I Love You

I Love You
Chapter 58



Satu minggu sudah Bella dan Keanu berada di pulau. Sudah saatnya mereka kembali. Keduannya sudah bersiap untuk pulang hanya tinggal menunggu kapal pesiar yang akan datang menjemput mereka.


Sambil menunggu kapal, Bella berdiri di teras atas villa menikmati pemandangan yang memikat hatinya. Bella tidak sendirian, ada Keanu yang sedang memeluknya dari belakang. Air laut yang sangat jernih, pasir putih yang terlihat halus, langit biru yang cerah, suara deburan ombak dan angin sejuk yang bisa menenangkan hati. Melihat semua keindahan itu membuat Bella merasa tidak ingin meninggalkan tempat itu.


"Aku tidak akan pernah melupakan tempat ini," ucap Bella.


"Kalau begitu, bagaimana kalau kapan-kapan kita datang ke sini lagi," ucap Keanu.


"Aku tidak akan berharap untuk itu. Setelah kita pulang dari sini kau pasti akan sibuk dengan pekerjaanmu," ucap Bella.


Keanu merespons ucapan Bella dengan senyummnya. Keanu melepas pelukannya kemudian membalikkan tubuh Bella agar mengadap dirinya. "Aku akan mencoba untuk bisa sering menghabiskan waktu bersama denganmu," ucap Keanu.


"Aku hanya bercanda. Aku tahu kau juga bekerja keras untuk masa depan kita nanti," ucap Bella.


"Terima kasihkasih selama ini kau sudah mengerti aku," ucap Keanu.


"Sama-sama, Mas. Ayo kita pergi. Sebentar lagi kapal yang menjemput kita akan datang," ajak Bella.


Obrolan mereka berhenti saat mendengar suara peluit kapal. Dari tempat mereka berdiri keduanya melihat sebuah kapal sedang mencoba untuk berlabuh.


"Rangga sudah datang. Ini saatnya kita pulang." Bella berniat pergi. Namun, dicegah oleh Keanu.


"Tunggu!" Keanu mencegah Bella pergi.


"Ada apa, Mas?" tanya Bella.


Keanu menarik pinggang Bella mengikis jarak di antara mereka. Jarak mereka sangat dekat hanya dibatasi oleh kain yang menempel di tubuh mereka. Apa yang dilakukan oleh Keanu membuat kening Bella mengerut sekaligus gugup.


"Kenapa buru-buru?" Keanu menatap Bella dengan maksud yang tergambar jelas di wajah Keanu.


"Mas, jangan seperti ini. Bagaimana jika ada yang melihat kita " Bella mencoba untuk meloloskan diri.


"Kenapa kau sekarang malu-malu? Kemarin kau begitu agresif?" goda Keanu.


"Kemarin beda, Mas. Hanya ada kita berdua di sini. Sekarang kau lihat Rangga sudah datang," jelas Bella.


"Kalau begitu aku akan menyuruh Rangga untuk pergi lebih dulu. Agar dia tidak melihat kita," ucap Keanu.


"Iss, Mas," desis Bella. "Ck, lepaskan aku. Rangga sedang menuju ke sini." Bella menatap ke arah dermaga. Benar saja Rangga terlihat sedang berjalan ke arah villa.


"Berikan aku satu kecupan maka aku akan melepaskanmu," ucap Keanu.


"Kau ini! Sejak kapan kau jadi nakal seperti ini?" Bella memberikan cubitan di lengan Keanu.


Tanpa menunggu persetujuan Bella, Keanu menarik tengkuk Bella lalu mencium bibirnya. Bella tahu dirinya tidak bisa menolak, ia pun memilih untuk membalas kecupan itu. Mereka tidak tahu jika Rangga melihat dari kejauhan dan langsung mengabadikan moment romantis itu.


Ciuman mesra itu berakhir dengan kecupan yang Keanu berikan di kening Bella.


"Terima kasih," ucap Keanu.


"Sama-sama." Bella berucap dengan wajah yang tertunduk malu.


Dengan tangan yang menyatu, keduanya meninggalkan teras dan pergi menuju kapal.


Belum puas mereka menghabiskan waktu bersama, tetapi mereka harus segera kembali ke rutinitas biasa. Mereka akan berpisah seharian dan akan bersama pada malam haru, itupun jika Keanu tidak lembur.


Setelah berlayar selama satu jam, Bella dan Keanu menepi dan kembali ke rumah diantar oleh Rangga. Di perjalanan Bella nampak murung seperti sedang memikirkan sesuatu. Keanu melihat itu dan bertanya kepada sang istri.


