I Love You

I Love You
Chapter 74



Ketegangan masih terjadi bahkan setelah Amel pergi. Semua orang merasa bingung dan memikirkan tindakan selanjutnya.


Semua orang yang ada di tempat itu terdiam bak patung bernyawa. Mereka terdiam seraya memikirkan banyak hal. Orang yang paling terluka dalam masalah itu adalah Bella, tetapi perempuan itu justru yang nampak kuat dan tenang.


"Mas, terima saja wanita itu," ucap Bella.


Ucapan Bella berhasil membuat semua orang di ruangan itu terkejut.


"Apa kamu sudah gila, Bella?" Keanu tidak habis pikir dengan jalan pikiran Bella.


"Enak saja. Kamu tega sekali mengatakan aku ini gila." Bella memukul lengan Keanu dan sedikit mencairkan ketegangan di ruangan itu.


"Bella, bagaimana aku bisa menerimanya. Melihat wajahnya saja aku sudah muak," ucap Keanu.


"Iya, Bella. Bagaimana bisa kami menerima dia," ucap Felicia.


"Mas, Mami, aku tahu ini akan sulit. Tapi percuma kita menolaknya berulang-ulang. Dia pasti akan melakukan hal yang lebih gila lagi. Jadi ... biarkan dia masuk ke dalam keluarga kita. Dengan begitu kita bisa mengawasinya dengan mudah," ucap Bella dengan senyuman liciknya.


"Jangan tunjukkan senyum licikmu itu. Sangat mengerikan," ledek Keanu.


"Kenapa kamu terus saja meledekku." Bella memukul Keanu menggunakan bantal membuat Keanu terkikik geli.


"Mam, ternyata Mami tidak salah memilih menantu. Dia sama liciknya dengan Mami. Itu benar, 'kan, Papi?" ledek Keanu.


"Ya itu benar, Keanu. Kamu sudah tahu betapa liciknya, mami kamu," imbuh Kenzo.


"Sayang ... malam ini kamu tidur di luar." Felicia memicik tajam ke arah Kenzo.


"Ck, Keanu, Bella. Ini karena kalian." Kenzo memasang wajah pasrah saat mendapatkan hukuman dari sang istri dan itu berhasil membuat tawa semua orang.


Gurauan yang mereka ciptakan sendiri sedikit mengurangi ketegangan yang ada di dalam diri mereka.


"Baiklah, ini sudah siang. Mami sama Papi pulang dulu. Jaga diri kalian baik-baik," ucap Felicia. "Dan ... Bella, Keanu, Mami minta agar kalian tetap bersama, meskipun perempuan pengacau itu datang di antara kalian."


"Baik, Mam," ucap Keanu dan Bella bersamaan.


"Azka, kamu mau ikut kami pulang?" tanya Kenzo.


"Tidak, Om. Nanti saja. Azka masih kangen sama menantu Om." Azka melihat ke arah Keanu, ia menaikturunkan kedua alisnya untuk menggodanya.


"Dasar anak nakal," ucap Felicia diikuti tawanya.


Setelah Felicia dan Kenzo pergi hanya tinggal Keanu, Bella, dan Azka. Suasana kembali sunyi, tidak ada yang bersuara. Ketiganya diam dengan pikiran yang berkecamuk di kepala mereka.


Keanu duduk di tempat tidur dengan pandangan kosong. Keanu masih memikirkan tentang Amel. Rasanya ia tidak percaya benihnya tumbuh di rahim mantan kekasihnya itu. Keanu merasa heran, padahal dirinya dan Amel hanya berhubungan satu kali saja, dan benihnya langsung tumbuh, sedangkan dirinya dan Bella sudah bekerja keras tetapi benihnya belum tumbuh di rahim sang istri.


Memikirkan semua itu membuat Keanu merasa hampir gila. Ia bingung dengan tindakan apa yang harus ia ambil.


Kegelisahan Keanu ternyata terlihat oleh Azka. Pria itu beranjak dari tempat duduknya untuk menghampiri Keanu.


"Kamu mau ini?" Azka menyodorkan batang ber-nikotin kepada Keanu dan dengan santainya Keanu mengambilnya tanpa melihat ekspresi wajah Bella.


"Apa-apan ini?" Bella merebut rokok yang hampir masuk ke mulut Keanu. "Mas, apa kamu tidak tahu ini area no smooking?"


Pada saat itu Keanu baru sadar jika dirinya sedang berada di ruangan ber-AC.


"Maaf, aku lupa," jawab Keanu.


"Dasar pelupa," ejek Azka.


