I Love You

I Love You
Chapter 43



Hujan deras mengantarkan hawa dingin yang menusuk hingga ke tulang. Harusnya malam itu Keanu bergulat di atas tempat tidur saling menghangatkan bersama Bella. Itu akan terjadi jika Bella tidak datang bulan.


“Ck.” Keanu berdecak kesal sambil mengusap wajahnya.


Kini ia harus menderita saat hasratnya tidak tersalurkan. Bukan hanya itu saja Keanu juga harus dibuat bingung dengan roti lapis yang Bella minta.


Keanu melangkah menuju kamar Anna yang ada di sudut lantai bawah. Saat akan mengetuk pintu ternyata pintunya tidak ditutup dengan rapat. Kening Keanu mengerut saat ia mendengar suara *******. Pintu yang tidak tertutup dengan rapat membuat Keanu sedikit bisa melihat ke dalam kamar Anna.


Keanu melihat di cermin, Anna dan Beni sedang bercinta. “Ck, jika mereka ingin melakukannya setidaknya kunci pintunya.”


Keanu dibuat bingung pada siapa ia harus mencari roti lapis yang diminta Bella. Isi kepalanya seolah berhenti bekerja saat itu. Keanu duduk sambil berpikir apa yang harus ia lakukan. Apa ia harus menunggu Anna sampai selesai bercinta? Keanu merasa itu tindakan yang bodoh.


Setelah berpikir Keanu memilih untuk menghubungi ibunya. Perempuan lainnya pasti tahu mengenai datang bulan. Ponsel yang ada di dalam saku celana Keanu ambil. Lalu ia mencari nomor ponsel ibunya. Setelah menemukannya Keanu menekan tombol panggil untuk menghubungi ibunya.


Saat ibunya sudah menerima panggilannya Keanu mulai bicara. Ia menanyakan apa yang ia ingin ketahui. Keanu mendengkus saat ibunya justru menertawakan dirinya.


“Mami ingin membantuku atau ingin mengejekku?” tanya Keanu kesal.


“Iya, iya. Mami minta maaf, Sayang,” ucap Felicia setelah menghentikan tawanya.


“Ya sudah, ayo katakan. Bentuk roti lapis itu seperti apa dan di mana aku harus membelinya,” ucap Keanu.


“Baik, Nak. Tutup teleponnya. Mami akan mengirimkan gambar untukmu,” ucap Felicia.


“Baik, Mam. See you,” ucap Keanu.


“See you too, Nak,” balas Felicia.


Setelah itu sambungan telepon berakhir.


Keanu masih duduk sambil menunggu pesan dari ibunya. Tidak lama setelah itu ada pesan yang dikirim oleh ibunya. Keanu segera membuka pesan dari itu, ia merasa penasaran dengan roti lapis yang Bella maksud.


Mata Keanu terbelalak melihat gambar yang dikirim oleh ibunya. “Jadi benda ini! Ck, kenapa harus menyebutnya dengan roti lapis? Membuat orang bingung saja.”


Keanu beranjak lalu keluar menuju mobilnya. Jika tahu benda itu yang Bella butuhkan ia akan langsung membelinya ke mini market. Ia tidak harus melihat apa yang sedang dilakukan oleh sahabat istrinya. Mobil Keanu melaju di tengah hujan deras membuat jarak pandangnya terbatas. Beruntung mini market tidak jauh.


Setelah menemukan mini market, Keanu memarkirkan mobilnya dan masuk ke mini market. Ia berjalan memutari dalam mini market untuk menemukan si roti lapis itu. Setelah menemukannya Keanu langsung membawanya ke meja kasir.


“Berapa, Mba?” tanya Keanu.


“Lima puluh ribu,” jawab wanita yang bertugas di kasir.


Keanu memberikan uang seratus ribuan dan memberikannya kepada kasir. “Ambil saja kembaliannya.”


Setelah mengatakan kalimat itu Keanu pergi dari mini market. Ia tidak tahan dengan tatapan orang-orang yang melihatnya.


“Aku hanya membeli ini. Tapi kenapa mereka menatapku seolah aku ini seorang pencuri? Menyebalkan!” gerutu Keanu.


Keanu masuk ke mobil dan pergi meninggalkan mini market. Hujan semakin deras membuat Keanu makin kedinginan. Ditambah lagi dengan pakaiannya yang basah.


Sampai di villa Keanu berlari masuk ke villa. Ia berlari kecil untuk sampai ke kamarnya.


“Ini roti lapisnya.” Keanu memberikan kantong plastik berisi pe***lut.


“Terima kasih,” ucap Bella. “Tapi kenapa kau lama sekali? Dan kenapa kamu basah kuyup?”


“Sudah jangan banyak bertanya! Pakai dan cepat keluar dari kamar mandi,” suruh Keanu.


“Iya, iya, baiklah. Jangan mengomel.” Bella memberikan kecupan dari kejauhan untuk Keanu.


Bella merasa nyaman setelah memakai benda yang Bella sebut roti lapis. Setelah itu Bella keluar dan melihat Keanu telanjang dada. Bella mengambil handuk untuk mengeringkan rambut Keanu.


“Kenapa tidak pakai baju? Kau bisa masuk angin nanti,” ucap Bella seraya menggosok-gosok rambut Keanu. “Kau mau aku buatkan teh?” tanya Bella.


“Boleh,” jawab Keanu.


“Baiklah, tunggulah di sini!” ucap Bella.


“Kau jangan ke kamar Anna dulu,” pesan Keanu.


“Kenapa?” Bella merasa bingung saat Keanu melarangnya ke kamar Anna.


“Menurutmu apa yang dilakukan oleh pria dan wanita dewasa di dalam satu kamar yang sama?” tanya Keanu.


