
Suara deburan ombak amat indah di dengar. Menarik Bella untuk segera bangun dari tidurnya. Mata Bella yang terpejam membuka, berkedip beberapa kali agar matanya bisa beradaptasi dengan cahaya yang ada di ruangan itu.
Pertama kali membuka matanya Bella melihat langit yang sudah berubah menjadi warna terang, angin yang berhembus kencang masuk ke kamar menerbangkan gorden-gorden yang tergantung di kamar itu.
"Selamat pagi," sapa Keanu.
Bella menoleh ke asal suara melihat Keanu baru saja masuk ke kamar.
"Selamat pagi juga." Bella balas menyapa Keanu.
"Aku membuat sarapan untukmu." Keanu meletakan dua piring sandwich daging di atas meja. "Ayo bangunlah!" suruh Keanu.
Bella bangun dan mengambil posisi duduk. Tiba-tiba saja matanya membulat saat menyadari keadaan tubuhnya yang telanjang hanya ditutupi oleh selimut. Dengan segera Bella menarik selimut sampai batas dadanya.
"Mas, apa yang kau lihat? Cepat berbalik!" suruh Bella.
"Aku sudah melihatnya semuanya. Jadi ... untuk apa kau malu," goda Keanu.
"Sudah diam dan berbaliklah," perintah Bella.
"Kalau aku tidak mau bagaimana?" goda Keanu.
"Ck, Mas ... aku mohon berbaliklah! Aku malu," mohon Bella.
"Oke, baiklah. Aku akan berbalik." Keanu berbalik berdiri membelakangi Bella.
Bella menarik napas lega. Dengan cepat Bella mencari pakaiannya, tetapi ternyata pakaiannya tergeletak jauh dari tempat tidur. Bella kembali mengedarkan pandangannya mencari sesutu yang bisa ia pakai. Sesekali Bella melihat ke arah Keanu, ia harus cepat. Jangan sampai Keanu melihat kondisinya saat itu.
"Boleh aku berbalik?" tanya Keanu.
"Jangan! Tunggu sebentar!" larang Bella.
Bella kembali mengedarkan pandangannya, dirinya harus cepat sebelum Keanu tidak sabar dan berbalik. Bella tidak melihat apapun kecuali kemeja hitam milik Keanu. Dengan segera Bella memakai kemeja milik Keanu.
"Sudah belum? Boleh aku berbalik sekarang?" tanya Keanu setengah meledek Bella.
"Ya sudah. Kau boleh berbalik," jawab Bella.
Keanu berbalik dan melihat Bella sudah berpakaian. "Sudah? Ayo kita sarapan," ajak Keanu.
"Tunggu, aku cuci muka dulu," ucap Bella.
Bella menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya. Saat akan bangun tiba-tiba Bella merasakan sakit di area intinya membuat Bella meringis.
"Aww!" pekik Bella.
"Ada apa?" tanya Keanu.
"Emm... tidak apa-apa," jawab Bella.
"Kau yakin? Kau terlihat kesakitan." Keanu menghampiri Bella dan duduk di hadapan Bella. "Katakan ada apa?" desak Keanu.
"Emmm, sebenarnya aku merasa sakit. Di sini. Rasanya sangat perih …," jawab Bella dengan malu-malu.
"Maaf," ucap Keanu.
"Tidak apa-apa. Itu sudah menjadi hakmu. Hanya saja aku tidak tahu kalau akan sesakit semalam," ucap Bella dengan wajah yang tertunduk.
Keanu meraih dagu Bella menjepit di antara jari telunjuk dan ibu jarinya. Lalu Keanu mengangkat wajah Bella agar bisa melihat wajah istrinya secara langsung. Kini pandangan Bella dan Keanu bertemu di satu titik yang sama.
"Terima kasih untuk semalam. Rasanya indah sekali," ucap Keanu. "Dan terima kasih sudah menjadikan aku sebagai laki-laki pertamamu," lanjut Keanu.
Bella tersipu malu saat teringat malam panjang yang mereka habiskan bersama.
"Ayo, bangun. Aku akan membantumu." Keanu mengangkat tubuh Bella dan membawanya ke kamar mandi. "Mau akau bantu?" tanya Keanu.
"Tidak perlu. Kau tunggulah di luar," ucap Bella.
"Baiklah, jika kau butuh bantuan panggil aku," ucap Keanu serasa mengusap kepala Bella.
"Kenapa lama sekali." Keanu bicara di dalam harinya.
Tidak berselang lama pintu kamar mandi terbuka dari dalam membuat Keanu merasa lega.
"Kau baik-baik saja, 'kan?" tanya Keanu.
"Iya, jangan khawatir." Bella tersenyum seraya menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu, ayo kita sarapan," ajak Keanu. "Aku akan membantumu." Keanu membungkukkan tubuhnya ingin kembali menggendong Bella. Namun, dicegah oleh Bella.
