I Love You

I Love You
Chapter 66



Yakin, Nih pada mau Bella sama Azka?


Keadaan makin kacau saat Amel mengatakan kepada media jika Keanu sudah menodai dirinya dan merenggut kesuciannya. Hal itu membuat Keanu dan keluarganya makin kacau. Belum lagi bisnis keluarga yang mengalami kemerosotan.


"Mau apa lagi dia?" Keanu mematikan layar televisi lalu meletakan remote di meja.


Ia sungguh bingung dengan semua yang dilakukan oleh Amel. Kenapa wanita itu tidak mau mengerti juga jika mereka sudah tidak lagi bisa bersama?


Keanu mengusap wajahnya merasa frustrasi dengan situasi itu. Namun, saat ia teringat akan Bella, Keanu menjadi bersemangat. Keanu merasa harus mengakhiri semua ini demi untuk terus bersama Bella.


Keanu melihat waktu pada jam yang melingkar di pergelangan tangannya, waktu sudah menunjukan pukul 11 siang. Bersamaan dengan itu ponselnya menunjukan ada notifikasi pesan masuk. Keanu membuka pesan yang ternyata dari Bella.


[Mas aku sudah boleh pulang]


Bibir Keanu melengkung ke atas membentuk sebuah senyuman ketika membaca pesan itu. Dengan segera Keanu kembali memakai jas dan keluar dari ruangan kerjanya. Tidak lupa keanu meminta Rangga untuk ikut bersamanya.


*****


Ruangan bercat putih nampak hening, padahal ada dua orang di tempat itu. Namun dua orang itu hanya diam, tidak ada yang berniat membuka suaranya. Keduanya sibuk dengan kegiatan mereka sendiri.


Keanu membereskan barang-barang Bella, memasukkannya ke dalam koper. Sesekali Keanu mencuri pandang ke arah Bella. Meskipun Bella sudah mau bicara, tetapi sikapnya masih dingin.


"Semuanya sudah beres. Ayo kita pulang," ucap Keanu memecah keheningan itu.


Bella yang sedang membolak-balikan majalah melihat ke arah Keanu diikuti anggukkan kepalanya.


"Aku akan membantumu," ucap Keanu saat Bella mencoba turun dari tempat tidur.


"Tidak perlu aku bisa melakukannya sendiri," tolak Bella.


"Oke ...." Keanu nampak kecewa karena Bella masih saja tidak mau disentuh.


Bella mencoba berjalan, tetapi kondisi yang masih lemas membuatnya kehilangan keseimbangan tubuhnya beruntung Keanu berhasil menahan tubuh Bella.


"Kau tidak apa-apa, Bella?" tanya Keanu.


"Ya, aku tidak ada apa-apa?" Bella menyingkir memberikan jarak dari Keanu.


"Tapi aku melihatmu tidak baik-baik saja," ucap Keanu. "Sepertinya kau butuh kursi roda," imbuh Keanu.


"Tidak, aku bisa jalan menggunakan kedua kakiku," tolak Bella.


"Jangan keras kepala. Jika kau sudah benar-benar sehat barulah kau bisa lakukan apa yang ingin kau lakukan," ucap Keanu.


Keanu mengambil kursi roda dan meminta Bella untuk duduk, tetapi Bella menolaknya.


"Bella, duduklah. Jangan keras kepala! Pikirkan kondisimu saat ini," bujuk Keanu.


Keanu berhasil membujuk Bella. Setelah Bella duduk di kursi roda Keanu mendorong kursi roda sambil menahan rasa sakit di salah satu lengannya akibat kecelakaan waktu itu. Tidak ada yang tahu luka itu kecuali Rangga.


Keanu menahan rasa sakit itu sampai mereka tiba di lobi rumah sakit. SetelahSetelah menunggu beberapa saat Rangga datang dengan membawa mobil.


"Masuklah," ucap Keanu.


Bella beranjak dari kursi roda. Ia masuk ke mobil dan duduk di kursi penumpang belakang.


"Anda tidak apa-apa, Pak?" tanya Rangga yang melihat Keanu kesakitan.


"Ya saya tidak apa-apa," jawab Keanu. "Ayo kita pulang," ajak Keanu disambut anggukkan kepala oleh Rangga.


Keanu masuk ke mobil, ia duduk di kursi penumpang belakang tepat di samping Bella. Sepanjang perjalanan hening mengambil alih suasana dalam perjalanan mereka. Keheningan itu belum berakhir setelah mereka sampai di rumah.


Keanu lebih dulu turun lalu membantu Bella turun. Dengan sabarnya Keanu menuntun Bella menuju kamar mereka.


"Aku bisa sendiri."


"Jangan keras kepala!"


Keanu memaksa untuk menuntun Bella meskipun Bella menolaknya. Sampai di kamar Keanu membantu Bella berbaring di tempat tidur lalu menarik selimut sampai batar dada.


"Ada urusan yang harus aku selesaikan. Tidak apa-apa jika aku meninggalkanmu, 'kan?" tanya Keanu.


"Ada bibi di sini. Kau tidak perlu mencemaskan aku," ucap Bella.


"Baiklah. Aku pergi dulu." Keanu memberikan kecupan di kening Bella meskipun istrinya menolaknya.


Keanu keluar dari kamar untuk menemui Rangga, ia ingin bertanya mengenai penyelidikannya.


"Bagaimana?" tanya Keanu.


"Saya sudah menyelidiki semuanya. Benar apa yang Anda pikirkan ada orang yang menjebak Anda. kebetulan saya sudah membawa orang itu ke tempat kita. Jika Anda ingin menemuinya saya akan mengantar Anda ke sana," jawab Rangga.


"Untuk saat ini aku tidak bisa ke sana. Keadaan Bella masih belum pulih sepenuhnya. Untuk masalah ini aku percayakan padamu saja," ucap Keanu.


