucap Ina sambil menangis sejadi - jadi nya.


Saat itu Ina berfikir tidak akan berjumpa dengan Robert dan putra nya lagi namun ternyata Robert melompat dari gerbong yang berisi para monster itu dan berlari sekuat tenaga mengejar gerbong di mana Ina sedang menangis meratapi perpisahan nya dengan Robert dan baby Scudetto.


" INA ....!"


Teriak Robert sambil terus berlari mengejar kereta di hadapan nya.


" Robert bodoh kenapa selalu membuat ku khawatir."


Ucap Ina sambil tersenyum dan menyeka air mata nya melihat Robert yang sedang berlari mengejar kereta.


" Ina ambil besi di samping mu cepat!"


Teriak Robert yang seperti nya sudah tidak mampu bertahan lebih lama lagi.


" Besi, Iya ini besi semoga dia bisa mencapai besi ini."


Ucap Ina sambil menarik sepotong besi di samping nya dan menyodorkan ke arah Robert.


Namun saat itu Robert seperti nya sudah benar - benar kehabisan tenaga sehingga saat bisa berpegangan kepada besi Robert terjatuh dan tubuh nya terseret oleh kereta dan saat itu Ina benar - benar panik apa yang harus di lakukan di tambah lagi Ina melihat baby Scudetto berada di punggung Robert sedang menangis ketakutan.


" ROBERT AYO KAMU BANGKIT RAIH TANGAN KU!"


Teriak Ina sambil berdiri di sisi kereta hanya berpegangan denga besi pembatas gerbong.


Satu tangan memegang besi pembatas dan kaki satu berpijak di lantai gerbong dan tangan satu nya sambil memegang sebatang besi mencoba meraih tangan Robert yang posisi nya terseret oleh kereta dengan derai air mata Ina terus berusaha menggapai telapak tangan Robert dan akhir nya Ina bisa menggapai pergelangan tangan Robert meski saat ini posisi Ina sangat berbahaya bila salah perhitungan bisa saja Ina terjatuh dari gerbong itu.


Namun karena keras hati Ina ingin menyelamatkan Robert dan baby Scudetto maka diri nya di beri kekuatan untuk menarik pergelangan tangan Robert yang juga berusaha berlari mengejar kereta kembali dengan usaha yang lumayan mendebarkan akhir nya Ina mampu menolong mereka berdua dan dengan menimpa tubuh Ina Robert bisa naik ke atas gerbong.


" Terimakasih kamu telah menyelamatkan nyawa ku sayang."


Ucap Robert dengan nafas terengah - engah dan jantung terpacu dengan keras.


" Iya aku menyayangi mu utama nya putra kita baby Scudetto."


Ucap Ina dengan nafas terengah - engah dan mata terpejam.


Saat itu mereka berdua mengungkap kan perasaan nya tanpa mereka sadari dan saat itu entah apa yang ada di dalam benak mereka berdua apakah yang ada di dalam benak Robert adalah Ine mendiang istri nya hingga memanggil Ina dengan sebutan kata sayang ataukah memang Robert menyadari bahwa tubuh wanita yang di tindih dan yang sudah menolong nya adalah Ina bukan lah Ine mendiang istri nya.


Dan kejadian itu tidak berjalan lama sebab mereka berdua di sadarkan oleh tangisan baby Scudetto yang seperti nya kehausan setelah di ajak berlari di bawah terik nya matahari di siang itu maka segera lah terbuka mata Robert dan Ina saat itu maka segera mereka berdua menjaga jarak seperti biasa nya.


" Mana putra ku, ceroboh sekali kamu!"


Ucap Ina sambil mendorong tubuh Robert.


" Hei ini juga putra ku sembarangan saja kalau bicara."


Jawab Robert yang terkejut karena tubuh nya di dorong Ina.


" Mana ada seorang Ayah membahayakan nyawa putra nya putra nya sendiri, Ayah macam apa kamu!"


Ucap Ina penuh emosi.


" Scudetto kata kan pada Ibu mu bahwa Ayah menyayangi mu dan tidak mungkin mencelakakan mu!"


Ucap Robert sambil memindah baby Scudetto di gendongan depan.


" Kata kan juga pada Ayah mu kalau Ibu tidak suka dengan ulah nya yang ceroboh!"


Ucap Ina sambil mengambil baby Scudetto dari tangan Robert.


Saat itu mereka berdua saling membelakangi dengan hati dan pandangan yang geram merasa saling benar dan mereka belum menyadari bahwa baby Scudetto masih lah bayi dan juga mereka berhadapan lalu mengapa harus melalui perantara baby Scudetto yang harus menyampaikan dan selang beberapa menit mereka diam baru lah mereka berdua saling menyadari bahwa ulah mereka sangat lah tidak dewasa.


Kemudian mereka berdua saling berhadapan dan tersenyum lepas menyadari apa yang baru saja terjadi saat itu Robert segera memeluk Ina dan mencium kening Ina dan meminta maaf atas sikap nya yang tidak dewasa.


" Maaf kan aku yang terbawa emosi."


Ucap Robert sambil memeluk Ina dan mencium kening Ina.


" Iya aku juga minta maaf sebab aku sangat khawatir dengan kalian berdua jadi tolong jangan lakukan hal bodoh seperti tadi lagi."


Jawab Ina sambil mencium bibir Robert.


" Kamu sudah tau siapa diri ku mau kah kamu menerima ku apa ada nya dengan segala kekurangan dan kelebihan ku Ina?"


Tanya Robert sambil mengelus kepala baby Scudetto.


" Iya aku menerima mu apa ada nya diri mu demi baby Scudetto putra kita Robert."


Jawab Ina sambil tersenyum memandang ke arah Robert.


Saat itu seperti nya baby Scudetto paham dengan suasana di gerbong itu dan baby Scudetto pun turut bahagia menyaksikan mereka berdua yang sudah tidak bertengkar dan tidak saling ego, kemudian sambil berpelukan mereka berdua berjalan menuju ruang masinis untuk menemui Vico.


Wah apa yang akan terjadi setiba nya mereka di wilayah timur apakah di wilayah timur juga di serang oleh gerombolan monster, lalu bisakah Ronald membujuk Vico yang ternyata mereka bersaudara namun Vico lebih memilih pergi dari rumah sebab berbeda sudut pandang dengan Felix dan apa sebenar nya senjata biologis yang di temukan oleh Ronald apakah lebih berbahaya lagi di banding dengan para monster yang sudah mengacaukan pusat kota dan wilayah utara?


Jangan pernah beranjak dari I'M A WOLF MAN agar mengetahui kisah mereka semua dan jangan pernah bosan untuk dukung author agar makin semangat nulis nya.