"Mas, mau ngapain?" tanya Bella.
"Aku mau gendongmu," jawab Keanu.
"Ya ampun, Mas. Aku masih bisa jalan," ucap Bella.
"Aku tahu. Tapi aku akan tetap menggendongmu." Keanu mengangkat Bella membawanya ke sofa yang ada di dekat jendela.
"Duduklah di sini dan izinkan aku malayanimu," ucao Keanu.
Keduanya makan bersama, bercanda, tertawa bersama, dan saling menyuapi. Kebahagiaan tergambar jelas di wajah keduanya. Selesai makan Bella beranjak dari tempat yang ia dudukki, sedangkan Keanu keluar dari kamar. Bella melihat sekelilingnya, keadaan kamar sungguh berantakan, seperti telah terjadi pertempuran hebat.
Bella melangkah ke dekat jendela melihat pasir putih dan birunya laut. Ada senyuman yang terlukis di bibirnya mengingat malam panjang yang sudah ia lalui bersama Keanu. Bella memejamkan matanya, ingatannya kembali ke awal pernikahannya dengan Keanu. Banyak hal yang terjadi yang membuat pernikahan mereka berada di ujung tanduk. Namun, kini Bella tidak lagi mengkhawatirkan semua itu.
Saat tengah asik melamun, tiba-tiba Bella merasakan pelukan dari belakang membuat lamunan Bella menjadi buyar.
"Mas, kau mengejutkan aku," ucap Bella.
"Apa yang sedang kau lakukan di sini?" tanya Keanu. "Kau bilang ingin mandi. Tapi … kenapa kau justru melamun?" tanya Keanu lagi.
"Tadinya aku ingin mandi. Tapi aku urungkan saat aku melihat pemandangan itu." Bella menunjuk lautan luas yang ada di hadapannya.
"Benarkah? Kau tidak sengaja menggodaku dengan memakai pakaian ini, 'kan?" bisik Keanu membuat tubuh Bella merinding. "Kau sangat seksi memakai pakaian seperti ini. Aku suka," lanjut Keanu.
"Ck, Mas … jangan menggodaku terus, aku malu." Bella berbalik dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Keanu.
"Baiklah, aku hanya bercanda. Sekarang mandi dan bersiap-siap. Kita akan jalan-jalan," ucap Keanu.
"Jalan-jalan ke mana?" tanya Bella.
"Kita habiskan waktu kita di tempat ini," jawab Keanu.
"Baiklah, tunggu sebentar. Aku akan mandi." Bella menarik dirinya. Saat akan melangkah pandangannya tidak sengaja melihat bercak merah yang ada di atas sprei berwarna putih diantara kelopak bunga.
Hilang sudah.
"Apa yang kau lihat?" tanya Keanu.
"Itu." Bella menunjuk ke arah tempat tidur dengan dagunya.
Keanu melihat ke arah yang Bella tunjuk. Ia juga melihat bercak merah yang merupakan tanda hilangnya keperawanan Bella. Keanu melihat bercak merah dan Bella secara bergantian, ia tahu apa yang sedang Bella pikirkan.
"Apa kau menyesal?" tanya Keanu.
"Tentu saja tidak. Kau suamiku kau berhak atas tubuhku," jawab Bella. "Aku hanya belum mempercayai jika aku sudah melakukannya saja," imbuh Bella.
"Terima kasih sudah menjaganya untukku." Keanu mengecup kening Bella dengan jeda waktu yang lebih lama. "Sekarang mandilah! Aku akan menunggumu di luar," ucap Keanu yang langsung dianggukki oleh Bella.
*****
Meskipun hanya berbulan madu di dalam negeri, tetap membahagiakan bagi Keanu dan Bella. Mereka menghabiskan waktu bersama. Keduanya bercinta setiap setiap saat, di dapur, kolam renang, kamar mandi, dan di setiap tempat. Asalkan ada kesempatan mereka akan bercinta. Mereka seperti pasangan yang haus akan kenikmatan itu. Lagipula mereka bebas becinta di tempat itu, tidak ada seorangpun di sana kecuali mereka berdua.
Alasan keduanya melakukan itu demi terwujudnya impian mereka yaitu kehadiran buah hati yang akan melengkapi rumah tangga mereka, yang juga akan membuat keluarganya bahagia.
Keanu mengabadikan moment-moment indah bersama Bella dengan cameranya dan membagikan di halaman media sosial mereka. Banyak yang merasa baper, iri dengan kemesraan dan kebahagiaan mereka. Salah satunya adalah Amel. Melihat kebahagiaan dan kemesraan Keanu dan Bella membuat keinginan Amel untuk menghacurkan kebahgiaan mereka.