I Love You

I Love You
06 - Jessica Simpson



" Lepas,Jes " Daniel mencoba melepaskan kedua tangan wanita yang sedang memeluk erat pinggang nya.


Daniel mulai risih saat banyak pasang mata yang menatap ke arah mereka berdua dengan pandangan beragam.


Bukan nya melepaskan pelukan nya,Jessica malah dengan sengaja semakin memeluk erat tubuh Daniel,membuat Daniel mulai kesal dan dengan sedikit kasar memaksa Jessica melepaskan pelukan nya.


" Sakit Daniel " Ringis Jessica,memegangi pergelangan tangan nya yang sedikit memerah akibat cengkraman kuat Daniel.


Daniel memilih diam,tidak peduli dengan apa yang kini sedang di rasakan wanita yang pernah menjadi tunangan nya tersebut.


Daniel memasukan kedua tangan nya ke dalam saku,menatap dingi


" Kamu masih marah sama aku? " Tanya Jessica lembut,menatap Daniel dengan kedua mata coklat nya.


Sudah 1 tahun lamanya Jessica tidak bertemu dengan Daniel,dan selama itu pula Jessica sadar kalau memang Daniel adalah orang yang selalu berada di dalam hatinya.


" Mana barang barang kamu? " Daniel malas menjawab pertanyaan Jessica dan lebih memilih untuk mengalihkan situasi.


" Udah di ambil supir aku barusan " Jawab Jessica santai.


Kedua tangan Jessica terulur mencoba untuk meraih jemari Daniel,tapi dengan cepat Daniel menghindar dengan cara mundur beberapa langkah ke belakang.


Amarah mulai berkobar di dalam dada Daniel begitu mendengar jawaban Jessica yang terdengar santai.


Pantas saja Jessica lama dan membuat Daniel harus menunggu sampai berjam jam,ternyata tadi Jessica mengurusi barang barang nya terlebih dahulu.


Sekuat tenaga Daniel mencoba menahan luapan emosi nya,mencoba untuk menahan mulutnya agar tidak mengeluarkan umpatan pada wanita di hadapan nya ini.


" Sial " Daniel mengumpat dalam hati.


Sekarang ia merasa marah dan kecewa,terlebih sepertinya Jessica sengaja melakukan hal itu.


Tanpa mengucapkan satu patah kata pun pada Jessica.Daniel memutar tubuh nya, berjalan menjauhi Jessica.


Jessica tentu saja terkejut saat Daniel tiba tiba berlalu begitu saja dari hadapan nya.


Dengan langkah sedikit cepat Jessica mencoba mengikuti langkah kedua kaki Daniel yang berjalan dengan tergesa gesa.


" Daniel tunggu " Jessica berteriak saat jaraknya dan Daniel semakin menjauh.


Sekarang Jessica menyesal karena tidak mau menuruti saran mommy nya agar memakai flat shoes dan lebih memilih memakai high heels yang membuat langkah kedua kakinya sedikit terganggu.


Saat melihat Daniel memasuki mobil dan mendengar Daniel mulai menyalakan mobil nya,membuat perasaan Jessica mulai tidak enak.


" Daniel buka pintu nya " Pinta Jessica dengan suara sedikit tersendat akibat berlari mengejar Daniel.


Jessica terus mengetuk ngetuk jendela kaca mobil Daniel,berharap Daniel mau membuka kunci pintu mobil nya atau sekedar membuka jendela nya.


Daniel mengabaikan teriakan Jessica yang terus mengetuk jendela kaca mobilnya,Daniel sudah benar benar kesal dan marah pada Jessica ia bahkan sudah tidak peduli lagi kalau Haris akan menarik saham saham yang di tanam di dalam perusahaan nya.


" Tin ... Tin ... " Dengan sengaja Daniel membunyikan klakson mobil nya,membuat Jessica sontak mundur menjauh dari mobil Daniel.


" Daniel " Jessica berteriak saat mobil Daniel melaju menjauh,meninggalkan nya sendiri di area parkir.


Di dalam mobil tak henti hentinya Daniel mengumpat dan bersumpah serapah,bahkan beberapa kali Daniel memukul setir mobil untuk menyalurkan rasa kesal nya.


Kesal karena waktu yang ia habiskan berjam jam terbuang sia sia begitu saja,lebih tepatnya Daniel kesal karena rela mengorbankan waktunya untuk tidak menjemput Alice dan Azura.


