I Love You

I Love You
Chapter 82



Keanu terbangun karena alarm di ponselnya. Meskipun masih mengantuk Keanu meraih ponsel yang ada di meja nakas. Samar-samar Keanu melihat waktu pada layar ponsel itu, waktu sudah menunjukkan pukul lima pagi.


Keanu bangun, tetapi tertahan. Ia merasa ada sesuatu yang berat menimpanya. Keanu melihat Bella menjadikan tubuhnya sebagai bantal guling.


"Dasar perempuan ini." Bibir Keanu melengkung ke atas membentuk sebuah senyuman mengingat nakal panas dengan sang istri semalam. Sang istri membuatnya kehilangan akal.


Senyum itu masih terukir di bibir Keanu. Ia menggaruk pelipisnya yang tidak terasa gatal. Jika tidak segera bangun, Keanu benar-benar akan kehilangan akal sehatnya


Keanu menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya dengan sang istri. Perlahan Keanu memindahkan tubuh Bella agar tidak membangunkannya. Setelah itu Keanu menyelimuti tubuh dan mengecup kening Bella.


Keanu masuk ke dalam kamar mandi untuk sekedar mencuci wajahnya dan berganti pakaian olahraga setelah itu Keanu keluar kamar ia menuju tempat gym di halaman belakang rumah itu. Sudah menjadi rutinitas harian sebelum bekerja ia akan berolah raga pagi.


"Selamat pagi."


Tanpa melihat secara langsung Keanu juga tahu siapa yang menyapanya. Meskipun berhenti sejenak tidak ada niatan Keanu untuk membalas sapaan Amel atupun sekedar melihatnya.


Waktu terus berjalan dan matahari sudah menampakkan diri. Sudah satu jam pula Keanu berolahraga dan ia pun menyudahinya. Keanu duduk sambil menyeka keringatnya. Kegiatannya terhenti saat ada orang yang datang menghampirinya.


"Ini aku bawakan jus untukmu," ucap Amel.


Keanu melihat jus jeruk di hadapannya lalu melihat orang yang memberikannya jus kepadanya. Amel


Tanpa merespon apapun Keanu bangun ia sama sekali tidak ingin melihat mantan kekasihnya. Ia juga tidak ingin menghancurkan moodnya.


"Mas, sampai kapan kamu akan terus mengacuhkan aku seperti ini?" teriak Amel.


Keanu berhenti berdiri membelakangi Amel menggenggam telapak tangannya dengan erat untuk menahan amarah.


"Mas, tolong jangan —" Ucapan Amel terhenti oleh seseorang. Siapa lagi kalau bukan Bella.


"Sayang." Bella tiba-tiba muncul ke tempat itu dengan membawa segelas jus.


Suara dan keberadaan Bella juga menghilangkan kemarahan Keanu hilang. Wajah garangnya berubah menjadi senyuman manis.


"Selamat pagi," sapa Bella tanpa memperdulikan keberadaan Amel.


"Selamat pagi juga," balas Keanu.


Keanu menghampiri Bella lalu mengecup keningnya.


"Aku bawakan jus untukmu." Bella memberikan jus jeruk kepada Keanu.


"Terima kasih." Tidak menunggu lagi Keanu meminum habis jus itu.


Sambil melihat penampilan sang istri. Ia terkejut, saat sadar Bella memakai bajunya. Kaos yang nampak kebesaran itu membuat Bella terlihat seksi.


"Apa yang kau pakai ini?" tanya Keanu.


"Oh ini. Aku melihatnya tergeletak di lantai. Karena aku bangun terburu-buru jadi aku tidak sempat untuk mencari pakaian lain. Aku pakai ini saja," jawab Bella.


Ucapan Bella jelas membuat kepala Amel panas. Perempuan itu jelas bisa menebak jika Bella dan Keanu sudah menghabiskan malam yang panjang.


"Heh, apa mereka tidak puas setelah berbulan madu?" batin Amel.


Bella mencuri pandang ke arah Amel yang nampak sedang kesal. Ia merasa puas dengan reaksi Amel.


"Kenapa?" protes Bella.


"Kamu tanya kenapa?" Keanu menyentil kening Bella membiat sang istri meringis.


"Awww! Kami selalu seperti ini." Bella mengusap-usap keningnya yang terasa nyeri.


