I Love You

I Love You
Chapter 72



Keanu terbangun dari tidurnya saat mendengar suara pintu terbuka. Samar-samar ia melihat seseorang masuk ke ruangan itu. Beberapa kali Keanu mengedipkan-ngedipkan matanya agar bisa beradaptasi dengan cahaya yang ada di ruangan itu.


Matanya terbuka sempurna, Keanu melihat seorang perawat datang untuk memeriksa kondisinya. Perawat itu awalnya ingin membangunkan Bella, tetapi Keanu melarangnya dengan memberikan isyarat kepada sang perawat.


Akan tetapi Keanu kesulitan untuk bangun karena Bella menjadikan tangan kanannya sebagai bantal. Melihat itu perawat berinisiatif membantu Keanu.


"Biar saya bantu, Pak," ucap perawat.


"Pelan-pelan Sus jangan sampai istriku terbangun," ucap Keanu.


"Baik, Pak." Perawat itu menganggukkan kepalanya.


Sesuai perintah dari Keanu perawat itu mengangkat kepala Bella perlahan agar tidak membuat Bella terbangun. Setelah Keanu menarik tangannya perawat itu kembali merebahkan kepala Bella di atas bantal.


Keanu menarik napas lega setelah menarik tangannya. Semalam Bella menjadikan tangannya sebagai bantal membuat tangannya kaku. Keanu menggerakkan-gerakan tangannya untuk melemaskan otot-otot tangannya yang kaku. Setelah itu ia membiarkan perawat memeriksa kondisi tangannya.


Keanu mengira perawat itu datang untuk melepas penyangga tangannya, tetapi hanya memeriksanya. Keanu berdecak, saat tangannya seperti itu bagaimana ia dapat menyentuh Bella.


Perawat itu sudah pergi setelah memeriksa kondisinya. Keanu kembali hanya berdua di tempat itu bersama Bella. Wajah Bella saat tidur nampak sangat lucu. Keanu terus menatap wajah perempuan yang sudah mencuri hatinya. Sepertinya sang istri sangat kelelahan.


Keanu mengusap-usap sisi wajah Bella sambil terus menatapnya. Apa yang dilakukannya ternyata mengusik tidur Bella.


"Maaf, aku sudah mengganggu tidurmu." Keanu menarik tangannya dari wajah Bella.


"Kamu sudah bangun, Mas? Jam berapa ini?" Bella bangun untuk mengambil posisi duduk sambil mengucek matanya.


"Baru jam sembilan, Sayang," jawab Keanu.


"Jam 9? Kamu kenapa tidak membangunkan aku?" Bella turun dari tempat tidur dan langsung masuk ke kamar mandi. Tidak lama Bella keluar dari kamar mandi dan sudah berganti pakaian.


"Kamu mau ke mana?" tanya Keanu.


"Aku harus ke kantor, Mas," jawab Bella.


"Bella, kamu terlihat sangat lelah. Beristirahatlah beberapa hari," larang Keanu.


"Tidak bisa, Mas," ucap Bella.


"Istirahat beberapa hari tidak membuat perusahaan ayahmu bangkrut, 'kan?" ucap Keanu.


Bella yang sedang ber make-up berhenti, ia melihat Keanu menatapnya kesal.


"Baiklah, aku tidak akan pergi. Jika nanti perusahaan papa kekurangan dana aku tinggal minta padamu," ucap Bella.


"Itu lebih baik." Wajah garang Keanu berubah.


Bella beranjak dari sofa untuk menghampiri Keanu. Ia melihat sarapan Keanu sudah ada di meja nakas.


"Ayo sarapan. Aku akan menyuapimu." Bella mengambil makanan di atas meja, tetapi Keanu menolaknya.


"Aku tidak mau. Melihat makanan itu aku tidak berselera. Terlihat lebih enak makanan kucing dari pada itu," tolak Keanu.


