
Bella masih merasa penasaran kemana Keanu akan membawanya. Dari jalan yang mereka lewati jelas mereka tidak akan pulang ke rumah ataupun ke apartemen. Setelah memerhatikan jalan Bella tahu mereka ada di bagian utara kota Jakarta.
"Mas, kenapa kita ke sini?" tanya Bella.
Bella merasa bingung saat Keanu memberhentikan laju mobilnya di pelabuhan. Ada beberapa kapal pesiar yang berlabuh di sana.
"Ayo, turun," ajak Keanu.
"Tunggu! Kau belum menjawanku. Kenapa kita ke sini?" Bella mengulangi pertanyaannya.
"Aku sudah mengatakan kita akan ke pesta," jawab Keanu.
"Tapi —" Ucapan Bella terhenti saat Keanu meletakan jari telunjuknya di depan bibirnya.
"Stttt, jangan banyak bertanya, oke!potong Keanu. "Jika kau ingin tahu, kita turun sekarang," ajak Keanu.
Bella menganggukkan kepalanya seperti anak kecil yang penurut.
Keanu keluar lebih dulu, ia berputar ke sisi lain membantu Bella keluar.
"Ayo turun." Keanu mengulurkan tangannya.
Bella menganggukkan kepalanya lalu menyabut uluran tangan Keanu. Setelah keluar Keanu mengajak Bella berjalan ke dekat salah satu kapal pesiar ternyata ada Rangga di tempat itu.
"Sudah siap semua?" Keanu bertanya kepada Rangga.
"Sudah, Pak," jawab Rangga.
"Kalau begitu kau pulanglah! Bawa mobil ini juga." Keanu memberikan kunci mobil yang dibawanya kepada Rangga.
"Baik, Pak. Kalau begitu saya permisi dulu. Mari, Bu." Setelah itu Rangga pergi dari tempat itu.
"Ayo," ajak Keanu.
Meskipun merasa bingung dan masih penasaran Bella tetap diam mengikuti Keanu. Mereka naik ke kapal pesiar dan berlayar mengarungi lautan. Bella yang sudah tidak bisa menahan rasa penasaran kembali mempertanyakan tujuan mereka.
"Mas, kita sebenarnya mau ke mana? Pestanya memangnya diadakan di mana sehingga kita harus naik kapal pesiar seperti ini?" tanya Bella.
"Kau akan mengetahuinya nanti setelah kita sampai," jawab Keanu.
Lagi-lagi Keanu memberikan jawaban yang tidak pasti membuat Bella mengerucutkan bibirnya. Bella kesal tidak puas dengan jawaban yang diberikan oleh Keanu.
"Kau ini menyebalkan!" gerutu Bella.
Bella melangkah meninggalkan Keanu. Ia naik ke atas kapal melihat air laut yang sudah berubah menjadi warna gelap. Angin malam bertiup dengan kencang membuat Bella merasa kedinginan. Ingin masuk ke bagian dalam kapal, tetapi Bella urungkan karena masih merasa kesal.
Keanu mengela napas melihat betapa keras kepalanya sangat istri. Jas yang dipakainya Keanu lepas, lalu berjalan menghampiri Bella. Ia tahu Bella kedinginan maka dari itu Keanu memakaikan jas ke tubuh Bella.
"Masuklah! Di sini sangat dingin," suruh Keanu.
"Tidak mau. Pemandangan di sini lebih indah," tolak Bella.
"Kau bisa sakit jika terlalu lama di sini," ucap Keanu.
"Jangan pedulikan aku," suruh Bella.
"Dasar keras kepala!" ucap Keanu.
"Aku memang seperti ini," ucap Bella.
"Bella, jangan seperti ini. Aku tidak ingin kau sakit please... masuklah!" punya Keanu.
Bella terdiam yang artinya dia menolak dan Keanu tahu itu. Tidak ingin Bella sakit, Keanu memeluk Bella dari belakang. Apa yang dilakukan oleh Keanu membuat Bella terkejut, jantungnya kembali berdegup kencang lebih cepat dari biasanya.
"Kenapa kau sangat keras kepala," keluh Keanu.
"Kau sendiri membuat aku kesal dengan tidak mau memberitahukan ke mana kita akan pergi," balas Bella.
"Kalau aku memberitahukan ini padamu, tidak akan menjadi kejutan lagi," jelas Keanu.
Kejutan?
Bella makin tidak mengerti dan dibuat makin merasa penasaran. Bella berbalik berdiri mengadap Keanu. Ia kembali bertanya tujuan mereka, tetapi lagi-lagi Keanu menolak untuk memberitahukan tujuan mereka.
"Daripada kau terus marah-marah, katakan padaku! Apa yang kau katakan tadi di pesta itu benar?" tanya Keanu seraya menggengam tangan Bella.
