
Keanu mengendarai mobilnya di tengah malam. Laju mobilnya sangat cepat karena Keanu mengemudi dalam keadaan marah. Masih teringat jelas di benak Keanu dengan yang terjadi beberapa saat yang lalu. Bagaimana bisa Amel bersikap seperti wanita murahan?
Keanu berdecak sangat kesal. Rasa kesal karena Bella bertambah dengan kelakuan Amel. Bisa saja Keanu menyalurkan hasratnya kepada Amel. Akan tetapi Keanu masih berpegang teguh pada komitmennya.
Keanu menghentikan laju mobilnya dengan mendadak menimbulkan suara gesekkan antara ban dengan aspal. Tangan Keanu masih memegang gagang setir dengan kuat menahan amarah yang siap meledak. Kelopak matanya menutup begitu erat kemudian membukanya kembali. Keanu pikir dengan melakukan itu bisa mengontrol amarahnya. Kenyataannya tidak.
"Sial.” Keanu memukul gagang setirnya melampiaskan semua amarahnya. Tidak pernah ia merasa se-frustrasi itu.
Untuk sejenak Keanu berdiam diri di dalam mobil. Duduk sambil menyandarkan kepalanya di punggung kursi yang ia duduki. Tarikan napasnya naik-turun tidak beraturan menandakan amarah masih menguasai dirinya. Setelah amarahnya mereda Keanu kembali melajukan mobilnya.
Mobil sport berwarna biru kembali melaju membelah jalanan. Keanu mengarahkan mobilnya menuju club malam. Ia butuh sesuatu untuk meredakan hawa panas dalam dirinya. Jalanan yang masih kosong membuat Keanu sampai dengan cepat. Setelah memarkirkan mobilnya Keanu turun dari mobil.
Sepanjang Keanu melangkah banyak kaum hawa yang menyapanya menatap penuh keinginan untuk memiliki. Keanu tidak peduli dengan para wanita itu. Sampai di dalam club, Keanu mengedarkan pandangannya mencari sosok Aska di antara para pengunjung lainnya.
Tidak susah mencari sepupunya yang memiliki hobi bermain-main dengan para wanita. Pandangan Keanu berhenti di sudut ruangan. Terlihat Azka duduk dengan dikelilingi oleh wanita-wanita yang memujanya. Keanu memutar bola matanya lalu melangkah menghampiri Azka. Kapan adik sepupunya bisa mengubah hobinya?
"Aku ingin bicara denganmu." Ucapan Keanu membuat Azka menoleh.
"Kakak sepupuku datang," sambut Azka diikuti tawanya.
"Singkirkan wanita-wanita tidak berguna ini?" Keanu memandang Azka dengan malas.
"Ck, kau mengganggu kesenangannku saja. Bergabunglah dengan kami. Wajah kusutmu itu pasti akan hilang," ajak Azka.
"Aku tidak berminat," tolak Keanu.
Satu wanita penggoda berdiri berusaha mendekati Keanu. Dengan penuh percaya diri wanita itu ingin menyentuh Keanu. Namun, dengan cepat Keanu menepisnya.
"Jangan berani menyentuhku!" larang Keanu.
Rasa kesal Keanu membuat Azka tertawa. Azka tidak heran dengan sikap dingin Keanu. Sepanjang yang Azka tahu Keanu tidak pernah bermain-main dengan wanita seperti dirinya. Azka bahkan hampir tidak percaya jika Keanu masih perjaka di usianya yang sudah hampir memasuki kepala tiga.
"Kalian semua menyingkir! Jangan berani menyentuhnya jika kalian masih sayang sama tangan kalian," ejek Azka diikuti tawanya.
Setelah para wanita penggoda itu menyingkir barulah Keanu duduk.
“Jadi ... ada apa mencariku?” Azka menyodorkan gelas gelas berisi minuman.
“Ada sesuatu yang tidak bisa aku temukan solusinya,” jawab Keanu sambil menerima minuman yang diberikan oleh Azka.
“Tentang wanita?” tanya Azka disambut anggukkan kepala Keanu. “Kau membuat hidupku sulit.”
“Aku suka melakukannya,” gurau Keanu.
"Aku merasa heran. Kau sangat hebat dalam hal berbisnis, tapi kenapa dalam urusan wanita kau sangat payah," ledek Azka.
"Entahlah otakku buntu jika menyangkut masalah perasaan." Keanu mentawai dirinya sendiri. "Maka dari itu aku mencarimu. Aku tahu kau bisa memberikan aku solusi," lanjut Keanu.
