
Keanu pulang setelah bertemu dengan Amel. Lelah setelah seharian bekerja nampak terlihat jelas di wajah juga penampilannya. Pakaian yang awalnya rapi sudah sangat kusut menyisakan aroma parfum yang biasa ia gunakan.
Sampai di kamar tidur Keanu menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang. Pandangannya mengarah ke sana kemari mencari keberadaan Bella. Sebelumnya wanita itu memintanya untuk pulang, tetapi sosok istrinya justru tidak terlihat.
Keanu bangun berniat untuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Namun, saat akan beranjak dari tempat tidur ia mendengar suara gemericik air di dalam kamar mandi.
“Rupanya dia di dalam sana,” gumam Keanu.
Kenau kembali merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Pandangannya mengarah ke langit-langit kamarnya. Makin lama pandangan Keanu mulai kabur, mulutnya juga tidak berhenti menguap. Keanu tidak bisa lagi menahan rasa kantuknya membuatnya tertidur dengan sendirinya.
Tidak tahu sudah berapa lama Keanu memejamkan matanya. Ia merasa ada seseorang yang memanggil namanya membuat tidurnya terusik.
Mata yang awalnya terpejam mulai membuka. Mata Bella adalah yang pertama kali Keanu lihat. Bibir Keanu melengkung ke atas membentuk sebuah senyuman membalas senyuman yang Bella berikan. Keanu masih memandangi Bella. Istrinya baru selesai mandi. Terlihat dari rambutnya yang masih meneteskan air.
Pandangan Keanu mulai turun dan berhenti tepat di dada Bella. Ada sesuatu yang menarik perhatian Keanu. Tenggorokannya mendadak mengering membuat Keanu menelan air liurnya sendiri untuk membasahinya. Bukan hanya itu saja, celana Keanu mendadak sesak ada sesuatu yang mengeras di baliknya.
“Kenapa seperti ini lagi. Aku bisa tersiksa jika seperti ini terus,” batin Keanu.
“Kapan kau pulang?” tanya Bella.
Tidak ada respon dari Keanu membuat kening Bella mengerut karena bingung.
“Mas, kenapa kau diam saja? Kau baik-baik saja?” Bella memeriksa suhu tubuh Keanu dengan menempel punggung tangannya di kening Keanu. “Tidak panas?”
“Ck, apa yang sedang kau lakukan?” Keanu menyingkirkan tangan Bella sebelum ia bangun dan mengambil posisi duduk. Sialnya Bella yang saat itu memakai celana hotpants membuat Keanu makin merasa gelisah.
“Aku hanya mengecek suhu badanmu saja,” jawab Bella.
“Aku tidak sakit,” ucap Keanu ketus.
“Kau kenapa jadi ketus? Aku hanya bertanya,” ucap Bella tanpa rasa bersalah sedikitpun.
Keanu beranjak dari tempat tidur mencoba menjauh dari Bella. Keanu benar-benar merasa tersiksa saat bersama dengan Bella. Setelah mengambil handuk dan pakaian ganti, Keanu melangkah menuju ke kamar mandi. Namun, Bella menghadang langkah Keanu.
“Bella, apa yang kau lakukan? Menyingkirlah! Aku ingin mandi,” decak Keanu.
“Jawab pertanyaannku dulu! Apa salahku? Kenapa sikapmu berubah?” tanya Bella.
“Aku lelah, Bella. Aku ingin mandi dan beristirahat,” ucap Keanu.
“Tidak sampai kau mengatakan letak kesalahanku yang membuat kau terlihat kesal.” Bella menolak untuk menyingkir.
“Bella ... kau ....” Keanu berdecak kesal. Wajahnya sudah terlihat frustrasi. “Kau sungguh berbahaya, Bella.”
“Eh? Apa maksudmu?” Nada bicara Bella terdengar gugup.
Tidak ada respons dari Keanu. Pria itu bingung bagaimana cara mengatakan apa yang tengah terjadi pada dirinya.
“Kenapa kau hanya diam saja? Apakah kau belum puas menghabiskan waktu bersama Amel? Dan sekarang kau marah padaku?” tebak Bella.
“Bukan, bukan begitu,” jawab Keanu. “Hanya saja ....”
“Hanya saja apa?” Bella mencondongkan tubuhnya membuat jaraknya dengan Keanu terkikis.
“Mas —” Bella belum menyelesaikan kata-katanya, Keanu sudah lebih dulu memotong ucapannya.
“Kenapa kau sangat keras kepala, Bella?” Keanu menghimpit tubuh Bella.
“Aku ha-nya ingin tahu kenapa kau kesal padaku,” jawab Bella gugup.
“Aku kesal padamu karena penampilanmu ini,” jelas Keanu.
