
Sinar matahari menembus masuk memalui kaca jendela dan tepat mengenai wajah Keanu. Silau cahayanya membuat tidur Keanu terusik. Mata yang tadinya terpejam mulai membuka. Keanu menyipitkan matanya menghalangi sinar matahari agar tidak masuk ke matanya.
"Sudah siang rupanya." Tangannya meraba sisinya, tetapi tidak mendapati siapapun.
"Bella." Keanu bangun secara tiba-tiba saat tidak melihat Bella di sampingnya.
Keanu mengedarkan pandangannya mencari Bella, tetapi tidak menemukannya di mana-mana. Ia beranjak dari atas tempat tidur melangkah menuju kamar mandi. Keanu mengira Bella ada di dalam kamar mandi, tetapi saat membukanya tempat itu kosong.
Pikiran Keanu bertambah cemas. Ia takut terjadi sesuatu yang buruk dengan Bella yang tidak ia tahu. Namun, segera Keanu menepis semua pikiran buruk itu.
Dalam kecemasannya Keanu keluar kamar. Ia akan mencari Bella di luar atau bertanya pada penghuni yang lain. Saat akan membuka pintu Keanu terkejut melihat Bella. Hampir saja mereka bertabrakan jika saja tidak sama-sama menghentikan langkahnya.
"Bella, kau dari mana saja?" tanya Keanu.
"Aku habis berjalan-jalan di sekitar rumah," jawab Bella gugup.
"Seharunya kau bangunkan aku. Jangan pergi sendiri. Apa kau tahu? Kau sudah membuatku merasa cemas," omel Keanu.
"Maaf, aku melihatmu tidur dengan sangat nyenyak. Jadi ... aku tidak tega membangunkanmu," jawab Bella. "Maaf sudah membuatmu merasa cemas," ucap Bella.
"Tidak apa-apa. Aku hanya merasa cemas. Tapi melihatmu baik-baik saja aku sudah merasa tenang." Keanu menarik Bella masuk ke pelukannya.
Saat kecemasannya sudah menghilang, Keanu menarik dirinya lalu mengecek suhu tubuh Bella dengan punggung tangannya. Keanu merasa sangat lega mengetahui Bella sudah tidak demam.
"Aku baik-baik saja. Terima kasih sudah menjagaku semalam." Bella menarik tangan Keanu lalu menggenggamnya.
"Hanya untuk kali ini. Jika kau sakit lagi gara-gara telat makan, aku tidak akan memperdulikan dirimu lagi," omel Keanu. “Dan jangan harap aku akan mengizinkanmu pergi dengan Azka lagi," lanjut Keanu.
"Ck, kenapa kau tiba-tiba mengomel. Aku baru sembuh." Bella mengerucutkan bibirnya dan melipat kedua tangannya di depan dada.
"Sudahlah, jangan tunjukkan ekspresi wajahmu yang seperti itu. Sekarang kau makan. Setelah itu minum obatmu." Keanu mengacak-acak rambut Bella.
"Aku tidak mau minum obat. Rasanya sangat pahit," tolak Bella.
"Mana ada obat yang rasanya manis." Keanu tetap membawa Bella ke meja makan tanpa mendengarkan rengekan Bella.
"Aku sudah sembuh. Jadi aku tidak perlu minum obat." Bella masih berusaha menolak untuk minum obat.
"Jangan seperti anak kecil! Untung saja papa sedang tidak ada di rumah. Jika ada di sini pasti aku sudah dikuliti oleh beliau karena membiarkan anak kesayangannya jatuh sakit," ucap Keanu yang membuat Bella tertawa.
Tidak ada perdebatan lagi. Bella mengikuti apa yang Keanu suruh. Keduanya melangkah ke meja makan dengan tangan yang menyatu.
*****
Kondisi Bella sudah membaik setelah beberapa hari. Sakitnya Bella membuat Keanu marah besar kepada Azka. Padahal itu bukan sepenuhnya salah Azka. Sepupunya itu sudah berusaha keras membujuk Bella makan, tetapi Bella terbawa oleh suasana hatinya yang sedang buruk.
Beberapa hari sudah terlewati. Keadaan Bella sudah baik-baik saja dan siap untuk ke pesta perpisahan bersama teman-temannya.
Bella berdiri di depan cermin mematut dirinya melihat apakah penampilannya sudah rapi atau belum. Gaun panjang berwarna merah maroon dengan belahan sampai atas lutut melekat pas di tubuhnya. Tidak lupa Bella melihat riasan di wajahnya. Make-up bold dipilih oleh Bella yang makin memancarkan aura kecantikannya. Bella tidak percaya jika dirinya bisa se-cantik itu.
“Ck, mau sampai kapan kau akan berdiri di depan cermin? Apa kau tidak merasa kasihan pada cermin itu yang terlihat sudah bosan melihatmu,” ejek Keanu membuat Bella mendengkus.
