I Love You

I Love You
Chapter 84



Bella kembali ke dalam rumah setelah Keanu berangkat ke kantor. Ia memilih untuk kembali ke kamarnya. Tubuhnya masih merasa sangat lelah dan juga perutnya masih merasakan rasa mual. Saat akan menaiki anak tangga Bella dihadang oleh Amel. Kedua wanita itu saling menatap menunjukkan ketidaksukaan masing-masing. Bella lebih dulu memutuskan pandangan itu diikuti tawa seolah sedang mengejek Amel.


"Apa yang kamu tertawakan?" tanya Amel.


"Siapa lagi kalau bukan kamu? Tidak ada orang lain lagi di sini kecuali kita," jawab Bella. "Lihat wajahmu itu sangat lucu. Apalagi saat tadi pagi. Saat mas Keanu menolak kehadiranmu."


"Jangan merasa menang dulu, Bella. Permainan baru saja akan dimulai," ucap Amel.


"Permainan yang mana? Tidak ada permainan apapun di sini," ucap Bella.


Lagi-lagi Bella tersenyum sini. Ia maju dengan tatapan menantang membuat Amel melangkah mundur.


"Atau permainan yang kamu maksud adalah merebutkan mas Keanu?" tebak Bella.


"Ya," jawab Amel seraya menatap Bella


"Kalau itu kamu jangan terlalu berharap untuk menang. Dari awal permaian itu sudah aku menangkan," ucap Bella penuh penekanan. "Kamu masih ingat, bukan? Saat dulu aku merelakan mas Keanu untuk kembali bersamamu, tetapi dia justru lebih memilih untuk bersamaku."


"Itu dulu, sebelum aku hamil," ucap Amel.


"Yakin itu anak mas Keanu? Bukan anak dari pria lain?" ejek Bella.


"Kamu!" Amel ingin menampar Bella, tetapi ancaman Bella menghentikannya.


"Bagus kamu ingat kata-kataku. Bersikaplah seperti anak baik di sini jika kamu tidak ingin menjadi gelandang," ucap Bella.


Amel hanya bisa diam dan bicara di dalam hatinya.


Suara klason mobil menghentikan perdebatan itu. Lagi-lagi Bella tersenyum senang mendengar suara klakson mobil milik sang mertua.


"Sepertinya ibu mertuaku datang," ucap Bella tanpa mengalihkan pandangannya dari Amel.


Benar saja apa yang dipikirkan oleh Bella, Felicia datang.


"Bella," panggil Felicia.


"Ya, Mam. Aku di sini," sahut Bella.


"Aku berharap kamu masih ingat apa yang terakhir kali ibu mertuaku lakukan padamu," ucap Bella.


"Bella."


Bella menoleh, dirinya melibatkan Felicia berdiri tidak jauh dari tempatnya berdiri. Dari raut wajah ibu mertuanya Bella bisa menebak beliau terkejut melihat keberadaan Amel.


"Jadi benar wanita tidak tahu malu ini ada di sini?" Felicia berjalan ke arah Bella dengan sorot mata tajam melihat keberadaan Amel.


"Jangan khawatir, Mam. Dia tidak akan bisa macam-macam di sini," ucap Bella.


"Itu bagus. Jika dia berani macam-macam maka Mama tidak akan segan-segan padanya," ucap Felicia.


Bella melihat ke arah Amel. Keduannya saling menatap dengan tatapan yang hanya bisa dimengerti oleh mereka berdua.


"Saya baru tahu, ternyata Anda yang dikenal sebagai orang baik ternyata baik hanya di depan publik. Kenyataannya Anda adalah orang yang sangat jahat, Nyonya Kenzo Pramuja," ucap Amel.


"Ck, ck, kamu salah. Saya bukan hanya jahat, saya juga ambisius," ucap Felicia. "Saya akan menyingkirkan siapa saja orang yang berani mengusik ketenangan keluarga saya."