"Pergilah, aku akan menghubungimu jika aku butuh sesuatu," ucap Keanu.


Sudah tiga hari setelah keluar dari rumah sakit kondisi Bella sudah mulai membaik hanya saja hatinya yang masih terluka, Keanu juga tahu itu. Keanu tidak memaksa Bella, ia tetap dengan setia menunggu Bella.


"Besok aku akan mulai masuk lagi ke kantor," ucap Bella saat sedang makan malam.


"Apa kondisimu sudah baik-baik saja? Tolong jangan terlalu memaksa," ucap Keanu.


"Jika di rumah terus kondisiku akan tetap seperti ini. Lebih baik aku menyibukkan diriku dengan bekerja. Mungkin dengan sibuk dengan urusan kantor aku bisa melupakan apa yang sedang terjadi," ucap Bella.


Ucapan Bella terdengar seperti sebuah sindiran untuk Keanu.


"Baiklah, jika itu maumu," ucap Keanu.


Suasana kembali hening hanya terdengar suara sendok dan garpu yang saling beradu. Meskipun saling diam tetapi Bella dan Keanu masih tetap saling mencuri pandang.


Tidak berselang lama telepon rumah berdering berhasil memecah keheningan di antara mereka.


"Den Keanu," panggil Bibi.


Keanu dan Bella menoleh ke asal suara,asisten rumah tangganya berjalan tergopoh-gopoh dengan membawa gagang telepon.


"Ada apa, Bi?" tanya Keanu.


"Ada telepon dari mas Rangga. Katanya penting," ucap Bibi seraya memberikan gagang telepon kepada majikannya itu.


Ada apa Rangga menelpon? Tidak biasanya dia menelpon ke nomor rumah," batin Keanu.


Keanu teringat akan keberadaan ponselnya di kamar mungkin Rangga menelponnya ke ponselnya.


"Berikan teleponnya, Bi," ucap Keanu.


"Halo, Rangga ada apa?" tanya Keanu.


Keanu terdiam, wajahnya nampak serius mendengar perkataan Rangga di sebrang panggilan. Hai itu berhasil membuat kening Bella mengerut karena bingung.


"Ada apa? kenapa wajah Keanu terlihat cemas," batin Bella.


"Baiklah aku akan segera ke sana," ucap Keanu.


"Bella aku harus segera pergi. Ada masalah," ucap Keanu.


"Kau mau ke mana?" tanya Bella.


"Aku tidak bisa mengatakan ini padamu sekarang. Akan aku jelaskan nanti," ucap Keanu.


Keanu berlari ke kamar tidak lama Keanu kembali dengan memakai jaket hitam serta kunci mobil di tangannya.


"Mau ke mana mas Keanu malam-malam begini?" Bella merasa bingung saat mendengar deru mesin mobil sport milik Keanu. Tidak biasanya suaminya pergi menggunakan mobil itu.


Keanu berjalan ke arah garasi. Sampai di sana Keanu masuk ke mobil sport warna merah miliknya. Setelah itu mobil itu melaju ke luar melewati pintu gerbang. Mobil Keanu berjalan pelan di jalanan komplek setelah masuk ke jalan raya Keanu menambah laju kecepatan mobilnya.


Ia mendapatkan kabar dari orang yang Rangga tangkap. Seorang pegawai hotel di Bandung. Tadinya orang itu tidak mau mengakui jika dirinya sudah memasukan sesuatu ke dalam minumannya, tetapi setelah penyiksaan yang Rangga berikan membuat orang itu mau mengakui semuanya termasuk orang yang sudah menyuruhnya.


"Aku yakin Amel yang menyuruh orang itu," gumam Keanu.


Keanu menghentikan laju mobilnya secara mendadak membuat suara decitan rem terdengar. Pandangannya mengarah pada gedung tua yang ada di hadapannya. Setelah itu Keanu keluar dari mobil dan melangkah memasuki gedung yang sudah terbengkalai tersebut.


Kedatangannya disambut oleh seorang pria yang merupakan anak buahnya. Pria itu mengantarkan Keanu menuju tempat penyekapan. Sebuah ruangan gelap berukuran 1x1 meter menjadi tempat penyekapan itu. Siapapun yang berada lama di ruangan itu pastilah sangat tidak kuat.


Jahat sekali asistennya.


"Ini orang itu, Pak. Dalam rekaman CCTV hotel memperlihatkan dia sedang memasukan sesuatu ke minuman Anda," jelas Rangga.


"Tolong lepaskan saya. Keluarkan saya dari tempat ini. Saya sangat tersiksa," pintanya.


"Saya bisa saja melakukan itu asal kau mau mengakui semuanya di depan publik apa yang sudah kau lakukan," ucap Keanu.


"Baik, saya akan melakukan apapun yang Anda mau. Tapi kau harus janji akan melindungi anak dan istriku. Orang itu jelas tidak akan memaafkan saya jika saya mengakui semuanya," pintanya.


"Baik, kau bisa pegang janjiku," ucap Keanu.


"Orang yang menyuruhku adalah temanku, Rio dan ibu tirinya," akunya.


"Rio? Siapa dia? Aku sama sekali tidak mengenal nama itu," ucap Keanu.


"Jika kau tidak mengenal Rio pasti Anda mengenal ibu tirinya yang bernama Amel. Dia mantan kekasih Anda. Mereka yang menyuruhku," akunya.


Keanu menyeringai, ia sudah menduga sebelumnya jika Amel memang sengaja menjebaknya.


"Rangga, lepaskan dia! Berikan dia uang dan suruh dia beserta keluarganya untuk pergi jauh," perintah Keanu. "Tapi sebelum itu ...bawa dia ke hadapan Bella."