I Love You

I Love You
Chapter 77



Terima kasih untuk yang sudah kasih tahu kalau papanya Bella sudah meninggal. Lama gak up lupa semua. Auto baca ulang per bab lagi. Dan baru ingat di bab selanjutnya ada rahasia di balik kematian Prayoga, ayahnya Bella.


Setelah menempuh perjalanan selama berpuluh-puluh jam akhirnya Bella dan Keanu sampai di Swiss. Dari bandara mereka langsung menuju ke salah satu hotel mewah di kota itu. Sepanjang perjalanan mereka disuguhkan oleh pemandangan yang sangat indah membuat rasa lelah selama penerbangan terobati.


"Apa masih lama untuk sampai ke hotel?" tanya Bella.


"Lumayan lama. Jika kamu lelah, tidurlah. Aku akan membangunkanmu saat kita sudah sampai nanti," ujar Keanu.


Bella merangkul lengan Keanu menyandarkan kepalanya di pundak sang suami, sangat nyaman untuk beristirahat sejenak. Akan tetapi pemandangan yang begitu indah sangat disayangkan untuk dilewati membuat Bella tetap terjaga sampai mereka tiba di hotel.


"Ini tempatnya?" tanya Bella saat melihat gedung yang tinggi.


"Ya, ayo masuk," ajak Keanu.


Turun dari mobil Keanu merangkul pinggang Bella membawanya masuk ke dalam hotel. Keanu menuju meja resepsionis untuk mengambil kunci kamar mereka. Setelah mendapatkannya, Keanu mengajak Bella ke kamar mereka.


Keduanya masuk ke lift yang akan membawa mereka ke lantai di mana kamar mereka berada. Saat lift menunjukkan angka 15 Keanu mengajak Bella untuk keluar.


"Ayo masuk," ajak Keanu.


Saat pintu kamar hotel itu terbuka Bella terperangah melihat keindahan di balik pintu kecil itu.


"Ini kamar kita, Mas?" tanya Bella.


"Iya," jawab Keanu. "Kamu suka?" Keanu bertanya seraya memeluk Bella dari belakang.


"Siapa yang tidak suka dengan semua ini," ujar Bella.


Kamar mewah yang sudah disiapkan Keanu untuk bulan madu kedua mereka memang tidak main-main. Salah satu kamar termewah di hotel itu dengan fasilitas yang tidak main-main pula.


"Aku yakin kamu akan suka setelah melihat kamar mandinya," ucap Keanu.


"Benarkah? Di mana kamar mandinya?" tanya Bella.


Keanu melepaskan pelukannya lalu menggandeng tangan Bella membawanya ke sudut ruangan. Di balik kamar itu ada kamar mandi yang luas lengkap dengan kolam berenang pribadi.


"Aku akan sangat betah di sini." Bella melangkah kecil melihat sekelilingnya dengan mata yang berbinar.


Bella duduk di tepi kolam lalu mencelupkan tangan ke dalamnya. "Mas, bagaimana kalau kita buat kamar kita nanti seperti ini."


"Ide yang bagus. Aku akan merenovasi kamar utama di rumahmu nanti," ucap Keanu.


Keanu bersandar pada wastafel melihat dengan senyuman kebahagiaan yang terpancar di wajah Bella.


"Bella," panggil Keanu.


"Ada apa, Mas?" Bella menoleh ke arah Keanu.


Keanu mengulurkan tangannya ke arah Bella dan disambut oleh sang istri. Keanu membantu Bella berdiri lalu menarik Bella membawanya sampai begitu dekat dengan dirinya. Kini jarak keduanya sangat dekat hanya dipisahkan oleh kain yang menempel di tubuh mereka


"Ada apa?" tanya Bella saat melihat Keanu justru melamun.


"Tidak ada. Hanya sedang mengingat masa lalu," jawab Keanu.


"Apa kamu melihat bagaimana cara kamu menjatuhkan aku dari atas tempat tidur saat malam pertama kita?" tanya Bella diikuti tawanya.


"Ya, aku juga melihat bagaimana kamu menyiram air ke wajahku dulu," jawab Keanu yang membuat keduanya tertawa bersama.


Keanu membawa Bella masuk ke dalam pelukannya. Mereka berpelukan dengan sangat erat rasanya tidak ingin jauh walau hanya satu detik saja.


Keduanya masih berada di posisi yang sama, berdiri berpelukan seraya memejamkan matanya mengingat masa-masa yang sudah lalu di mana keduanya saling membenci, bertengkar setiap hari yang membuat mereka rindu saat berjauhan dan juga munculnya orang ketiga di antara mereka yang membuat rasa benci itu berubah menjadi rasa cinta.


"Bella," panggil Keanu.


"Hmmm, ada apa?" tanya Bella.


Mata Bella yang tertutup mulai terbuka, ia merasa tidak rela saat Keanu melepaskan pelukannya. Akan tetapi beberapa detik kemudian Bella terkejut saat tubuhnya tiba-tiba melayang.