"Saya juga sedang mengandung keturunan keluarga Anda," ucap Amel.


"I don't care. Dan satu hal lagi … saya masih tidak percaya jika makhluk yang ada di dalam perutmu adalah darah daging anak saya," ucap Felicia tegas.


"Anda akan menyesal sudah menghina saya, Nyonya," tantang Amel.


"Mam, sudah hentikan ini. Untuk apa membuang tenaga dan pikiran Mama untuk perempuan yang urat malunya sudah putus ini," ucap Bella.


"Ya, kamu benar," ucap Felicia.


"Ayo, Mam kita ke kamar aku saja. Aku membelikan Mama sesuatu dari Swiss," ajak Bella.


"Ayo, Sayang. Ceritakan juga bagaimana perjalananmu di sana," ucap Felicia. "Mungkin dengan itu suasana hati Mama akan menjadi lebih baik."


Bella mengangguk lalu mengajak ibu mertuanya untuk pergi dari tempat itu.


****


Satu minggu sudah Bella tinggal satu atap dengan Amel. Tidak ada keresahan di dalam diri Bella selama Keanu berada di sisinya. Hingga suatu malam ia tidak sengaja mendengar pembicaraan Amel dan Keanu di dapur membuat rasa ketenangannya goyah.


"Untuk apa kamu mempertahankan wanita yang tidak bisa memberikanmu keturunan?" ucap Amel.


"Jangan ikut campur dengan urusanku. Dan kamu harus ingat ini! Bella bukan tidak bisa memberikanku keturunan, dia hanya belum bisa," ucap keanu dengan tegas.


"Bagaimana jika dia tidak bisa memberikanmu keturunan untuk selamanya?" tanya Amel dengan nada sinisnya.


"Aku akan tetap mencintainya dan berada di sisinya," jawab Keanu dengan sangat yakin.


"Kamu yakin?"


"Sangat!"


"Jangan pernah mencoba untuk menguji kesabaranku!"


"Aku tidak sedang menguji kesabaranmu. Aku hanya sedang berusaha meyakinkan dirimu saja. Bella tidak pantas untukmu dan kita ditakdirkan untuk bersama. Buktinya anak yang ada di dalam rahimku ini," ucap Amel.


"Dengar ini baik! Aku tidak peduli denganmu ataupun juga anak yang ada di dalam perutmu itu!"


Berdebat dan bicara dengan Amel adalah hal yang sangat tidak Keanu inginkan. Menurutnya tidak ada gunanya.


Keanu memilih untuk pergi dari dapur ia tidak ingin melanjutkan perdebatan itu karena Keanu merasa yakin dirinya bisa menjadi gila. Hal yang ia yakini saat itu adalah rasa sayangnya untuk sang istri.


Saat keluar dari dapur Keanu berhenti saat pandangannya bertemu dengan Bella. Ada air mata yang menggenang di mata sang istri. Tanpa bertanya Keanu bisa menebak jika Bella mendengar pembicaraannya dengan Amel.


"Bella—" Sebelum Keanu selesai bicara Bella sudah lebih dulu menyela.


"Aku mendengarnya, Mas," potong Bella.


"Aku tahu. Tolong jangan dengarkan perkataan wanita itu. Aku benar-benar mencintaimu," jelas Keanu.


"Sekarang aku yang akan bertanya padamu. Bagaima jika yang dikatakan oleh wanita itu benar. Apa kamu akan tetap berada di sisiku?" tanya Bella.


Jantung Bella berdegup begitu kencang. Seperti apa yang didengarnya, Bella terus menatap mata Keanu. Ia ingin melihat keraguan di mata sang suami seperti ucapan Amel sebelumnya.


"Jawabanku akan tetap sama, Bella," jawab Keanu.


"Mas …" Bibir Bella melengkung ke atas membentuk sebuah senyuman saat melihat ketegasan di mata sang suami. Sama sekali tidak ada keraguan seperti apa yang dikatakan oleh Amel. Mungkin wanita itu hanya sedang berkhayal.