"Aku tidak yakin. Tapi coba kau ceritakan apa masalahmu," suruh Azka.
Keanu mengela napas sebelum mulai menceritakan apa yang tengah dialaminya. Belum selesai Keanu bicara, Azka sudah tertawa dengan keras. Sudah Keanu duga sebelumnya Azka pasti akan menertawakan dirinya, tetapi Keanu sudah mempersiapkan dirinya dengan kemungkinan yang akan terjadi.
“Tutup mulutmu itu!” Keanu kembali menenggak minuman yang Azka pesan sebelumnya.
"Aku bisa merasakan sesakit apa dirimu." Azka tertawa bahkan sampai memegangi perutnya.
"Berhenti tertawa atau aku akan membuatmu tidak bisa bermain-main dengan para wanita itu," ancam Keanu.
"Oke, oke. Aku berhenti tertawa." Azka menghentikan tawanya bukan karena takut dengan ancaman Keanu, melainkan tidak tega melihat wajah Keanu yang terlihat sangat frustrasi.
"Jadi sampai detik ini kau belum melalukan hubungan itu dengan Bella?" tanya Azka.
"Aku mencoba mengendalikannya," jawab Keanu. "Dan aku tidak tahu akan sampai kapan aku bisa menahannya."
"Kau pernah melakukan itu dengan wanita lain?" tanya Azka lagi.
"Kau tahu bagaimana aku, Azka. Aku tidak akan menyentuh wanita yang bukan isteriku!" tegas Keanu.
"Bella itu istrimu. Kenapa kau tidak menyentuhnya?" Ucapan Azka berhasil menyudutkan Keanu.
"Aku tidak ingin menyentuhnya di saat hubungan kami yang tidak jelas," ucap Keanu.
"Kalau begitu buat hubungan kalian jelas menjadi jelas," ucap Azka.
Keanu menggelengkan kepalanya. "Aku tidak bisa."
"Karena wanita bernama Amel itu?" tebak Azka.
"Ya," jawab Keanu.
"Kalau begitu nikahin Amel secepatnya dan aku akan bebas menyentuhnya," usul Azka.
"Tidak semudah itu. Bella ...." Keanu meredam ucapannya.
"Kenapa dengan Bella?" tanya Azka.
"Entahlah, hatiku belum bisa melepaskannya," aku Keanu.
“Kau sudah mulai mencintainya?” tanya Azka.
“Aku tidak tahu. Di saat aku ingin menjauh dari Bella justru membuat aku semakin dekat dengannya. Setelah itu rasanya aku sulit untuk menjauh darinya. Itu yang membuat aku kembali bimbang,” aku Keanu.
"Kau tidak bisa memiliki keduanya. Kau bukan hanya akan menyakiti dua wanita itu, tapi kau juga," ucap Azka.
"Apa kau masih sangat mencintai amel?" ucap Keanu.
“Aku tidak melihatnya. Wajahmu justru mengatakan hal yang lain. Dari apa yang kau katakan kau sudah mulai mencintai Bella,” ucap Azka.
“Ck, kenapa kau justru membuat aku semakin bingung,” decak Keanu.
“Kau sendiri yang membuat dirimu bingung,” ucap Azka.
Melihat kebingungan di wajah Keanu, Azka ingin sekali menggodanya. Azka ingin sekali melihat reaksi kakak sepupunya.
“Hei, bagaimana jika kau ceraikan saja Bella dan berikan padaku!” gurau Azka.
Azka memerhatikan sikap Keanu. Pria itu tidak sabar melihat reaksi Keanu. Azka mulai melihat kemarahan di dalam diri Keanu. Terlihat saat Keanu menggenggam gelas dengan sangat erat. Beberapa detik kemudian Azka merasakan Keanu menarik kerah kemejanya. Sangat erat membuat Azka merasa tercekik.
”Apa kau pikir Bella itu barang yang bisa diberikan kepada orang lain. Apalagi pria berengsek sepertimu!” Keanu menjauhkan tangannya dari leher Azka. Setelah itu Keanu duduk kembali sambil mengontrol amarah yang sedang menguasai dirinya.
“Hari ini aku merasa salah sudah menemuimu!” Setelah mengatakan kalimat itu Keanu pergi meninggalkan club malam, meninggalkan Azka yang sedang tertawa begitu puas.
Ada yang penasaran sama sosok Azka?
Anggap saja ini Azka.