
Dua minggu sudah Keanu menghabiskan waktu bersama dengan Bella di Swiss. Sudah saatnya mereka kembali ke Indonesia. Sebenarnya mereka tidak ingin kembali ke rumah karena ada masalah yang harus mereka hadapi, tetapi tidak mungkin bagi mereka untuk meninggalkan perusahaan dalam waktu lama, sebab ada banyak orang yang menggantungkan hidup mereka di perusahaan.
Saat sedang membereskan barang ponsel Keanu berdering. Bella melihat ada nama Rangga di layar ponsel Keanu. Bella mengambilnya lalu memberikan benda pipih itu kepada Keanu.
"Mas, ponselmu berbunyi terus," ucap Bella seraya memberikan ponsel itu kepada Keanu.
"Telepon dari siapa?" Keanu menerima ponsel yang diberikan oleh Bella.
"Rangga, Mas," ucap Bella.
Keanu melihat ada banyak panggilan dari asisten pribadinya. Tidak biasanya Rangga melakukan hal itu jika dia tahu dirinya sedang menghabiskan waktu bersama Bella.
"Tumben sekali dia menghubungiku sesering ini," ucap Keanu.
"Mungkin urusan penting. Kamu coba telepon balik saja," ucap Bella dianggukki oleh Keanu. "Aku akan lanjutkan untuk membereskan barang-barang kita."
Bella menjauh dari Keanu untuk kembali berkemas. Saat sedang merapikan koper, Bella mendengar nada bicara Keanu yang keras.
"Apa? Kamu sedang tidak bercanda, 'kan?"
Bella menoleh ke arah Keanu dan mengerutkan keningnya melihat Keanu telihat kesal.
"Ada apa, Mas? Kamu terlihat gelisah?" Bella menghampiri Keanu setelah sang suami menutup sambungan teleponnya.
Bella menarik napas dalam-dalam untuk meredam amarahnya. Setelah amarahnya mereda Keanu membawa Bella duduk di atas ranjang.
"Wanita itu masuk ke rumah kamu dan dia menginginkan untuk tinggal di sana," jelas Keanu. "Rangga tidak bisa mencegahnya."
"Wanita itu suka sekali membuat ulah." Bella mengela napas dengan begitu berat.
"Rangga tidak bisa menangani nya sebab dia mengancamnya. Jika dia tidak diizinkan tinggal di sana maka …." Keanu berhenti bicara, ia merasa ragu untuk mengatakan ancaman Amel.
"Maka apa? Apa yang ingin dilakukan oleh perempuan gila itu pada kita?" Bella tidak sabar ingin mendengar jawaban Keanu.
"Dia akan mengatakan kepada dunia jika dia sedang mengandung anakku," jawab Keanu dengan berat hati."
"Biarkan saja dia melakukan itu. Lagipula tidak selamanya kita bisa menutupi tentang kehamilan perempuan itu," ucap Bella.
"Bella —" Keanu belum menyelesaikan ucapannya, tetapi Bella sudah lebih dulu memotongnya.
"Mas, jika boleh jujur aku merasa lelah dengan semua tingkahnya. Biarkan saja dia melakukan apapun yang dia mau. Dia mau tinggal di rumah kita, mau mengatakan kepada dunia jika dia sedang hamil anak kamu. Biarkan saja," ucap Bella sambil menahan amarahnya.
"Maaf, Bella," ucap Keanu.
"Sekarang biarkan saja jika dia menginginkan untuk tinggal di rumah kita. Tapi satu hal yang tidak akan aku biarkan," ucap Bella.
"Apa itu?" Keanu mengerutkan keningnya saat melihat Bella melihatnya dengan wajah garang.
"Jika dia ingin memgambilmu dari sisiku, aku akan mematahkan tangan dan kakinya," ucap Bella.
Keanu tertawa geli lalu menarik Bella ke pelukannya.
"Aku mencintaimu." Keanu mencium ujung kepala Bella.
"Baiklah, kamu duduklah biar aku yang melanjutkan ini," ucap KeanuKeanu dianggukki oleh Bella.
Bella duduk di tepi tempat tidur dalam diam. Sesekali ia melirik ke arah Keanu yang sedang memasukkan pakaian mereka ke dalam koper. Bella menundukkan wajahnya seraya menahan kekacauan dalam hatinya. Bohong jika dirinya tidak merasa resah karena Amel berani masuk ke dalam rumahnya, itu menandakan Amel bisa berani melakukan tindakan melebihi batas.
"*Harusnya aku tidak terkejut dengan hal ini. Mengingat sebelumnya Amel sudah berbuat melewati batas dengan menjebak mas Keanu untuk bisa tidur bersamanya."
"Ya Tuhan, berikan aku kekuatan untuk menghadapi ujian dalam rumah tanggaku ini*.
