
Masih berada di tempat yang sama Keanu dan Rangga merasa mual melihat semua makanan yang ada di hadapan mereka. Ingin berhenti makan, tetapi Bella memaksa semua makanan itu harus habis.
Keanu dan Rangga beradu pandang saling memberi isyrat satu sama lain. Sikap dan ekspresi wajah mereka mengatakan jika mereka sudah tidak sanggup untuk makan.
"Kenapa kalian lama sekali? Aku sangat mengantuk." Bella berulang kali menguap.
Mendengar ucapan Bella, Keanu langsung bersemangat. Ia memutar otak agar bisa segera pergi dari tempat itu dan terbebas dari penyiksaan sang istri.
"Baiklah, ayo kita pulang," ajak Keanu semangat.
"Tapi makanannya belum habis," ujar Bella.
"Biarkan saja. Aku tidak mau mengambil resiko jika sampai kamu tertidur di sini," ucap Keanu.
"Nanti mubazir, Mas," ucap Bella.
Lah dia yang pesan makanan sebanyak ini dan tidak mau memakannya. Dia sendiri yang membuat semua makanan ini mubazir.
"Lupakan saja, Bella," bujuk Keanu.
"Tapi —" Belum selesai Bella bicara, Rangga sudah lebih dulu menyela.
"Maafkan saya, Bu. Saya menyela ucapan Anda. Saya sudah tidak sanggup untuk menghabisi semua makanan ini. Lebih baik makanan yang masih utuh kita kasih sama mereka saja." Rangga menunjuk beberapa anak jalanan yang sedang mengamen.
Bella melihat ke arah yang di tunjuk oleh Rangga. Rasa iba Bella rasakan saat melihat anak-anak kecil yang sedang mengamen.
"Baiklah, berikan saja pada mereka. Bila perlu belikan lagi untuk mereka semua," ucap Bella.
"Siap, Bu," ucap Rangga lega.
"Sayang, aku sangat mengantuk," ucap Bella seraya menguap.
"Kamu ke mobil lah dulu. Aku akan membantu Rangga membagikan makanan ini," ucap Keanu.
"Baiklah. Tapi jangan terlalu lama," ucap Bella.
"Iya, Sayang." Keanu mengusap sisi wajah Bella.
"Rangga, berikan kunci mobilnya," pinta Bella.
"Ini, Bu." Rangga memberikan kunci mobil kepada Bella.
Keanu memerhatikan Bella sampai bayangan Bella lenyap dari matanya. Setelah itu Keanu mengela napas lega.
"Idemu ini menyelamatkan kita. Aku benar-benar tidak sanggup untuk menghabiskan semua makanan ini," ujar Keanu.
"Saya juga, Pak," imbuh Rangga.
"Pak," panggil Rangga.
"Ada apa?" tanya Keanu.
"Ada apa sama ibu Bella? Kenapa sikapnya jadi aneh," tanya Rangga.
"Mana saya tahu. Ini kedua kalinya dia meminta sesuatu yang aneh-aneh," jelas Keanu. "Tapi untuk apa dipikirkan. Bukankah dia memang aneh," ucap Keanu.
Rangga menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal. Ia berpikir yang lebih aneh itu Keanu sendiri karena menikah dan mencintai wanita aneh.
"Sudahlah jangan dipikirkan. Ayo bagikan makan ini dan kita pulang. Aku sudah sangat lelah," ucap Keanu.
"Baik, Pak," sahut Rangga.
Setelah membagikan sisa makanan yang masih utuh Rangga dan Keanu kembali ke mobil. Setelah itu mereka pergi dari tempat itu.
"Kamu sangat mengantuk?" tanya Keanu yang langsung dianggukki oleh Bella.
Keanu menarik Bella menyandarkan kepalanya di dadanya. Ia mengusap-usap kepala Bella hingga sang istri tertidur. Bibir Keanu melengkung ke atas membentuk sebuah senyuman melihat wajah imut sang istri saat tengah tertidur.
Saat Bella tidur Keanu melihat ke luar. Tidak ada pembicaraan lagi mengenai Amel. Keanu takut Bella akan tiba-tiba bangun lagi. Suasana di dalam mobil terasa sunyi. Berbeda sekali dengan keadaan di luar. Jalanan malam itu sangat padat membuat laju mobilnya tersendat oleh kemacetan.
Keanu merasa sangat lelah, ia menyandarkan kepalanya di punggung kursi. Keanu juga menutupi wajahnya dengan lengannya sebelum akhirnya ia ikut terlelap.
Beberapa saat kemudian Keanu terbangun saat mendengar bunyi klakson dan merasakan laju mobilnya berhenti. Ternyata mereka sudah sampai di rumah. Setelah mobil terparkir di halaman rumah Keanu pun membangunkan Bella.
"Ayo bangun kita sudah sampai." Keanu mengusap sisi wajah Bella membuat tidur Bella terusik.
"Rangga, tolong turunin semua barang-barang di bagasi," perintah Keanu.
