I Love You

I Love You
Chapter 56



Kesabaran Bella ternyata berbuah manis. Hal yang tidak pernah Bella bayangkan ternyata bisa didapatkan. Akhirnya Keanu mau membuka hati dengan meninggalkan Amel untuk memilih dirinya. Setelah terikat pernikahan tanpa kejelasan selama sepuluh bulan, kini mereka memutuskan untuk bersama. Kebahagiaan terlihat jelas di wajah dan tawa mereka.


"Mas, sudah. Tolong turunkan aku. Aku tidak tahan lagi. Aku takut jatuh," pinta Bella.


"Baiklah." Perlahan Keanu menurunkan Bella.


Bella menarik napasnya lega saat kakinya sudah berpijak di lantai.


"Aku merasa perutku keram." Bella memegangi perutnya yang terasa kamu karena terlalu lama tertawa.


Bella menarik napasnya menetralkan tarikan napasnya yang tersengal-sengal. Setelah itu, Bella berhamburan ke pelukan Keanu mencurahkan semua perasaan bahagianya.


"Bella," panggil Keanu.


"Hmm, ada apa?" tanya Bella.


"Kau bahagia?" tanya Keanu.


"Sangat," jawab Bella dengan cepat. "Terimakasih banyak kau sudah memberikan kejutan yang manis ini padaku." Bella mendongakkan wajahnyawajahnya.


"Terima kasih juga kau sudah bersabar untukku," ucap Keanu.


"Aku hanya ingin kau merasa bahagia," ucap Bella.


"Dan sekarang aku sadar kau adalah kebahagiaan untukku," ucap Keanu membuat Bella salah tingkah.


Keanu menarik tengkuk Bella ingin menciumnya, tetapi Bella menghadang bibir Keanu dengan telapak tangannya.


"Jangan lakukan itu di sini. Bagaimana jika ada yang melihat?" larang Bella.


Keanu menarik tangan Bella lalu mencium punggung tangannya. "Biarkan saja mereka melihat. Tapi tidak ada orang lain di sini. Hanya kita berdua. Jadi tidak ada yang melihat kita," ucap Keanu.


"Kau yakin? Tapi bagaimana jika kita kelaparan di sini? Kita ada di tempat terpencil," tanya Bella dengan begitu polosnya.


"Aku sudah menyiapkan banyak bahan makanan di sini. Karena kita akan berada di sini beberapa hari. Jika semua itu kurang aku akan menangkap ikan untukmu," ucap Keanu.


"Dan jika aku merasa harus kau akan mengambilkan air laut untuk aku minum? Kau mencoba bersikap romantis, hah? Lumayan." Bella menaik turunkan kedua alisnya untuk menggoda Keanu.


"Dan kau berhasil menghancurkannya." Keanu merasa gemas kepada Bella yang selalu bisa melambungkan tubuhnya. Namun dalam sekejab menjatuhkan dirinya lagi.


"Aku suka melihatmu merasa kesal." Bella mencuri satu kecupan di bibir Bella. "Aku mencintaimu," ucap Bella membuat Keanu tertawa.


Itulah Bella, yang selalu bisa mewarnai kehidupannya.


"Ayo kita masuk. Ada kejutan lagi di dalam sana," ajak Keanu.


Bella berjalan masuk ke sebuah Vila di pulau pribadi milik keluarga Pramuja. Pintu dibuka oleh Bella. Saat masuk Bella disambut oleh hujan kelopak bunga mawar merah. Hati Bella tersentuh hingga membuatnya tidak bisa berkomentar apapun. Apalagi saat Keanu mengajaknya ke salah satu kamar yang ada di vila itu. Kamar yang sudah dihiasi dengan berbagai macam bunga, lilin-lilin yang menerangi kamar itu menambah suasana romantis. Kamar itu terlihat layaknya kamar pengantin.


Keanu kembali memeluk Bella dari belakang, mencium leher serta pundak Bella. Bahkan Keanu meninggalkan tanda kepemilikannya di leher Bella.


"Aku tidak ingin gagal lagi malam ini," bisik Keanu.


Bella tahu maksud dari perkataan Keanu. Wajah Bella bersemu merah, jantungnya dibuat berdebar saat Keanu menurunkan resleting gaungnya, tubuhnya merinding seperti ada aliran listrik yang mengalir di tubuhnya. Mata Bella terpejam, menikmati saat Keanu mengusap punggungnya.


"Mas …," desah Bella.


Keanu membalik tubuh Bella membuat mereka berdiri saling berhadapan. Lalu Keanu menarik pinggang Bella mengikis jarak di antara mereka. Keduanya berdiri dalam jarak yang begitu dekat hanya dibatasi oleh kain yang menempel di tubuh mereka.


"Sudah siap untuk pesta yang sesungguhnya, Bella." Keanu menyingkirkan poni yang menutupi dahi Bella menatapnya dengan tatapan nakal.


"Jangan menatapku seperti itu. Kau membuat aku malu." Bella menjadi salah tingkah.


"Sudah siap?" bisik Keanu.