"Baiklah, aku akan membelikan makanan kucing untukmu," ucap Bella diikuti tawanya.


"Dasar menyebalkan. Istri macam apa kamu yang mau memberikan suamimu makanan kucing." Keanu mendengkus kesal.


"Kamu yang mengatakan makanan kucing lebih enak dari pada ini, 'kan? Aku hanya berbaik hari padamu," ucap Bella.


"Dasar menyebalkan!" ucap Keanu yang justru membangkitkan tawa Bella.


"Sudahlah, ayo makan ini dulu. Setelah kamu pulang aku akan masak semua makanan kesukaan kamu," ucap Bella.


"Baiklah." Keanu akhirnya mau makan makanan yang disediakan oleh rumah sakit.


Rasa makanan itu memang tidak enak, tetapi dengan melihat wajah cantik Bella membuat rasa makanan itu jauh lebih nikmat.


"Anak pintar." Bella puas karena Keanu menghabiskan makanannya.


Bella meletakkan wadah makanan ke meja nakas. Bersamaan dengan itu ada notifikasi pesan masuk ke ponselnya. Bella mengambil ponselnya dan melihat siapa yang mengirim pesan kepadanya.


"Siapa yang mengirim pesan?" tanya Keanu penuh selidik


"Azka," jawab Bella.


"Ada apa? Apalagi yang dia inginkan?" Keanu merasa tidak suka Bella dekat dengan Azka.


"Azka mengajakku bertemu —" Bella belum menyelesaikan ucapannya dan Keanu sudah memotongnya.


"Tidak boleh," larang Keanu.


Eh?


"Kamu cemburu ya?" ledek Bella.


"Kamu pasti sudah tahu jawabannya," ucap Keanu.


"Mas ...." Bella meletakkan ponselnya ke meja nakas lalu menangkup kedua sisi wajah Keanu, agar melihat ke arahnya. "Dia ingin bicara padaku katanya ada yang penting. Apa kamu tidak percaya padaku?"


"Aku percaya padamu, tapi tidak percaya pada pria itu." Keanu menjauhkan tangan Bella dari wajahnya.


"Kamu lucu kalau cemburu." Bella terkikik geli.


"Baiklah, tapi kamu tidak boleh sendiri. Aku akan menyuruh mengantarmu." Keanu mengambil ponselnya untuk menghubungi Rangga.


"Baiklah terserah padamu saja." Bella memutar bola matanya karena merasa jengah, sifat posesif Keanu muncul.


"Ya, sudah pergilah. Rangga sudah di depan. Makin cepat kamu menemuinya makin cepat kamu kembali," ucap Keanu.


"Baiklah aku pergi sebentar. Jaga dirimu baik-baik." Bella mengecup pipi Keanu sebelum pergi.


Bella berjalan keluar dari rumah sakit. Benar saja Rangga sudah menunggunya di lobi. Bella meminta kepada Rangga untuk berjalan kaki saja karena Azka meminta bertemu di cafe yang ada di seberang rumah sakit. Jika menggunakan mobil pasti akan lebih lama.


Bella berjalan bersama Rangga menuju cafe di seberang jalan. Tidak susah menemukan Azka karena suasana cafe itu masih sepi, mungkin baru buka. Bella meminta Rangga untuk menunggunya di meja lain karena ia ingin bicara berdua dengan Azka.


"Azka, apa kabar?" tanya BellaBella seraya menarik kursi di hadapan Azka.


"Apa aku terlihat baik-baik saja?" Azka balik bertanya kepada Bella.


"Kamu seperti mayat hidup," ejek Bella.


Jelas Azka seperti mayat hidup. Semalam ia tidak tidak karena memikirkan Bella dan banyak hal lainnya.


"Itu sangat lucu." Azka mendengkus menanggapi ejekkan Bella.


"Ada apa? Apa yang ingin kamu bicarakan denganku?" tanya Bella.


