I Love You

I Love You
Chapter 27



Felicia berjalan ke arah dapur melihat Amel yang tengah memasak. Sebelumnya ia tidak memiliki masalah dengan Amel. Namun, setelah apa yang dia lakukan kepada anaknya, Felicia menaruh kebencian kepada Amel. Meskipun ia tahu Keanu masih mencintainya, tetapi Felicia tidak akan membiarkan Keanu kembali dengan Amel.


“Tante, ada apa? Kenapa berdiri di situ?” tanya Amel.


Suara Amel membuat Felicia langsung tersadar dari lamunannya.


“Kau tolong selesai masakan ini. Saya ada urusan sebentar,” suruh Felicia.


“Tante mau ke mana? Boleh saya ikut. Barang kali nanti Tante membutuhkan bantuan saya,” tanya Amel.


“Tidak perlu, saya pergi bersama Bella.


“Tapi, Tante —” Ucapan Amel dipotong oleh Felicia.


“Jika semuanya pergi, siapa yang akan menyambut Keanu saat pulang nanti,” larang Felicia.


Amel terdiam sambil berpikir. Beberapa saat kemudian bibirnya melengkung ke atas membentuk sebuah senyuman. Ia membayangkan hanya berdua saja dengan Keanu di tempat itu.


“Baiklah, saya akan tetap di sini untuk menyambut mas Keanu pulang,” ucap Amel.


“Bagus kalau begitu,” ucap Felicia.


Felicia pergi meninggalkan dapur, lalu mengajak Bella pergi. Setelah berada di luar Bella dan Felicia tertawa riang. Mereka menertawakan kebodohan Amel.


“Dia sangat senang saat kita pergi. Dia berpikir kita akan membiarkan dia berdua saja dengan Keanu,” ucap Felicia diikuti tawanya.


Hal yang sebenarnya adalah Felicia sengaja membiarkan Amel memasak, tetapi mereka tidak akan membiarkan Keanu memakannya. Sebenarnya Felicia berencana untuk pergi makan malam dan akan mengajak Keanu juga Kenzo.


-


-


-


Bella mengendari mobilnya di tengah kemacetan. Tawanya tidak tertahankan mengingat ibu mertuanya tega mengerjai Amel. Mereka sengaja menyuruh Amel untuk memasak, tetapi mereka justru pergi ke restoran untuk makan malam bersama suami mereka.


“Aku tidak bisa membayangkan reaksi Amel saat dia tahu kita mengerjainya,” ucap Bella. “Dia pasti akan sangat marah besar.”


“Biarkan saja dia marah. Mami harus memberinya pelajaran. Biar dia tidak berharap terlalu jauh,” ucap Felicia.


“Tapi bagaimana reaksi Keanu nanti saat dia tahu kita mengerjai Amel,” ucap Bella.


“Mami juga tidak tahu. Tapi Mami tidak akan membiarkan Keanu makan masakan wanita itu lagi,” ucap Felicia.


“Tapi kita tidak bisa terus-terusan memaksa mas Kean,” ucap Bella.


“Mami juga tahu itu, Nak. Saat ini Mami hanya ingin memberitahukan kepada Amel, jika Mami tidak suka padanya,” jelas Felicia. “Kita lupakan ini dulu. Yang terpenting sekarang kita nikmati makan malam ini. Jarang-jarang kita bisa makan malam bersama,” ucap Felicia yang langsung dianggukki oleh Bella.


Mobil yang Bella kendarai berhenti di parkiran restoran mewah. Sebelum turun, Bella terlebih dahulu menghubungi Keanu. Panggilannya tersambung, Bella langsung bertanya mengenai keberadaannya. Setelah mengetahuinya, Bella mengajak ibu mertuanya untuk turun.


Bersamaan dengan itu ada mobil yang melintas di depan mereka. Mobil itu tidak lain adalah mobil milik Keanu. Bella dan Felicia memutuskan untuk menunggu di depan mobil saja.


“Hai, maaf kami terlambat,” ucap Kenzo sambil mencium kening Felicia.


“Tidak apa-apa. Kami juga baru sampai,” balas Felicia.


“Ayo kita masuk! Papi sudah memesan tempat di sini,” ajak Kenzo yang langsung dianggukki oleh istri, anak, dan menantunya.


Bella melihat Kenzo melingkarkan tangannya di sepanjang pinggang Felicia. Ia merasa senang dengan kemesraan dan cinta mereka yang seolah tak lekang oleh waktu.


Karena terus menerus memerhatikan kemesraan kedua mertuanya, Bella sampai tidak fokus dengan langkahnya sendiri. Ia tidak melihat ada lubang di depannya. Kakinya terperosok membuat Bella kehilangan keseimbangan akan tubuhnya. Beruntung, Keanu berhasil menahan tubuh Bella, membuatnya istrinya tidak terjatuh.


“Arght!” pekik Bella.


Pekikan Bella membuat Kenzo dan Felicia berhenti melangkah. Keduanya menoleh ke belakang. Mereka terkejut saat Bella hampir terjatuh, tetapi beruntung Keanu dengan sigap menahan tubuh Bella.


“Ke mana matamu? Lubang sebesar ini kau tidak melihatnya!” omel Keanu.


“Maaf.” Bella bangun dan memperbaiki posisi berdirinya.


