
Bella sedang dalam perjalanan menuju ke suatu tempat yang ia sendiri tidak tahu. Beberapa kali Bella bertanya pada Rangga, tetapi asisten pribadi Keanu sama sekali tidak memberikan jawaban yang pasti. Kebingungan Bella makin bertambah saat ia sampai di sebuah rumah yang tidak tahu siapa pemiliknya.
"Ayo turun, Bu. Bapak Keanu sudah menunggu di dalam," ajak Rangga.
"Ini rumah siapa? Dan apa yang sedang dilakukan oleh mas Keanu di dalam sana?" tanya Bella.
"Anda akan tahu setelah Anda masuk," jawab Rangga.
"Ck, kau sama saja dengan bosmu. Selalu saja membuat saya harus menebak-nebak," decak Bella.
Bella turun setelah Rangga membukakan pintu. Ia masih merasa penasaran dengan rumah itu dan apa yang dilakukan oleh suaminya di dalam sana. Daripada terus bertanya-tanya Bella memilih untuk mengikuti Rangga masuk ke rumah itu.
"Mas Keanu," panggil Bella.
"Kau sudah datang," ucap Keanu.
"Apa yang sedang kau lakukan di sini? Lalu ... siapa orang-orang ini?" tanya Bella.
Selain Keanu dan Rangga ada beberapa pria berpakaian serba hitam berada di tempat itu. Mereka mengelilingi pria yang sedang berlutut dengan luka di wajahnya.
"Siapa mereka?" tanya Bella.
"Jangan takut. Mereka orang-orangku," jawab Keanu.
"Lalu pria ini?" Bella menunjuk pria yang sedang berlutut di tengah-tengah mereka.
"Ada yang ingin aku tunjukkan padamu." Keanu meminta Rangga untuk memberikan video berisi kejadian waktu dirinya di hotel.
Bella terdiam sambil melihat sekelilingnya, ia merasa suasana di tempat itu sangat menegangkan. Ada apa sebenarnya?
"Ini, Bu silahkan Anda melihatnya," ucap Rangga.
"Apa itu?" tanya Bella.
"Lihatlah dan kau akan tahu," ucap Keanu.
Bella berjalan ke tempat dimana laptop itu berada. Pandangannya tidak lepas sedetikpun dari layar laptop. Setelah memerhatikan dengan seksama Bella bisa mengambil sebuah kesimpulan.
"Pria ini yang sudah memberikanku obat yang membuatku tidak sadar. Aku dijebak. Pria ini sudah mengakui semua," jelas Keanu.
Dijebak!
Bella terdiam sambil melihat ke arah Keanu dan video itu secara bergantian. Ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Marah membuatnya tidak bisa berpikir jernih. Saat itu yang ada di pikiran Bella adalah Keanu masih belum bisa melupakan Amel dan berselingkuh di belakangnya. Bella menggerutu di dalam hatinya ia merasa bodoh tidak bisa menduga Amel ternyata sudah merencanakan semua itu.
"Percayalah padaku, Bella," ucap Keanu.
Bella berdiri dalam diam tidak tahu harus merespon dengan apa perkataan Keanu. Air matanya masih mengalir, tetapi ada rasa senang mengetahui Keanu berhubungan dengan Amel secara tidak sadar.
"Bella ...." Keanu ingin mendekap Bella, tetapi melihat ada orang lain Keanu mengurungkan niatnya. Setelah itu Keanu mengisyaratkan pada Rangga untuk meninggalkannya berdua bersama Bella. "Bella ... maaf ...." Keanu mengusap air mata di pipi Bella. Setelah itu Keanu merengkuh Bella membawa masuk ke dalam dekapannya. Meskipun Bella tidak mau membalasnya, Keanu tetap senang Bella tidak lagi menolaknya.
"Ayo pulang," ajak Keanu dibalas anggukkan kepala oleh Bella.
Keanu melepas pelukannya lalu menyatukan tangannya dengan Bella mengisi setiap ruang yang ada di sela-sela jari mereka. Keanu merasa senang dan lega tidak ada lagi penolakan dari Bella.
******
Perlahan hubungan Bella dan Keanu menjadi lebih baik. Kerasnya hati Bella perlahan meleleh, meskipun masih ada kecanggungan di antara mereka. Akan tetapi hubungan yang sudah membaik itu masih saja ada saja yang mengganggu. Bukan hanya dari orang luar, tetapi orang yang dekat dengan mereka, orang itu tidak lain adalah Azka, adik sepupu Keanu sendiri.
Tidak dipungkiri hubungan Bella dan Azka memang dekat. Seiring berjalannya waktu rasa cinta untuk Bella tumbuh di hati Azka . Meskipun sudah menahan diri, tetapi perasaan itu tidak bisa lagi bisa Azka pendam.