“Maksudmu ... mereka ....” Bella tidak perlu melanjutkan ucapannya karena Keanu yakin tahu apa yang ingin dirinya katakan. “Baiklah aku akan membuat teh saja. Lalu setelah itu aku langsung kembali ke sini.”


Bella keluar dari kamar. Sesuai janjinya, Bella hanya akan membuat teh lalu kembali ke kamar.


“Ini tehnya.” Bella memberikan teh kepada Keanu.


“Terima kasih,” ucap Keanu.


“Sekarang kau istirahatlah. Maaf aku sudah merepotkanmu,” ucap Bella.


“Tidak masalah. Sini duduklah!” Keanu menepuk sisi kirinya meminta pada Bella untuk duduk.


“Ada apa?” tanya Bella.


“Perutmu masih sakit?” tanya Keanu.


“Sudah mendingan,” jawab Bella.


“Kau yakin tidak perlu aku panggil Dokter?” tanya Keanu.


“Jangan membuat aku malu. Sakit perutku hanya karena datang bulan. Besok juga sembuh sendiri,” ucap Bella.


“Baiklah terserah padamu saja,” ucap Keanu. “Sekarang tidurlah!” Keanu mengusap sisi wajah Bella.


“Apa kita masih harus menjadikan guling sebagai pembatas?” tanya Bella.


“Ck, untuk apa? Setiap kali kita memakai ini, paginya guling itu sudah berpindah tempat,” jawab Keanu diikuti tawanya juga tawa Bella.


Keduanya sama-sama merebahkan tubuh mereka. Tidur tanpa guling sebagai pembatas. Mereka tidur dalam satu selimut yang sama.


Susana menjadi sunyi, meskipun belum ada yang memejamkan matanya. Mereka sama-sama melihat ke langit-langit kamar menyelam ke dalam pikiran mereka sendiri.


“Mas Kean ...,” panggil Bella. “Kau sudah tidur?” tanya Bella tanpa beralih dari langit-langit kamar itu.


“Belum,” jawab Keanu. “Ada apa? Kenapa kau juga belum tidur?” tanya balik Keanu.


“Aku belum bisa tidur,” jawab Bella.


“Apa perutmu sakit?” Keanu menoleh ke arah Bella.


“Sedikit,” jawab Bella.


“Kau mau aku usap perutmu?” tanya Keanu.


“Mau asal kau tidak keberatan?” jawab Bella.


Bella mengubah posisi tidurnya memunggungi Keanu. Tubuhnya merinding saat Keanu mulai mengusap perutnya. Terasa lebih nyaman, setelah itu.


“Mas, boleh aku bertanya satu hal padamu?” tanya Bella.


“Jangankan satu, kau boleh bicara banyak hal padaku,” ucap Keanu disambut tawa kecil oleh Bella.


“Apakah kau pernah melakukan hubungan itu dengan Amel?” tanya Bella.


Keanu menghentikan aktivitasnya membuat Bella menoleh mempertemukan pandangan mereka. “Apakah kau akan percaya dengan apa yang aku katakan nanti?” Keanu bertanya balik pada Bella.


“Ya. Selama ini kau jujur padaku mengenai hubunganmu dengan Amel. Tidak ada alasan bagiku untuk meragukan dirimu,” jawab Bella. “Jadi ... apakah kau sudah pernah melakukannya dengan Amel?” Bella mengulangi pertanyaannya.


“Dia bukan istriku! Aku tidak bisa melakukanya dengan wanita yang bukan istriku,” jelas Keanu.


“Kenapa? Sepupumu, Azka juga melakukannya dengan wanita yang bukan istrinya,” ucap Bella.


“Ck, jangan samakan aku dengan pria berengsek itu.” Keanu berdecak kesal.


“Aku hanya bertanya?” ucap Bella.


“Itulah komitmenku, Bella. Aku tidak ingin terlihat murahan dengan tidur dengan banyak wanita,” jelas Keanu.


Bella menatap Keanu dengan senyuman dan kebanggaan. Ternyata ayahnya benar-benar tidak salah memilihkan suami.


“Kenapa menatapku seperti itu? Apakah kau tidak percaya padaku?” tanya Keanu.


“Tidak, aku percaya padamu. Aku hanya merasa bangga dengan komitmenmu. Beruntung sekali wanita yang kau cintai,” ucap Bella.


Keanu merespon ucapan Bella dengan senyuman.


“Oh, iya ngomong-ngomong tentang Amel, kau belum menceritakan apa yang sedang terjadi antara kau dengan Amel,” ucap Bella.


“Kau yakin tidak masalah aku menceritakan padamu?” tanya Keanu.


“Tentu saja tidak,” jawab Bella.


Sebelum menceritakan apa yang sedang terjadi antara dirinya dan Amel, Keanu lebih dulu menarik napasnya dalam-dalam. Keanu mengatakan kepada Bella, semuanya tidak ada yang ia tutup-tutupi.


Jelas Bella terkejut, tetapi tidak dipungkiri Bella merasa sangat senang Keanu tidak tergoda oleh Amel.


“Aku benar-benar tidak tahu apa yang harus aku lakukan, Bella,” ucap Keanu.


“Hanya satu yang bisa kau lakukan yaitu memilih satu dari kami. Aku tidak akan membuatmu kesulitan, Mas,” ucap Bella.


“Apa maksudmu, Bella?” tanya Keanu.


“Jika kau bahagia bersama Amel maka lepaskan aku. Aku akan pelan-pelan bicara pada papa. Beliau pasti akan mengerti,” ucap Bella.


Keanu terdiam tanpa tahu mau merespon dengan apa ucapan Bella. Akan tetapi, satu hal yang bisa Keanu rasakan saat itu yaitu sakit.