“Kalau jalan itu fokus. Bukan fokus pada hal lain. Beruntung aku bisa menangkapmu tadi. Bagaimana jika tidak? Kau mungkin akan tergeletak di sini!” Keanu masih mengomel membuat Bella mengerucutkan bibirnya.


“Ikhlas,” jawab Keanu singkat.


“Kalau ikhlas kau tidak akan mengomel seperti ini,” ucap Bella.


“Siapa yang mengomel? Aku hanya memberitahu kau harus fokus saat berjalan,” ucap Keanu.


“Bohong,” cicit Bella.


Keanu mendesah, Bella memang selalu menguji kesabarannya.


“Aku sudah menolongmu. Bukannya berterima kasih malah menuduhku,” ucap Keanu.


Sementara itu Felicia dan Kenzo memerhatikan perdebatan anak dan menantu mereka. Keduanya ingin melerai, tetapi sepertinya mereka tidak memiliki kesempatan untuk itu. Setiap kali mereka ingin bicara, Bella maupun Keanu lebih dulu bicara membuat mereka terdiam.


Felicia dan Kenzo saling melihat dan mendesah bersamaan. Melihat itu, mereka teringat akan masa-masa di awal pernikahan. Namun, Keanu dan Bella sepertinya lebih parah dari mereka.


“Apa kalian masih ingin berdebat?” tanya Kenzo yang langsung membuat perdebatan Bella dan Keanu berhenti sejenak.


“Apa kalian tidak malu bertengkar seperti anak kecil di depan umum? Lihat! Semua orang memerhatikan kita,” imbuh Felicia.


Keanu dan Bella melihat ke sekitar mereka. Benar, ada beberapa orang yang sedang melihat dengan menahan tawa mereka.


“Maaf, Mami, Papi.” Bella berucap dengan wajahnya yang tertunduk.


“Ini semua karena kau, anak kecil!” ucap Keanu.


“Kau bilang apa? Anak kecil? Hei, dengar ya Tuan dingin! Usiaku menginjak 22 tahun,” ucap Bella dan Keanu memutar bola matanya.


“Hei, sudah. Jangan mulai lagi,” lerai Felicia.


“Kalau kalian masih ingin berdebat silahkan! Kami masuk dulu,” ucap Kenzo. “Ayo, Sayang kita masuk. Kita tinggalkan saja mereka.”


Kenzo kembali melingkarkan tangannya di sepanjang pinggang Felicia. Mereka melangkah meninggalkan Keanu dan Bella yang sepertinya belum ingin mengakhiri perang dingin itu.


Beberapa saat kemudian terdengar bunyi gerumuh yang berasal dari perut Bella dan menghentikan perdebatan itu. Bella merasa sangat malu, perutnya berbunyi di waktu yang tidak tepat.


“Sudahlah, ayo kita masuk dan makan,” ajak Keanu yang langsung dianggukki oleh Bella.


Keanu berjalan lebih dulu meninggalkan Bella yang masih menetralkan kegugupannya. Saat kegugupannya sudah mereda, Bella berlari kecil menyusul Keanu. Bella langsung merangkul lengan Keanu dan masuk ke restoran.


Kedatangan Keanu dan Bella disambut oleh salah seorang pegawai restoran itu. Mereka dibawa ke ruangan VVIP yang sebelumnya di pesan oleh Kenzo.


“Kami kira kalian lebih memilih berdebat daripada makan malam,” ledek Kenzo.


“Iya, jika perut gadis ini tidak berteriak kelaparan,” ucap Keanu.


“Kau berani meledekku?” Bella mendelikkan matanya ke arah Keanu.


“Isi dulu tenagamu. Kita lanjutkan ini nanti,” ucap Keanu.


“Oke, siapa takut!” tantang Bella.


Keanu menarik salah satu kursi dan mendaratkan bokongnya di sana. Sama halnya dengan Bella.


Menu makanan Chinese food menjadi pilihan mereka. Makan malam sudah berlangsung. Sesekali bercanda juga saling mengejek. Bella yang memang anaknya periang membuat suasana terasa hangat. Keisengan Bella juga bisa membuat Keanu tertawa lepas. Hal yang sebelumnya tidak pernah Keanu lakukan.


Waktu terus berjalan, tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Bella dan Keanu masih saja becanda juga saling mengejek setelah selesai makan malam. Terlihat sekali mereka sangat bahagia dengan kebersamaan itu, terutama Keanu. Bahkan laki-laki itu terlihat melupakan Amel yang tengah menunggunya di apartemen.


*****


Di tempat lain dan di waktu yang sama Amel tengah duduk di meja makan. Sudah lebih dari empat jam ia menunggu kedatangan Keanu yang sampai pukul sembilan malam tidak kunjung pulang. Telepon, chat juga sama sekali tidak Keanu balas.


“Ke mana mas Keanu? Kenapa dia belum juga pulang? Bella dan tante Felicia juga belum pulang? Atau jangan-jangan mereka pergi bersama dan sengaja membuat aku sibuk dengan pekerjaan ini?” pikir Amel.


Sekali lagi Amel mencoba menghubungi nomor Keanu. Panggilannya terjawab, tetapi Keanu tidak bicara. Amel justru mendengar suara tawa Bella dan Keanu juga Felicia. Saat itu Amel baru menyadari jika Felicia dan Bella mengerjai dirinya. Hal itu membuat Amel kesal dan melempar gelas menimbulkan suara yang sangat nyaring.


“Berani sekali mereka mengerjaiku?” teriak Amel.