I Love You

I Love You
Chapter 29



Memang sakit saat Keanu memutuskan untuk memilih Amel. Namun rasa sakit itu teralihkan oleh tugas kampus. Bella bekerja siang dan malam untuk menyelesaikan skripsi. Saat ia sudah mengecewakan dirinya sendiri serta ayahnya dengan pernikahannya yang gagal, Bella tidak ingin lagi dirinya sendiri dan ayahnya kecewa dengan nilai kuliahnya yang jelek.


Tengah malam Bella keluar kamar. Ia pergi ke dapur untuk membuat kopi. Dirinya sudah sangat mengantuk, tetapi tugas kampusnya belum selesai. Minum kopi menjadi pilihan Bella untuk membuatnya tetap terjaga.


Setelah kopi siap, Bella duduk di meja mini bar untuk meminum kopi. Asap masih mengepul, Bella meniupnya untuk sedikit mengurangi hawa panas dari kopi yang ia buat sendiri.


“Bella.”


Gerakan Bella terhenti. Ia tidak jadi meminum kopi saat ia mendengar namanya dipanggil. Bella meletakkan kopi di atas meja bar dan menoleh ke asal suara. Dari tempatnya duduk Bella melihat Keanu. Senyum mengembang di bibir Bella. Meskipun tinggal bersama, tetapi ia jarang bertemu dengan Keanu.


Saat Keanu memutuskan untuk memilih Amel, Bella memberi jarak antara dirinya dan Keanu. Bella tidak lagi membangunkannya, menyiapkan pakaian, sarapan, juga kopi kesukaan Keanu. Meskipun ingin, tetapi Bella mencoba sekuat tenaga untuk membangun dinding pertahanan di sekelilingnya.


“Mas, kau sedang apa?” tanya Bella gugup.


“Aku sedang menyelesaikan pekerjaanku,” jawab Keanu. “Kau sendiri? Apa yang sedang kau lakukan di sini malam-malam begini?”


“Aku sedang menyelesaikan tugas kampusku. Aku mengantuk jadi aku minum kopi supaya aku tetap terjaga,” jawab Bella.


Keanu manggut-manggut mengerti.


“Kalau begitu aku kembali ke kamarku.” Bella beranjak dari kursinya. Namun, Keanu mencegahnya.


“Bella.” Keanu memegang pergelangan tangan Bella untuk mencegahnya pergi.


“Ada apa?” tanya Bella.


“Emmmm ... kalau kau tidak keberatan bisakah kau membuatkan kopi untukku?” tanya Keanu.


“Baiklah, aku akan membuatkannya. Tunggu sebentar.” Bella menaruh kopinya. Ia kembali ke dapur membuatkan kopi untuk Keanu.


Beberapa saat kemudian, Bella datang dengan membawa secangkir kopi hitam kesukaan Keanu.


“Ini kopinya.” Bella menaruh kopi buatannya ke hadapan Keanu.


Keanu menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya. Terlihat Keanu sangat antusias untuk meminum kopi yang dibuat oleh Bella.


“Kau tahu? Aku sangat merindukan kopi buatanmu ini,” ucap Keanu.


“Kenapa? Bukankah ada Amel yang setiap hari bisa membuatkan kopi untukmu?” tanya Bella.


“Aku tahu. Tapi ... rasanya sangat berbeda,” ungkap Keanu.


“Aku sudah mengajarinya seperti yang biasa aku buat. Kenapa bisa rasanya berbeda?” tanya Bella bingung.


“Meskipun takarannya sama, tetapi tetap berbeda rasanya karena beda orang yang membuatnya,” jelas Keanu. “Rasanya tidak seenak buatanmu.”


Bella merasa senang saat Keanu memuji dirinya, tetapi Bella berusaha untuk tidak terpengaruh. Bella tidak ingin merasakan sakit hati lagi.


“Saat kau memutuskan untuk bersama Amel, kau harus mulai terbiasa dengan apa yang Amel buat. Karena kau tidak mungkin memiliki kami berdua,” ucap Bella.


