I Love You

I Love You
Chapter 63



Berbagai masalah muncul setelah video skandal Keanu dan Amel mencuat ke publik. Dari vendor yang memutuskan kerja sama, para investor yang menarik investasi mereka, semua itu membuat Keanu sibuk. Keanu berusaha keras untuk memperbaiki semuanya, hingga tidak tahu apa yang terjadi pada istrinya.


Pukul 11 malam Keanu pulang ke rumah dan tidak menemukan keberadaan Bella. Keanu mencari Bella ke seluruh bagian rumah, tetapi tetap tidak menemukannya. Sampai Keanu bertemu dengan salah satu asisten rumah tangganya. Dia mengatakan jika Bella pingsan dan sudah dalam perawatan di rumah sakit.


Mendengar itu perasaan Keanu bertambah tidak karuan. Perasaan marah dan cemas menyelimuti dirinya.


Tampa berpikir panjang dan dengan tidak menghiraukan rasa lelahnya Keanu pergi ke rumah sakit. Keanu meminta penjaga untuk kembali membuka pintu gerbang sebelum ia masuk ke mobil. Dipegangnya kemudi lalu melajukan mobilnya.


"Bella masuk ke rumah sakit, kenapa tidak ada yang memberitahuku?" gumam Keanu sambil memijit pelipisnya.


Keanu mengemudi sambil terus memikirkan Bella. Keanu menebak alasan Bella pingsan adalah berita tentang dirinya dan Amel.


"Jika sampai terjadi sesuatu dengan Bella aku tidak akan memaafkanmu, Amel." Keanu bicara di dalam hatinya sambil menyalahkan dirinya sendiri.


Keanu menggusar rambutnya ke belakang sebelum memukul gagang setir untuk melampiaskan amarahnya. Masalah yang sedang terjadi membuat Keanu merasa frustrasi. Ia juga tidak habis pikir dengan tindakan yang dilakukan oleh mantan kekasihnya. Kenapa Amel tidak bisa mengerti keadaan mereka yang sudah berbeda.


"Sebaiknya aku telepon Mami untuk menanyakan kabar Bella." Keanu mencari-cari ponselnya, tetapi tidak menemukannya.


Sambil mengemudi Keanu membuka dashboard untuk mencari keberadaan ponselnya, tetapi tidak menemukannya. Keanu memutuskan untuk menghentikan laju mobilnya dan kembali mencari ponselnya.


"Di mana ponselku? Kenapa aku tidak menemukannya." Keanu mencari ponselnya di dalam saku celana dan juga saku kemejanya, tetapi tidak menemukannya. Keanu makin frustrasi saat tidak menemukan benda pipih itu.


"Astaga!" Keanu berdecak saat mengingat benda yang ia cari sudah tidak ada.


Untuk menghindari begitu banyak telepon dari media dan kesal kepada Amel benda pipih itu Keanu lempar hingga membentur dinding dan hancur menjadi tidak berbentuk lagi.


Tidak ingin membuang-buang waktu lagi Keanu kembali melajukan mobilnya menuju rumah sakit tempat Bella di rawat. Sepanjang perjalanan Keanu berdoa berharap istri baik-baik saja.


Perjalanannya diiringi hujan deras membuat jarak pandang Keanu terbatas. Keanu ingin cepat bertemu dengan Bella sampai tidak memikirkan keselamatannya. Keanu tetap melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Jalanan yang dalam kondisi licin membuat mobil yang Keanu kendarai tergelincir. Mobil Keanu berputar di jalanan licin di bawah derasnya air hujan. Keanu terus berusaha mengendalikan laju mobilnya. Mobil itu terus berputar dan berhenti setelah menabrak pembatas jalan.


*****


Prank!


"Mas Kean!" jerit Bella.


Bella terbangun dari tidurnya setelah mengalami mimpi buruk tentang Keanu. Ia duduk dengan tarikan napas yang tidak beraturan. Rasa cemas masih menguasai diri Bella. Setelah sadar jika dirinya mengalami mimpi buruk ketakutan itu mulai mereda.


"Ternyata cuma mimpi. Tapi kenapa terasa begitu nyata," ucap Bella di dalam hatinya.


"Bella, ada apa?" Azka yang saat itu sudah tertidur terbangun karena mendengar suara benda pecah. Dengan segera Azka beranjak dari sofa dan menghampiri Bella.


Bella yang mendengar suara Azka menoleh ke asal suara sambil berkata, "Kau masih di sini, Azka?"


"Bagaimana aku bisa meninggalkanmu sendiri di sini?" jawab Azka


Azka mengerutkan keningnya melihat pecahan gelas berserakan di lantai lalu beralih ke arah Bella. Azka melihat wajah yang terlihat pucat. Bukan hanya itu saja ada kekhawatiran tergambar jelas di wajah Bella.


"Maaf aku tidak sengaja tadi," ucap Bella.


"It's oke. Tapi kau tidak apa-apa? Kenapa kau terlihat cemas?" tanya Azka.


"Sebenarnya aku ... mas Kean ...," ucap Bella yang membuat kening Azka mengerut.


"Ada apa dengan suamimu? Apa kau merindukan dia sampai terbawa ke dalam mimpimu?" tanya Azka setengah meledek Bella.


"Aku bermimpi buruk tentang mas Kean," jawab Bella.


"Hanya mimpi buruk toh. Jangan terlalu di pikirkan." Azka duduk di kursi yang ada di samping ranjang.


"Tapi mimpi buruk itu terlihat begitu nyata," ucap Bella.


"Aku sudah menghubungi suamimu, tapi tidak bisa. Selalu saja seorang wanita yang menjawab dan memberitahu jika 'nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif. Itu sangat menyebalkan, bukan?" Azka sedikit bercanda untuk mencairkan suasana, tetapi tidak berhasil, Bella masih terlihat cemas.


