
Hai semua, maafkan othor-nya khilaf. Pasti pada udah lupa sama jalan ceritanya. Sama aku juga, mau up baca ulang dari awal. hihihihi.
Pergi dari apartemen Amel, Bella langsung pergi ke rumah sakit. Bella duduk di kursi penumpang belakang melihat ke arah luar mobil. Bella nampak tenang, tetapi banyak hal yang sedang memenuhi pikirannya.
Sepanjang perjalanan Bella masih mengingat semua yang terjadi dan semua kata-kata yang Amel ucapkan. Bella merasa harus waspada, perempuan itu sangat berambisi untuk merebut Keanu dari sisinya.
"Tidak akan aku biarkan," batin Bella.
Perempuan itu pernah masuk ke dalam rumah tangannya melalui celah yang Bella buat sendiri, tetapi saat itu Bella bertekad untuk menutupi semua celah yang ada.
"Bu, kita sudah sampai."
Ucapan Rangga membuyarkan lamunan Bella. Karena memikirkan semua hal Bella sampai tidak menyadarinya.
"Terima kasih Rangga kamu sudah bolak-balik mengantar saya ke sini," ucap Bella.
"Jangan sungkan, Bu. Ini sudah menjadi tugas saya," balas Rangga.
"Baiklah, kamu bisa pulang," ucap Bella.
"Jika Ibu butuh sesuatu kabari saya," ucap Rangga disambut anggukkan oleh Bella.
Bella keluar dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah sakit. Ia berjalan dengan terburu-buru karena ia datang terlalu lama.
Berulang kali Bella melihat waktu pada jam yang melingkar di pergelangan tangannya, waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam.
"Apa mas Keanu sudah tidur?" batin Bella.
Sampai di ruang rawat ternyata Keanu belum tidur, sang suami justru tengah berkutat dengan laptopnya.
"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Bella.
"Aku sedang memeriksa e-mail yang masuk." Keanu melihat sekilas ke arah Bella.
"Maaf aku datang terlambat." Bella mencium pipi Keanu.
"Harusnya kamu tidak datang. Istirahatlah di rumah," ucap Keanu.
"Bagaimana aku bisa berada di rumah jika kamu ada di sini. Aku tidak akan tenang," ucap Bella.
"Kamu belum tidur dan belum makan juga." Bella melihat makan malam yang disediakan pihak rumah sakit masih utuh.
"Bagaimana aku bisa tdur tanpamu. Dan ... untuk makan aku tidak berselera melihat makanan. Lihat saja warnanya pucat sekali. Aku merasa makanan ini yang sakit bukan aku," ucap Keanu.
"Kamu bisa saja," ucap Bella diikuti tawa kecilnya.
"Siapa yang memberimu laptop ini?" Bella mengambil laptop yang ada dipangkuan Keanu.
Melihat itu Keanu pun hanya bisa pasrah.
"Kapan aku boleh pulang? Aku sudah merasa bosan di sini?" tanya Keanu.
Bella duduk di samping Keanu lalu menyentuh tangan Keanu yang masih menggunakan penyangga. "Sampai kamu benar-benar sembuh."
"Ck, aku sudah sembuh. Dan penyangga ini, kapan aku alat ini dilepaskan dari tanganku? Karena alat ini aku tidak bisa bebas memelukmu," gerutu Keanu.
"Tidak masalah biar aku yang memelukmu." Bella memeluk Keanu menyandarkan kepalanya di bahu suaminya itu.
Keanu tersenyum lalu mencium ujung kepala Bella. Pria itu merasa harus berterima kasih kepada Azka, karena perkelahian itu membuat ia kembali mendapatkan istrinya.
"Bella."
"Hmmm, ada apa?" Bella mendongakkan wajahnya mempertemukan pandanannya dengan sang suami.
"Maaf," ucap Keanu lirih, tetapi masih bisa didengar oleh Bella.
"Mau berapa kali kamu minta maaf padaku?" Bella memutus pandangan mereka, ia kembali menyandarkan kepalanya dibahu Keanu.
Bella menyatukan tangannya dengan Keanu mengisi setiap ruang yang ada di sela-sela jari mereka.
"Kita lupakan semuanya. Kita akan mulai lagi dari awal. Kamu mau, 'kan?" Bella mencium punggung tangan Keanu.
"Bagaimana mungkin aku tidak mau," ujar Keanu.
"I love you, Bella." Keanu juga mencium punggung tangan Bella
"Sepertinya kamu sekarang sudah tidak kaku untuk mengucapakan i love you padaku. Dulu saja untuk mengatakan itu kamu butuh waktu lama itu pun dengan suara seperti suara robot yang sudah hampir kehabisan beterei," ejek Bella.
"Aku senang mengejekmu. Kamu lucu saat sedang kesal."
"Benarkah begitu?" Keanu memisahkan tangannya dengan Bella lalu menarik pinggang Bella untuk mengikis jarak di antara mereka. "Setelah aku sembuh aku tidak akan melepaskan dirimu."
"Aku tidak sabar menantikan hal itu." Bella mengusap sisi wajah Keanu.
Bella tidak berbohong jika dirinya sangat merindukan sentuhan sang suami. Setelah masalah itu mencuat, Bella dan Keanu tidak pernah tidur bersama. Bahkan dirinya tidak mengizinkan Keanu untuk menyentuhnya. Bella sangat merindukannya dan ia kembali membuka hatinya untuk sang suami kembali. Sekaligus ia ingin menghilangkan bekas Amel di tubuh Keanu.
