
Suara dering ponsel mengusik tidur Keanu. Mata yang awalnya terpejam mulai membuka. Beberapa kali Keanu mengedipkan matanya agar bisa beradaptasi dengan cahaya yang ada di ruangan itu.
Keanu bangun mengambil posisi duduk sambil memegangi kepala yang terasa berat. Keanu mengerang, saat pening dikepalanya terasa. Saat kesadarannya mulai pulih Keanu merasa bingung, pandangannya melihat sekelilingnya merasa asing dengan tempat itu.
"Di mana aku?" batin Keanu.
Keanu terkejut melihat pakaiannya berserakan. Bukan hanya itu saja, Keanu sangat terkejut melihat keadaan tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang.
"Apa yang terjadi?" Keanu tidak mampu mengingat apapun tentang kejadian semalam.
Keanu mengedarkan pandangannya, tidak ada siapapun di sana. Sampai pada akhinya pintu kamar mandi terbuka dari dalam memunculkan wanita yang sangat dikenalnya.
"Amel," gumam Keanu.
"Morning, Sayang," sapa Amel.
Amel keluar dari kamar mandi menggunakan handuk kimono. Ia berjalan mendekati Keanu sambil mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kecil.
"Apa yang sedang kau lakukan di sini?" tanya Keanu.
"Apa kau tidak ingat, Sayang?" Amel duduk dihadapan Keanu dengan tatapan menggoda.
Amel mengambil ponselnya dan menunjukan kepada Keanu video yang diambilnya semalam.
Keanu jelas sangat terkejut melihat video yang ditunjukan oleh Amel. Di dalam video itu memperlihatkan bagaimana mereka menghabiskan malam dengan penuh napsu.
Menjijikan!
"Apa maksudnya ini?" bentak Keanu.
Keanu langsung merebut ponsel dari tangan Amel membantingnya menjadi tidak berbentuk lagi.
"Berapa kali pun kau menghancurkannya itu tidak masalah untukku. Aku masih memiliki salinannya," ucap Amel.
Amel tertawa melihat kemarahan yang ditunjukkan oleh Keanu. Dengan tawa yang dipenuhi oleh kemenangan Amel berjalan menjauh dari Keanu. Kemudian Amel berbalik mengadap Keanu dengan melipat kedua tangannya di depan dada.
"Semalam rasanya sangat indah. Aku sangat menikmatinya dan aku pun tahu kau juga sangat menikmatinya," ucap Amel.
"Tutup mulutmu!" bentak Keanu.
Keanu mengambil celana pendek yang ada di dekatnya lalu memakainya. Keanu bangun memunguti semua pakaiannya. Setelah semua terpakai Keanu melangkah pergi.
"Kau mau ke mana, Mas?" tanya Amel.
"Bukan urusanmu!" jawab Keanu.
"Kau mau pulang? Jika iya aku akan langsung mengirimkan video itu kepada Bella," ancam Amel. "Dan kau bisa bayangkan bagaimana rekasi istrimu," imbuh Amel.
Keanu berhenti melangkah. Rahangnya mengeras, telapak tangannya mengepal kuat, Keanu mencoba mati-matian untuk menahan amarahnya.
"Kalau kau mau pulang silahkan saja. Pilihan ada di tanganmu," ucap Amel dengan senyuman miring.
Keanu berbalik dan menghampiri Amel. Dilihatnya wanita yang pernah dicintainya dengan tatapan penuh kebencian.
"Jangan berani kau bermain-main denganku!" Keanu mencengkram kedua sisi wajah Amel.
Tidak ada ketakutan dalam diri Amel, melihat kemarahan Keanu justru membuat Amel merasa senang.
"Sekarang katakan apa maumu?" Keanu melepas cengkraman tangannya secara kasar.
"Aku ingin kau kembali bersamaku," jawab Amel.
"Jangan berharap. Aku tidak akan —" Keanu belum selesai bicara dan Amel sudah lebih dulu memotongnya.
"Kau tenang saja aku tidak akan memintamu untuk berpisah dengan istrimu," potong Amel. "Sekarang jika kau ingin pulang, pulanglah. Aku sedang berbaik hati. Tapi jika lain waktu aku membutuhkanmu kau harus langsung datang," imbuh Amel.
Keanu merasa amarahnya akan meledak jika terus berada di tempat itu bersama wanita yang merupakan mantan pacaranya. Setelah keluar dari kamar, Keanu pergi ke tempat mobilnya terparkir.
Hari itu menjadi hari paling berat bagi Keanu. Tidak pernah ia bayangkan jika akan melakukan hubungan terlarang itu dengan Amel. Akan tetapi yang paling membuat Keanu bingung adalah kenapa dirinya tidak mengingat apapun.
"Sial!" Keanu memukul gagang setir untuk melampiaskan amarahnya.
******
Satu minggu kemudian Keanu masih tinggal di apartemen sendiri. Kegelisahannya masih membuatnya belum bisa bertemu dengan Bella. Apalagi Amel selalu memaksanya untuk bertemu secara diam-diam. Bahkan yang paling membuat Keanu geram adalah Amel memaksa untuk kembali tinggal di apartemen. Keanu jelas menolak, tetapi lagi-lagi Amel mengancam dirinya yang membuat Keanu tidak bisa berbuat apapun.
