
“Maaf, Amel aku merasa kita harus mengakhiri ini. Aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini,” ucap Keanu.
Jelas Amel merasa terkejut dengan ucapan Keanu. Kenapa tiba-tiba? Apakah tembakkannya benar jika Keanu sudah jatuh cinta kepada Bella?
“Mas ... kau tidak sedang bercanda, 'kan?” tanya Amel.
“Tidak Amel aku sangat serius,” jawab Keanu.
“Kau pasti lelah, bicaramu jadi melantur seperti ini. Sebaiknya kau istirahat.” Amel masih belum bisa menerima apa yang baru saja didengarnya.
“Amel sungguh aku sadar dengan apa yang aku katakan,” ucap Keanu. “Hubungan ini harus segera berakhir,” lanjut Keanu.
“Tidak Mas. Aku tahu kau mencintaiku jadi bagaimana mungkin kau akan meninggalkan aku.” Amel mulai terisak bahkan menangis histeris seperti orang yang kehilangan akal.
“Aku juga tadinya merasa seperti itu. Tapi setelah pergi jauh dari kalian berdua aku lebih merindukan Bella dari pada dirimu,” aku Keanu.
“Ini pasti wanita itu yang memaksamu untuk meninggalkan aku. Iya, 'kan?” tuduh Amel.
“Kau salah, Amel. Justru Bella siap untuk berpisah denganku demi kebersamaan kita. Tapi aku yang tidak ingin berpisah dengannya. Aku takut untuk kehilangan dia,” jelas Keanu.
“Kanapa?” Amel bertanya sembari berteriak.
“Karena aku mulai mencintainya,” aku Keanu.
“Tidak! Ini pasti bohong! Kau tidak akan pernah bisa mencintai wanita lain selain aku dan tidak akan ada wanita yang bisa mencintaimu lebih besar dari pada aku,” ucap Amel dengan nada suara yang tinggi.
“Ini kenyataan, Amel bukan sebuah kebohongan. Aku tidak tahu sejak kapan, tapi sekarang aku sadar jika perasaanku padamu tidak seperti dulu lagi,” ucap Keanu.
“Mas, kau pasti sedang tidak enak badan. Kau istirahat saja. Kita bicarakan ini lagi nanti.” Amel masih berusaha menampik kenyataan yang sedang terjadi.
”Tidak, Amel. Hubungan kita cukup sampai di sini saja. Aku harus segera pulang. Bella pasti sudah menungguku.” Keanu melangkah pergi. Namun, Amel mencegahnya.
“Mas, aku tidak bisa hidup tanpamu. Tolong jangan pergi,” cegah Amel.
“Maafkan aku, amel.” Keanu menangkup kedua sisi wajah Amel. “Kau pasti akan menemukan pria yang jauh lebih baik dariku.” Keanu mencoba memberikan pengertian kepada Amel.
“Tapi aku maunya hanya dirimu, Mas,” pinta Amel.
“Aku yang tidak bisa,” tolak Keanu.
“Kenapa kau seperti ini padaku. Kau menyakitiku, Mas.” Amel berteriak histeris.
“Maka dari itu aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini. Aku tidak ingin terus membohongi diriku sendiri dan terus menyakitimu,” ucap Keanu.
Keanu merasa dirinya harus segera pergi. Jika tidak masalah itu akan bertambah sulit. Apalagi dengan Amel yang tidak bisa menerima keputusan itu.
“Aku harus pergi. Jaga dirimu baik-baik. Kau boleh menghubungi aku jika kau butuh bantuanku,” pamit Keanu.
Keanu melangkah pergi, tetapi langkahnya kembali terhenti saat Amel tiba-tiba memeluknya dari belakang. Keanu berusaha keras untuk tidak terpengaruh. Tanpa melihat ke arah Amel, Keanu melepaskan pelukan Amel lalu pergi begitu saja dan tidak memperdulikan Amel yang terus saja memanggilnya.
Keanu kembali ke mobilnya lalu segera pergi dari tempat itu tanpa menoleh ke belakang lagi. Tidak akan ada lagi Amel di dalam pikirannya yang ada hanyalah keinginan untuk mengutarakan perasaannya kepada Bella.
Di tengah perjalanan Keanu mengumpat kesal saat laju mobilnya di hadang oleh kemacetan. Padahal dirinya sudah tidak sabar bertemu dengan Bella.
“Ck, kenapa macetnya harus sekarang?” Keanu berdecak dan ingin memukul gagang setir. Namun, Keanu menahan dirinya.
Setelah terjebak kemacetan selama hampir dua jam akhirnya Keanu bisa lolos dan bebas melajukan mobilnya. Sampai di rumah, Keanu turun dari mobil. Dengan tidak sabarnya Keanu masuk ke rumah dan mencari sosok Bella. Namun, harus menelan kekecewaan saat asisten rumah tangganya mengatakan jika Bella belum pulang dari siang. Keanu mencoba menghubungi Bella, tetapi hasilnya nihil membuat Keanu harus menelan kekecewaan.
“Ck, ke mana dia? Apa dia marah padaku?” gumam Keanu. “Jika dia marah bagaimana caranya untuk membujuknya.” Keanu menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.
*****
Sementara itu Bella sedang dalam perjalanan pulang. Ia diantar oleh Azka. Dalam perjalanan keduanya mengobrol dan sesekali tertawa di sela obrolan mereka.
“Kakak ipar, aku ingin bertanya padamu. Kenapa kau memilihku untuk berpura-pura menjadi selingkuhanmu. Bukankah kau bisa mencari pria lain?” tanya Azka.
