I Love You

I Love You
Chapter 80



"Mas"


Keanu tertegun melihat Bella yang tiba-tiba bangun. Rasa terkejut itu sampai membuat Keanu tidak bisa berbicara apapun.


"Apa Bella mendengar pembicaraanku dengan Rangga tadi? Semoga saja tidak." Keanu bicara di dalam hati.


"Mas." Bella memanggil Keanu kembali dengan menyentuh pundak sang suami. Hal itu membuat Keanu tersadar dari lamunannya.


"Iya, a-da apa?" Keanu menyahut dengan suara yang terbata-bata.


Keanu dan Rangga saling beradu pandang di kaca spion. Kedua pria itu sangat cemas. Mereka takut Bella mendengar pembicaraan mereka mengenai Amel yang jelas bisa melukai hatinya.


Bella sendiri merasa aneh melihat dua pria di depannya yang nampak kebingungan bahkan ekspresi kedua pria itu seperti ketakutan dan juga kebingungan.


"Mas, kenapa melihatku seperti itu?" tanya Bella. "Ada apa? Kenapa kalian sangat aneh? Kalian ketakutan seperti habis melihat hantu saja."


"Ti-dak apa-apa. Aku hanya terkejut, tiba-tiba kamu bangun," jawab Keanu.


"Itu karena aku tiba-tiba merasa lapar," ucap Bella.


"Lapar?" Kening Keanu mengerut. "Apa kamu mendengar —"


"Mendengar apa? Apa kalian merahasiakan sesuatu dariku?" Bella menatap Keanu dan Rangga bergantian dengan tatapan curiga.


"Mau tahu saja urusan laki-laki." Keanu menarik napas lega karena Bella tidak mendengar pembicaraannya dengan Rangga. "Kamu mau makan apa?" Keanu melihat ke sekelilingnya, mobil mereka masih melaju di jalan tol. Sangat jelas tidak ada pedagang makanan.


"Apa ya?" Bella diam sambil berpikir.


Sudah satu menit berpikir dan Bella masih tidak tahu ingin makan apa. Hal itu menimbulkan rasa curiga sekaligus cemas dalam diri Keanu.


"Jangan minta yang aneh-aneh lagi," ucap Keanu.


"Tidak kok. Aku cuma mau nasi goreng, pecel ayam, bakso, martabak manis, martabak telor, piza. Lalu … emmm apa lagi?" Bella kembali berpikir.


Ucapan Bella membuat Keanu menatap sang istri dengan takjub. "Yang benar saja. Apa kamu mau makan semua itu. Perutmu kecil tapi bisa makan banyak. Sudah gitu badan kamu masih saja kurus."


"Jangan pelit sama istri," ucap Bella.


"Bukan begitu," ucap Keanu.


"Lalu apa?" tanya Bella.


"Ck! Arght!" Keanu mengacak-acak rambutnya. Ia selalu kebingungan jika berdebat dengan Bella.


"Oh iya, aku mau makan —" Belum selesai Bella bicara dan Keanu sudah lebih dulu memotongnya.


"Bella, apa kamu mau aku membungkam mulutmu lagi seperti saat di lift?" ancam Keanu.


"Mau, nih!" Bella mendekatkan wajahnya ke dekat Keanu. Jelas itu membuat Keanu terkejut sekaligus membeku. "Ayo, katanya mau cium," tantang Bella.


"Kamu!" Keanu berhenti bicara, ia seolah kehilangan semua kata-katanya.


"Katanya mau cium. Kenapa malah diam?" tanya Bella. "Oh iya, kamu malu ada Rangga," ledek Bella.


"Baiklah, Rangga tutup matamu sebentar," suruh Bella.


"Awas jika sampai kamu melakukan itu, Rangga," ancam Keanu. "Dan kamu Bella. Rangga sedang mengemudi. Bagaimana bisa kamu menyuruhnya untuk menutup mata. Apa kamu sudah bosan untuk hidup!" ucap Keanu kesal.


"Aku hanya bercanda. Dasar pria pemarah," ledek Bella.


"Enak saja." Keanu melirik, ia melihat Rangga sedang menahan tawa. "Kamu berani menertawakan aku, Rangga?"


"Eh, tidak, Pak,"sangkal Rangga.


"Awas saja jika kamu berani menertawai aku. Jangan harap ada bonus tahun baru untukmu," ancam Keanu.


"Kenapa jadi marah-marah sama Rangga. Dia tidak salah apa-apa," ucap Bella. "Dan kamu Rangga jangan khawatir jika suamiku ini tidak memberikanmu bonus, aku yang akan memberikanmu bonus," ucap Bella.


"Terimakasih banyak, Bu," ucap Rangga dengan semangat.


"Dasar." Keanu memilih tidak melawan sang istri, tetapi tetap saja dirinya menggerutu tidak jelas.


