I Love You

I Love You
Chapter 34



Satu minggu sudah Bella dan Keanu tunggal bersama. Bukan hanya tinggal di rumah yang sama melainkan di kamar yang sama pula. Mereka tidak bisa tinggal di kamar yang berbeda karena Prayoga seolah selalu mengawasi.


Meksipun tinggal di satu kamar yang, bukan berarti mereka akan menjadi akur. Perebutan tempat tidur masih menjadi masalah besar di antara mereka. Tidak ingin ada yang mengalah, mereka sama-sama ingin tidur di tempat tidur. Terjadi kesepakatan, mereka akan tidur di satu ranjang dengan dibatasi oleh guling.


“Awas saja jika kau sampai berani menendangku seperti dulu. Aku akan membalasnya,” ancam Bella.


“Iya, aku juga tidak ingin disiram lagi,” ucap Keanu diikuti tawa Bella.


Bella dan Keanu duduk di atas tempat tidur. Rasa kantuk belum menghampiri mereka. Keduanya memutuskan untuk mengobrol. Banyak hal yang mereka obrolkan, dari rancana-rencana yang akan dilakukan di masa mendatang sebelum mereka menikah.


Bella mengatakan ingin cepat menyelesaikan pendidikannya agar bisa membantu ayahnya. Sedangkan Keanu bekerja keras dan ingin mendapatkan sebuah penghargaan sebagai pengusaha terbaik seperti kakeknya, Evano Abrisam Pramuja.


“Aku doakan semoga apa yang kau cita-citakan tercapai,” ucap Bella.


“Amin,” seru Keanu. “Doa terbaik untukmu juga.”


Mereka melanjutkan obrolan. Keanu melihat Bella sering menguap.


“Kau mengantuk?” tanya Keanu yang langsung dianggukki oleh Bella. “Kalau begitu, tidurlah!”


“Iya, Mas.” Bella menganggukkan kepalanya sambil menguap.


“Selamat malam,” salam Keanu.


“Selamat malam,” balas Bella.


Bella dan Keanu sama-sama merebahkan tubuh mereka. Keduanya tidur saling memunggungi. Bella mematikan lampu begitu juga dengan Keanu. Setelah itu suasana menjadi hening.


*****


Esok harinya Bella terbangun. Beberapa kali Bella mengedip-ngedipkan matanya agar bisa beradaptasi dengan cahaya yang ada di ruangan itu. Bella mengerutkan keningnya, saat pertama kali membuka mata ia melihat sebuah benda berwarna hitam. Ternyata itu kaos hitam yang dipakai oleh Keanu. Bella tersentak, ternyata mereka tidur dengan saling memeluk.


“Lagi-lagi seperti ini,” gumam Bella.


Sejenak Bella memandangi wajah Keanu. Kulitnya yang mulus terawat, rambutnya hitam seperti malam. Senyum Bella mengembang bisa sedekat itu dengan Keanu. Namun, bayangan Amel muncul di benaknya membuat Bella harus mundur. Perlahan Bella memindahkan tangan Keanu yang melingkar di perutnya. Secara tidak sengaja, Bella melihat waktu pada jam dinding yang tergantung di kamarnya. Bella menjerit dan berhasil membuat Keanu terbangun.


“Ada apa? Kenapa kau menjerit?” tanya Keanu yang terbangun karena jeritan Bella.


“Jam ... sudah jam 7.” Bella menunjuk jam yang tergantung di dinding kamar itu.


Keanu mengarahkan pandangannya ke tempat yang Bella tunjuk. Mata membulat dengan sempurna melihat waktu menunjukkan pukul 7 pagi.


“Astaga!” Keanu menyibakkan selimutnya lalu beranjak dari tempat tidur.


Ada rapat pukul delapan pagi. Jika tidak segera bersiap, bisa dipastikan dirinya akan terlambat menghadiri rapat itu.


Bella sendiri juga sama, dirinya ada janji dengan dosen pembimbing. Jika dirinya sampai telat, Bella akan bertemu dengan yang namanya masalah.


“Aku yang mandi dulu!” Bella segera berlari ke kamar mandi menyusul Keanu.


“Tidak, aku yang lebih dulu sampai di sini,” cegah Keanu.


“Aku ada pertemuan penting,” ucap Bella.


“Bukan hanya kau yang memiliki pertemuan penting. Aku juga,” ucap Keanu.


“Aku tidak peduli. Pokoknya aku yang harus mandi dulu.” Bella menerobos masuk, tetapi dicegah oleh Keanu.


“Tidak bisa. Aku yang harus mandi dulu. Aku yang lebih dulu sampai ke sini,” ucap Keanu.