Seketika Bella mematung.Ia ragu, tetapi lebih berat ke rasa malu untuk menjawabnya. Awalnya Bella tidak ingin menjawab, tetapi Keanu terus saja mendesesaknya.
"Katakan, Bella!" mohon Keanu.
"Apa yang aku katakan itu memang benar. Aku mencintaimu," ucap Bella dengan wajah yang tertunduk.
Keanu diam-diam menyunggingkan senyumnya.
"Sejak kapan?" tanya Keanu.
Bella menggelengkan kepalanya setelah itu mendongakkan wajahnya melihat wajah Keanu secara langsung.
"Aku tidak tahu sejak kapan. Aku baru menyadarinya saat aku merasakan sakit setiap kali kau bersama wanita lain," aku Bella.
"Kenapa tidak mengatakannya?" Keanu menyatukan keningnya dengan kening Bella.
"Aku tidak ingin kau merasa terbebani dengan perasaannku. Tapi sekarang aku tidak peduli, aku hanya ingin kau tahu perasaanku padamu," ucap Bella.
Susana setelah itu menjadi hening. Keduanya berdiri berhadapan menikmati angin yang menerpa tubuh mereka.
"Aku tidak akan memintamu atau memaksamu untuk membalasnya. Karena aku tahu kau mencintai wanita lain," lanjut Bella.
Keanu tidak merespon apapun kecuali menunjukkan senyuman di bibirnya. Ingin rasanya Keanu berteriak dan mengatakan jika dirinya juga memiliki perasaan yang sama, tetapi Keanu menahannya sampai waktunya tiba.
Obrolan mereka harus terhenti saat kapal yang mereka naiki menepi. Setelah kapal berhenti Keanu menggandeng tangan Bella mengajaknya untuk turun.
"Mas, kita di mana? Kenapa gelap?" tanya Bella.
Bella merasa merinding melihat kegelapan di sekelilingnya seperti tidak ada kehidupan di tempat itu.
"Ada kejutan untukmu di sana." Keanu menunjuk tempat yang ada di depan mereka.
"Ayo turun dan kau pasti akan bisa melihatnya," ajak Keanu.
"Sebenarnya apa yang kau rencanakan, Mas? Jangan membuatku takut," ucap Bella.
"Kau akan tahu nanti. Aku tidak akan memberitahukannya sekarang. Jika aku memberitahukanmu sekarang itu tidak akan menjadi kejutan lagi," jelas Keanu.
"Oke, baiklah. Percuma aku bertanya, kau juga tidak ada niatan untuk memberitahu." Bella turun dari kapal dibantu oleh Keanu.
Tidak tahu kenapa, tiba-tiba high heel yang dipakai Bella patah membuat Bella hampir terjatuh. Beruntung Keanu dengan sigap menahan tubuh Bella.
"Apa sekarang jatuh sudah menjadi hobimu?" ejek Keanu.
"Ini karena sepatu ini." Bella melepas semua sepatu yang dipakainya dan membuangnya begitu saja.
Keanu melipat bibirnya menahan tawa melihat tingkah Bella. "Sudah marahnya? Kita bisa jalan sekarang?"
Setelah Bella menganggukkan kepalanya Keanu melangkah masih dengan menggandeng tangan Bella. Masih merasa penasaran, tetapi Bella menyimpannya di dalam hati.
Bella tidak tahu ke mana dan di mana mereka. Sepanjang jauh ia memandang hanya ada kegelapan dan suara dari deburan ombak. Setelah berjalan sebentar mereka kembali berhenti.
"Kenapa kita berhenti?" tanya Bella.
"Siap untuk melihat kejutannya?" tanya Keanu disambut anggukkan kepala Bella. "Kalau begitu, ayo." Keanu mengajak Bella untuk kembali berjalan, tetapi Bella langsung mencegahnya.
"Tunggu, Mas! Kita mau ke mana lagi. Di sini sangat gelap. Aku bahkan tidak bisa melihat ada jalan di depan," tanya Bella.
"Mulai dari titik ini, setiap kau melangkah kau akan bisa melihat jalannya," jawab Keanu.
"Apa maksud dari ucapanmu, Mas. Sungguh tidak ada satupun ucapanmu yang bisa aku mengerti," ucap Bella.
"Melangkahlah dan kau akan tahu jawabannya," suruh Keanu.
"Ck, baiklah. Aku akan menuruti apa yang kau mau untuk bisa selamat dari tempat yang menyeramkan ini," ucap Bella diikuti tawanya dan juga Keanu.
Keanu melepas genggaman tangannya mempersilakan Bella untuk melangkah lebih dulu.
Bella tidak melihat ada jalan di depannya karena tempat itu terlalu gelap. Namun, ia mencoba mempercayai Keanu. Bella melangkah maju, baru saat langkah Bella kembali berhenti. Ia dibuat terkejut dengan apa yang dilihatnya. Bella menoleh ke belakang melihat ke arah Keanu, dari tatapannya ia ingin meminta penjelasan, tetapi Keanu justru menyuruhnya untuk terus melangkah.