"Baiklah, kembali ke pokok utama. Aku tetap menginginkan semua makanan itu," kekeh Bella.


"Tapi —" Lagi-lagi Bella menyela ucapan Keanu.


"Iya, iya, baiklah." Akhirnya Keanu mengalah karena tidak ingin mengambil resiko tidur di luar.


"Thank you, my hubby." Bella menarik tengkuk Keanu dan mendaratkan kecupan di bibir Keanu.


Rangga yang melihat itu hanya tersenyum. Jujur dirinya merasakan malu sendiri dengan apa yang dilakukan oleh ibu bosnya.


"Rangga dengar, 'kan perintah istriku, tadi," ucap Keanu.


"Siap, Pak. Saya tahu tempat untuk mendapatkan makanan itu sekaligus," ucap Rangga.


"Thank you, Rangga." Bella semangat dan ingin memeluk Rangga, tetapi langsung di cegah oleh Keanu.


"Apa yang mau kamu lakukan?" tanya Keanu oada Bella.


"Memeluk Rangga," jawab Bella tanpa ada beban sedikitpun.


"Jika kamu berani melakukan itu, aku akan mematahkan tanganmu," ancam Keanu.


"Uluh, uluh, cemburu nih," ledek Bella membuat Keanu mendengkus.


Perjalanan yang awalnya terasa sunyi berubah menjadi ramai. Keramaian itu diciptakan sendiri oleh Keanu dan Bella. Pasangan itu berdebat dalam kemesraan membuat Rangga merasa dirinya seperti benda mati.


Setelah melewati perjalanan selama dua jam mereka sampai di kawasan pedagang kaki lima. Banyak aneka makanan yang dijual di tempat itu. Bella bisa melihat sepanjang jalan tadi hanya makanan yang dijajakan si tempat itu. Menutur Bella tempat itu seperti sebuah food court. Menatap semuanya membuat air liur Bella seperti menetes. Jika boleh jujur Bella merasa aneh dengan dirinya sendiri. Dirinya memang sangat suka mencicipi berbagai macam kuliner, tetapi tidak sampai merasa ambisius seperti itu.


"Rangga, berhenti di sini saja," ucap Bella.


"Memangnya kenapa?" tanya Keanu.


"Aku mau makan di tempat itu saja." Bella menunjuk sebuah warung kaki lima.


"Yakin?" tanya Keanu.


"Yakin, Mas. Tempatnya sepertinya sangat nyaman," jawab Bella.


"Baiklah, ayo turun," ajak Keanu.


"Oh iya, Rangga kamu harus carikan aku makanan lain. Makanan yang aku minta tadi. Bakso, nasi goreng, martabak manis, martabak telor, dan setelah kamu mendapatkan semuanya bawa semua makanan itu ke tempat ini," perintah Bella.


"Baik, Bu," sahut Rangga.


"Dan ingat satu hal lagi. GPL," pesan Bella.


"Emm, maaf, Bu. Kalau boleh tahu GePel itu apa?" tanya Rangga.


"Gak pake lama," jawab Bella yang langsung membuat Keanu tertawa.


"Ingat itu, Rangga. GPL," ledek Keanu.


"Baik, Pak." Rangga mengharukan kepalanya yang tidak terasa gatal. "Ada apa dengan ibu bosku itu?"


***


Bella duduk di warung lesehan dengan meja yang sudah penuh dengan makanan yang ia inginkan, tetapi setelah semua makanan itu tersedia Bella sama sekali tidak memakannya. Jelas hal itu membuat Keanu menahan kesal, karena istrinya seolah sedang menguji kesabarannya.


"Bella, tadi kamu bilang lapar. Lalu kenapa sekarang kamu tidak mau makan?" tanya Keanu.


"Aku tidak tahu. Aku merasa kenyang melihat semua makanan ini," jawab Bella.


"Astaga, Bella." Keanu memijit pangkal hidungnya.


"Lalu bagaimana nasib semua makanan ini? Mau diapakan mereka?" tanya Keanu seraya menahan rasa kesalnya.


"Kalian saja yang makan," ucap Bella.


"Kami tidak mungkin memakan semua ini," ucap Keanu yang langsung dianggukki setuju oleh Rangga.


"Terserah, tapi aku ingin kalian yang memakannya." Bella merengek meminta Keanu dan Rangga untuk memakan semua makanan itu.


Berulang kali keduanya menolak, tetapi alhasil rengekan Bella semakin kencang membuat mereka dalam sekejap menjadi pusat perhatian para pengunjung lainnya.


Awalnya Keanu merasa heran dengan tingkah aneh Bella beberapa hari belakangan, tetapi rasa heran itu sirna setelah ia ingat sang istri itu memang ajaib.