“Bukan begitu. Kau salah paham,” ucap Keanu. “Aku hanya memujimu saja.”


“Tidak apa-apa. Lupakan apa yang aku katakan,” ucap Bella. “Maaf aku harus kembali ke kamar.”


Setelah itu Bella meninggalkan Keanu. Ia berjalan di anak tangga dan berpapasan dengan Amel. Wajah Amel terlihat tidak bersahabat. Bella memutar bola matanya merasa jengah setiap kali Amel.


“Jangan melihatku seperti ingin memakanku,” ejek Bella.


“Aku mendengar pembicaraanmu dengan mas Keanu,” ucap Amel.


“Lalu?” Bella bersikap tidak peduli.


“Kenapa kau tidak pergi saja dari tempat ini setelah kau tahu mas Keanu lebih memilihku?” ucap Amel penuh penekanan.


“Kenapa aku yang harus pergi dari rumahku sendiri? Jika kau masih memiliki rasa malu, pergilah dari sini.” Bella tersenyum sinis seolah sedang mengejek Amel.


“Kau —” Ucapan Amel langsung dipotong oleh Bella.


“Stttt, jangan berteriak! Ini bukan hutan.” Bella berjalan melewati Amel. Ia memilih pergi daripada harus meladeni Amel.


Keesokan paginya Bella sudah bersiap untuk pergi ke kampus. Karena semalam ia tidur hanya beberapa jam saja membuat Bella terus menguap. Rasanya ia masih ingin tidur.


Bella pergi ke dapur untuk membuat sarapan untuk dirinya sendiri. Ternyata di sana sudah ada Keanu dan Amel. Bella berjalan melewati mereka dan berpura-pura tidak melihat mereka.


Setumpuk roti diolesi dengan selai cokelat dan segelas susu menjadi menu sarapan Bella pagi itu. Setelah itu Bella memilih untuk duduk di meja bar daripada harus duduk dan makan bersama dua orang yang telah menyakitinya.


“Bella,” panggil Amel.


“Hmmm, ada apa?” Bella bertanya dengan mulut yang penuh.


“Mas Keanu sudah menemukan tempat untukku. Rencananya hari ini aku akan pindah,” ucap Amel.


“Bagus kalau begitu. Lebih cepat lebih baik,” ucap Bella cuek.


Selesai sarapan Bella langsung pergi. Bella keluar dari apartemen. Saat ia membuka pintu, Bella dikejutkan dengan kedatangan ayahnya yang tiba-tiba.


“Papa,” ucap Bella lirih.


“Kenapa kau terlihat tidak senang Papa datang, Nak?” tanya Prayoga.


“Bu-kan seperti itu, Pa. Bella ... Bella hanya terkejut,” jawab Bella gagap.


“Bagaimana kabarmu dan suamimu?” tanya Prayoga.


“Ba-ik, Pa,” jawab Bella. “Papa kapan pulang dari Amerika? Kenapa Papa tidak kasih tahu Bella. Bella bisa jemput Papa di bandara.”


“Papa baru pulang dan Papa langsung ke sini. Papa sengaja tidak memberitahumu karena ingin memberimu kejutan,” jelas Prayoga. “Jangan banyak bertanya dulu. Setidaknya izinkan Papa masuk. Papa ingin duduk.”


Jelas Bella tidak akan membiarkan ayahnya masuk dan melihat ada wanita lain di apartemennya.


“Bella mau berangkat ke kampus. Lebih baik Papa pulang. Nanti Bella ke rumah Papa setelah Bella pulang dari kampus.” Bella berusaha mencegah ayahnya masuk ke apartemen. Bella tidak ingin ayahnya tahu apa yang sedang terjadi dengan rumah tangganya.


“Bella ... Papa mau bertemu dengan suamimu. Kenapa kau menghalangi Papa? Apa ada yang sedang kau sembunyikan dari Papa?” Prayoga bingung saat Bella berusaha menghalangi dirinya masuk.


