I Love You

I Love You
Chapter 83



Setelah berdebat dengan Amel Bella kembali ke kamar untuk menyiapkan segala keperluan sang suami. Setelah menata pakaian kerja Bella juga membereskan tas kerja milik Keanu. Saat sedang membereskan memasukkan berkas ke dalamnya Bella mendadak merasa mual. Bella duduk dan mencoba menahan rasa mual itu, tetapi tidak bisa. Perutnya mulai bergejolak. Segera Bella berlari ke kamar mandi. Beruntung pintu kamar mandi tidak terkunci.


Masuknya Bella ke kamar mandi secara tiba-tiba membuat Keanu yang sedang mandi merasa terkejut. Apalagi saat melihat Bella membungkuk di hadapan wastafel.


Keanu segera menyudahi mandinya. Ia menarik handuk dan melingkarkan ke pinggangnya. Keanu keluar dari kamar mandi dan segera menghampiri Bella.


"Bella, ada apa?" tanya Keanu.


Bella tidak bisa merespon dengan apapun. Ia terlalu sibuk saat itu. Bella terus saja muntah dan mengeluarkan cairan berwarna kuning yang terasa sangat pahit di tenggorokannya.


Keanu yang melihat itu semakin khawatir. Melihat keadaan Bella ia merapikan rambut Bella menjadikannya satu di dalam genggaman tangannya. Setelah itu Keanu memijit tengkuk Bella berharap bisa membuat sang istri merasa nyaman.


Setelah merasa lebih baik Bella membasuh mulutnya dengan air lalu mengambil tisu di hadapannya untuk mengeringkan mulutnya kemudian membuang tisu bekas itu ke tempat sampah. Bella kemudian berbalik bersandar di meja wastafel ia mencoba menarik napas dalam-dalam lalu membuangnya untuk menetralkan rasa mual yang masih terasa.


"Bella, are you oke?" tanya Keanu disambut anggukkan oleh Bella.


"Ya, aku tidak apa-apa. Jangan khawatir," ucap Bella.


"Bagaimana aku tidak khawatir, kamu tiba-tiba seperti tadi," ucap Keanu.


"Aku juga tidak tahu. Saat aku sedang membereskan tas kerjamu tiba-tiba saja aku merasa mual. Padahal sebelumnya aku merasa baik-baik saja," jelas Bella.


"Ini pasti karena kamu tidak makan apapun semalam," tebak Keanu.


"Kata siapa? Aku makan kamu semalam," gurau Bella bermaksud untuk mencairkan suasana.


"Bella, jangan bercanda," decak Keanu. "Ayo ke dokter," ajak Keanu.


"Tidak mau. Mereka pasti akan memberiku obat yang sangat pahit itu," tolak Bella.


"Mana ada obat yang rasanya manis," ucap Keanu membuat Bella terkekeh.


"Jangan khawatir. Aku benar-benar tidak apa-apa." Bella mengusap sisi wajah Keanu dan tersenyum agar suaminya tidak merasa cemas.


"Tidak kamu harus di periksa jika kamu tidak mau ke rumah sakit aku akan memanggil dokter ke sini. Aku akan merasa lega saat Dokter nanti mengatakan jika kamu baik-baik saja," bujuk Keanu.


"Tidak mau," tolak Bella.


"Bella …." Keanu diam saat Bella menutup mulutnya.


"Obatku itu hanya kamu." Bella memeluk Keanu menempelkan sisi wajah di pundak pria itu membuat rasa dingin terasa di pipinya. Bella juga mencium aroma tubuh sang saumi dan tiba-tiba rasa jualnya menghilang.


"Benarkan apa kataku tadi? Hanya mencium tubuhmu saja aku sudah merasa lebih baik. Aku tidak perlu dokter lagi," ucap Bella.


"Kamu ini ada-ada saja." Keanu membalas pelukan Bella lalu mencium ujung kepala Bella. "Kamu yakin baik-baik saja?"


"Iya, Sayangku. Aku bahkan sudah bisa bekerja," ucap Bella.


"Tidak boleh. Hari ini kamu harus tetap di rumah dan beristirahat," larang Keanu.


"Baiklah, aku tidak akan berdebat denganmu sekarang," ujar Bella. "Ayo kita keluar hari sudah semakin siang. Aku sudah siapakan pakaian untukmu dan juga sarapan untukmu," ucap Bella disambut anggukkan oleh Keanu.


