
Waktu menunjukkan pukul 11 siang. Keanu datang ke perusahaan milik mertuanya untuk menjemput Bella. Mereka berencana untuk pergi bersama ke apartemen.
Sampai di sana Keanu melangkah menuju ruangan Bella. Sepanjang perjalanan Keanu melihat banyak pasang mata yang menatap dirinya. Samar-samar Keanu mendengar para karyawan di sana berbisik membicarakan tentang hubungan dirinya dan Bella.
Mendengar pembicaraan buruk mengenai sang istri, Keanu merasa bersalah. Ia tidak tahu bagaimana sang istri bisa sekuat baja saat mendengar orang-orang di kantornya berbicara buruk tentang dirinya.
"Selamat siang, Pak," sapa Lili sekertaris Bella.
"Siang lili," balas Keanu. "Istri saya ada di dalam?"
"Ada, Pak. Tadi sempat …." Lili berhenti bicara saat ia ingat pesan Bella.
"Sempat apa?" Kening Keanu mengerut, ia menunggu ucapan Lili selanjutnya. "Lili kamu dengar saya, 'kan? Istri saya kenapa?"
"Maaf, Pak. Ibu tadi hampir pingsan." Lili menjawab dengan menundukkan kepalanya. Ia tidak berani melihat tatapan Keanu.
Tanpa berpikir panjang Keanu langsung masuk ke ruangan Bella. Ia mendapati Bella sedang duduk bersandar di punggung kursi. Terlihat sekali Bella sangat lelah.
"Bella, kamu baik-baik saja?" Keanu menghampiri Bella. Rasa cemas terlihat di wajahnya saat melihat wajah sang istri pucat.
"Mas, aku tidak apa-apa?" jawab Bella.
"Bagaimana tidak apa-apa. Kata Lili kamu hampir pingsan," ucap Keanu.
"Ck, Lili. Kenapa kamu tidak bisa menyimpan rahasia." Bella melihat ke arah Lili.
"Maaf, Bu." Lili menundukkan wajahnya.
"Lili kamu bisa keluar. Aku akan mengurus istriku," ucap Keanu.
"Baik, Pak," ucap Lili.
Sepeninggal Lili, Bella melihat ke arah sang suami. Dari raut wajahnya seolah sedang meminta penjelasan.
"Mas, sungguh aku tidak apa-apa," ucap Bella.
"Tidak apa-apa bagaimana? Wajahmu pucat. Kita ke dokter sekarang," ajak Keanu.
"Tidak usah, Mas. Aku baik-baik saja. Aku hanya kelelahan saja," tolak Bella.
"Bella …." Keanu duduk bersimpuh di hadapan Bella. Ia mengenggam kedua tangan Bella lalu mengecupnya. "Maaf aku terus saja memberikanmu masalah."
"Kenapa bicara seperti itu? Dengan adanya kamu di sisi aku rasanya semua beban dalam hidup aku berkurang," ucap Bella. "Jangan khawatir, aku baik-baik saja."
"Baiklah, sekarang ayo pulang. Kita harus bersiap-siap untuk liburan." Keanu berdiri seraya mengecup pipi Bella. "Mungkin dengan berlibur kamu bisa merasa lebih baik."
"Ayo, aku tidak sabar melihat pemandangan indah di sana." Bella berdiri dengan semangatnya.
Setelah membereskan barang-barangnya, Bella merangkul lengan Keanu. Wajahnya kembali ceria ketika mendengar tentang Swiss.
Keduanya berjalan bersama melewati para karyawan di sana. Mereka tetap terlihat bahagia meskipun ada saja yang bicara buruk mengenai hubungan mereka.
Langkah keduanya berhenti saat mereka sampai di mobil Keanu.
"Ayo, masuk." Keanu membukakan pintu mobil untuk Bella.
"Ya ampun, Mas. Kamu bawa mobil sendiri?" Bella menarik napas panjang mengetahui sang suami mengemudikan mobil sendiri.
"Aku tidak apa-apa, Sayang," ucap Keanu.
"Di mana anak buah setiamu itu?" tanya Bella.
"Rangga?"
"Iya siapa lagi memangnya."
"Aku menyuruh Rangga untuk menjemput wanita itu," ujat Keanu malas.
"Apa kamu sebenci itu padanya hingga tidak ingin menyebut namanya?" Bella melipat bibir untuk menahan tawanya.
"Kenapa tertawa?" Kening Keanu mengerut melihat Bella tertawa.
"Ini lucu, Sayangku. Dulu kamu begitu mencintai Amel dan membenciku? Lalu kenapa sekarang justru sebaliknya?" ucap Bella.
"Apa kamu ingin aku kembali mencintainya?" tanya Keanu.
"Awas saja jika kamu berani macam-macam." Bella memicik tajam ke arah Keanu.
Keanu menarik pinggang Bella untuk mengikis jarak di antara mereka. Pria itu tidak peduli dengan tatapan orang-orang di sekitarnya. "Saat ada wanita sempurna sepertimu di sisiku bagaimana aku bisa berpaling."
"Tapi ... aku belum menjadi wanita sempurna. Aku belum bisa memberimu keturunan." Wajah Bella kembali murung.
"Sttt, jangan dipikirkan. Saat besok di Swiss kita akan bekerja keras untuk itu," ucap Keanu.
"Berikan kunci mobilnya." Bella meminta kunci mobil dari Keanu.
"Untuk apa?" tanya Keanu.
"Apa kamu pikir aku akan membiarkanmu mengemudi," ucap Bella.
"Ck, baiklah. Ini kuncinya. Aku tidak ingin melihat singa betinaku mengamuk." Keanu memberikan kunci mobil kepada Bella lalu masuk ke mobil dengan cepat.