“Aku tidak mengenal dan tidak terlalu dekat dengan banyak pria. Hanya kau dan Aldo yang cukup dekat denganku. Jika aku meminta bantuan Aldo, jelas itu tidak mungkin,” jawab Bella.
“Kenapa?” tanya Azka.
“Aldo itu pria yang baik dan jujur. Dia akan membeku seketika hanya dengan mendengar suaranya saja,” ucap Bella diikuti tawanya.
“Jadi maksudmu aku ini pria tidak baik dan suka berbohong?” tanya Azka.
Azka tidak tersinggung dengan perkataan Bella, memang benar dirinya masuk dalam daftar pria tidak baik. Suka bermain wanita, dan mabuk.
Tidak terasa mereka sampai ke tempat tujuan yaitu kediaman Prayoga. Bella melepas seat belt yang melilit tubuhnya.
“Sekali lagi terima kasih, Azka. Kau membuat hariku jadi menyenangkan,” ucap Bella.
“Akan lebih menyenangkan saat kita berkencan nanti,” ucap Azka.
“Benarkah? Aku tidak sabar menunggu akhir pekan,” ucap Bella. “Kalau begitu aku turun dulu. Terima kasih sudah mengantarku pulang.”
“Sama-sama,” ucap Azka. “Oh, iya aku lupa mau memberikanmu sesuatu.” Azka mengambil bunga buket mawar merah dan memberikannya kepada Bella. ”Ini hadiah untukmu. Selamat sudah lulus dengan nilai terbaik,” ucap Azka.
“Terima kasih, Azka. Kau ini selalu punya banyak kejutan. Tidak heran jika banyak wanita yang mengejarmu.” Bella menerima buket bunga yang Azka berikan.
“Terima kasih untuk pujiannya. Tapi aku akan lebih senang jika kau juga ikut mengejarku.” Azka mengedipkan satu matanya untuk menggoda Bella.
Bella memutar bola matanya sambil berkata, “Aku tidak berminat bersaing dengan banyak wanita seksi itu. Jelas aku tidak akan mampu bersaing dengan mereka.”
Azka tertawa mendengar ucapan Bella.
“Baiklah, aku keluar dulu. Kau mau mampir?” tanya Bella.
“Lain kali saja,” tolak Azka.
“Baiklah, sampai jumpa di akhir pekan. Hati-hati di jalan.” Setelah mengatakan kalimat itu Bella keluar dari mobil Azka.
Bella masuk ke rumah setelah mobil Azka pergi dan menghilang dari pandangannya.
“Ke mana saja, kenapa Jam segini baru pulang?”
Bella menoleh ke asal suara, ia melihat Keanu sedang berjalan ke arahnya.
“Kau sudah pulang?” tanya balik Bella.
“Aku bertanya padamu, kenapa kau menjawabnya dengan sebuah pertanyaan?” Nada bicara Keanu terdengar kesal.
“Aku merasa bosan, jadi aku pergi jalan-jalan. Tidak sengaja aku bertemu dengan Azka. Jadi kami memutuskan untuk pergi bersama,” jelas Bella.
“Lalu kenapa kau tidak mengatakannya kepadaku?” ucap Keanu.
“Kau pergi, bagaimana aku mengatakannya padamu,” ucap Bella.
“Setidaknya telepon aku atau chat aku untuk meminta izin kau ingin pergi. Jadi aku tidak khawatir seperti ini,” ucap Keanu.
“Aku pikir kau sedang sibuk dengan Amel. Jadi percuma saja jika aku meminta izin darimu. Aku tahu kau akan mengabaikannya.” Bella pergi meninggalkan Keanu.
“Bella, dengarkan aku dulu!” Keanu mencoba menahan Bella, tetapi langkah wanita itu seperti kereta cepat.
Bella sampai di kamar diikuti oleh Keanu. Di dalam kamar Bella masih saja tidak ingin mendengarkan Keanu. Ia masih ingin menguji sampai batas apa rasa kesal Keanu saat melihat dirinya pergi bersama pria lain. Bella masuk ke kamar mandi dan ternyata Keanu mengikutinya. Dirinya terkejut saat tiba-tiba Keanu mendorong tubuhnya merapatkan ke tembok. Keanu mengunci pergerakan Bella dengan meletakan kedua tangannya di kedua sisi kepala Bella.
”Apa yang kau lakukan?” Bella terkejut dengan tindakan Keanu.
“Berhenti menguji kesabaranku, Bella,” ucap Keanu penuh penekanan.
“Siapa yang ingin menguji kesabaranmu. Aku ingin mandi, aku lelah, dan ingin segera beristirahat,” ucap Bella.
“Aku tidak suka kau pergi bersama pria lain. Apalagi dengan Azka,” ucap Keanu.
“Kenapa? Dia itu pria yang baik,” ucap Bella. “Lagi pula aku tidak pernah melarangmu pergi bersama wanita lain. Jadi ... kau juga tidak perlu marah saat aku pergi dengan pria lain,” lanjut Bella.
“Intinya aku melarangmu pergi bersama pria manapun, termasuk Azka! Aku ini suamimu dan kau harus menuruti perintah suamimu. Jangan membantah!” ucap Keanu.
Aku cemburu, Bella. Apakah kau tidak mengerti?
Keanu berdecak kesal mulutnya tiba-tiba terkunci saat ia ingin mengungkapkan perasaan kepada Bella.
“Ini tidak adil! Kau bebas pergi, lalu kenapa aku tidak boleh?” protes Bella.
”Kau terlalu banyak bicara, Bella.” Keanu menarik tengkuk Bella meraup bibirnya untuk membungkam mulutnya.