Alasan kenapa Daniel mau menjemput Jessica adalah,karena Jessica beralasan supir nya tidak bisa menjeput nya karena sedang sakit dan juga permintaan Haris,ayah dari mantan tunangan nya.


Secara pribadi Haris meminta agar Daniel mau menjemput Jessica,dan mengantarkan Jessica sampai rumah dengan selamat.


Daniel ingin menolak,tapi Ia tidak bisa.


Daniel tidak bisa begitu saja mengabaikan permintaan Haris yang sebenarnya sangat mudah dan simpel,mengingat Haris hanya meminta nya mengantar Jessica sampai rumah dengan selamat.


Tapi semua itu jadi runyam karena Jessica yang berbohong padanya.


Daniel tidak peduli akan hal itu,yang Ia pikirkan sekarang ini adalah Alice dan Azura.


Tidak sadarkah Jessica kalau kelakuan


nya yang seperti itulah yang membuat Daniel semakin tidak menyukai nya dari hari ke hari.


Terkadang Daniel berpikir,kenapa Jessica tidak pernah belajar dari pengalaman pengalaman sebelumnya,kenapa Jessica selalu saja mengulangi kesalahan nya.


Berbohong,Daniel sangat membenci orang yang selalu membohongi nya,sama seperti Jessica yang selalu berbohong padanya sejak dulu.


Bahkan karena kebohongan yang Jessica lakukan,membuat hubungan kedua nya kandas di tengah jalan.


Saat lampu lalu lintas berubah menjadi merah dan laju mobil nya terhenti,Daniel segera meraih ponsel nya dan menghubungi supir yang tadi ia suruh untuk menjemput Alice dan Azura di kampus.


" Biar saya yang jemput adik saya " Ujar Daniel singkat padat dan jelas saat sambungan telpon tersambung.


Tanpa menunggu jawaban Tony Daniel langsung memutuskan sambungan telpon nya secara sepihak,membuat Tony di sebrang sana hanya bisa mengelus dadanya sabar.


Gagal sudah rencana Tony untuk berdekatan dengan Azura.


Daniel kembali menekan pedal gas di mobil nya begitu lampu kembali berwarna hijau,sekarang tujuan nya adalah menjemput Azura dan Alice di kampus.


                                   •••••••


Sementara itu di tempat lain.


" Mana sih jemputan nya kok gak dateng dateng? " Gerutu Azura mulai kesal dengan kedua tangan yang kini bersedekap di dada.


30 menit sudah berlalu sejak Alice dan Azura menyelesaikan mata kuliah terakhir mereka,tapi orang yang menjemput mereka tak juga kunjung terlihat batang hidung nya.


Membuat kesabaran Azura mulai hilang,sementara Alice yang sedari tadi duduk di samping Azura memilih untuk menenangkan Azura yang mulai terbawa emosi.


" Sabar Azura,mungkin jalanan macet " Ujar Alice lembut.


Mendengar nada lembut yang Alice keluarkan tak ayal membuat emosi Azura sedikit berkurang.


Alice dan Azura sontak mendongak saat sebuah mobil berhenti di hadapan mereka.


Senyum di wajah Alice sontak mengembang saat tahu siapa pemilik mobil yang berhenti di hadapan nya.


Daniel,ternyata Daniel yang menjemput mereka.


Entah mengapa Alice sangat senang saat mengetahui Daniel yang menjemput mereka.


Azura menarik lembut tangan kanan Alice dan berjalan beriringan menghampiri mobil Daniel.


Kedua nya masuk ke dalam mobil dan duduk di tempat masing masing.


" Katanya kakak gak bisa jemput? " Tanya Azura ketus.


Azura sedikit kesal karena Daniel yang telat menjemput mereka berdua,tidak tahukah Daniel kalau perut nya sudah berbunyi minta di isi sejak tadi.


" Maaf " Jawab Daniel singkat.


Kedua mata Daniel kini tertuju pada Alice yang sedang memasang selt belt nya.


Merasa di perhatikan membuat Alice sontak menoleh pada Daniel yang ternyata sedang menatap nya dengan lembut.


" Hai Alice " Sapa Daniel dengan suara merdu,tak lupa di iringi senyum manis yang menghiasi wajah tampan nya.


" Hai kak Niel " Sapa balik Alice dengan gugup,senyuman Daniel benar benar membuat hati Alice meleleh.


                                    •••••••