I Love You

I Love You
Chapter 44



Keanu dan Bella sedang dalam perjalanan pulang. Bella terlihat sangat bahagia seperti tidak terjadi sesuatu. Lain halnya dengan Keanu yang diam seribu bahasa. Pikiran Keanu bercabang membuatnya tidak fokus mengemudi mobil. Pria itu masih memikirkan perkataan Bella.


Apa keputusan yang Bella ambil semalam itu adalah yang terbaik? Kenapa aku merasa ragu?


Bella belum menyadari jika Keanu tidak fokus mengemudi. Saat menyadari laju mobilnya terus menuju pada truk yang berjalan dari arah berlawanan Bella baru Keanu sedang melamun.


“Mas, awas!” teriak Bella.


Bella membelokan setir membuat Keanu tersadar. Hampir saja mobil itu menabrak pohon jika Keanu tidak cepat menginjak rem. Tubuh Bella dan Keanu terhuyung ke depan. Beruntung ada sabuk pengaman yang menahan tubuh mereka membuat keduanya masih berada di posisi mereka.


Napas Bella dan Keanu tidak beraturan. Mereka sangat terkejut dengan apa yang bisa saja terjadi. Beruntung tidak terjadi kecelakaan fatal membuat mereka bisa bernapas lega.


“Bella, kau tidak apa?” tanya Keanu khawatir.


“Iya, aku baik-baik saja,” jawab Bella dengan tubuhnya yang bergetar.


Keanu mengambil air mineral dan memberikannya kepada Bella yang terlihat sangat ketakutan.


“Ini minumlah!” ucap Keanu


Bella menerima air mineral yang Keanu berikan. Karena tangannya bergetar membuat air yang Bella pegang tumpah.


“Bella, tenanglah!” Keanu menggenggam tangan Bella mencoba memberikan ketenangan kepada Bella. Setelah itu Keanu membantu Bella minum.


“Sudah merasa lebih baik?” tanya Keanu disambut anggukkan kepala oleh Bella.


Pikiran Bella mulai tenang setelah Bella meminum air itu, meskipun masih ada rasa takut dalam dirinya.


“Bella, apa kau terluka?” tanya Keanu disambut gelengan kepala oleh Bella. “Syukurlah.”


“Mas, apa yang kau pikirkan sampai kau sampai tidak fokus mengemudi?” tanya Bella.


“Maaf, Bella. Banyak hal yang sedang aku pikirkan,” jawab Keanu dengan wajah yang tertunduk.


“Jika memang kau sedang ada masalah biarkan aku saja yang mengemudi. Bagaimana jika kita celaka tadi?” omel Bella.


“Maaf, Bella. Aku tidak akan mengulanginya lagi.” Wajah Keanu menunjukkan penyesalan.


Setelah kondisi mereka sudah lebih tenang Keanu kembali melajukan mobil. Kali ini Keanu mengendari mobil dengan hati-hati.


Pukul 11 siang Bella dan Keanu sampai di rumah. Mereka bernapas dengan lega masih bisa kembali ke rumah dengan selamat.


Bella berjalan ke kamar dan segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Bella menanggalkan pakaiannya dan masuk ke tempat mandi. Pikirannya menjadi tenang setelah mengaliri tubuhnya dengan air hangat.


Bella keluar dari kamar mandi setelah selesai mandi. Keningnya mengerut saat melihat Keanu sedang memasukkan pakaiannya ke dalam koper.


“Mas, kau mau ke mana?” tanya Bella.


“Ke luar kota,” jawab Keanu.


“Ke luar kota? Kenapa mendadak seperti ini?” Bella menghentikan Keanu membereskan barang-barangnya.


“Aku juga baru dapat pesan tadi dari Rangga,” jelas Keanu.


“Kau tidak sedang marah padaku, 'kan?” tanya Bella.


“Ya aku marah padamu karena kau datang bulan,” ledek Keanu yang membuat Bella memberengut.


“Masih saja membahas masalah itu,” gerutu Bella.


Keanu tertawa melihat ekspresi wajah Bella yang nampak lucu.


“Aku hanya bercanda, Bella. Aku benar harus keluar kota. Ada pekerjaan mendadak.” Keanu mengacak-acak rambut Bella.


“Berapa lama kau di sana?” tanya Bella.


“Tiga atau empat hari. Mungkin juga bisa lebih,” jawab Keanu.


“Apa? Selama itu?” tanya Bella.


“Kenapa? Apa kau akan merindukan aku?” ledek Keanu.


“Jangan terlalu percaya diri. Selama kau pergi aku bisa bebas tidur tanpa harus berbagi denganmu,” ucap Bella diikuti senyuman Keanu.


“Ya, ya, nikmati hari kebebasanmu itu,” ucap Keanu.


Keanu kembali membereskan barang-barangnya. Namun, dicegah oleh Bella.


“Biar aku yang membereskannya. Kau mandilah!” ucap Bella.


“Baiklah, terimakasih banyak.” Keanu mengambil handuk. Setelah itu ia pergi ke kamar mandi.


Bella membereskan barang-barang Keanu. Namun, berhenti saat bayangan Keanu sudah menghilang di balik pintu kamar mandi. Sebenarnya Bella tidak rela jika Keanu pergi. Ia ingin menghabiskan waktu bersama Keanu sebelum perpisahan mereka nanti.


Cairan bening menetes dari mata Bella dan jatuh membasahi pipinya. Jika bisa, Bella ingin bersikap egois. Ia ingin memiliki Keanu, tetapi bagi Bella kebahagiaan Keanu saat itu adalah yang utama. Bella segera menghapus air matanya saat melihat pintu kamar mandi terbuka.