"Mas … kamu! Awas saja tunggu pembalasanku." Bella menyusul Keanu masuk ke mobil dan duduk di bangku kemudi.
Setelah sabuk pengaman terpasang di badan mereka Bella segera melajukan mobilnya. Ia juga mengatakan kepada Keanu ingin segera bertemu dengan Amel.
Setelah menempuh perjalanan selama satu jam mereka sampai di apartemen. Ternyata Amel belum sampai. Bella merasa itu bagus, ia jadi memiliki waktu untuk mempersiapkan diri.
Tiga jam setelah Bella dan Keanu sampai Rangga pun sampai di tempat itu bersama dengan Amel. Keanu menatap Amel dengan jengah, ia malas sekali harus tinggal satu atap dengan wanita yang sudah mengacaukan hidupnya.
"Rangga, kenapa kamu lama sekali?" tanya Rangga.
"Maaf, Pak. Dia lama sekali bersiap," jawab Rangga sambil melirik ke arah Amel.
"Kenapa, Mas. Apa kamu sudah tidak sabar menunggu kedatanganku?" tanya Amel.
Keanu tersenyum sinis, ia tidak mempedulikan ucapan Amel.
"Sayang, kamu sudah siap belum. Rangga sudah datang." Keanu memanggil Bella.
"Iya sebentar, Mas." Bella menjawab seraya berjalan menuruni anak tangga. "Ayo, Mas aku sudah siap."
"Kalian mau ke mana?" tanya Amel.
"Oh Hai, Mel. Kamu sudah sampai rupanya?" Bella berpura-pura baru melihat keberadaan Amel.
"Kalian rapi sekali? Mau pergi?" tanya Amel.
"Iya kami mau pergi. Aku dan mas Keanu mau pergi ke Swiss," jawab Bella dengan santainya.
"Swiss?" Amel terkejut Bella dan Keanu akan pergi ke tempat yang lumayan jauh.
"Ya, mas Keanu janji padaku. Jika tangannya sudah sembuh akan membawaku ke sana. Kami ingin berbulan madu untuk yang kedua kalinya," jelas Bella.
"Aku baru datang dan kalian langsung pergi?" Amel merasa tidak senang. "Apa kalian akan meninggalkan aku di sini sendiri?"
"Kamu tidak sendiri Amel ada pembantu yang datang setiap harinya dan juga ada Rangga. Jika kamu butuh sesuatu katakan saja pada mereka," ucap Bella. "Kami juga tidak akan lama. Hanya dua minggu di sana."
"Tidak, aku mau ikut," ucap Amel.
"Apa kamu ingin melihat kami bercinta?" ucap Keanu.
Ucapan Keanu membuat Bella dan Rangga melipat bibir untuk menahan tawa.
"Mas, jangan mengatakan hal seperti itu. Kamu membuat aku malu saja." Bella menyembunyikan wajahnya di dada Keanu.
"Ayo cepat kita harus segera pergi. Aku tidak mau sampai tertinggal pesawat," ajak Keanu.
Keanu menggandeng tangan Bella mengajaknya pergi. Ia sudah muak berlama-lama satu ruangan dengan Amel.
"Pokoknya aku harus ikut." Ucapan Amel membuat langkah Keanu dan Bella terhenti.
"Aku dan istriku ingin menghabiskan waktu berdua. Aku tidak ingin ada pengacau di antara kami," ucap Keanu kesal.
"Mas, sabar. Kamu janji padaku untuk bisa mengendalikan dirimu," bisik Bella seraya mengusap dada Keanu berharap sang suami bisa lebih tenang. "Maaf Amel bukan seperti itu. Alasan lain kenapa kami tidak mengajakmu adalah karena kamu sedang hamil muda. Penebangan ini lumayan lama dan itu mungkin tidak baik untuk kehamilanmu."
"Jangan membuang waktu untuk menjelaskan padanya, Bella. Entah dia mengerti atau tidak." Keanu melangkah keluar dari apartemen dengan menggandeng Bella.
Bella dan Keanu sudah dalam perjalanan menuju bandara. Terjadi perdebatan di mobil antara Bella dan Keanu mengenai keberadaan Amel.
"Ayolah Bella, aku akan membelikan satu apartemen untuk dia, di gedung dan di lantai yang sama. Asalkan dia tidak tinggal satu atap dengan kita," bujuk Keanu.
"Enak saja, itu buang-buang uang Sayang. Lagi pula dengan tinggal satu atap aku lebih leluasa mengawasi dia. Dan yang lebih seru lagi, apa kamu tidak melihat ekspresi wajahnya saat marah. Itu lucu sekali," ucap Bella diikuti tawanya.
"Tapi—" Ucapan Keanu dipotong oleh Bella.
"Ayolah Mas. Aku sangat puas jika melihat dia kesal karena hal itu akan menjadi kemenanganku," ucap Bella.
"Ck, terserah kamu saja," ucap Keanu.
"Kamu sangat baik." Bella memeluk Keanu tanpa mempedulikan keberadaan Rangga. "Aku senang bisa mempermainkan wanita itu."
"Aku tidak tahu jika kamu sangat licik." Berdebat dengan Bella memang tidak akan mudah, Keanu akan selalu berada di posisi yang kalah.
Sebenarnya Keanu merasa bingung saat sang istri meminta Amel untuk tinggal bersama mereka. Itu artinya dengan menciptakan neraka untuk dirinya sendiri. Akan tetapi Keanu tidak bisa menolak keinginan sang istri. Apalagi ia juga ingin melihat apa saja yang ingin dilakukan oleh istrinya terhadap Amel. Untuk sementara Keanu membiarkan hal itu terjadi. Anggap saja dirinya memberikan sang istri sebuah mainan baru.