Bella dan Keanu keluar dari kamar mandi. Ia juga membantu Keanu bersiap, dari memakai kemeja, dasi, jam tangan, bahkan sampai memakai jas. Bella merasa memiliki bayi besar.


Setelah siap Bella dan Keanu keluar kamar, tetapi sebelum itu Keanu meminta Bella untuk berganti pakaian. Ia tidak ingin ada pria lain yang melihat paha putih dan mulus milik Bella.


Setelah Bella berganti pakaian barulah mereka keluar keduanya berjalan bersama menuruni anak tangga. Bella merangkul lengan Keanu dan membawa tas kerja sang suami. Mereka berjalan menuju ruang makan yang ternyata sudah ada Amel di sana.


"Tumben sekali kamu bersikap baik," sindir Bella.


"Anggap saja ini ucapan terima kasih karena sudah kamu sudah mengizinkan aku untuk tinggal di sini," ucap Amel.


"Kami tidak pernah mengizinkanmu untuk tinggal di sini. Kamu sendiri yang memaksanya," ucap Keanu. "Lalu kenapa kamu juga berpikir aku dan Bella akan memakan makanan itu," ujar Keanu ketus.


"Mas, jangan seperti itu. Kita tidak boleh menbuang-buang makanan." Bella merasa senang saat Keanu bicara ketus kepada Amel.


"Tapi —" Ucapan Keanu dipotong oleh Bella.


"Bisakah kamu mencicipi ini dulu," suruh Bella.


"Kenapa? Apa kamu pikir aku menaruh racun di makanan itu?" ucap Amel.


"Mungkin saja. Setelah apa yang kamu lakukan sebelumnya kepada mas Keanu, bagaimana bisa kamu berpikir aku akan langsung mempercayai dirimu," ucap Bella.


Amel mendengkus karena kesal dengan ucapan Bella. Meskipun begitu Amel pun mencicipi nasi goreng yang ia buat sendiri agar Bella dan Keanu percaya dirinya tidak memasukan sesuatu yang berbahaya di makanan itu.


"Lihat! Tidak terjadi apapun padaku," ucap Amel.


"Baiklah, aku percaya. Tapi sayangnya mas Keanu tidak bisa memakan makanan ini," ucap Bella.


"Apa kamu sedang mempermainkan aku?" Amel merasa kesal.


"Aku tifak sedang mempermainkanmu. Apa kamu tidak tahu jika mas Keanu alergi sama udang?" tanya Bella.


Mata Amel membulat seraya melihat beberapa udang ada di dalam nasi goreng itu.


"Sial bagaiamana aku bisa lupa." Amel bicara di dalam hatinya.


"Tapi kamu tidak usah khawatir. Aku akan memakan ini nanti. Aku tidak bisa melihat makanan terbuang sia-sia," ucap Bella.


"Bibi mana sandwich daging yang tadi saya buat," pinta Bella.


"Iya, Bu. Ini sudah saya siapkan." Bibi datang dari arah dapur dengan membawa sandwich daging yang ia sudah buat sebelumnya.


"Ayo, Mas kamu duduk dan sarapan dulu. Aku akan buatkan kopi untukmu dulu," ucap Bella.


"Iya, Sayang." Keanu menganggukan kepalanya kemudian menarik kursi di dekatnya


Keanu menikmati sandwich buatan sang istri sambil membaca surat kabar. Ia melirik sekilas ke arah Amel yang masih berdiri di tempat yang sama.


"Bisakah kamu pergi dari sini! Aku tidak napsu makan jika kamu ada di sini," suruh Keanu.


"Mas …." Amel tidak bisa bicara apapun. Semua kata-katanya seolah tertahan di tenggorokannya.


Melihat sikap tidak peduli Keanu, Amel pun pergi dengan air mata yang sudah jatuh di pipinya. Amel masuk ke kamar dan menutup pintu keras-keras. Ia menitihkan air mata bukan karena sedih. Amel marah karena tidak bisa menaklukan hati Keanu.


"Lihat saja. Sampai kapan kamu akan bisa menolakku, Keanu!"


Sementara itu di meja makan Bella tidak menduga sang suami bicara kasar kepada Amel. Akan tetapi ia juga merasa senang. Dengan sikap Keanu kepada Amel membuat Bella tidak lagi merasa cemas akan keberadaan Amel di antara dirinya dan Keanu.


"Ini kopinya." Bella meletakan secangkir kopi di hadapan mas Keanu kemudian duduk di sampinnya. "Kamu jahat sekali, Mas," imbuh Bella diikuti tawanya.