
Butuh waktu 20 menit untuk kerumah sakit dari sekolah. Namun Yeri tidak tahu bahwa Jaemin membawanya untuk ke rumah sakit. Di perjalanan, Yeri merasa heran dengan arah jalannya. Ia paham betul jika ingin kerumah Jaehyun, ini bukanlah jalannya. Ia pun bertanya ke Jaemin.
"Jaem, ini mau kemana?" Tanya Yeri sedikit teriak karena takut Jaemin tidak dengar suaranya
"Udah, lo ikut gue aja. Nanti lo juga tau sendiri" Balas Jaemin dengan sedikit teriak juga. Yeri yabg mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya entah Jaemin lihat atau engga
Sesampainya dirumah sakit
Yeri bingung mengapa Jaemin membawanya kerumah sakit bukan ke rumah jaehyun. Ia hendak bertanya kepada Jaemin namun niat itu ia urungkan hingga sampai di depan sebuah kamar yang bertuliskan nama pasien.
'Jung Jaehyun'
Yeri terkejut bukan main. Pasalnya ia tidak tahu tentang Jaehyun. Ia juga tidak tau bahwa Jaehyun sakit.
Di dalam kamar, Jaehyun sedang berdiam diri memikirkan sesuatu. Sementara itu, Jessica sedang beli makan keluar sebentar untuknya dan juga Jaehyun
Flashback on
Setelah Jaehyun sudah sadar, Jessica langsung memeluk adik kesayangannya itu. Jessica menangis di badan Jaehyun yang terbalut baju pasien. Jaehyun yang saat itu masih belum sadar dan belum sepenuhnya ingat hanya bisa membalas pelukan sang kakak. Dengan ragu, Jaehyun pun bertanya kepada sang kakak
"Nuna, kenapa hyun bisa ada disini?" Tanya Jaehyun polos. Jessica pun melepaskan pelukannya dan menatap mata Jaehyun dengan lembut sesekali mengusap air matanya.
"Hyun, kalo nuna kasih tau, kamu jangan kaget ya" Ujar sang kakak. Jaehyun yang curiga dengan tingkah sang kakak hanya menganggukkan kepalanya.
"Hyun.. Kamu sebenarnya... Kanker otak stadium akhir. Nun..a juga ga nyangka bakal kayak gini. Nuna juga udah bilang ke bunda sama ayah. Mereka lagi menuju kesini dan kebetulan mereka lagi ada di korea. Nuna minta maaf, nuna gabisa--" Jelas Jessica yang terpotong karena Jaehyun memotong pembicaraannya
"Kan-ker otak?" Tanya Jaehyun terkejut sambil menahan air matanya. Namun ia tak bisa menahan air matanya hingga air mata itu jatuh mengenai selimut rumah sakit. Jaehyun tidak menyangka bahwa ia akan terkena kanker otak. Jaehyun kepikiran oleh Yeri.
'Gimana nanti suatu saat Yeri tau kalo gue sakit kanker otak? Gue ga mungkin kan bilang sama dia. Kalo gue gaada siapa yang jagain bidadari gue' rutuknya dalam hati
"Nuna, pliss jangan kasih tau Yeri keadaan hyun ya.. Hyun ga mau kalo nanti Yeri sedih" Pinta Jaehyun kepada sang kakak. Dengan pasrah, Jessica hanya menerima permintaan adiknya itu
Flashback off
Yeri dengan rasa takut, secara perlahan membuka pintu ruang rawat Jaehyun. Jaemin menunggu diluar sambil menunggu Jeno yang tak kunjung datang.
Pintu ruang rawat terbuka. Yeri terkejut bukan main. Ini benar kamar rawat Jaehyun. Ia melihat Jaehyun sedang duduk di kasur melihat ke arah langit langit kamar.
Yeri pun menghampiri Jaehyun. Jaehyun yang saat itu sedang melihat ke arah langit langit kamar, sadar bahwa keberadaan Yeri. Jaehyun langsung melihat ke arah pintu, dimana Yeri berada disana.
"Yer" Panggil Jaehyun
"Jae---Hiks hiks" Tangis Yeri berlari ke arah Jaehyun dan memeluknya serta hanya bisa memanggil nama Jaehyun.
Melihat Yeri memeluk dirinya, Jaehyun juga membalas pelukan Yeri sesekali menahan air matanya supaya tidak jatuh.
"Yer, aku kangen banget sama kamu" lirih Jaehyun di pundak Yeri. Ia merasakan anggukkan dari kepala Yeri yang menandakan bahwa Yeri juga kangen sama dirinya
Yeri melepaskan pelukannya dan berkata..