"Kamu juga, Azka! Kenapa kamu menawarkan barang ini kepada mas Keanu." Bella menepuk tangan Azka lalu merebut bungkusan berisi rokok. Tanpa rasa berdosa Bella membuangnya ke tempat sampah.


"Aku hanya mencoba bersikap baik. Suamimu itu biasa merokok jika sedang menghadapi masalah besar," ujar Azka.


"Awas saja jika kamu berani memberikannya lagi di depanku," ancam Bella.


"Itu berati jika aku bisa memberikannya dibelakangmu," goda Azka.


"Sukurin, singa betina kamu lawan," ucap Keanu diikuti tawanya.


"Mas!" Bella bertolak pinggang seraya menatap tajam Keanu.


"Baiklah, aku diam." Keanu menggerakan tangannya di depan bibir seolah sedang mengunci mulutnya.


Ternyata Keanu dan Azka sengaja membuat Bella kesal agar pikiran perempuan itu teralihkan.


Bella sendiri merasa senang karena Keanu dan Azka kembali akur. Ia tidak ingin jika kedua saudara itu bertengkar seperti sebelumnya. Bella akan merasa sangat sedih jika dirinya menjadi penyebab perpecahan Keanu dan Azka.


"Baiklah, aku tinggalkan kalian berdua. Aku akan membeli makan siang untuk kalian," ucap Bella.


"Tunggu, Bella!" cegah Keanu. "Kita bisa memesannya. Kenapa harus repot-repot."


"Itu benar, Bella," imbuh Azka.


"Kalian bisa mengobrol berdua," ucap Bella.


"Apakah kamu ingin meninggalkan aku berdua hanya dengan suamimu? Jangan konyol dia akan memakanku hidup-hidup." Azka melihat ke arah Keanu sambil bergidik ngeri.


"Jika dia macam-macam, pukul saja tangannya," ucap Bella.


"Enak saja." Keanu mendengkus kesal.


"Tidak, aku tidak berminat mengobrol dengan pria bodoh ini. Aku harus pergi ke kantor." Azka melihat waktu pada jam yang melingkar di tangannya, wantu sudah menunjukan pukul 1 siang.


"Aku ke sini karena ada kamu. Jika kamu pergi untuk apa aku di sini," ucap Azka


"Tutup mulutmu!" ucap Keanu. "Dia itu istriku. Jangan macam-macam!"


"Memang kenapa? Aku bisa memeluknya tanpa izin darimu." Azka beranjak dari tempat yang ia dudukki untuk memeluk Bella.


Keanu mendelikkan matanya melihat Azka memeluk Bella tanpa rasa bersalah sedikitpun.


"Azka! Awas kamu!" Keanu beranjak dari tempat tidur dan berlari menghampiri Azka.


"Wah, bahaya nih." Merasa dalam bahaya Azka berlari keluar kamar.


"Azka, jangan kabur! Berani macam-macam denganku." Keanu berlari mengejar Azka.


Bella terkejut sambil menahan tawanya melihat Keanu mengejar Azka. Kedua pria dewasa itu seperti anak kecil yang sedang saling mengejar.


"Astaga. Kedua pria itu akan membuat keributan di rumah sakit." Bella menepuk keningnya lalu berlari keluar kamar.


Sementara itu Keanu masih mengejar Azka. Melihat ada begitu banyak perawat dan dokter Keanu sadar sedang di rumah sakit. Belum lagi rasa nyeri di tangannya membuat Keanu berhenti mengejar Azka.


"Kejar sini!" Azka menjulurkan lidahnya mengejek Keanu.


"****," umpat Keanu.


"Mas, sudah hentikan apa kalian tidak malu berlarian seperti anak kecil, di rumah sakit pula."


Keanu dan Azka menoleh ke asal suara. Keduanya melihat Bella dengan tarikan napasnya yang tersengal-sengal.


"Bella, kamu baik-baik saja?" tanya Keanu.


"Apa kamu melihat aku baik-baik saja setelah berlari mengejar pria dewasa berlarian seperti anak kecil," jawab Bella.


"Maaf, Sayang. Ayo kembali ke kamar." Keanu melingkarkan tangannya di sepanjang pinggang Bella.


Keduannya kembali ke kamar meninggalkan Azka yang sedang memandang ke arah mereka. Pria itu tersenyum getir, melihat betapa mesra dan saling memberi perhatian Azka sadar untuk mendapatkan Bella adalah hal yang mustahil.


Tidak masalah, melihat orang yang di cintai merasa bahagia itu sudah cukup.