I Love You

I Love You
Chapter 87



Keanu terkejut saat Bella tiba-tiba tidak sadarkan diri. Beruntung di dekat kantor Bella ada rumah sakit. Keanu membawanya ke sana. Ia meminta dokter untuk segera menanganinya. Namun sebelum dokter datang Bella mulai sadar.


"Mas," panggil Bella dengan suaranya yang lirih.


Keanu yang saat itu sedang bicara dengan Rangga di telepon menoleh. Perasaan cemasnya sirna melihat sangat istri telah sadar. Keanu langsung memutus sambungan telepon dan menghampiri Bella.


"Bella, kamu baik-baik saja?" Keanu mengusap kening Bella.


Bella menggelengkan kepalanya seraya berucap lirih, "Aku baik-baik saja. Hanya … aku merasa pusing, Mas."


"Sabar ya. Sebentar lagi dokter akan datang," ucap Keanu.


"Dokter …? Apa kita ada di rumah sakit?" tanya Bella.


"Iya, Sayang. Kita ada di rumah sakit sekarang. Tadi kamu pingsan," jawab Keanu.


"Pingsan?" Bella mencoba mengingat-ingat apa yang sebelumnya terjadi.


"Iya. Kamu pingsan di kantor kamu saat kita akan ke rumah sakit," jelas Keanu.


"Permisi, dengan Ibu Arabella?"


Keanu menoleh ke asal suara. Ada dua perempuan memakai baju dokter dan perawat masuk ke ruangan itu.


"Silahkan, Dok!" Keanu menyingkir memberikan tempat bagi dokter dan perawat untuk memeriksa Bella.


"Silahkan, Bapak tunggu di luar," suruh Dokter.


"Baiklah," ucap Keanu.


Saat Keanu akan pergi Bella melarangnya. Bella juga memohon kepada dokter untuk membiarkan sang suami tetap bersamanya.


"Aku tidak akan ke mana-mana," ucap Keanu. "Aku akan menunggu di luar."


"Tidak, jangan. Kumohon tetaplah di sini," mohon Bella.


Keanu melihat dokter. Tatapannya seolah bertanya, apakah dirinya bisa tetap tinggal?


Dokter pun membalas itu dengan anggukkan kepala.


Keanu segera menghampiri Bella, ia kembali menggenggam tangan sang istri.


"Bagaimana kondisi istri saya dokter?" tanya Keanu.


"Sebelumnya apa yang terjadi dengan istri Anda sebelum beliau pingsan?" tanya Dokter.


Keanu mulai menceritakan tentang mual yang beberapa hari sebelumnya Bella rasakan. Setelah dokter mendengar penjelasannya dari Keanu dokter itu kembali memeriksa Bella.


"Ada baiknya istri Anda dirawat agar kami bisa memantau kondisinya," saran Dokter. "Tapi sebelum itu kami akan mengambil sempel darah istri anda untuk kami tes di laboratorium."


"Baiklah, Dok. Lakukan apapun agar istri saya bisa segera pulih," ucap Keanu.


"Itu pasti akan kami lakukan," ujar dokter


Awalnya Bella menolak untuk diambil sampel darah saat melihat jarum suntik. Namun, Keanu membujuknya. Bella pun hanya meringis menahan sakit saat dokter mengambil darahnya. Rasa takut itu membuat Bella tidak berani melihatnya. Keanu melihatnya dan tidak tega melihat kondisi Bella. Wajahnya juga sangat pucat.


Keanu pergi dari ruangan itu untuk mengurus administrasi. Setelah itu ia kembali ke ruang UGD dan bersiap memindahkan Bella. Keanu memilih kamar rawat VVIP untuk sang istri. Sepanjang perjalanan tangan Keanu digenggam erat oleh Bella. Keanu merasa heran sang istri menjadi sangat manja seperti anak kecil yang tidak mau ditinggal oleh ayahnya.


Sampai di ruang perawatan dokter berniat untuk memasang infus, tetapi Bella menolaknya. Ia mengatakan kepada dokter jika dirinya baik-baik saja. Dokter pun tidak bisa memaksa apalagi saat melihat Bella menangis.


"Kenapa kamu menolak untuk dipasangkan infus?" tanya Keanu setelah dokter dan perawat pergi.


"Sebelumnya aku pernah dirawat dan dipasang benda itu. Rasanya sangat tidak nyaman," jawab Bella.


"Kamu ini. Kenapa jadi seperti anak kecil." Keanu mencium kening Bella lalu duduk di sebelah sang istri. "Sudah merasa lebih baik?"


"Lumayan, Mas. Apalagi kalau ada kamu di sampingku," ucap Bella.


"Kamu ini ya. Lagi sakit masih saja bisa gombalin suami." Keanu menarik hidung Bella.


Keanu merasa lega, kecemasannya pun sirna melihat sang istri sudah bisa tersenyum.


"Mas, sebenarnya aku merasa takut." Bella memiringkan tubuhnya seraya menggenggam tangan sang suami.


"Apa yang kamu takutkan, Sayang?" tanya Keanu.


"Entahlah. Aku tiba-tiba merasa cemas menunggu hasil tes laboratorium itu. Aku takut hasilnya akan buruk," jawab Bella.