"Kamu sakit apa? Kenapa ga kasih tau aku???" Tanya Yeri ke Jaehyun
Pertanyaan Yeri membuat Jaehyun diam dan bingung harus jawab apa. Yeri yang curiga dengan tingkah Jaehyun, melambaikan tangannya di depan muka Jaehyun. Jaehyun tersadar dari lamunannya. Ia hanya tersenyum melihat Yeri dan memeluk sang pacar.
Jessica sedang berjalan di koridor rumah sakit untuk menuju ke ruang rawat Jaehyun. Namun, ditengah jalan, ia melihat Jeno dan keluarganya. Tanpa basa basi, ia berlari menuju mereka.
"Bunda, Ayah, Jeno" Panggil Jessica. Merasa namanya dipanggil, mereka memberhentikan langkahnya dan menoleh ke arah suara. Terlihat Jessica sedang berlari menuju bunda dan ayahnya berada. Disana ada Jeno juga yang mengantar orangtua Jaehyun sekaligus Jaemin memanggilnya kesini.
"Jessica, gimana keadaan Jaehyun, nak? Dia baik baik aja kan?" Tanya orangtuanya khawatir.
Jessica tak menjawab pertanyaan orangtuanya dan menyuruh orangtuanya untuk mengikutinya menuju kamar rawat Jaehyun
Sesampainya di depan kamar rawat Jaehyun, Jessica terkejut dengan keberadaan Jaemin. Jaemin yang melihat Jessica dan orangtua Jaehyun langsung berdiri dan menundukkan badannya.
Orangtua Jaemin langsung memasuki ruangan tersebut. Di dalam, Yeri dan Jaehyun yang masih berpelukan terkejut dengan terbukanya pintu kamar rawat Jaehyun yang menampakkan Ayah dan Bundanya.
"Bunda? Ayah?" Tanya Jaehyun kaget.
Yeri langsung menatap ke arah pintu. Saat bunda dan ayah Jaehyun menghampiri Jaehyun, Yeri langsung membungkukkan badannya. Bunda Jaehyun yang sangat khawatir dengan keadaan Jaehyun langsung menghampiri Jaehyun.
"Sayang... Kamu kok bisa kayak gini?? Bunda khawatir sama kamu. Kamu baik baik aja kan?" Tanya sang bunda dengan mata yang sudah berkaca kaca.
Sementara itu di depan ruang rawat Jaehyun, Jaemin sedang di interogasi oleh Jessica. Jeno yang disebelah Jaemin hanya bisa menyemangatkan sahabatnya itu. Selesai itu, Jaemin, Jessica serta Jeno langsung masuk ke ruang rawat Jaehyun.
Jeno dan Jaemin berlari kecil menghampiri sahabatnya. Mereka pun langsung memeluk Jaehyun. Yeri yang melihat itu hanya tersenyum kecil karena ia merasa bahagia bahwa teman temannya masih memedulikan Jaehyun yang sedang sakit. Tiba tiba Yeri mendapatkan pesan dari sang kakak.
'Kamu dimana? Dirumah ada Sejeong sama Wendy nih' tulis sang kakak.
Yeri yang melihat itu langsung berpamitan kepada Jaehyun serta kedua orangtua Jaehyun.
"Eumm tante, om, Jae, Kak Jessica, Yeri pamit pulang ya. Soalnya dirumah ada Wendy sama Sejeong" Pamit Yeri. Jaehyun yang melihat itu hanya tersenyum dan menyuruh Jaemin untuk mengantar Yeri pulang. Jeno yang baru sampai juga langsung pamit ke semuanya.
Di perjalanan
Jeno mengikuti Jaemin di belakang. Mereka berdua sekalian mampir ke rumah Yeri. Yeri yang sedari tadi agak curiga dengan tingkah Jeno sekaligus Jaemin dirumah sakit, hanya menutupi rasa kecurigaannya itu.
Sesampainya dirumah Yeri
Yeri mempersilahkan Jeno sekaligus Jaemin masuk ke dalam rumahnya. Di dalam Wendy dan Sejeong sedang mengobrol dengan kakak Yeri, Moon Taeil. Mereka tidak sadar dengan keberadaan Yeri, Jeno dan Jaemin saking asyik mengobrol.
Yeri, Jeno dan Jaemin sepakat untuk mengagetkan mereka bertiga.
"1 2 3 DOR" Teriak Jeno, Jaemin dan Yeri membuat Taeil, Wendy dan Sejeong yang sedang mengobrol terlonjak kaget.
Jeno yang dibelakang Wendy mendapat pukulan dari sang pacar. Jeno meringis karena pukulan Wendy sangat kencang. Yeri yang dibelakang Taeil tertawa puas melihat abangnya yang teriak paling kencang. Jaemin yang berada di belakang Sejeong juga meringis kesakitan karena Sejeong menjewer kuping Jaemin.