"Sudah diamlah!" Keanu mencium bibir Bella. "Ayo istirahat! Bukankah besok kamu ada meeting," ajak Keanu.


"Iya, Mas." Bella mengangguk.


Keanu melingkarkan tangannya di sepanjang pinggang Bella membawanya kembali ke kamar mereka. Sambil berjalan mereka mengobrol santai. Tidak jarang mereka terasa di sela obrolan mereka hingga menimbulkan rasa iri dan kesal pada diri Amel yang diam-diam sedang memerhatikan mereka.


Setibanya di kamar Keanu masuk ke kamar mandi, sedangkan Bella duduk di tepi tempat tidur sambil memikirkan hubungan dirinya dan Keanu. Belum adanya anak membuat rumah tangga mereka terasa kosong. Meskipun tidak masalah bagi Keanu, tetapi Bella merasa sudah menjadi wanita tidak berguna karena belum bisa memberikan Keanu keturunan.


Bella menitihkan air mata, tetapi ia terkejut saat merasakan usapan lembut di pipinya. Ternyata sang suami. Karena melamun Bella sampai tidak menyadari kehadiran sang suami.


"Masih memikirkan perkataan perempuan itu?" Keanu duduk di samping Bella.


"Jujur … iya, Mas," jawab Bella.


"Bagaimana caranya agar kamu percaya padaku?" Keanu mengenggam tangan Bella.


"Aku percaya padamu, Mas," ucap Bella.


"Lalu kenapa kamu terus memikirkannya? Kamu masih meragukan perasaanku padamu karena perempuan itu sedang hamil yang katanya anakku?" tanya Keanu.


Bella terdiam diikuti gelengan. "Jujur aku merasa iri padanya."


"Itu artinya kamu yakin dia anak aku?" tanya Keanu.


"Entahlah? Aku masih ragu," jawab Bella.


"Dan kita akan mengetahuinya saat aku sudah mendapatkan kebenarannya," ucap Keanu.


"Maksud kamu?" Kening Bella mengerut merasa bingung dengan ucapan Keanu.


"Aku meminta Rangga untuk mencari tahu tentang perempuan itu," jawab Keanu.


"Lalu?" Bella merasa sangat antusias.


"Kita akan mendapatkan jawaban untuk semua ini dalam satu minggu ke depan," jelas Keanu seraya mengusap sisi wajah Bella.


"Aku tidak sabar untuk mengetahui kebenarannya," ujar Bella.


Sesaat susana menjadi hening meskipun nampak tenang tetapi ada kegelisahan yang terlihat di wajah Keanu dan Bella melihatnya.


"Ada apa? Sekarang kamu yang terlihat gelisah?" tanya Bella.


"Akun hanya sedang berpikir. Bagaiamana jika anak yang perempuan itu kandung adalah benar anakku?" jawab Keanu.


"Itu artinya kamu harus bertanggung jawab," ucap Bella.


"Tapi …." Keanu berdecak. "Aku tidak bisa berpisah darimu, Bella."


"Mas, dengarkan aku dulu. Kamu memang harus bertanggung jawab terhadap anak itu. Anak itu tidak tahu apa-apa. Tapi bukan berarti kamu harus bertanggung jawab atas ibunya. Aku akan merawat anak itu seperti anakku sendiri," jelas Bella.


"Bella … aku tidak tahu lagi harus bicara apa. Aku merasa kamu terlalu baik untukku." Keanu menatap Bella dengan intens lalu mengecup punggung tangan Bella. "Terima kasih kamu sudah membuat aku merasa tenang."


"Sekarang lebih kita istirahat," ajak Keanu dianggukki oleh Bella.


"Tapi jangan lepaskan pelukanmu semalam ini. Aku tidak bisa jauh darimu," rengek Bella.


"Anything for you, Honey."


Keanu dan Bella menyatukan bibir mereka.