Dengan dalih mengajak Bella makan malam Azka berniat mengutarakan perasaannya pada Bella, ia tidak peduli dengan status Keanu yang masih menjadi suami Bella.
Hari sudah berganti malam, tetapi suasana masih ramai. Orang-orang seolah tidak terpengaruh dengan langit yang sudah berubah warna gelap.
Bella dan Azka duduk saling berhadapan di cafe yang ada di kawasan elit. Mereka memilih duduk di luar cafe tepat di pinggir jalan. Dari tempat mereka duduk mereka bisa melihat kendaraan serta orang-orang sedang berlalu lalang.
Bella duduk sambil mengaduk-ngaduk minumannya. Sesekali Bella melihat waktu pada jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam. Bella gelisah memikirkan apa yang akan Keanu katakan nanti jika dirinya pulang terlambat, selain itu Bella merasa tidak nyaman duduk berdua dengan Azka.
"Kenapa? Kau terlihat gelisah?" tanya Azka
"Tidak ... aku hanya sedang berpikir mas Keanu pasti sudah pulang," jawab Bella.
"Kamu masih peduli dengan dia?" tanya Azka disambut senyuman penuh arti oleh Bella.
Azka memandang Bella penuh arti. Wajah Bella yang cantik, penampilan yang apa adanya memiliki daya tarik tersendiri bagi Azka. Ingin rasanya Azka mengatakan perasaannya pada Bella, tetapi sesuatu menahannya.
"Ayo, Azka! Katakan jika kau mencintainya."
Ck
Azka berdecak dan menggerutu di dalam hatinya. Jika biasanya ia bisa dengan gamblangnya mengatakan kata cinta kepada setiap wanita, tetapi di depan Bella lidahnya terasa kaku.
"Ada apa? Kenapa melihatku seperti itu?" Kening Bella mengerut melihat Azka bingung.
Azka salah tingkah saat Bella balik menatapnya. Debaran jantungnya makin kuat saat pandangannya bertemu dengan Bella.
"Azka, kamu baik-baik saja?" tanya Bella.
"Emmm ... tidak ... hanya saja aku merasa ... bingung," jawab Azka.
"Apa yang membuatmu bingung?" tanya Bella lagi.
"Emmm ... aku bingung kenapa aku harus mengajakmu makan malam," jawab Azka asal.
"Mereka membosankan," jawab Azka yang membuat Bella kembali tersenyum.
"Azka, tidakkah kau ingin menjalin hubungan serius dengan seorang wanita? Kau sudah dewasa, tidak mungkin kau terus bermain-main seperti ini," saran Bella.
"Aku ingin sekali. Tapi nasibku kurang beruntung. Aku mencintai wanita yang sudah menjadi milik orang lain," jawab Azka.
"Kalau begitu carilah wanita lain," suruh Bella.
"Aku sudah mencobanya, tapi itu tidak mudah. Bayangan wanita itu seolah mengikutiku," ucap Azka.
"Boleh aku tahu siapa wanita itu?" tanya Bella penasaran.
"Kau." Azka berucap didalam hatinya.
Lagi-lagi Bella dibuat bingung karena Azka kembali diam. "Kenapa kau diam dan tidak menjawab pertanyaanku. Siapa wanita itu?"
"Nanti saja aku kasih tahu," ucap Azka.
"Baiklah, jika kau belum mau mengatakannya. Ini sudah malam, aku harus pulang." Bella berdiri sambil menyampirkan tas ke pundaknya.
"Ayo, aku akan mengantarmu," ucap Azka.
Keduannya berjalan ke parkiran sambil mengobrol kecil. Bella mengatakan tentang apa yang dilakukan oleh Amel terhadap Keanu, bukan hanya itu saja Bella juga mengakan hubungannya dengan sang suami sudah mulai membaik.
Mendengar itu Azka bingung bagaimana mengungkap perasaannya mendengar hubungan Bella dan Keanu sudah membaik. Azka merasa senang mendengarnya, tetapi tidak dipungkiri ada rasa kesal dan iri yang hinggap di hati Azka.
Langkah mereka terhenti begitu juga obrolan mereka. Bella masuk ke mobil terlebih dahulu disusul oleh Azka. Perjalanan mereka diisi oleh keheningan. Tidak seperti dulu keduanya nampak sangat akrab. Kini ada kecanggungan di antara mereka.
