
Hatinya memang marah dan kecewa atas perbuatan yang sudah dilakukan oleh Keanu. Namun tidak dipungkiri Bella merasa sangat khawatir saat itu. Sampai pagi, Bella tidak bisa tidur nyenyak. Ia terus memikirkan Keanu yang entah berada di mana.
"Bella!"
Bella menoleh saat mendengar suara yang sangat familiar. Matanya melihat laki-laki yang membuat hatinya nerasa cemas berdiri di ambang pintu
"Mas Kean." Bella menggerakan bibirnya tanpa bersuara.
Bella turun dari tempat tidur dengan tergesa-gesa lalu berjalan menghampiri Keanu. Keduanya berdiri saling berhadapan dalam jarak beberapa langkah. Hati Bella merasa sangat lega melihat suaminya dalam keadaan yang baik-baik saja meskipun penampilannya terlihat sangat kacau. Bella ingin merengkuh tubuh sang suami, tetapi niatnya tidak Bella lakukan, seolah ada yang menahan dirinya.
"Bella kau tidak apa-apa?" tanya Keanu seraya menangkup kedua sisi wajah Bella.
"Kau dari mana saja?" Bella menyingkirkan kedua tangan Keanu dari wajahnya secara kasar.
"Bella, aku —" Ucapan Keanu dipotong oleh Bella.
"Dari mana saja kau? Kenapa kau baru datang ke sini?" Api amarah terpancar di dalam mata Bella yang sudah berkaca-kaca.
"Maafkan aku. Aku tidak tahu jika kau masuk rumah sakit, aku terlalu sibuk tadi sibuk mengatasi masalah yang sedang terjadi," jelas Keanu.
"Sibuk? Sibuk dengan mantan kekasihmu itu?" tuduh Bella.
"Itu tidak benar, Bella ...," tepis Keanu.
"Lalu apa yang benar? Video itu?" Bella terus menyudutkan Keanu.
"Aku tahu kau kecewa denganku. Kau boleh marah ataupun memukulku asalkan itu bisa membuatmu bisa memaafkan aku," ucap Keanu.
"Ya! Aku memang harus memukulmu! Tapi jangan berharap aku akan memaafkanmu." Dengan amarah yang ada di dalam dirinya, Bella memukul lengan lengan kekar Keanu.
Keanu sendiri diam sambil menerima pukulan yang diberikan oleh istrinya.
"Aku membencimu, Mas Kean! Sangat benci!" maki Bella.
Bella terus memukuli Keanu dibarengi dengan air matanya yang meleleh. Bella tidak memperhatikan Keanu sedang sekuat tenaga menahan rasa sakit. Pukulan Bella tepat mengenai luka memar di lengan Keanu karena kecelakaan yang sebelumnya dialaminya.
Saat dalam perjalanan ke rumah sakit mobil Keanu tergelincir dan menabrak bahu jalan. Beruntung kecelakaan itu tidak membuat Keanu terluka parah.
"Bella, hentikan! Kenapa kau harus membuang-buang tenaga untuk pria seperti dia." Azka menarik Bella menjauhkannya dari Keanu.
Melihat itu Keanu tidak terima, apalagi melihat Azka menyentuh Bella.
"Jangan berani menyentuhnya!" ucap Keanu. "Jauhkan tanganmu dari istriku!" Keanu menarik tangan Azka dari lengan Bella.
"Hei, tenanglah! Kenapa harus marah-marah! Harusnya kau berterimakasih padaku karena sudah menjaga istrimu." Azka tersenyum sinis seolah sedang mengejek Keanu.
Telapak tangan Keanu mengepal. Ada amarah yang siap meledak dari dalam dirinya, tetapi sebisa mungkin Keanu menahan agar amarahnya tidak sampai keluar. Keanu menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya kembali. Setelah berhasil meredam amarahnya Keanu meminta pada Azka untuk pergi.
"Baiklah, terima kasih sudah menjaga Bella. Tapi aku sudah ada di sini. Jadi aku minta pulanglah!" suruh Keanu.
"Oke," ucap Azka.
Setelah mengambil ponsel miliknya, Azka berjalan meninggalkan ruangan itu. Pandangannya terus mengarah pada Keanu yang juga sedang melihat ke arah Azka. Kedua saudara sepupu itu saling memandang dengan perasaan masing-masing.
Dari raut wajahnya Keanu memperlihatkan rasa ketidaksukaannya kepada Azka. Berbanding terbalik dengan Azka. Pria itu menunjukkan senyum licik yang makin membuat Keanu merasa kesal.
Pandangan Azka mengarah ke arah telapak tangan Keanu yang kembali mengepal. Senyumnya makin lebar melihat kemarahan pada diri kakak sepupunya.
"Jaga istrimu baik-baik atau aku akan menariknya dari sisimu." Azka bicara pelan yang hanya bisa di dengar oleh Keanu.