“Penampilanku?” Bella merasa bingung. Kenapa penampilannya bisa membuat Keanu kesal?
“Kau masih belum mengerti atau sadar?” tanya Keanu disambut gelengan kepala oleh Bella.
“Aku pria normal, Bella. Melihat penampilanmu saat ini ... ck, bagaimana caraku untuk menjelaskannya.” Keanu merasa sangat frustrasi hingga isi kepalanya berhenti bekerja. “Apa kau sedang menggodaku dengan penampilanmu ini, Bella?”
Bella memerhatikan penampilannya sendiri. Ia baru sadar pakaiannya sangat minim.
“Maaf, aku tidak menyadarinya.” Bella menundukkan wajahnya menyembunyikan rasa malunya. Bella juga menyilangkan kedua tangannya di depan dada menutupi dua gundukan yang sedikit menonjol. Kini Bella juga berdiri dalam kegelisahan. “Aku terbiasa memakai pakaian seperti ini saat tidur sendiri. Aku juga tidak tahu jika kau akan pulang secepat ini,” imbuh Bella.
Bella terkejut saat Keanu mencengkram kedua pundaknya. Wajahnya terangkat yang langsung mempertemukan pandangannya dengan Keanu. Jantung Bella berdegup begitu kencang saat Keanu menyatukan keningnya. Jarak mereka kini sangat dekat hanya tinggal beberapa centimeter saja untuk berciuman. Tidak kuat menahan perasaan gelisah dalam dirinya Bella kembali menunduk memutus pandangnya dengan Keanu.
Jarak yang begitu dekat membuat Bella bisa merasakan hembusan napas Keanu. Makin lama jantungnya juga berdetak makin kencang. Bella berharap Keanu tidak mendengarnya.
Mungkin Bella tidak tahu Keanu juga merasakan hal yang sama. Jantungnya berdetak sangat kuat lebih dari biasanya. Keanu sendiri merasa bingung, ia tidak tahu apa yang sedang terjadi dengan dirinya. Padahal saat bersama Amel perasaannya tidak se-kacau itu. Sebelumnya saat bersama Bella juga tidak pernah ia merasa gelisah, tetapi dua minggu tinggal di satu kamar yang sama dengan Bella, dinding pertahanannya mulai runtuh.
“Bella ...,” panggil Keanu dengan suaranya yang serak.
“Ya,” sahut Bella dengan mata yang terpejam.
“Tolong jangan memakai pakaian seperti ini lagi jika kau tidak ingin aku kehilangan kendali atas diriku,” pinta Keanu.
Bella membuka matanya kembali mempertemukan pandangannya dengan Keanu.
“Aku sangat tersiksa dengan perasaan ini, Bella,” aku Keanu.
Tubuh Bella dibuat merinding oleh perkataan Keanu. Sungguh dirinya sama sekali tidak bermaksud untuk menggoda Keanu dengan berpakaian minim itu.
“Maaf ... aku, mmmp.” Ucapan Bella terhenti karena Keanu membungkam mulutnya dengan ciuman.
Bella membelalakkan matanya merasakan kelembutan di bibirnya. Ingin menolak, tetapi tubuhnya berkhianat. Semakin lama Bella mulai menikmatinya. Keanu sendiri merasa heran kenapa dirinya sampai mencium Bella. Padahal dengan sekuat tenaga ia sudah menahannya.
Keanu terus memberikan kecupan di bibir Bella memperlakukannya dengan sangat lembut. Bibir Bella bak benda yang mudah pecah sehingga Keanu harus menyentuhnya dengan sangat hati-hati.
Makin lama ciuman lembut itu berubah jauh lebih menuntut membuat Bella yang belum berpengalaman merasa kewalahan. Bella menepuk-nepuk pundak Keanu yang akhirnya membuat Keanu sadar apa yang tengah dilakukannya.
Keanu menarik diri dari ciuman itu. Napasnya tersengal-sengal begitu juga dengan Bella.
“Kau sangat berbahaya, Bella.” Setelah mengatakan kalimat itu Keanu pergi meninggalkan Bella dan masuk ke kamar mandi.
Keanu menanggalkan semua pakaiannya. Ia berjalan ke tempat mandi mengaliri tubuhnya dengan air dingin. Keanu berharap hasrat dalam dirinya merendam setelah ia mandi air dingin.
Sesaat Keanu terdiam memikirkan apa yang baru saja terjadi. Ia benar-benar merasa tersiksa terus memendam hasrat saat sedang bersama Bella. Bisa saja ia meminta kepada Bella karena itu hak-nya. Namun, ia tidak ingin menyentuh Bella disaat hubungannya dan Bella masih abu-abu.