Bella mendongakkan wajannya, menatap wajah Keanu secara langsung, tetapi tidak lama wajah Bella kembali menunduk untuk menyembunyikan rona merah di kedua pipinya.


"Kalau kau sudah siap … aku akan memulainya, Bella?" Keanu bicara dengan suaranya yang serak.


"Aku sangat senang melihat wajahmu yang merona ini," goda Keanu.


"Berhentilah menggodaku," rengek Bella.


Keanu sudah tidak bisa menunggu lagi. ia memulai dengan memberikan kecupan lembut di bibir Bella, turun ke leher, dan pundak Bella meninggalkan tanda merah keunguan.


Gaun merah yang masih melekat di tubuh Bella diturunkan oleh Keanu. Seketika gaun itu lolos dari tubuh Bella menyisakan pakaian dalam di tubuh Bella. Bella merasa malu, ia menyilangkan kedua tangannya untuk menutupi dadanya. Namun, Keanu mencegahnya.


Kegugupan Bella makin bertambah saat Keanu mengangkat tubuhnya membawanya ke tempat tidur.


Apa ini sudah saatnya?


Kalimat itu yang terus terucap di benak Bella.


Tubuh Bella sudah ada di tempat tidur bercampur dengan kelopak bunga mawar membuat Bella makin terlihat seksi. Melihat itu membuat salah satu bagian tubuh Keanu menegang. Bukan hanya Bella yang merasa malu dengan situasi itu, jika boleh jujur Keanu juga merasakan hal yang sama. Namun, hasratnya lebih besar membuat keanu mengabaikan rasa malu yang ada di dalam tubuhnya.


Keanu seketika merasakan hawa panas di dalam tubuhnya. Mungkin terbakar oleh hasrat yang sudah menguasai dirinya. Keanu tidak menunda lebih lama lagi, ia menanggalkan kain yang melekat di tubuhnya dan menghampiri Bella. Keanu merangkak naik ke ranjang menindih tubuh Bella yang sudah setengah telanjang.


"Mas … aku … gugup," ucap Bella lirih.


"Kau pikir aku tidak, Bella?" balas Keanu. "Tapi maaf … aku tidak bisa mundur lagi," lanjut Keanu.


"Kalau begitu cepat lakukan. Agar semuanya cepat selesai," ucap Bella dengan suaranya yang terbata-bata.


"Baiklah," ucap Keanu.


Keanu menanggalkan sisa kain yang masih menempel di tubuh mereka menampakan tubuh keduanya yang sama-sama polos tanpa sehelai benang. Keduanya kembali menyatukan bibir mereka, saling berbalas ciuman dengan gerakan lembut. Namun, makin lama kecupan yang lembut itu berubah jauh lebih menuntut.


Keanu memberikan jeda pada ciumannya, memberikan kesempatan dirinya dan Bella untuk bernapas.


"Aku mulai, ya," ucap Keanu disambut anggukkan kepala Bella.


Perlahan Keanu mencoba untuk memasuki Bella. Ternyata tidak semudah yang Keanu bayangkan. Bella masih tersegel. Hal itu membuat Keanu bangga mengetahui jika dirinya adalah pria pertama bagi Bella.


"Mas … sakit …," rintih Bella.


"Aku pun sama." Keanu bicara di dalam hatinya. Bella yang masih sempit membuat Keanu cukup kesulitan untuk menyatukan tubuh mereka.


"Sial! Kenapa susah sekali." Keanu mengumpat di dalam hatinya.


Bella menjerit merasakan benda keras masuk ke dalam tubuhnya, rasanya sangat sakit. Bella ingin mengakhirinya, tetapi ia tidak ingin mengecewakan Keanu. Untuk menahan rasa sakitnya Bella mencengkram lengan kekar Keanu.


Keanu pun sedang berjuang menahan rasa sakitnya berusaha keras untuk menerobos keperawanan Bella.


Memasukki Bella bukanlah hal yang mudah dan membutuhkan tenaga ekstra. Keanu terus mendorong tubuhnya sambil menahan rasa sakit. Tidak lama setelah itu Keanu merasakan sesuatu yang robek bersamaan dengan keluarnya cairan berwarna merah mengalir di bawah sana.


"Sakit, Mas …." Rasa sakit itu memuncak saat Bella merasakan tubuhnya seolah terbelah menjadi dua.


Bella menangis sesegukan setelah Keanu berhasil menyatukan tubuh mereka.


"Maaf, Bella," ucap Keanu.


Keanu mengusap air mata di pipi Bella serta mencium bibirnya berharap bisa mengurangi rasa sakit yang sedang Bella rasakan.


"Bergeraklah, Mas. Aku merasa tidak nyaman," pinta Bella.


"Kau yakin?" tanya Keanu.


"Ya." Bella mengangguk kecil.


Keanu memenuhi permintaan Bella, ia mulai menggerakkan tubuhnya. Rasa sakit yang awalnya mereka rasakan kini berubah menjadi rasa nikmat yang sulit untuk mereka jabarkan.


Kamar dengan minim cahaya menjadi saksi malam pertama Bella dan Keanu. Pertempuran panas yang tidak akan pernah mereka bisa lupakan.