Bella menoleh melihat ke arah Keanu. Ingin sekali ia mengomel, tetapi saat melihat betapa tampannya Keanu dengan jas maroon yang dibelinya membuat hati Bella meleleh. Rasa kesal pada Keanu yang sudah mengejeknya tiba-tiba sirna.
"Kenapa? Kenapa kau melihatku seperti itu?" tanya Keanu. "Aku tahu, aku ini sangat tampan memakai pakaian apapun. Tapi kau tidak harus melihatku sampai seperti itu," ucap Keanu.
"Kau terlalu percaya diri," elak Bella.
"Terus kenapa kau melihatku tanpa berkedip?" tanya Keanu.
“Aku kesal padamu. Aku sudah capek-capek berdandan. Jika kau tidak mau memujiku setidaknya jangan mengejekku.” Bella berucap dengan wajah memberengut.
“Sudah jangan memberengut seperti itu. Ayo kita pergi sekarang atau kita akan terlambat.” Keanu melangkah pergi. Namun, Bella mencegahnya.
“Tunggu!” cegah Bella.
“Apalagi, Bella?” tanya Keanu.
“Bagaimana pendapatmu tentang penampilanku saat ini? Ini sudah sempurna atau belum?” tanya Bella.
Keanu memandang Bella dari atas hingga bawah. Bella memang berbeda malam itu. Sangat anggun dan cantik!
“Hei, kenapa kau diam saja? Jangan-jangan kau terpesona dengan penampilanku saat ini?” goda Bella.
“Jangan percaya diri! Penampilanmu saat ini biasa saja. Tidak ada yang berbeda, sama saja,” kilah Keanu.
Padahal sebenarnya Keanu sangat terpesona dengan Bella, ia sedang mati-matian menahan debaran jantungnya. Karena gengsi membuat Keanu tidak mau mengakuinya.
“Sudah cepat! Kalau tidak aku akan berubah pikiran,” ucap Keanu
“Iya, iya, baiklah.” Bella berjalan dengan menghentak-hentakkan kakinya. Ia berjalan menyusul Keanu dengan terus menggerutu.
“Aku sudah berdandan cantik seperti ini, tapi dia justru tidak peduli padaku,” gerutu Bella.
Bella melangkah perlahan di anak tangga. Kakinya dihiasi high heels yang makin memperindah penampilannya. Meskipun terlihat kesulitan, tetapi Bella bersikeras untuk terlihat berbeda malam itu.
"Kau yakin tidak ingin mengganti sepatumu?" tanya Keanu.
"Tidak. Aku sudah belajar memakai high heels sebelumnya," jawab Bella.
"Baiklah, jika itu maumu. Ayo." Keanu menekuk sikunya agar Bella bisa berpegangan. "Aku tidak akan membiarkanmu terjatuh," ucap Keanu yang membuat Bella tersenyum bahagia.
Dengan senang hati Bella melingkarkan tangannya ke lengan Keanu. Mereka melangkah bersama menuju teras. Sampai di teras ada sesuatu yang membuat kening Bella mengerut bingung. Ada mobil sport berwarna merah terparkir di halaman rumah.
"Kau membeli mobil baru?" tanya Bella.
"Iya," jawab Keanu. "Ini mobil yang kau mau, 'kan?" ucap Keanu.
"Iya. Lalu?" Bella belum mengerti maksud dari ucapan Keanu.
"Kau serius?" Bella tidak bisa mengatakan apapun karena merasa sangat senang.
"Tentu," ucap Keanu.
"Wow," seru Bella.
"Kau tidak ingin melihatnya?" Keanu menunjukan kunci mobil di tangannya.
"Tentu saja aku mau." Bella mengambil kunci mobil dari tangan Keanu.
"Kalau begitu, ayo." Keanu dan Bella melangkah ke dekat mobil.
Bella terlihat sangat antusias dengan mobil barunya. Mobil sport mewah keluaran terbaru.
"Ini mengagumkan," seru Bella. "Boleh aku yang membawa mobil ini?" tanya Bella.
"Tentu, silakan saja," jawab Keanu.
Bella membuka pintu mobil. Dirinya sangat antusias untuk mengendari mobil barunya. Saat akan masuk Keanu mencegahnya.
"Aku sudah memberikanmu sebuah hadiah. Apa kau tidak ingin mengatakan sesuatu?" tanya Keanu.
"Oh ya aku lupa." Bella menepuk keningnya sendiri lalu berjalan ke dekat Keanu. "Thank you." Bella mendaratkan kecupan di pipi Keanu.
"Sama-sama," sahut Keanu.
"Kita berangkat sekarang?" tanya Bella yang langsung dianggukki oleh Keanu.