Mendengar kalimat yang baru saja Azka katakan jelas membuat Keanu sangat terkejut. Tidak pernah terbayang jika Azka akan mengatakan hal itu. Awalnya Keanu mengira Azka hanya bercanda, tetapi melihat raut wajah sepupunya, Keanu yakin jika Azka serius dengan perkataannya.
"Tutup mulutmu dan pergilah! Lebih cepat itu akan lebih baik." Keanu bicara sangat pelan hanya Azka yang bisa mendengarnya.
"Baiklah, santai Kakak. Tapi kau harus ingat kata-kataku tadi. Kali aku serius," ucap Azka membuat Keanu mendengkus kesal.
"Baiklah aku pergi dulu. Oh iya,Bella jika kau butuh bantuanku jangan sungkan-sungkan menghubungiku," pamit Azka.
Hanya tinggal Bella dan Keanu berdua di ruangan itu setelah Azka pergi. Keanu berjalan mendekati Bella dan ingin memeluknya. Namun, Bella berjalan mundur menjauh dari Keanu.
"Jangan menyentuhku setelah kau berani menyentuh wanita lain," tolak Bella.
"Sayang, tolong maafkan aku. Aku sudah mengatakannya jika malam itu aku benar-benar tidak ingat apapun. Aku juga sama terkejutnya denganmu setelah melihat video itu. Percayalah padaku," jelas Keanu.
"Bagaimana aku bisa percaya. Bisa saja kau yang sengaja mengundang mantan kekasihmu itu ke sana!" ucap Bella
Keanu menundukkan kepalanya lalu mendesah. Jujur ia sangat putus asa, ia tidak tahu lagi bagaimana membuat istrinya percaya.
"Baiklah, aku tidak akan memaksamu untuk percaya padaku. Sekarang lebih baik kau istirahat! Aku akan menjagamu di sini," ucap Keanu.
******
Di tempat lain dan di waktu yang sama Amel sedang duduk di tepi tempat tidur dengan balutan pakaian yang minim. Tangannya memegang gelas kristal berkaki dengan air berwarna merah di dalamnya. Sedikit demi sedikit Amel menyesap minuman itu. Amel sangat tenang tidak seperti Rio yang amat gusar.
"Apa kau sudah gila? Kenapa kau mengunggah video itu ke publik? Bagaimana jika kekasihmu itu bangkrut karena masalah ini," ucap Rio. "Kita bahkan belum mendapatkan apapun dari pria itu," imbuhnya.
Amel menoleh sekilas ke arah Reno. Ia menanggapi kemarahan anak tiri yang menjelma menjadi kekasih gelapnya dengan santai.
"Kenapa kau nampak biasa saja? Apa kau tidak berpikir akibatnya nanti?" ucap Rio kesal, tetapi membuat Amel tertawa. "Kenapa kau tertawa?" Rio makin dibuat kesal.
Amel mengubah posisi duduknya. Ia sengaja duduk dengan mengekspos pahanya yang putih untuk membuat kekasihnya diam.
"Aku sudah memikirkan hal ini sebelumnya. Kau tidak ingin tahu kenapa aku baru mengunggah video ini ke publik? Kenapa tidak aku lakukan ini lebih awal?" tanya Amel.
Rio terdiam dengan wajah ingin tahu.
"Baiklah aku akan memberitahumu." Amel menghabiskan sisa minumannya. Setelah menaruh gelas itu Amel berdiri berjalan mendekati Reno.
Amel berdiri satu langkah di depan Reno lalu mengalungkan tangannya ke leher Reno.
"Aku butuh waktu untuk mencari tahu semua tentang Keanu yang belum aku ketahui sebelumnya. Untuk masalah ini mungkin akan berpengaruh sedikit pada perusahaan Keanu. Tapi yakinlah dia tidak akan bangkrut semudah itu. Ada tiga pilar yang begitu kuat di sekelilingnya, Pramuja, Ferdinand, dan Prayoga. Belum lagi tiga pilar lagi dari keluarga si Kenzo itu, Bagaskara, Alandra, dan juga Atmaja," jelas Amel.
"Apa maksudmu?" tanya Rio yang masih tidak mengerti dengan ucapan Amel.
"Ternyata keluarga laki-laki itu sangat kaya raya. Dia memiliki lima keluarga besar di sekelilingnya. Pramuja, Ferdinand, Atmaja, Bagaskara, dan Alandra. Aku hanya tinggal menunggu waktu untuk masuk ke dalam keluarga kaya raya itu," jelas Amel. "Dan aku butuh bantuanmu," imbuh Amel.
"Dengan senang hati aku akan membantumu," ucap Rio. "Jadi apa yang bisa aku bantu sekarang?" Reno menarik pinggang Amel untuk mengikis jarak di antara mereka.
"Nanti aku akan memberitahu dirimu. Sekarang kau hanya harus memuaskan aku," bisik Amel di dekat telinga Reno.
"Dengan senang hati." Jelas Reno tidak akan menolak permintaan Amel karena dirinya adalah ahlinya.