"Kamu tidak ingat ada beberapa pria di sini selain aku. Bagaimana jika mereka melihat penampilan minta seperti ini," omel Keanu. "Aku tidak mau ada pria lain yang melihatmu. Enak saja," gerutu Keanu.


"Iya, iya. Aku hanya akan telanjang di depanmu," ucap Bella diikuti tawanya.


Bella dan Keanu berdebat tanpa memperdulikan keberadaan Amel. Mereka justru sengaja melakukan hal itu untuk membuat Amel kesal. Benar saja Amel sangat kesal melihat hal itu. Apalagi ucapan terakhir Bella. Ucapan itu seakan sedang menyindir dirinya yang berani telanjang di hadapan pria yang bukan suaminya. Bukan hanya di hadapan Keanu melainkan juga di hadapan Rio.


"Daripada kamu mengomel terus lebih baik kamu mandi. Ini sudah siang nanti kamu bisa terlambat," ucap Bella.


"Iya, Sayang." Keanu mendekatkan wajahnya ke dekat telinga Bella kemudian berbisik. "Terima kasih untuk jus ini dan untuk semalam." Setelah mengucapkan kalimat itu Keanu mengecup pipi Bella lalu pergi dari tempat itu.


"Dasar suamiku ini." Bella akan pergi, tetapi berhenti dan berpura-pura baru melihat keberadaan Amel di tempat itu. "Kamu di sini? Sejak kapan?"


Amel mendengkus mendengar pertanyaan Bella yang ia anggap sekedar basa-basi.


"Jangan basa-basi. Aku tahu kamu melihatku di sini," ucap Amel.


"Aku benar-benar tidak melihatmu karena aku hanya fokus pada suamiku," elak Bella.


"Heh, jangan berbohong. Aku tahu kamu sengaja bermesraan dengan mas Keanu di depanku," ucap Amel.


"Bagus kalau kamu sadar," ucap Bella.


"Heh, kamu selalu bangga dengan hubunganmu dengan mas Keanu. Tapi … apa gunanya berbulan madu dan melakukan hubungan itu setiap malam. Jika kamu tidak bisa memberikan keturunan untuknya. Lihat diriku! Baru sekali aku tidur bersama mas Keanu. Benihnya sudah tumbuh di rahimku." Amel mengusap-usap perutnya dengan bangga. "Apa kamu tidak sadar? Ini pertanda mas Keanu hanya untukku."


Bella merasa sakit mendengar ucapan Amel yang menyinggungnnya dengan anak. Akan tetapi Bella mencoba untuk tidak terpengaruh. Ia berulang kali menarik napas untuk meredakan rasa sesak di dadanya dan bersiap untuk membalikan keadaan.


"Heh, sekarang aku tahu urat malumu sudah benar-benar putus. Kamu membangga-banggakan dirimu sendiri yang sudah tidur dan hamil dengan suami orang. Tapi … apakah kamu tidak sadar ucapanmu tadi membuat aku semakin curiga," ucap Bella.


"Apa maksudmu?" Amel mulai terpancing.


"Aku dan mas Keanu sering melakukan hubungan itu, tetapi sampai saat ini aku belum hamil. Lalu bagaimana bisa kamu hamil hanya dengan melakukan hubungan itu sekali dengan mas Keanu? Apa jangan-jangan kamu …?" Bella tersenyum sinis dan penuh curiga.


"Jangan-jangan kamu juga tidur bersama pria lain lalu hamil dan kamu memanfaatkan itu untuk menjebak mas Keanu?" tebak Bella.


"Jangan bicara sembarangan!" teriak Amel.


"Sttt, jangan berteriak di sini!" Bella menaruh jari telunjuknya di depan bibir. Setelah itu melangkah ke hadapan Amel. "Teriakan dan rasa kesalmu itu makin membuat aku yakin apa yang aku katakan itu benar."


"Diam kamu!" Amel bicara penuh penekanan.


"Kamu lupa? Ini rumahku daerah kekuasaanku. Aku bebas berbuat apapun di sini. Jadi … kamulah yang harus menjaga sikapmu." Setelah mengatakan kalimat itu Bella pergi dengan rasa penuh kemenangan.


Ada bagusnya juga dia tinggal di sini. Aku jadi mudah mengendalikan dan mengawasi wanita itu.


Enak saja dia mau mengambil mas Keanu. Susah payah aku menaklukan dirinya.