"Awww!" Bella meringis sambil memegangi kedua pelipisnya.
"Bella, ada apa?" Keanu menutup koper lalu menghampiri Bella.
"Entahlah, tiba-tiba kepalaku sakit," jawab Keanu.
"Bella …." Keanu duduk dengan menekuk kedua lututnya mensejajarkan tingginya dengan Bella. "Apa kamu masih memikirkan perempuan itu?"
"Jujur iya, Mas," jawab Bella.
"Sayang … jangan terus memikirkan dia. Pikirkan saja kesehatanmu." Keanu menangkup kedua sisi wajah Bella.
"Mana Bella-ku yang suka memberontak. Apa kamu lupa sikapmu yang suka memberontak?" ucap Keanu.
Bella menundukkan wajahnya. Seberapapun dirinya mencoba untuk kuat menghadapi masalah, tetapi tetap saja dirinya seorang perempuan yang memiliki hati lemah.
"Kita tunda kepulangan kita saja," usul Keanu.
Mendengar itu Bella mendongakkan wajahnya dan menolak usul Keanu.
"Tidak, aku tidak bisa membiarkan dia bersenang-senang di rumah kita," tolak Bella.
Detik itu juga Bella sadar tujuannya mengajak Bella untuk tinggal bersamanya.
"Ini baru singa betina ku." Keanu mencium pipi Bella.
"Baiklah, semuanya sudah selesai. Ayo kita makan dulu lalu setelah itu kita langsung ke bandara," ajak Bella.
"Kamu mau makan apa?" tanya Keanu.
Keanu ingin berdiri, tetapi dicegah oleh Bella. Saja istri justru mengalungkan tangan di lehernya.
"Aku tidak mau apapun. Aku hanya mau kamu saja." Bella memeluk Keanu lalu mencium aroma tubuh Keanu. "Aku suka wangi ini."
Eh?
"Jangan menggodaku ya." Keanu membalas pelukan Bella.
"Aku tidak mencoba untuk menggodamu. Menang benar Sayangku beberapa hari ini aku merasa ingin selalu dekat denganmu dan …." Bella kembali mencium aroma tubuh Keanu. "Aku suka sekali dengan wangi parfum ini dan juga bau tubuhmu."
"Dasar aneh." Keanu berdiri membuat Bella melepaskan pelukannya.
"Kalau aku aneh kamu lebih aneh lagi," balas Bella.
"Kenapa jadi sekarang aku yang aneh?" Keanu mendorong tubuh Bella ke tempat tidur lalu menindihnya. Keanu menyangga tubuhnya dengan kedua tangannya agar tubuhnya tidak terlalu menekan tubuh Bella.
"Karena kamu mencintai wanita aneh sepertiku," ucap Bella diikuti tawanya.
"Dasar." Keanu berdiri lalu mengulurkan tangannya ke arah Bella. "Ayo bangun dan makan yang banyak supaya tubuhmu lebih berisi."
"Baiklah, ayo." Bella menerima uluran tangan Keanu. "Aku mau makan sushi dicampur dengan sambal terasi."
"Mana ada Sushi dicampur sambal terasi," ucap Keanu.
"Ya kamu cari dong. Katanya cinta sama aku tapi tidak mau melakukan hal sepele seperti itu." Bella mengerucutkan bibirnya.
"Di mana aku bisa menemukan makanan seperti itu di sini," ucap Keanu.
"Kalau begitu cari, aku sangat menginginkannya," rengek Bella.
"Jangan meminta yang aneh-aneh. Jika kamu meminta mobil aku akan langsung membelikannya, tapi tidak dengan makanan yang aneh-aneh," tolak Keanu.
"Aneh dari mana? Itu hanya Sushi," ucap Bella.
Bella merengek dari saat mereka di dalam kamar bahkan sampai saat mereka di dalam lift.
"Mas, aku sungguh sangat menginginkan makanan itu," rengek Bella.
Keanu memutar bola matanya merasa jengah dengan rengekan Bella. Keanu melihat sekilas ke arah Bella, ia merasa aneh dengan sikap Bella. Istrinya kenapa menjadi begitu keras kepala.
Keanu diam sambil memikirkan cara membuat istrinya diam.
"Mas, ayolah," rengek Bella.
"Baiklah, tapi bersihkan dulu air liurmu itu," ucap Keanu.
"Oke." Bella mengusap bibirnya. "Sudah."
"Belum, itu masih ada," ucap Keanu seraya memerhatikan Bella.
"Mana?" Bella kembali mengusap-usap bibirnya. Bella tidak menyadari seringai licik di bibir Keanu.
"Di sini." Keanu menarik tengkuk Bella dan menyatukan bibirnya dengan bibir Bella dan langsung membuat sang istri terdiam seketika.