Kembalinya Amel membuat jarak dalam hubungan Bella dan Keanu. Apalagi setelah kejadian malam itu Keanu sama sekali tidak menyentuh Bella. Keanu merasa sudah mengkhianati Bella. Sepertinya Keanu lupa dengan sikap istrinya. Bella sangat peka sehingga satu perubahan pada diri Keanu dirasakan oleh Bella.
Merasa ada yang berbeda pada diri suaminya, Bella memutuskan untuk mencari tahu. Tanpa sepengetahuan Keanu, Bella datang ke apartemen. Bella masuk ke apartemen dan melihat apa yang tidak ingin dilihatnya.
"Mas!" Bella terkejut melihat Keanu dan Amel berpelukan.
Kedatangan Bella membuat Keanu terkejut. Ia langsung mendorong tubuh Amel menjauh darinya.
"Bella," gumam Keanu.
Berbeda dengan reaksi Keanu, Amel sangat senang melihat kedatangan Bella. Amel merasa hari itu adalah hari keberuntungannya.
"Hai, Bell. Apa kabar? Senang bisa bertemu lagi denganmu." Amel menyinggungkan senyumnya. Senyuman penuh kemenangan.
Bella menatap Amel penuh kebencian, dan beralih menatap Keanu dengan perasaan marah. Tanpa menunggu lebih lama lagi Bella meninggalkan tempat itu. Bella pergi tanpa memperdulikan panggilan dari Keanu.
"Bella, tunggu!" panggil Keanu.
"Mas, kamu mau ke mana?" Amel mencegah Keanu pergi.
"Bukan urusanmu!" Keanu tetap pergi menyusul Bella.
Keanu berlari mengejar Bella sambil terus memanggil Bella. Namun, Bella tidak mau mendengarkan. Sampai akhirnya Keanu berhasil menyusul Bella saat akan masuk ke lift.
"Sayang, aku bisa jelaskan semuanya," cegah Keanu.
"Apa yang mau kau jelaskan lagi? Apa yang aku lihat tadi sudah menjelaskan semuanya," tolak Bella.
"Tidak, Sayang. Apa yang kau lihat tidak seperti apa yang kau bayangkan. Aku akan menjelaskan semuanya," bujuk Keanu.
Bella masih sangat marah membuatnya tidak mau mendengarkan penjelasan dari Keanu. Pintu lift terbuka, Bella masuk ke lift diikuti oleh Keanu. Di dalam lift Keanu masih berusaha untuk membujuk Bella, tetapi istrinya menolak.
"Bel ...."
Pintu lift terbuka ketika mereka sampai di basemen. Bella langsung keluar berjalan menuju tempat mobilnya terparkir. Bella mengambil kunci mobil dari dalam tas lalu menekan salah satu tombol untuk membuka kunci mobil.
Bella membuka pintu mobil. Saat akn masuk Keanu mencegahnya.
"Bel, kita harus bicara!" cegah Keanu.
"Apalagi yang harus dibicarakan?" tanya Bella.
"Please, Bella ... tolonglah! Tolong dengarkan penjelasanku!" mohon Keanu.
"Penjelasan apa lagi? Jadi seminggu ini kau memilih tinggal di sini, mengacuhkan aku dengan tidak menyentuhku karena ini! Karena kau memilih kembali dengan wanita itu!" teriak Bella. "Kau jahat, Mas!"
Suara Bella menggema di basemen. Sakit yang dirasakan oleh Bella membuat Bella tidak peduli jika ada yang melihat pertengkaran mereka. Rasa sakit di dalam hati Bella membuat Bella menangis.
"Bella ... tolong jangan menagis." Keanu ingin menghapus air mata di wajah Bella, tetapi ditepis oleh Bella.
"Jangan menyentuhku!" larang Bella.
Seharusnya dari awal Keanu jujur kepada Bella mengenai apa yang terjadi sehingga tidak ada salah paham. Rasa takut kehilangan Bella membuat Keanu takut untuk bucara jujur. Namun, setelah apa yang terjadi, Keanu merasa dirinya harus jujur. Tidak peduli apapun yang akan Bella lakukan terhadapnya nanti.
"Bella ...." Ucapan Keanu terhenti saat ia mendengar suara dering ponsel. Ternyata ponsel Bella yang berdering.
Keanu menunda ucapannya dan membiarkan Bella menerima panggilan dari seseorang. Entah siapa yang menghubungi Bella, Keanu melihat mimik wajah Bella berubah. Kebingungan Keanu makin bertambah saat melihat Bella terkejut.
"Papa ...." Bella kehilangan keseimbangan tubuhnya membuat ponsel yang Bella pegang terjatuh.
"Bella ...." Keanu menahan tubuh Bella. "Kau kenapa? Apa yang terjadi?" tanya Keanu.
"Mas ... papa."