Dengan rasa penasaran yang tinggi, Bella kembali melangkah. Dalam setiap langkah yang Bella ambil lampu di samping kanan kirinya menyala menerangi jalan yang ia lalui. Ternyata ia sedang berjalan di atas jembatan kayu. Bukan hanya itu saja, jembatan itu ditaburi oleh berbagai macam kelopak bunga. Kaki Bella bisa merasakan halusnya kelopak bunga itu dan wanginya tercium oleh indera penciumannya.
Sambil melangkah Bella melihat sekelilingnya. Ia masih merasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Sampai pada akhinya ia berada di ujung jembatan langkahnya pun terhenti. Senyuman Bella mengembangkan, ia terpana dan merasa bahagia dengan apa yang dilihatnya. Semua lampu menyala dengan begitu indah, jelas itu sengaja ditata. Akan tetapi ada satu hal yang membuat Bella merasa bingung, ada lampu yang ditata menjadi sebuah tulisan 'Will you marry me'
"Mas, apa ini?" Bella menoleh ke arah Keanu meminta penjelasan dari semuanya.
Keanu melangkah ke dekat Bella memeluknya dari belakang. "Kau suka dengan kejutannya, Bella?" tanya Keanu.
"Aku sangat menyukainya. Tapi ... Mas, aku benar-benar belum paham dengan semua ini?" Bella berbalik mengadap ke arah Keanu.
"Bella, kau masih ingat apa yang aku katakan sebelum aku pergi ke luar kota, 'kan?" tanya Keanu seraya menggenggam tangan Bella.
"Mengenai apa? Aku hanya ingat dengan semua ejekkanmu padaku," jawab Bella diikuti tawanya.
"Ck, Bella. Aku sedang tidak bercanda Bella," ucap Keanu.
"Iya, maaf. Tapi aku benar-benar tidak ingat," ucap Bella.
"Kau ingat aku mengatakan akan memperbaiki semuanya, 'kan? Jadi ... aku melakukan ini untukmu," jelas Keanu. "Aku ingin memperbaiki hubungan kita muali dari sini," lanjut Keanu.
Hati Bella tersentuh mendengar penuturan Keanu. Ia ingin berteriak kegirangan, tetapi masih ada yang mengganjal di dalam hatinya.
"Mas ... kau?" Bella terdiam dengan wajah yang tertunduk.
"Kenapa, Bella? Kau tidak terlihat bahagia?" tanya Keanu.
"Bagaimana dengan Amel?" tanya Bella.
Keanu menyunggingkan senyumnya sambil berkata, "Aku mengakhiri hubungan kami setelah aku kembali dari luar kota."
"Jadi kau membohongiku tadi." Bella merasa kesal, tetapi tidak dipungkiri ia merasa sangat bahagia.
Keanu menekuk satu lututnya sambil memegang tangan Bella. "Will marry me, Bella?"
Bella menitihkan air matanya, bukan karena merasa sedih tetapi merasa sangat bahagia.
"Jangan terlalu lama menjawabnya! Kakiku muali pegal," ucap Keanu yang membuat Bella tertawa.
"Kita sudah menikah, apa kau perlu melamarku lagi?" ledek Bella.
"Anggap saja ini formalitas," ucap Keanu. "Ayo cepatlah, Bella. Katakan sesuatu! Ya atau tidak?" tanya Keanu lagi.
"Ya, aku mau." Bella menganggukkan kepalanya.
"Huff, akhirnya." Keanu mengembuskan napas lega.
Keanu berdiri memberikan kecupan di kening Bella. "Ada sesuatu yang ingin aku katakan yang entah mengapa sulit untuk aku ungkapkan," ucap Keanu.
"Tentang apa?" tanya Bella.
"Perasaanku padamu," jawab Keanu. "Sebenarnya aku mencintaimu, tapi aku malu untuk mengatakannya," aku Keanu.
Mendengar pengakuan Keanu membuat keduanya tertawa. Mereka menertawakan diri mereka sendiri. Bagaimana bisa mereka saling menyembunyikan perasaan cinta karena gengsi.
"I love you, Mas." Bella memeluk Keanu dan menagis haru.
"I love you too, Bella," balas Keanu.
Keanu mengangkat tubuh Bella, memutarnya, membuat Bella berteriak ketakutan. Reflek Bella langsung memeluk leher Keanu dengan erat.
"Mas, turunkan aku. Bagaimana jika aku jatuh," pekik Bella.
"Aku tidak akan membiarkanmu terjatuh," ucap Keanu.
Keanu menolak untuk menurunkan Bella. Pria itu terus memutar tubuh Bella untuk mengungkapkan kebahagiaannya.