I Love You

I Love You
Part 7



Pagi ini jantungku berdetak aneh melihatnya terseyum bersama teman devisi nya membuat hatiku menghangat tapi saat melihatnya menyapa kepala divisi nya membuat ku geram mungkinkah aku mulai mencintainya? Gumam Defan dalam hati


" pagi pak? " sapa Riani.


" pagi " jawab Defan singkat. Dan masuk ke dalam ruangannya.


Aneh kenapa pak Defan terlihat emosi yah sudahlah kenapa juga saya harus tahu. Gumam Riani.


" Fandi? " sapa Riani sambil mencubit pipinya.


" Tante, aku kangen tante . " Jawab Fandi sambil memeluk kaki Riani


" Tante juga kangen fandi. Fandi ko ngak sekolah? " Tanya Riani


" Tadi ada rapat jadi pulang cepet jadi fandi mau ajak ayah jalan jalan sama tante. " Jawab Fandi sambil menatap Riani dengan binar kebahagiaan.


" Ya udah sana, tapi tante gak bisa ikut. Maaf ya sayang. Tante butuh duit buat bisa makan jadi fandi sama ayah aja yah. Tante harus kerja. " kata Riani memberikan pengertian sambil mengelus lembut rambut Fandi.


" Yah Fandi mau nya tante ikut biar bisa foto keluarga kaya temen Fandi. " katanya sambil memasang wajah sendu. Tante Fandi punya celengan nanti Fandi kasih ke tante deh. " Tatapan matanya mengarah pada Riani dengan Pandangan berharap.


" Sa " Belum sempat Riani menjawab Rika datang.


" Den fandi udah di tunggu bapak di ruanganya ayo Den" kata Rika sekertaris Defan. Sedangkan fandi hanya bisa menatap Riana kecewa.


Riana PROV


Di sini ruang perjuanganku untuk masuk berkerja di devisi ini sanggat berat. Perusaahaan besar merupakan perusahaan yang sudah mencapai taraf internasional. Devisi ku berisi 10 orang yang berbeda kubikel walaupun dalam satu ruangan, di sini kita bisa melihat persaingan ketat untuk mengijak perusahaan pusat. Lamunan ku tanpa ku sadari berganti pada sosok Defan tinggi sawo matang tak lupa badanya yang sixpek berutung sekali nanti isterinya belum lagi seyum tadi pagi di pertonton kan meski sesat ia sangat gagah. Suami idaman, tiba tiba membuatku seperti orang gila karna seyum seyum sendiri tiba tiba aku khawatir bila nanti Fandi memiliki ibu tiri yang kejam ah semoga saja tidak. Amin.


Hp ku bergetar meyentuh tangan ku membuatku sadar tengah melamun.


" Baik pak saya ke sana " jawab Riani saat menerima telepon.


'' masuk " Suruh seseorang dalam ruangan itu


" Ada yang Bapak perlukan?. " tanya Riani sopan


" Saya sudah meminta kepala devisi mu untuk meliburkan mu hari ini dan saya harap kamu bisa ikut saya menemani fandi apa kamu bisa ? dan saya menolak kata tapi " Jawaban Defan menatap tajam Riani.


" baik pak " jawab Riani pasrah.


" Hore " Teriak Fandi dari arah pintu sambil membawa sebatang es krim coklat. "


" Rika batalkan janji saya hari ini " Perintah Defan.


" Baik pak " ucap rika terseyum lalu pergi.


Taman mini indah


Di sini di taman ini lagi Fandi mengotot akan melaksanakan foto dengan banyak burung mengelilingi mereka . Fandi berpose berdiri di tengah Riana dan Defan yang berjongkok mengecup pipinya tak lupa burung yang bertengger pada kedua pundak Riana dan Defan sedangkan fandi tampak memegang anak burung terseyum pada kamera. Mereka tampak bahagia bagai keluarga sungguhan dan itu menarik para pengunjung.


Setelah itu mereka juga berpoto di banyak tempat hingga kini mereka telah sampai ancol mereka menaiki banyak wahana wahana .


Kini tampak mereka duduk menunggu Defan yang tengah membeli es krim mereka. Peluh keringat di dahi Defan membuat reflek mengusapnya. Ah kenapa jantung ini batin riani.


Deg.. Deg.. Deg


Muncul lagi kurasa aku memang mencintainya karna getaran ini sama atau lebih saat bertemu Risa. batin Defan


Hai gaes temen - temen jangan lupa untuk like and coment yah. see next chapter.