Bella duduk dalam diam sambil melihat ke samping kirinya, melihat deretan pedagang kaki lima yang sedang menjajakan dagangan mereka. Kegiatannya terganggu saat ia merasakan getaran di dalam tas yang ada di atas pangkuannya. Bella membuka tas dan mengambil ponselnya. Senyumnya mengembang melihat ada notifikasi pesan masuk dari Keanu. Bella membaca pesan dari itu. Benar dugaannya sang suami sudah ada di rumah.
"Azka, bisa lebih cepat sedikit? Mas Keanu sudah pulang."
"Hmmmm, baiklah."
Azka mendengkus diam-diam, ia merasa kesal Bella terus saja memikirkan Keanu, Keanu,dan Keanu.
Tidak berselang lama Azka menghentikan laju mobilnya tepat di depan pintu gerbang rumah Bella. Saat Bella akan turun Azka tiba-tiba kembali mengunci pintu mobilnya membuat Bella mengerutkan keningnya.
"Azka, kenapa kau mengunci pintunya?"
"Ada yang ingin aku bicarakan?"
"Lain waktu saja. Mas Keanu sudah menungguku."
"Keanu, Keanu, Keanu! Kenapa hanya dia yang ada di pikiran kamu?"
Bella berpikir Azka akan langsung membuka kunci mobilnya, tetapi tidak Azka hanya menurunkan kaca yang ada di samping kanannya agar udara bisa masuk.
"Azka, tolong jangan bercanda!" Bella mencoba membuka pintu, tetapi Azka tidak berniat membuka kuncinya.
"Apa kau melihatku sedang bercanda?" Azka menoleh ke arah Bella.
Bella makin bingung mendapatkan tatapan penuh arti dari Azka. Ada apa dengan adik iparnya? Tidak biasanya Azka menunjukkan sebuah keseriusan.
"Oke ... apa yang ingin kau bicarakan?" Bella mengalah dan memberikan waktu Azka untuk bicara.
Azka tidak langsung menjawab, ia menarik napasnya dalam-dalam mengumpulkan semua keberanian yang ada di dalam dirinya.
"Aku mencintaimu, Bella! Aku sungguh mencintaimu." Akhirnya kata-kata yang Azka pendam keluar juga.
"Apa?" Bella terkejut mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Azka. Saking terkejutnya Bella sampai tidak bisa bicara apapun. Akan tetapi tidak berselang lama Bella tertawa mengira apa yang keluar dari mulut Azka hanya sekedar candaan. "Apa yang kau katakan ini, Azka. Ini lucu sekali."
"Aku tidak sedang bercanda, Bella. Aku benar-benar mencintaimu."
Tawa Bella terhenti ketika melihat wajah Azka sangat serius. "Kau yakin?"
"Ya."
"Apa wanita yang kau bicarakan tadi itu adalah aku?" tanya Bella disambut anggukkan kepala oleh Azka. "Azka … carilah wanita yang tepat untuk mendampingimu."
"Kau wanita itu, Bella."
"Itu tidak mungkin, Azka. Aku ini istri kakakmu, aku kakak iparmu."
"Aku tidak perduli."
Bella merasa susana di antara mereka sudah tidak enak, ia memutuskan untuk mengakhiri semuanya. "Maaf, Azka sepertinya aku harus segera pulang. Tolong buka pintunya. Aku tidak mau mas Keanu salah paham melihat ini."
"Apa kau begitu mencintai pria yang sudah menyakitimu itu, Bella?"
"Kalau kau ingin jawaban jujur, maka 'iya' aku sangat mencintai suamiku."
Melihat keseriusan di wajah Bella, Azka merasa sudah tidak ada kesempatan untuk dirinya masuk ke hati Bella.
"Huffff, Baiklah. Aku cukup tahu saja. Tapi jika kau berubah pikiran katakan padaku, aku pasti akan menjemputmu."
"Terima kasih untuk tawarannya."
Bella keluar setelah Azka membuka kunci mobilnya. Setelah itu Azka pun menyusulnya. Saat Bella akan masuk tiba-tiba saja Azka bicara dengan suara lantang mengungkapkan rasa cintanya kepada Bella. Apa yang dilakukan oleh Azka membuat Bella menghentikan langkahnya, ia berbalik menatap Azka penuh rasa ketidakpercayaan. Bagaimana adik iparnya bisa berbuat melebihi batas.
Jelas Bella kesal, tetapi ada yang lebih kesal dari Bella, ia adalah Keanu. Sejak mendengar suara mobil Azka Keanu pergi ke balkon di lantai dua. Wajahnya sangat garang, rahangnya mengeras, dan telapak tangannya mengepal kuat. Keanu sangat murka melihat tindakan yang dilakukan oleh adik sepupunya sendiri. Bagaimana bisa Azka melakukan itu?