"Perasaanku padamu," jawab Azka asal.


Mendadak suasana berubah menjadi canggung


"Azka —" Ucapan Bella dipotong oleh Azka.


"Bagaimana keadannya?" sela Azka.


Eh?


"Siapa? Maksudmu mas Keanu?" tanya Bella.


"Hmm." Azka menjawab dengan bergumam.


"Dia sudah membaik hanya tangannya masih belum bisa bergerak bebas." Bella merasa senang. Meskipun Azka mengatakan benci kepada Keanu, tetapi dalam hatinya Azka mengkhawatirkan Keanu.


"Maafkan aku, Bella. Aku tidak sengaja, aku tidak tahu akan menjadi seperti ini." Ada penyesalan di wajah Azka.


"Jangan dipikiran. Sebelum kamu berkelahi dengannya, tangannya memang sudah terluka tapi dia menyembunyikannya dari kami semua," ucap Bella.


"Maksudmu?" Kening Azka mengerut karena bingung.


"Kamu ingat malam saat aku dirawat dan dia datang terlambat?" tanya Bella.


"Ya aku ingat. Waktu itu dia mengatakan jika dia sibuk sampai tidak tahu kamu masuk ke rumah sakit," jawab Azka.


"Dia berbohong, Azka. Dia mengalami kecelakaan dan untung saja dia tidak terluka parah dan masih selamat. Aku tidak tahu bagaimana jadinya jika yang terjadi sebaliknya." Bella menundukkan wajahnya.


"Kamu baru sadar jika dia itu bodoh, 'kan?" Azka kesal dengan tindakan Keanu.


"Baiklah lupakan pria bodoh itu," ucap Azka. "Bella, maafkan aku. Tapi aku sungguh mencintaimu. Aku tidak tahu sejak kapan."


Mendengar pengakuan Azka membuat suasana kembali canggung.


"Azka, maafkan aku. Aku sudah pernah mengatakan padamu sebelumnya," ucap Bella.


"Jika kamu mencintai suamimu itu? Ya aku masih ingat," ujar Azka. "Bella, aku tidak akan memaksamu. Aku hanya ingin kamu tahu perasaanmu saja. Aku tahu tidak mungkin bagimu untuk membalas perasaanku."


"Ini adalah kesalahan terbesarku karena aku menolak saat kita akan di jodohkan," lanjut Azka.


"Sekali lagi tolong maafkan aku, Azka," ucap Bella.


"Tidak, untuk apa meminta maaf. Ini bukan salahmu," ucap Azka meskipun sangat berat untuk mengucapkannya.


Bella meraih tangan Azka sambil berkata, "Aku harap hubungan kita akan baik-baik saja, Azka. Kamu saudara yang sangat baik. Aku juga tidak ingin kamu dan Keanu bertengkar karena aku."


"Mami dan papiku akan menghabisiku jika aku bersikap tidak baik pada Keanu. Kamu tahu Bella? Kedua orang tuaku sangat menyayangi Keanu. Menurut mereka Keanu itu anak yang penurut dan bagi mereka aku ini anak nakal," gerutu Azka.


"Kedua orang tuamu memang sangat benar," ucap Bella diikuti tawanya.


"Apa? Kamu dan Keanu memang sangat cocok. Sama-sama menyebalkan." Azka kembali mendengkus bertambah satu lagi orang yang membela Keanu.


"Ayo, ikutlah denganku," ajak Bella.


"Ke mana?" tanya Azka bingung.


"Kamu tidak ingin menjenguk saudaramu?" tanya Bella.


"Jika aku muncul di hadapannya saat ini, dia pasti akan memakanku hidup-hidup," ucap Azka.


"Tidak, itu tidak akan terjadi. Dia sedang dalam kondisi jinak," ucap Bella.


"Sepertinya saudaraku itu sudah bertemu dengan pawangnya," ucap Azka diikuti tawanya.