“Tidak, Pa. Ayo Papa pulang dulu. Bella janji akan datang ke rumah Papa bersama mas Kean.” Bella berusaha terus menghalangi ayahnya masuk. Namun, suara Keanu mengacaukan semuanya.


“Bella, kau bicara dengan siapa?” tanya Keanu.


Mendengar suara Keanu sontak Prayoga langsung masuk melewati Bella. Beliau terkejut saat melihat ada wanita lain yang merangkul mesra lengan tangan menantunya.


Prayoga terkejut begitu juga dengan Keanu. Ia seperti sedang kepergok berselingkuh.


“Papa.” Keanu ingin menjauhkan tangan Amel dari lengannya. Namun, Amel tetap menahannya. “Bella, lepas!”


“Tidak, Mas. Mulai sekarang semua orang di keluargamu harus tahu hubungan kita,” tolak Amel.


“Iya, aku tahu. Tapi tidak sekarang. Pelan-pelan kita akan memberitahukan pada mereka,” ucap Keanu lirih.


“Apa bedanya sekarang ataupun nanti?” ucap Amel.


“Amel —” Ucapan Keanu dipotong oleh Prayoga.


“Katakan apa yang terjadi? Siapa wanita ini?” tanya Prayoga.


“Sebaiknya Papa pulang. Bella akan jelaskan nanti,” ucap Bella.


“Tidak. Papa mau penjelasan sekarang,” tolak Prayoga.


“Saya akan menjelaskannya, Om,” ucap Amel.


“Hei, diam! Apa hak-mu bicara di sini?” ucap Bella.


“Aku punya hak bicara di sini! Sebentar lagi aku akan menjadi istri mas Keanu,” ucap Amel.


“Apa? Istri?” Prayoga dibuat bingung oleh ucapan Amel.


“Iya, istri! Setelah anak Om itu lulus. Dia dan mas Keanu akan berpisah. Dan aku akan menikah dengan mas Keanu,” ungkap Amel.


Terkejut? Pasti.


Marah? Jangan ditanya.


“Bella! Katakan jika yang wanita ini katakan itu bohong!” perintah Prayoga.


Bella terdiam. Dari awal Bella tidak bermaksud untuk membohongi ayahnya, tetapi tidak dengan cara seperti itu untuk mengatakan hal yang sebenarnya.


“Diammu menjelaskan semuanya, Bella,” ucap Prayoga.


“Pa ... dengarkan penjelasan Bella dulu,” ucap Bella.


“Papa tidak ingin mendengar apapun!” tolak Prayoga.


Prayoga menghampiri Keanu. Tanpa bertanya Prayoga langsung memberikan wajah Keanu dengan pukulan. Prayoga terus memukuli Keanu, tetapi Keanu tidak ada niatan untuk membalas.


Bella berusaha memisahkan keduanya karena tidak tega melihat Keanu. Setelah berusaha keras Bella akhirnya bisa memisahkan ayah dan suaminya.


“Pa, hentikan!” lerai Bella.


“Saya mempercayakan anak saya satu-satunya kepadamu karena saya percaya kau adalah pria yang baik. Tapi sepertinya saya sudah salah menilaimu!” ucap Prayoga.


“Anda jangan seenaknya menyalahkan mas Keanu,” ucap Amel. “Ini juga salah Anda! Kenapa menjodohkan anak Anda dengan pria yang mencintai wanita lain.”


“Pa, ayo pergi! Kendalikan amarah Papa. Ini tidak baik untuk kesehatan Papa,” ajak Bella.


“Papa harus memberikan pelajaran pada pria ini!” tolak Prayoga.


“Kami saling mencintai dan apapun yang terjadi kami akan tetap menikah!” ucap Amel.


“Cukup, Amel. Lebih baik kau diam!” bentak Bella.


“Kau yang harus diam! Ayahmu harus menerima kenyataan jika pernikahanmu dan mas Keanu gagal!” ucap Amel.


Bella ingin sekali membungkam mulut Amel. Namun, Bella mengurungkan niatnya saat ayahnya tiba-tiba kesakitan di bagian dada sebelum akhirnya jatuh pingsan.