
Apa-apaan ini? Berani sekali dia bertindak seperti ini?
Keanu pergi dari balkon menuju teras ditemani oleh kemarahan dan rasa ketidakpercayaan. Azka, adik sepupunya busa mengatakan cinta kepada pada istrinya.
Kenapa kau sampai bertindak melebihi batas, Azka?
Sampailah Keanu di teras depan rumahnya, masih ada Azka dan Bella di sana. Keanu tidak langsung menghampiri adik dan istrinya. Ketika ia kembali mendengar kata cinta dari mulut Azka barulah Keanu menghampiri mereka. Ia sudah tidak bisa mengendalikan amarahnya.
"Apa yang kau katakan, Azka?"
Keanu langsung mencengkram kerah kemeja Azka membuat Bella sangat terkejut.
"Hei, tenanglah!" Azka terkejut, tetapi ia masih bisa menyembunyikannya.
"Bagaimana aku bisa tenang dengan apa yang aku lihat ini? Tidakkah kau berpikir tindakanmu ini salah."
"Salah? Katakan di mana letak kesalahanku? Aku hanya mengungkapkan rasa cintaku pada wanita yang aku cintai."
Keanu tahu adik sepupunya memang gila, tetapi Keanu tidak tahu jika adik sepupunya itu bisa berbuat sampai se gila itu.
"Kau tanya di mana letak kesalahanmu, hah?"
Keanu makin keras mencengkram kerah kemeja Azka dengan menunjukkan tatapan seperti ingin membunuh Azka. Amarah itu makin kuat melihat raut wajah Azka yang nampak biasa saja, seperti tidak terjadi sesuatu.
"Mas, lepaskan Azka!"
"Tidak sampai dia sadar dengan kesalahan yang sudah dia lakukan?"
"Kesalahan apa yang aku lakukan? Aku merasa tidak salah hanya dengan mengatakan perasaanku pada Bella."
"Kau dengar itu, Bella? Dia memang sudah gila!"
"Ya, aku memang sudah gila. Gila karena wanita di sampingmu itu!"
"Azka, diamlah! Kenapa kau membuat ini semakin sulit."
"Ini tidak sulit jika kau mau meninggalkan pria ini dan pergi ke sisiku."
Bella membelalakkan matanya tidak percaya dengan kata-kata yang keluar dari mulut Azka. Bella tahu Azka suka menggoda Keanu, tetapi saat itu Azka terlihat tidak sedang bercanda. Bagaimana Azka menjadi segila itu?
"Kau dengar itu, Bella? Dia tidak akan pernah sadar dengan ucapannya. Dia memang sudah gila!"
"Bella, aku katakan sekali lagi ... aku mencintaimu!"
Cukup sudah! Keanu sudah kehabisan kesabarannya. Ia melayangkan pukulan ke wajah Azka membuat adik sepupunya terpelanting ke belakang. Kerasnya pukulan Keanu membuat sudut bibir Azka berdarah.
"Mas, hentikan!" Bella menghadang Keanu mencoba untuk menghentikan perkelahian yang jelas akan terjadi.
"Minggir, Bella! Aku harus memberikan pelajaran pada pria ini!"
"Tidak, Mas. Tolong jangan dengarkan ucapannya."
Melihat wajah memelas dan air mata Bella membuat Keanu luluh, kemarahannya kian meredea. Keanu menarik napasnya dalam-dalam meredam amarah di dalam dirinya.
"Ayo kita masuk." Bella mengajak Keanu masuk ke rumah menjauhkannya dari Azka.
Suasana tegang mulai meredup. Namun, api kembali menyala saat Azka kembali bicara.
"Apa kau masih tidak percaya padaku Bella?" Azka mengusap darah yang ada di sudut bibirnya." Kau masih tidak percaya dengan cintaku?"
"Ya Tuhan, Azka diamlah!"
Bella ikut dibuat kesal dengan tindakan konyol yang dilakukan Azka. Ia kembali melihat telapak tangan Keanu mengepal kuat, dan wajah suaminya kembali dipenuhi oleh amarah. Sia-sia sudah ia mencoba untuk membuat pertengkaran itu untuk tidak terjadi.
Bella menjerit saat Keanu kembali memukul Azka bahkan Azka juga membalas pukulan Keanu. Keributan itu memicu perhatian dari se isi rumah itu. Bella meminta tolong kepada penjaga dan para asisten rumah tangganya untuk memisahkan Keanu dan Azka, tetapi gagal mereka justru terkena amukan oleh dua pria itu.
Bella makin putus asa melihat Keanu dan Azka saling pukul. Ia tidak ingin menjadi alasan bagi saudara itu untuk saling menyakiti. Bella memutar isi kepalanya memikirkan bagaimana menghentikan perkelahian itu.
Bella terus memperhatikan perkelahian dua saudara itu, saat ada celah Bella berlari dan berdiri tepat di tengah Keanu dan Azka dengan merentangkan kedua tangannya. Seketika perkelahian itupun berhenti.
"Minggir, Bella!"
"Tidak, Mas."
Keanu marah melihat Bella menghalanginya untuk memukul Azka.
"Bella, minggir!"
"Kalau berani ... ayo pukul!"
"Kenapa kau membela pria itu? Apa kau juga mencintainya?"
Bella terkejut mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Keanu. Bagaimana sang suami bisa menuduhnya? Tidakkah dia sadar selama ini cinta Bella hanya untuknya.