"Ada apa?" Keanu bertanya seraya mengusap kepala Bella.


Lamunan Bella buyar oleh usapan lembut di kepalanya. Bella menoleh dengan menunjukkan senyumnya.


"Ada apa? Aku melihatmu murung." Keanu bertanya lagi.


"Aku hanya memikirkan tentang … Amel. Apa dia bisa menerima ini?" jawab Bella.


"Sstt ... jangan pikirkan orang lain. Pikirkan tentang rencana-rencana kita ke depannya saja. Dan masalah Amel, aku yakin dia akan mengerti meskipun dia sempat marah kemarin," ujar Keanu.


"Baiklah." Meskipun merasa khawatir, tetapi Bella percaya penuh kepada Keanu.


"Sini." Keanu membawa Bella ke pelukannya berharap bisa memberikan ketenangan untuk istrinya.


Bella pantas merasa cemas, ia takut Amel akan berbuat sesuatu untuk memisahkan dirinya dengan Keanu mengingat Amel dulu bersikeras untuk bersama Keanu.


*****


Semua terjadi seperti yang Bella harapkan. Rumah tangganya berjalan dengan lancar dan tentunya membuat semua orang di keluarganya bahagia. Hanya tinggal satu yang mereka tunggu untuk melengkapi kebahagiaan mereka yaitu seorang anak.


Akan tetapi tidak ada yang tahu kapan badai akan datang. Seperti yang terjadi pada rumah tangga Bella dan Kenau. Setelah lebih dari dua bulan tidak ada yang mengganggu hubungan mereka, tiba-tiba saja Amel mengirim pesan kepada Bella. Dalam pesan itu Amel mengatakan jika dirinya akan merebut Keanu kembali. Amel juga mengatakan jika dirinya tidak akan mau menerima kekalahan.


Bella memberitahu kepada Keanu tentang pesan yang dikirim oleh Amel dan meminta kepada Bella untuk tetap tenang. Keanu juga meminta kepada Bella untuk tidak merasa cemas. Pesan itu hanya sebuah gertakan dari Amel. Keanu juga berjanji tidak akan pernah kembali kepada Amel. Setelah mendengar ucapan Keanu, Bella pun menjadi lega.


Bella merasa kecewa saat Keanu mengabari jika dirinya tidak pulang, dari kantor suaminya akan langsung pergi ke luar kota bersama Rangga untuk menghadiri undangan dari rekan kerjanya. Namun, saat akan berangkat Rangga mengatakan tidak bisa ikut karena berasa kurang enak badan. Rangga mengatakan kepada Keanu untuk tidak menghadiri acara itu, tetapi Keanu merasa tidak enak kepada rekan kerjanya jika tidak memenuhi undangan itu. Akhirnya Keanu memutuskan untuk pergi sendiri.


Keanu mengatakan kepada Bella jika ia pergi sendiri. Mendengar itu Bella merasa sangat cemas.


Apa yang bisa dirinya perbuat? Bella juga tidak mungkin ikut ke acara itu. Karena acara itu hanya untuk para pria.


Bella sebenarnya tidak rela suaminya pergi, tetapi Bella tidak ingin semua orang menganggap dirinya istri yang posesif. Maka dari itu Bella mengizinkan Keanu untuk pergi.


Acara itu berada di salah satu hotel ternama di kota kembang. Pesta lajang yang dikhususkan untuk pria saja. Keanu ada di antara para pria itu sedang berlomba minum minuman beralkohol. Keanu sudah terlalu banyak minum membuatnya hampir kehilangan kesadaran. Keanu pamit untuk pergi dari pesta. Tidak mungkin baginya untuk pulang dengan mengendari mobil sendiri dalam keadaan mabuk. Keanu memutuskan untuk menginap di hotel itu dan akan pulang esok harinya.


Pengaruh alkohol membuat Keanu berjalan dengan tidak seimbang. Hampir saja dirinya terjatuh beruntung ada staf hotel yang berhasil menangkapnya.


"Pak, Anda tidak apa-apa?" tanyanya.


"Ya, saya tidak apa-apa," jawab Keanu.


Keanu menggelengkan kepalanya dengan mata yang terpejam. Kepalanya terasa berat. Tidak biasanya ia merasa seperti itu setelah minum.


"Mari saya bantu, Pak," ucap staf hotel itu.


Seorang staf pria membantu Keanu berjalan, tetapi tiba-tiba saja ada yang menghadang langkah mereka. Seorang wanita.