"Bella."
"Hmmm."
"Tidakkah kamu ingin ... maksudku ... hamil?"
Bella tersenyum, tetapi bukan senyuman senang. Ada ejekkan untuk dirinya sendiri di balik senyuman itu.
"Sangat ingin. Aku sangat ingin memberimu keturunan. Selama ini kita sudah bekerja keras bahkan kita sama sekali tidak menggunakan pengaman apapun. Tapi ... sepertinya Tuhan belum memberi kepercayaan padaku," ucap BellaBella diikut teresan cairan bening yang keluar dari matanya.
Keanu mengusap cairan bening yang ada di pipi Bella. Sebenarnya Keanu berpikir bagus Bella belum hamil. Dengan masalah yang terjadi ia takut akan berpengaruh pada kandungannya nanti dan Keanu sebelumya juga masih berpikir melepaskan Bella untuk bahagia bersama pria lain. Namun kali ini Keanu sudah sangat yakin, ia tidak akan pernah melepaskan Bella untuk siapapun termasuk Azka.
"Mau honeymoon lagi." Keanu mengedipkan satu matanya untuk menggoda Bella juga untuk mencairkan suasana. "Kamu masih ingat malam pertama kita, 'kan? Aku tidak menduga kalau kamu se-ganas itu."
"Jangan menggodaku." Bella menutupi wajahnya ketika ingat malam pertama ia bertempur dengan Keanu.
"Kenapa malu. Aku suka," bisik Keanu.
"Mas ...." Bella menyembunyikan wajahnya di dada suaminya membuat Keanu tertawa.
Di tempat lain dan di waktu yang sana.
Perkelahian Keanu dan Azka sudah sampai ke telinga kedua orang tua Azka, yang tidak lain adalah Keisha dan Arya. Mendengar kabar itu membuat Keisha tidak bisa menahan diri. Ia meminta Azka untuk pulang.
"Apa kamu berkelahi dengan Keanu, Azka?" tanya Arya.
Tidak ada jawaban
"Azka, Mami tanya benar kamu berkelahi dengan Keanu karena Bella? Jawab!" Keisha menaikan volume bicaranya.
"Ya." Azka menjawab dengan suara lantang yang membuat Keisha dan Arya terkejut.
"Ya Tuhan, apa yang ada di dalam pikiranmu, Azka? Bella itu istri kakakmu, itu berarti dia kakak iparmu," ucap Keisha.
"Tapi Keanu sering menyakiti dia. Bahkan Mami sama Papi sendiri tahu apa yang sudah dilakukannya bersama mantan kekasihnya itu," ucap Azka.
"Ya, kami tahu. Tapi kamu juga tahu kebenarannya, 'kan?" Semua orang di keluarganya sudah tahu kebenaran dari video itu. Akan tetapi Azka menolak tetap kebenaran itu.
"Dengar, Azka. Mami minta jangan mengusik mereka," ucap Keisha.
"Tapi aku sayang sama Bella, Mam," ucap Azka lirih tetapi masih bisa didengar oleh Keisha dan juga Arya.
"Jangan bergurau, Azka." Arya masih belum mempercayai apa yang baru saja didengarnya.
"Aku tidak sedang bergurau, Pi," ucap Azka.
"Azka, Bella kakak ipar kamu." Keisha membujuk Azka agar ia bisa mengerti.
"Lagi pula ini salahmu juga, 'kan?Sebelum om kamu menjodohkan Bella dengan Keanu, Mami sudah lebih dulu mengatakan akan menjodohkan kamu dengan Bella. Tapi kamu menolaknya," ucap Keisha.
"Itulah kebodohanku. Aku juga tidak tahu akan seperti ini," ucap Azka.
"Sekarang Bella sudah menikah dengan Keanu jangan usik mereka lagi, Nak," bujuk Keisha.
"Mam aku tidak rela jika Keanu terus menyakiti Bella. Lagi pula rumah tangga mereka sudah hancur tidak untuk apa membuat mereka bertahan," ucap Azka.
"Azka, Papi tanya padamu. Dengan masalah yang yang terjadi dalam rumah tangga mereka, apa Bella meminta untuk berpisah dengan Keanu, tidak, 'kan? Itu artinya Bella mencintai Keanu. Lalu kenapa kamu berharap pada Bella. Masih banyak wanita di luar sana. Kenapa harus Bella, Nak?" tanya Azka.
Tidak ada respon apapun Azka terdiam dengan semua pikirannya. Azka sendiri tidak tahu kenapa hatinya memilih Bella?
Azka juga tahu apa yang dikatakan oleh kedua orang tuanya semuanya benar. Bella memang sangat mencintai Keanu bahkan wanita itu sudah terang-terangan mengatakannya sebelum perkelahian itu. Akan tetapi hatinya sangat sulit untuk menerimanya.
"Pikiran ini baik-baik, Azka. Selama ini kami dan Keanu sangat dekat seharusnya kamu mendukung bahkan membantu saudaramu itu untuk mempertahankan rumah tangganya, bukan malah seperti ini. Papi dan mami sama sekali tidak pernah berharap ini darimu," ucap Arya.
"Sekali lagi Papi sama mami mohon pikirkan semua ini baik-baik. Jangan sampai karena hal ini hubungan kamu dan Keanu menjadi tidak baik." Arya mengajak Keisha pergi memberikan waktu pada Azka untuk memikirkan semuanya.