“Dan aku suamimu. Kau harus mendahulukan suamimu,” ucap Keanu.


Benar juga, Keanu adalah suaminya dan ia harus mendahulukannya.


“Baiklah, aku punya solusinya,” ucap Bella.


“Apa solusinya?” tanya Keanu.


“Bagaimana kalau kita mandi bersama?” usul Bella.


“Apa? Mandi bersama?” Keanu jelas terkejut dan merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Bella. Bagaimana wanita itu dengan gamblangnya mengajaknya mandi bersama.


Bella terkikik melihat reaksi Keanu. Suaminya terlihat tidak fokus. Kesempatan itu langsung Bella gunakan. Bella segera masuk ke kamar mandi.


“Aku duluan.” Bella masuk ke kamar mandi langsung menutup pintu dan menguncinya.


“Hei, Bella ...kau? Berani sekali kau mengelabuiku?” Keanu menggeram tertahan. Namun, bibirnya mengulas senyuman. Sifat Bella yang apa adanya membuat Keanu merasa nyaman.


Tidak ada pilihan lain selain menunggu. Keanu memilih duduk di tempat tidur sambil menunggu Bella keluar dari kamar mandi. Sambil menunggu,Keanu mengambil ponselnya. Ada beberapa pesan dan panggilan, salah satunya dari Amel.


Keanu membaca pesan dari Amel. Dalam pesan itu Amel mengatakan jika dia sangat merindukannya dan ingin menemuinya. Dipikir-pikir sudah sekitar satu minggu dirinya tidak bertemu dengan Amel. Keanu berniat menghubungi Amel, tetapi Keanu mengurungkan niatnya saat mendengar pintu kamar mandi terbuka.


Keanu melihat Bella keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk kimono. Istrinya terlihat sedang mengeringkan rambut menggunakan handuk.


“Kau sudah selesai?” tanya Keanu setelah meletakkan ponselnya ke meja nakas.


“Cepatlah mandi! Kau bisa terlambat nanti,” ucap Bella.


“Hmmmm,” gumam Keanu.


Keanu memerhatikan penampilan Bella sejenak, dari ujung kaki hingga ujung kepala. Keluar dari kamar mandi Bella hanya memakai bathrobe dan handuk kecil yang tergulung di kepalanya. Melihat itu ide jahil mendadak muncul di kepala Keanu.


Aku akan membalas perbuatanmu tadi.


Dengan senyuman jahil Keanu berjalan mendekati Bella. Tangannya menarik tali yang mengikat bathrobe yang Bella kenakan. Sontak Bella memekik karena terkejut.


Segera Bella mengikat kembali tali bathrobe yang ia kenakan. Dengan cepat Bella menahan tangan Keanu, mencegahnya masuk ke kamar mandi. Namun, karena Bella menarik Keanu terlalu keras membuat keduanya sama-sama terjatuh.


Keanu jatuh tepat di atas tubuh Bella dengan kedua tangannya menopang tubuhnya. Jika tidak, bisa dipastikan bibir mereka akan menyatu.


Mata Bella yang sempat terpejam mulai membuka. Pandangan matanya langsung bertemu dengan Keanu. Jarak yang begitu dekat membuat jantungnya berdegup begitu kencang dan rona merah muncul di kedua sisi wajahnya. Bella memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan rasa malunya.


Hal yang sama terjadi kepada Keanu. Jantungnya berdegup kencang lebih dari biasanya, rona merah muncul di kedua sisi wajahnya saat melihat sesuatu milik Bella di balik bathrobe yang Bella kenakan.


Menyadari itu Bella menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Ia juga merapatkan bathrobe-nya. Keanu merasa malu sendiri. Ia langsung memalingkan wajahnya.


Mereka masih pada posisi yang sama. Jantung mereka sama-sama berdegup kencang, saling diam, tetapi sepertinya tidak ada yang ingin bangun. Sampai Bella merasa makin lama posisi mereka sudah tidak nyaman. Timbul kecanggungan di antara mereka.


“Mas ...,” panggil Bella lirih.


“Hmmmm, ada apa?” tanya Keanu dengan suaranya yang serak.


“Sudah hampir setengah delapan,” ucap Bella tanpa melihat ke arah Keanu.


Keanu mendesah sebelum bangun dari atas tubuh Bella. Tanpa bicara sepatah kata, Keanu melangkah ke kamar mandi menutup pintu dengan sedikit keras membuat Bella terkejut. Bella berpikir Keanu merasa kesal karena ulahnya. Sebenarnya Keanu memang merasa kesal, bukan kepada Bella melainkan kesal kepada dirinya sendiri. Mendadak hasrat laki-lakinya datang membuat sesuatu miliknya terasa sakit.