Bella masuk ke mobil dan duduk di kursi kemudi. Setelah itu mobil pun melaju. Bella sangat senang, tidak ia duga sebelumnya jika Keanu akan memberikannya sebuah hadiah.
"Kau senang?" tanya Keanu.
"Tentu saja?" jawab Bella.
"Aku senang melihatmu senang." Keanu mengusap sisi wajah Bella dengan punggung tangannya.
Suasana berubah canggung setelah itu. Jantung keduanya sama-sama berdetak kencang. Ada kegugupan, kebahagian, dan rasa canggung ketika saling berdekatan. Ingin menjauh, tetapi justru membuat mereka semakin ingin lebih dekat.
"Mas, ada yang ingin aku tanyakan," ucap Bella sambil mengemudikan mobilnya.
"Tentang apa?" tanya Keanu.
"Amel," jawab Bella. "Beberapa hari ini aku perhatikan kau tidak menemui Amel. Aku juga tidak pernah melihatmu bicara dengannya di telepon," ucap Bella.
"Kenapa memangnya? Kau ingin aku menemui dan bicara dengannya setiap saat?" Keanu bertanya balik pada Bella.
"Aku hanya ingin tahu. Kau dan dia baik-baik saja, 'kan? Atau kalian sedang bertengkar?" tanya Bella.
"Aku dan dia baik-baik saja. Aku tidak menemuinya karena kau sedang sakit. Aku tidak mungkin meninggalkanmu dalam keadaan seperti kemarin," jawab Keanu.
"Oh." Bella nampak kecewa dengan jawaban yang diberikan oleh Keanu. Padahal dalam hatinya Bella sangat berharap jika mereka sudah berpisah.
Keanu melihat kekecewaan di wajah Bella dan itu membuatnya merasa senang. Keanu sengaja tidak memberitahukan perpisahannya dengan Amel untuk memberikan kejutan untuknya.
Setelah itu tidak ada lagi pembicaraan. Susana menjadi hening. Kebahagiaan yang tadinya Bella rasakan sirna seketika.
"Baiklah, kita sudah sampai," ucap Bella setelah memarkirkan mobilnya. "Ayo kita turun," ajak Bella.
Bella melepas sabuk pengaman yang melilit di tubuhnya lalu keluar dari mobil. Baru saja Bella akan keluar Keanu menahan tangannya mencegah agar Bella tidak turun.
"Kau ingin bertemu dengan teman-temanmu dengan wajah cemberut seperti itu?" tanya Keanu.
Bella menoleh tidak ingin melihat wajah Keanu. Bella masih merasa kesal dengan perkataannya.
Apa dia tidak sadar sudah membuat aku seperti ini?
"Siapa yang cemberut?" kilah Bella.
Keanu mengarahkan kaca spion ke wajah Bella memperlihatkan wajah Bella yang sedang cemberut.
"Tuh lihat saja di kaca spion! Kau bisa melihat wajah jelekmu," suruh Keanu.
Bella melihat ke kaca spion, ia melihat pantulan wajahnya. Terlihat wajahnya yang memberengut.
"Sudah lihat?" tanya Keanu. "Sangat jelek bukan?" ejek Keanu.
"Tidak, itu biasa saja," elak Bella.
"Tapi tidak bagiku." Keanu menyentuh bibir Bella menariknya ke atas seperti sedang tersenyum. "Ini lebih baik," ucap Keanu.
Masih belum ada senyum yang tercipta di wajah Bella, Keanu tidak menyerah semudah itu. Ia harus membawa senyuman Bella kembali.
Keanu menempelkan dagunya di pundak Bella. Pandangannya melihat ke arah kaca spion membuat pandangannya bertemu dengan Bella di sana, tetapi Bella segera memutuskan pandangan itu.
"Apakah kau tahu, Bella? Kau terlihat jelek ketika sedang cemberut. Aku tidak suka melihat itu. Aku lebih senang melihatmu tersenyum. Kau terlihat sangat cantik jika sedang tersenyum," ucap Keanu.
"Jangan mencoba merayuku," ucap Bella.
"Aku tidak sedang merayu. Itu benar, karena senyummu adalah kebahagian untukku, Bella," ucap Keanu.
Hati Bella meleleh mendengar kata-kata manis yang keluar dari mulut Keanu. Gunung berapi aktif dalam diri Bella berubah menjadi taman bunga yang bermekaran. Bibir yang tadinya memberengut berganti menjadi senyuman yang sangat indah.
"Ini yang aku mau, Bella. Melihat senyummu," ucap Keanu.
Pandangan mereka masih bertemu di kaca spion saling melempar senyuman penuh kebahagiaan. Meskipun tidak terucap secara langsung, tetapi rasa cinta jelas terlihat dari tatapan mata keduanya.