"Semoga tidak terjadi sesuatu padanya," ucap Bella dengan wajah tertunduk.


"Dia pasti akan baik-baik saja," ucap Azka. "Aku ambilkan minum ya," lanjut Azka.


Azka menuang air putih ke dalam gelas lalu memberikannya kepada Bella. "Ini minumlah," ucap Azka.


"Terima kasih." Bella menerima air dan meminumnya.


"Sudah jangan merasa cemas," ucap Azka.


"Aku merasa sesuatu yang buruk terjadi pada mas Kean," ucap Bella dengan wajah lesu.


"Dia pasti baik-baik saja." Azka dibuat terkejut saat Bella menyibakkan selimut dan turun dari tempat tidur. "Bella, apa yang kau lakukan? Kau mau ke mana?" Azka mencegah Bella turun dari tempat tidur.


"Aku harus mencari mas Kean," jawab Bella.


"Kau mau mencarinya di mana?" cegah Azka.


"Oke, aku tahu kau khawatir pada suamimu. Tapi setidaknya kau juga harus memikirkan kondisimu. Ini sudah malam. Tunggulah esok hari?" bujuk Azka.


"Aku tidak tenang sebelum melihat dia dalam kondisi baik-baik saja," ucap Bella.


Ugh, Azka merasa kesal saat Bella terus saja memikirkan Keanu.


"Kau masih bisa khawatir dengan pria itu setelah apa yang sudah dia lakukan padamu," ucap Azka.


Bella menunduk tidak tahu harus merespon dengan apa perkataan Azka. Meskipun merasa terluka dengan tindakan Keanu, tetapi tidak dipungkiri hatinya merasa cemas dengan kondisi Keanu. Apalagi setelah skandal itu mencuat ke publik pasti banyak masalah yang dihadapi oleh sang suami.


"Aku hanya ingin memastikan dia baik-baik saja," ucap Bella dengan wajah yang tertunduk.


Azka melihat kesedihan di wajah Bella membuat hatinya melunak. Sepertinya Bella sangat mecintai Keanu, sangat terlihat jelas. Apapun yang sedang terjadi di antara mereka tidak Bella berhenti untuk mencemaskan Keanu.


"Oke, aku akan coba menghubungi dia lagi," ucap Azka yang langsung diangguki oleh Bella.


Azka mengambil ponselnya dan mencoba untuk menghubungi Keanu, tetapi selalu saja operator yang menjawabnya.


"Bagaimana? Apa mas Kean sudah bisa dihubungi?" tanya Bella disambut gelengan kepala oleh Azka.


"Apa yang membuat teleponnya tidak aktif," gumam Bella,


Bella tidak putus asa, ia memutar isi kepalanya agar bisa bicara dengan Keanu.


"Coba telepon Rangga," usul Bella.


"Ya benar juga," ucap Azka.


Azka melakukannya apa yang Bella ucapkan. Panggilannya tersambung dan dijawab oleh Rangga. Asisten pribadi Keanu mengatakan jika dirinya sudah mengantar Keanu pulang. Setelah mendengar penjelasan dari Rangga, Azka mengakhiri sambungan teleponnya dan melihat ke arah Bella.


"Rangga mengatakan apa?" tanya Bella.


"Dia bilang Keanu sudah sampai ke rumah. Dia sendiri yang mengantarnya," jawab Azka.


"Kalau begitu ayo cepat telepon rumahku," ucap Bella.


Dengan tidak sabarnya Bella mengambil benda pipih yang dipegang oleh Azka, lalu mengetik nomor telepon rumahanya. Setelah itu menempelkan benda pipih itu di dekat telinganya.


"Siapapun tolong angat," ucap Bella.


Permintaan Bella terkabul, seseorang di rumahnya menerima panggilannya.


"Hallo, Mas Kean," ucap Bella.


"Bukan," ucap seseorang di seberang sana.


"Oh, Bibi." Bella nerasa kecewa saat yang menerima panggilan itu ternyata bukan sang suami, melainkan asisten rumah tangganya.


"Ini Non Bella?" tanya Bibi.


"Iya, Bi," jawab Bella.


"Non bagaimana keadaanya?" tanya Bibi.


"Saya baik-baik saja, Bi," jawab Bella. "Bi...," panggil Bella.


"Ada apa, Non?" tanya Bibi.


"Mas Keanu ada?" tanya Bella penuh harap.


"Loh, den Keanu belum sampai di rumah sakit? Tadi den Keanu sudah pulang. Tapi setelah Bibi beritahu Non ada di rumah sakit, den Keanu langsung buru-buru pergi," jawab Bibi.


"Benarkah, Bi? Tapi dia belum sampai," ucap Bella.


Perasaan Bella makin tidak karuan. Di dalam benaknya hanya ada nama Keanu. Bagaimana bisa Keanu belum sampai di rumah sakit? Jarak dari rumah ke rumah sakit tidak terlalu jauh.


Bella menarik benda pipih itu dari dekat telinganya. Perasaannya makin tidak karuan mendengar penjelasan dari asisten rumah tangganya.


"Ke mana perginya?" batin Bella.


"Ada apa?" tanya Azka saat melihat Bella terlihat makin cemas.


"Kata bibi mas Kean sudah pergi ke rumah sakit dari tadi. Tapi ... kenapa dia belum sampai," jawab Bella cemas.


"Jangan berpikir yang macam-macam. Dia pasti baik-baik saja," ucap Azka.


Bella menoleh ke arah Azka. Meskipun Azka bicara dengan begitu yakin, tetapi Bella masih belum yakin jika belum melihat Keanu dengan mata kepalanya sendiri.