"Aku sudah berjanji tidak akan membiarkanmu turun dari tempat tidur dan aku akan melakukannya dari sekarang." Keanu menyingkirkan rambut Bella yang menutupi sebagian wajahnya, memperlihatkan wajah cantik sang istri yang tidak akan membuatnya merasa bosan.


"Ya …," ucap Bella lirih.


Darah Bella berdesir saat merasakan usapan lembut di pipinya, jantungnya berdegup kencang saat Keanu memandangnya. Meskipun itu bukan untuk pertama kalinya mereka akan melewati malam yang panjang, tetapi tetap saja Bella merasakan rasa gugup.


"Mas … aku … gugup," cicit Bella.


"Kamu pikir aku tidak," ucap Keanu.


Rasa lelah setelah melewati penerbangan lebih dari sepuluh jam tidak membuat keduanya mengurungkan niat awal mereka datang ke tempat itu. Ada harapan yang sangat besar setelah kepulangan mereka nanti.


Pada esok harinya Bella terbangun, ia merasakan tubuhnya seakan remuk. Pergulatan panas semalam bersama sang suami benar-benar menguras tenaga. Bella merasa malas untuk bangun, tetapi ia merasa kelaparan.


Beberapa kali Bella mengedipkan matanya agar bisa beradaptasi dengan cahaya di ruangan itu. Saat matanya sudah terbuka sempurna ia mengedarkan pandangannya melihat ruangan yang sangat luas. Pandangannya terhenti pada jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 11 siang.


Bella ingin bangun, tetapi ia merasa ada sesuatu yang berat menimpa tubuhnya. Bella melihat tangan Keanu melingkar di perutnya.


"Dia masih tidur rupanya." Bella menyingkirkan perlahan tangan Keanu dari atas perutnya, tetapi rupanya Keanu merasakan hal itu.


"Kamu mau ke mana, Sayang?" tanya Keanu.


Bella menoleh, ia menaikkan satu alisnya saat melihat mata Keanu masih tertutup.


"Mas lepaskan aku aku mau mandi," ucap Bella.


"Bukankah aku sudah bilang sebelumnya, aku tidak akan membiarkanmu turun dari tempat tidur." Mata Keanu perlahan membuka.


"Jangan bercanda, Mas," ucap Bella.


"Aku tidak bercanda." Keanu menarik Bella kembali ke tempat tidur lalu menindihnya membuat jantung Bella berdegup begitu kencang.


"Semalam kamu sudah menguras tenagaku." Bella menyilangkan kedua tangannya di depan dada. "Aku tidak sanggup jika kamu memintanya lagi."


"Kalau aku mau bagaimana?" Keanu menaikan turunkan kedua alisnya untuk menggoda Bella.


"Mas …." Ucapan Bella terhenti saat suara gerumuh dari perutnya terdengar membuat pipi Bella merah bak udang rebus.


"Kamu ini menggemaskan sekali." Keanu mencium pipi Bella. "Selamat pagi."


"Ini sudah siang, bukan pagi lagi." Bella bergumam, tetapi masih bisa di dengar oleh Keanu.


"Ayo bangun. Mandilah dulu, aku akan pesankan makanan untuk kita," ucap Keanu.


Bella bangun lalu berlari ke kamar mandi. Sudah dari semalam Bella menahan diri untuk tidak masuk ke dalam kolam berenang itu.


Bella berseru saat seluruh tubuhnya basah. Puas berenang Bella menepi melihat dengan takjub apa yang ada di hadapannya. Dinding yang terbuat dari kaca membuat Bella bisa melihat hampir seluruh kota. Keindahan dari tempat itu membuat Bella melupakan segalanya. Berenang di kolam renang pribadi sambil menikmati pemandangan indah, siapa yang tidak suka dengan itu.


"Dasar anak nakal." Suara Keanu tiba-tiba terdengar.


Bella menoleh melihat Keanu sedang berenang ke arahnya. "Kamu mengejutkan aku saja, Mas."


"Melihat air, kamu melupakan segalanya." Keanu berdiri di samping Bella, tetapi melihat keindahan tubuh sang istri membuat Keanu tidak bisa menahan diri. Keanu menarik Bella ke dekatnya.


"Hentikan, Mas.bagaimana jika ada yang melihat kita," ucap Bella.


"Kita ada di puncak. Siapa yang bisa melihat kita?" Keanu mengedipkan satu matanya untuk menggoda Bella. "Kamu tidak lupa tujuan kita ke sini, 'kan?" Keanu berbisik di dekat telinga Bella membuat tubuh Bella merinding seketika.


"Tentu saja, tidak. Tapi tidak di kolam berenang juga, Mas," cicit Bella.


"Aku tidak pernah berpikir seperti itu. Tapi sepertinya kita bisa mencobanya," ucap Keanu diikuti tawanya.


"Apa?" Bella membulatkan matanya merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Keanu. Bella meras menyesal sudah mengatakan kalimat itu.


Bersenang-senang dulu sambil nunggu othor mikir masalah yang mau dikasih ke kalian, hihihi