"Aku tidak membelanya! Aku justru membelamu. Aku tidak ingin kau meneruskan kesalahan ini. Bagaimana kau bisa memukul saudaramu sendiri."
"Dia sudah keterlaluan!"
"Bella ...."
"Hanya kau yang aku cintai ...." Bella berucap diikuti oleh tetasan air matanya.
Keanu diam sambil melihat Bella dan Azka bergantian. Keanu baru sadar dengan tindakannya. Dengan bertengkar dengan Azka bukankah itu tandanya ia sudah meragukan sang istri.
"Maaf, Bella ...." Keanu menundukkan wajahnya menyesal dengan apa yang sudah terjadi.
Bella merasa lega perkelahian itu berhenti.
"Bella —" Ucapan Azka langsung dipotong oleh Bella.
Bella berbalik menghadap Azka dengan tatapan kesal. "Diam Azka! Apa kau masih belum sadar juga dengan tindakan konyolmu ini?"
"Bella, aku hanya —"
"Aku mohon sekarang pulanglah!" Bella menyatukan kedua tangannya memohon kepada Azka untuk pergi. Setelah itu Bella kembali menghadap Keanu. "Ayo kita masuk!"
Bella merangkul lengan Keanu membawanya jauh dari Azka.
"Ini belum berakhir, Bella. Meskipun kau sudah menolakku sekarang tapi aku tidak akan menyerah."
Keanu tidak tuli begitupun juga Bella. Mereka berdua sama-sama kesal dengan tindakan Azka. Akan tetapi sekuat tenaga mereka mencoba untuk tidak terpengaruh.
"Jangan dengarkan dia, Mas."
"Iya."
Bella merasa lega karena ia tidak melihat dan merasakan kemarahan di dalam diri Keanu. Namun kelegaan itu hilang saat Keanu tiba-tiba mengerang kesakitan sambil memegangi lengan tangan kanannya.
"Arrgh!"
"Mas, kamu kenapa?"
Bella tidak mendapatkan jawaban justru suara erangan kesakitan Keanu yang Bella dapatkan, itu membuat Bella semakin dibuat bingung.
"Ayo, Mas kita duduk dulu."
Bella membantu Keanu duduk di sofa yang ada di dekat mereka. Sudah berulang kali Bella bertanya pada Keanu apa yang membuatnya kesakitan, tetapi gelengan kepala Keanu yang Bella dapatkan.
"Mas ... kamu sebenarnya kenapa?"
Bella sangat khawatir melihat Keanu yang terus merasa kesakitan bahkan sang suami sampai mengeluarkan air mata. Bella meminta salah satu asisten rumah tangganya mengubungi Dokter keluarga, tetapi melihat suaminya sangat kesakitan Bella memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit saja.
"Mas ... kita ke rumah sakit saja ya." Bella berucap sambil menyeka air mata suaminya. "Pak Maman tolong siapakan mobil. Antar saya dan bapak ke rumah sakit."
"Baik, Bu."
Dengan dibantu beberapa orang Bella membawa masuk Keanu ke mobil mereka.
Setelah menempuh perjalanan selama setengah jam Bella sampai rumah sakit. Meskipun Keanu sudah ditangani oleh Dokter rasa cemas masih belum hilang dari dalam diri Bella.
Bella berjalan mondar-mandir di depan ruang UGD. Ia menggerutu karena Dokter lama sekali menangani Keanu. Bella sangat tidak sabar menunggu penjelasan dari Dokter tentang rasa sakit yang suaminya alami. Kenapa tiba-tiba sekali suaminya kesakitan?
"Bella."
Bella menoleh ke asal suara, ia melihat kedua mertuanya sudah sampai.
"Mami." Bella langsung memeluk ibu mertuanya.
"Ada apa, Nak? Kenapa Keanu sampai di bawa ke rumah sakit?" tanya Felicia.
"Mami, ajak Bella duduk biar dia lebih tenang," ucap Kenzo.
"Iya. Ayo, Nak kita duduk."
Felicia mengajak Bella duduk. Setelah merasa Bella sudah tenang, Felicia kembali bertanya kepada Bella.
"Sekarang katakan, kenapa ini sampai terjadi?"
"Mami, Papi, aku juga tidak tahu kenapa sampai seperti ini. Sebelumnya mas Keanu berkelahi dengan Azka. Lalu tiba-tiba mas Keanu kesakitan."
"Tunggu dulu! Keanu dan Azka berkelahi? Kenapa mereka sampai berkelahi?"
Felicia dan Kenzo saling bertukar pandang, mereka tidak percaya Keanu dan Azka bisa berkelahi.
"Sebenarnya ...." Bella menceritakan kepada kedua mertuanya alasan dari perkelahian Keanu dan Azka. "Maaf, Mami ... aku sudah menjadi alasan kedua saudara itu berkelahi."
"Jangan dipikirkan, Nak." Felicia menarik Bella ke pelukannya, ia juga memberikan usapan di lengan Bella agar menantunya bisa lebih tenang.
Bersamaan dengan itu pintu ruangan UGD terbuka, memunculkan dokter dari baliknya. Segera Bella dan kedua mertuanya menghampiri dokter untuk menanyakan kondisi Keanu.
Yang ingin tahu siapa Azka, nanti ya ada di karya yang satunya lagi.