"Baik, Pak," sahut Rangga.
Setelah Rangga turun, Keanu dan Bella juga menyusul. Mereka keluar bersamaan melalui pintu yang berbeda. Keanu menghampiri Bella melingkarkan tangannya di pinggang Bella. Mereka berjalan untuk memasuki rumah. Akan tetapi langkah mereka terhenti saat Amel tiba-tiba muncul di hadapan mereka.
"Selamat datang," sambut Amel.
"Terima kasih untuk penyambutannya," ucap Bella. "Tapi … sepertinya kamu salah. Ini rumah kami seharusnya kami yang menyambut kedatanganmu. Iya, 'kan, Sayang?" Bella menoleh ke arah Keanu.
"Ya, itu benar." Nada bicara Keanu menunjukkan jika dirinya malas.
"Tapi ya sudahlah. Kami sepertinya sudah terlambat. Tapi kami akan tetap menyambutmu. Selamat datang di rumah kami." Bella menekan katanya-katanya lalu tersenyum seolah sedang mengejek Amel.
"Ayo masuk. Aku sangat lelah," ajak Keanu disambut anggukkan kepala Bella.
Tanpa memperdulikan keberadaan Amel, Keanu dan Bella berjalan melewatinya. Saat sampai di pintu Bella berhenti kemudian berbalik.
"Aku peringatkan padamu. Ini rumahku jangan kamu berani melakukan tindakan memalukan di sini. Atau aku akan mengusirmu dari sini dan menjadikanmu seperti gelandang," ujar Bella.
"Kamu tidak bisa melakukan ini padaku. Aku sedang mengandung anak dari mas Keanu." Amel berbalik, dan menatap tajam Bella.
"I don't care," ucap Keanu.
Ucapan Keanu membuat rasa percaya diri Amel runtuh seketika.
"Kamu sudah dengar." Bella menunjukkan senyum kemenangan.
"Mas, kamu tega sama darah daging kamu sendiri?" ucap Amel.
"Ya, aku tidak peduli dengan anak yang ada di dalam perutmu dan juga dirimu. Bahkan jika kamu ingin menyebarkan berita ini ke seluruh dunia juga silahkan," ucap Keanu. "Dan mari kita lihat, apa yang akan terjadi."
"Sudahlah, Sayang. Ayo pergi. Bicara dengan wanita tidak tahu malu itu sulit," ajak Bella.
Setelah mengatakan kalimat itu, Bella kembali melangkah bersama dengan Keanu meninggalkan Amel yang sedang menahan amarah.
Sampai di kamar, Bella menaruh tas di atas tempat tidur. Ia berjalan masuk ke kamar mandi dengar bernyanyi kecil. Bahkan sampai dia keluar dari kamar mandi, Bella menggosok rambutnya sambil bersenandung seolah tidak ada beban di hidupnya. Hal itu membuat kebingungan di dalam diri Keanu.
"Ada apa? Kenapa kamu melihatku seperti itu?" Bella menghampiri Keanu.
"Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya balik Keanu.
"Ck, kenapa kau menjawab pertanyaan dengan pertanyaan," decak Bella. "Dan aku sedang tidak memikirkan apapun."
Keanu menarik Bella agar duduk di pangkuannya.
"Sikap kamu seolah tidak ada beban. Padahal perempuan ada di sini," ucap Keanu.
"Oh itu. Untuk apa aku merasa resah. Selama ada kamu di sisiku yang selalu mendukungku aku tidak akan merasa resah sedikitpun," ujar Bella.
"Sudahlah, untuk apa dipikirkan. Cepat bersihkan dirimu. Setelah itu kita istirahat." Bella berdiri lalu memberikan handuk kepada Keanu.
"Baiklah." Keanu berjalan ke kamar mandi. Setelah beberapa saat Keanu keluar dengan bertelanjang dada.
Bella terdiam sambil terus menatap tubuh kekar sang suami. Melihat pemadangan itu membuat Bella tidak bisa menahan diri. Kemudian berjalan mendekati sang suami yang sedang memakai baju. Bella langsung memeluk sang suami dari belakang menyandarkan kepala di punggungnya. Bella memejamkan matanya sambil menikmati kenyamanan.
"Ada apa? Kenapa aku merasa kamu sangat manja sekarang," tanya Keanu.
"Manja sama suami memangnya tidak boleh?" tanya Bella.
"Bukan begitu." Keanu berbalik meraih pinggang Bella untuk mengikis jarak di antara mereka.
"Sayang … aku ingin makan," ucap Bella manja.
"Makan?" Keanu terkejut. Masih teringat jelas sikap aneh Bella saat dia mengatakan ingin makan. "Jangan aneh-aneh deh."
"Isssh, ini memang sangat aneh. Tapi aku benar-benar menginginkannya." Bella merangkul leher Keanu.
"Baiklah, memang kamu mau makan apa?" tanya Keanu.
"… emmmmm … makan kamu."