"Jangan berpikir macam-macam. Sekarang istirahatlah," suruh Keanu.


"Tapi kamu jangan pergi ke manapun. Tetap di sini," pinta Bella.


"Iya, Sayangku. Kenapa sekarang kamu jadi sangat manja," ujar Keanu.


"Aku lebih suka Bella yang manja. Tapi juga kamu sangat menggemaskan saat kamu menjadi singa," ledek Keanu.


"Terus saja meledekku." Bella merajuk saat Keanu meledaknya. Ia menarik tangannya lalu mengubah posisi tidurnya. Hal itu membuat Keanu menahan tawanya.


Bella kecilnya sudah kembali.


"Tidurlah." Keanu kembali mengusap sisi wajah Bella


Bella kembali memiringkan tubuhnya dan kembali mengenggam tangan Keanu. Bella tidak tahu mengapa, tetapi ia merasa tidak ingin jauh dari sang suami. Bella merasa dirinya sangat terobsesi dengan sang suami.


"Tetap di sini! Awas saja! Jika saat aku bangun kamu tidak ada di depan mataku," ancam Bella.


"Apa yang akan kamu lakukan," ledek Keanu.


"Aku akan menghabisimu." Bella memiliki tajam ke arah Keanu.


"Benarkah? Lakukan apapun yang kamu mau. Aku pasrah." Keanu mengedipkan matanya untuk menggoda Bella.


"Dasar menyebalkan!" Bella menoleh ke arah lain untuk menyembunyikan rona merah di wajahnya dan juga salah tingkahnya.


Suasana menjadi hening. Keduanya diam dan saling menatap.


"Mas, boleh aku minta sesuatu?" tanya Bella tanpa memutus pandangannya sari Keanu.


"Jangankan sesuatu. Saat kamu meminta banyak hal dan aku bisa melakukannya aku akan melakukannya untukmu," jawab Keanu.


"Manis sekali," ucap Bella.


"Sekarang apa yang kamu mau?" tanya Keanu.


"Tidurlah di sampingku. Aku ingin mencium aroma tubuhmu," jawab Bella.


Eh


"Dasar aneh." Keanu mengangkat satu alisnya heran dengan sikap sang istri. Akan tetapi Keanu masu saja menuruti kemauannya.


Keanu beranjak dari kursi dan duduk di tepi tempat tidur. Ia merelakan dadanya dijadikan bantal oleh Bella.


Bella sendiri merasa senang mendapatkan apa yang ia mau. Ia melingkarkan tangannya di tubuh sang suami. Tidak lama setelah itu Bella pun tertidur. Begitu pula dengan Keanu.


*****


Suara dering dari ponsel Bella mengusik tidur suami istri itu. Keanu lebih dulu membuka matanya dan mencari sumber suara.


"Siapa yang telepon, Mas?" Bella mengucek mata menggunakan punggung tangannya.


"Aku akan melihatnya," ucap Keanu.


Bella menarik kepalanya dari dada Keanu agar sang suami bisa bangun.


"Siapa yang telepon, Mas?" tanya Bella.


"Dani," jawab Keanu.


"Berikan padaku. Mungkin dia sudah menemukannya informasi tentang pemilik dari nomor itu." Bella meminta ponselnya.


Saat Keanu akan memberikan benda pipih itu kepada Bella suara pintu terbuka menghentikannya. Keduanya menoleh ke arah pintu. Mereka melihat dokter dan perawat yang menangani dirinya datang.


"Maaf, menganggu. Saya ingin memberikan hasil tes laboratorium ini." Dokter menunjukkan sebuah amplop berwarna putih.


"Apa hasilnya dok?" tanya Bella.


Bella dan Keanu saling bertukar pandang. Keduanya menahan napas menunggu jawaban dari sang Dokter.


"Jangan tegang dan cemas ibu Bella. Kalian justru harus berbahagia. Selamat ibu Arabella, Anda positif hamil," ujar Dokter.


Ketegangan dan rasa cemas keabu dan Bella berubah menjadi suka cita. Keduanya saling memandang, mereka seakan tidak percaya atas apa yang baru saja mereka dengar.


"Anda tidak bercanda, 'kan, Dok?" tanya Bella.


"Tentu saja tidak." Dokter memberikan hasil tes laboratorium itu kepada Keanu.


Keanu dan Bella melihatnya. Mereka fokus dengan rangkaian huruf menjadi satu kata yaitu positif.


"Apa Anda ingin melakukan pemeriksaan sendiri menggunakan alat tes kehamilan?" tawar Dokter.


"Apa boleh, Dok?" tanya Bella.


"Tentu saja. Suster tolong berikan alatnya kepada pasien," suruh dokter.


Bella menerima alat tes kehamilan dan langsung masuk ke kamar mandi. Bella mengosongkan kandung kemihnya dan menyisakan sedikit di wadah kecil yang diberikan oleh perawat. Bella mulai menggunakan alat tes kehamilan itu. Ia menunggu dengan jantung yang berdetak begitu cepat. Bella kembali menahan napas saat satu harus mulai muncul dan akhirnya alat tes kehamilan itu menunjukkan dua garis yang artinya dirinya tengah hamil.