Sehabis itu, mereka duduk berdampingan dan Taeil membuka percakapan. Pertama-tama, ia menanyakan hal hal yang terjadi di sekolah hari ini. Kedua, ia menanyakan tentang hubungan Jeno dan Wendy sudah jalan berapa lama. Dan yang ketiga, ia membicarakan tentang Jaehyun.
"Oh iya, Jen, Jaem. Katanya Jaehyun dirawat ya? Kasian banget Jaehyun, masih muda udah punya penyakit kan--" Omongan Taeil terpotong karena Jeno dan Jaemin dengan cepat menutup mulut Taeil.
Yeri yang melihat itu merasa curiga dengan tingkah Jeno karena sedari tadi Jeno kayak menyembunyikan sesuatu darinya. Yeri bertanya kepada Wendy mengapa pacarnya itu bersikap aneh belakangan ini. Namun, Wendy yang tidak tahu permasalahannya, menggelengkan kepalanya dan mengobrol kembali bersama Taeil.
Skip
Di kamar Yeri
Kini Yeri dan teman temannya sedang bermalas malasan di kamar Yeri. Tanpa sadar, Yeri menanyakan sesuatu kepada sahabatnya itu.
"Kalian ngerasa curiga ga sih sama kelakuan Jeno" Tanya Yeri kepada kedua sahabatnya. Kedua sahabatnya yang sedang asyik bermain kartu UNO, tiba tiba memberhentikan permainannya dan fokus pada pertanyaan Yeri.
Awalnya Sejeong masih berpikir apakah ada yang aneh dari Jeno. Dengan polosnya, Sejeong menggelengkan kepalanya menandakan bahwa ia tidak tahu apa yang sedang terjadi. Lain halnya dengan Wendy yang dari awal memang sudah curiga dengan tingkah pacarnya itu, ia pun memberitahu ke Yeri
"Kalo gue nih ya, dari awal emang gue udah agak curiga gitu sama Jeno, yer. Cuma karena gue gatau permasalahannya apa, jadinya gue gatau. Tapi gue bener bener curiga sama dia" Jelas Wendy membuat Yeri ingin tahu banyak hal
"Gue tadi ngerasa aneh sama tingkah Jeno, Jaemin dan Jessica eonni di rumah sakit. Gue ngerasa ada yang mereka tutupin dari gue tentang Jaehyun. Masalahnya sampe saat ini, gue gatau Jaehyun sakit apa sampe dia masuk rumah sakit" Ujar Yeri dengan kebingungan.
Disisi lain, Taeil serta Jeno juga Jaemin sedang membicarakan hal tentang Jaehyun. Berawal dari Jaehyun yang tiba tiba pingsan hingga Jaehyun di diagnosa menderita penyakit Kanker Otak.
Jeno dan Jaemin pun menjelaskan kepada Taeil bahwa Yeri tidak tahu penyakit Jaehyun. Taeil pun tidak menyangka bahwa sahabatnya yaitu Jeno dan Jaemin tidak memberitahu kepada Yeri. Jeno akhirnya memberi alasan mengapa ia tidak memberitahu ke Yeri bahwa Jaehyun mempunyai penyakit kanker. Itu semua karena permintaan Jaehyun yang tidak sengaja terdengar oleh Jaemin dan Jaemin memberitahu ke Jeno.
Skip
Keesokan harinya
Hari ini Yeri terlihat tidak bersemangat. Mungkin saja karena hari ini berbeda dengan hari sebelumnya karena pagi ini Yeri yang biasanya diantar oleh Jaehyun, tiba tiba diantar oleh Jaemin. Ya! Jaemin sudah menunggu Yeri daritadi.
Mereka berdua pun berpamitan kepada Taeil dan langsung berangkat ke sekolah.
Di perjalanan, Yeri yang masih curiga dengan tingkah Jaemin, ingin menanyakan sesuatu kepada Jaemin. Namun, hal tersebut ia urungkan dan ia berniat menanyakannya nanti saat jam istirahat.
Sesampainya di sekolah Yeri menuju ke kelasnya diikuti Jaemin dari belakang yang kebetulan kelasnya disamping kelas Yeri dan juga menjaga Yeri.
Skip
TBC
Haiii this is my first work aku yang aku tulis disini. Semoga kalian suka sama ceritanya dan mohon maaf apabila ada kata, atau tokoh yang sama, karena cerita ini pure dari aku sendiri tanpa copy atau plagiat.
Maaf juga kalo misalkan alurnya kurang jelas menurut kalian atau gimana, so, happy reading :)