“Kau sudah selesai mandi? Aku sudah siapkan pakaian untukmu. Kau pakai pakaianmu dulu aku akan siapkan makan siang untukmu,” ucap Bella.


“Tidak usah, Bella. Aku bisa makan dalam perjalanan nanti,” cegah Bella.


“Tidak usah repot-repot, Bella,” tolak Keanu.


“Ck, aku sifatmu, Mas kalau aku tidak membawakan bekal, aku yakin kau tidak akan makan sebelum kau sampai ke tempat tujuanmu,” ucap Bella.


Bella keluar dari kamar, tidak peduli dengan panggilan Keanu. Sampai di dapur ternyata bibi sudah menyiapkan makan siang. Bella mengambil wadah dan mulai menyiapkan bekal.


Selesai menyiapkan bekal Bella kembali ke kamar. Ia melihat Keanu sudah siap dengan pakaian kerjanya.


“Kau sudah siap? Ini bekal untukmu. Jangan lupa makan dalam perjalanan nanti,” pesan Bella.


Bella sibuk memeriksa ulang barang-barang yang akan Keanu bawa. Bella melakukan itu hanya untuk mengalihkan rasa sedihnya.


“Apa ada lagi yang kau butuhkan?” tanya Bella.


“Aku rasa tidak,” jawab Keanu.


“Ingat ya di sana nanti jangan lupa makan, jangan capek-capek, dan jangan lupa isti-ra- hat ....” Bella terdiam saat ia merasakan pelukan dari belakang.


“Aku yang pergi kenapa kau yang sibuk?” Keanu menaruh dagu di pundak Bella.


“Karena kau selalu menyepelekan sesuatu yang sepele, padahal itu penting,” jawab Bella dengan menahan rasa gugup.


Bella memegang dadanya merasakan debaran jantung yang begitu kencang. Bella berharap jantungnya tidak akan melompat keluar.


“Apa kau akan merindukan aku?” tanya Keanu.


“Tidak akan,” jawab Bella.


“Benarkah?” tanya Keanu yang langsung dianggukki oleh Bella.


“Sudah cepat sana pergi. Lebih cepat lebih baik. Saat kau tidak ada aku akan bebas,” ucap Bella.


Padahal dalam hatinya Bella berharap Keanu membatalkan perjalanan bisnisnya.


“Baiklah, jika itu yang kau mau.” Keanu melepas pelukannya lalu membalik tubuh Bella agar menghadap kepadanya. “Jaga dirimu baik-baik. Jangan lupa makan yang banyak. Tubuhmu kecil, tapi berat. Kebanyakan dosa.” Keanu menyentil kening Bella.


“Aww! Kenapa kau suka melakukan ini? Apa kau tidak tahu ini sakit!” Bella memekik seraya mengusap-usap keningnya.


Keanu menarik tengkuk Bella mendaratkan kecupan kening Bella. “Sudah tidak sakit, 'kan?”


Eh?


“Aku pergi dulu. Ingat jaga dirimu baik-baik selama aku tidak ada. Jangan membuat papa susah,” pesan Keanu.


“Iya, cerewet,” ucap Bella.


“Sebelum itu, pakaikan dasiku!” Keanu melempar dasi berwarna abu-abu tepat ke wajah Bella.


“Biasanya juga kau memakinya sendiri? Kenapa kau jadi manja?” Bella mengeluh, tetapi tetap saja Bella mau memasangkan dasi.


Keanu tersenyum merasa senang bisa mempermainkan Bella. Entah mengapa kini mempermainkan Bella menjadi kesenangan tersendiri bagi Keanu.


“Aduh, kenapa susah sekali.” Bella merasa kesulitan memakaikan dasi.


“Ck, kalau kau berdiri sejauh itu kau akan kesulitan. Berdirilah lebih dekat.” Keanu menarik pinggang Bella untuk mengikis jarak di antara mereka.


Kini jarak keduanya sangat dekat. Hanya dibatasi oleh kain yang menempel di tubuh mereka membuat jantung mereka berdegup begitu kencang.


“Sudah selesai,” ucap Bella.


Bella ingin pergi, tetapi Keanu menahannya membuat Bella merasa bingung.


“Mas, lepas.” Bella mencoba menyingkirkan tangan Keanu yang melingkar di pinggangnya.


“Boleh aku tanya sesuatu sebelum aku pergi?” tanya Keanu membuat Bella berhenti bergerak.


“Tanya apa?” tanya Bella.


“Kau yakin dan siap dengan keputusanmu semalam? Kita akan berpisah?” tanya Keanu memandang Bella dengan lekat.


“Jika itu adalah jalan yang terbaik maka aku akan menyiapkan hatiku,” jawab Bella.


“Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu? Apa kau merasa berat berpisah denganku?” Bella melingkarkan kedua tangannya ke leher Keanu untuk menggodanya.


Lagi-lagi perkataan Bella menusuk hati Keanu membuat pria itu tidak bisa bicara apapun.


“Hei, kenapa kau diam saja?” tanya Bella.


Bella menaik-turunkan keduanya alisnya masih mencoba untuk menggoda Keanu. Namun, tanpa diduga Keanu menarik tengkuk Bella dan menyatukan bibir mereka. Bella sempat terkejut, tetapi pada akhirnya Bella menerima dan membalasnya.


Cukup lama mereka berciuman mewakili perasaan yang tidak bisa mereka ungkapkan. Hingga suara klakson mobil membuat mereka menyudahi ciuman itu.


“Rangga sudah datang. Aku akan mengantarmu ke depan.” Bella menarik diri terlebih dahulu.


“Bella ....” Keanu menarik Bella ke dalam depannya. “Aku tidak bisa menjanjikan apapun. Tapi aku akan mencoba memperbaiki semuanya.”