"Biar saya yang membawanya. Saya mengenal pria ini," ucapnya.


Keanu melihat ke asal suara. Pandangannya kabur, tetapi ia seperti melihat Bella.


"Bella … sedang apa kau di sini?" Keanu memejamkan matanya erat-erat kemudian membukanya kembalikembali, ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Akan tetapi beberapa kali Keanu melakukan itu, hanya wajah Bella yang dirinya lihat. "Kau menyusulku ke sini, Sayang?"


"Iya, Mas. Aku ke sini untuk menyusulmu," jawabnya.


"Dia ini istriku. Aku akan pergi dengannya. Terima kasih sudah menolongku." Keanu pergi bersama wanita yang ia kira adalah Bella.


Pengaruh alkohol membuat Keanu tidak bisa membedakan mana yang nyata dan tidak.


Keanu berjalan bersama wanita yang ternyata bukan Bella, melainkan Amel. Mantan kekasih Keanu itu berniat sekali untuk menghancurkan hubungan Keanu dan Bella. Sebelumnya Amel meminta orang untuk memantau Keanu sampai pada akhinya Amel sampai di tempat itu.


Amel membawa Keanu masuk ke lift dengan senyuman miring terlukis di bibirnya. Amel merasa hari itu adalah kesempatan baginya untuk mendapatkan Keanu kembali. Meskipun nantinya gagal, setidaknya ia bisa membuat hubungan Bella dan Keanu hancur. Amel sangat yakin dengan itu.


Pintu lift terbuka saat menunjukkan angka lima. Amel keluar masih dengan menuntun Keanu yang sudah setengah sadar. Langkah mereka terhenti di depan salah satu kamar di lantai itu. Amel membawa masuk Keanu dan langsung menidurkannya di tempat tidur.


"Sayang, ke sinilah!" Keanu masih melihat Amel sebagai Bella.


Amel tersenyum miring, meskipun merasa kesal Keanu terus memanggilnya sebagai Bella.


"Mas...." Amel memanggil Keanu dengan suaranya yang nakal.


Amel tidur di samping Keanu, menjelajahi setiap bagian tubuh Keanu dengan jarinya. Dari kening, turun ke hidung, bibir, leher, dan berhenti di dada Keanu.


"Aku merindukanmu, Mas." Amel berbisik di dekat telinga Keanu. Suaranya terdengar begitu menggoda.


"Aku juga merindukannu, Sayang. Satu hari saja aku tidak melihatmu aku bisa menjadi gila." Keanu menarik tangan Amel yang ada di dadanya lalu mengecup punggung tangannya. "Kenapa aku merasa panas di sini?" ucap Keanu.


"Maaf, aku belum menyalakan AC," ucap Amel.


Amel berbohong, pendinginan di kamar itu sudah menyala setelah mereka masuk. Hawa panas yang Keanu rasakan berasal dari obat perangsangan yang sudah seseorang masukkan ke dalam minuman Keanu, itupun atas suruhan Amel.


"Aku sudah menyalakan pendinginan udaranya," ucap Amel. "Kau sudah tidak merasa kepanasan, bukan?" tanya Amel.


"Aku masih merasa kepanasan," jawab Keanu.


"Kalau begitu buka saja pakaianmu. Bagaimana kalau aku membantumu." Amel membuka kancing kemeja Keanu.


Kemeja Keanu sudah terbuka menampakkan dada bidangnya. Amel mengusap dada Keanu dengan sentuhan yang berbeda. Terlihat sekali jika Amel sedang menggoda Keanu.


"Apa kau sedang menggodaku, Bella?" ucap Keanu.


"Anggap saja begitu, Mas," jawab Amel.


Bella, Bella, terus. Apa hanya wanita itu yang sekarang ada di dalam pikiranmu, Mas? Lihat saja, malam ini kita akan bersatu dan aku akan membuatmu melupakan Bella.


Apa yang Amel mau terjadi. Obat perangsangan itu berhasil membangkitakan hasrat Keanu.


Keanu bangun, mengubah posisi Amel menjadi di bawah tubuhnya.


"Aku menginginkanmu, Sayang," ucap Keanu seraya mengusap sisi wajah Amel.


Amel tersenyum penuh kemenangan, apa yang diinginkan akan segera terjadi. "Lakukan apa yang mau mau, Mas." Amel mengalungkan kedua tangannya di leher Keanu.


Karena pengaruh dari obat perangsangan dan minuman membuat Keanu tidak sadar apa yang sudah dilakukannya. Ia menghabiskan malam bersama Amel yang ia kira adalah Bella.