I Love You

I Love You
Chapter 73



Bella merasa sangat senang Azka akhirnya mau ikut ke rumah sakit. Bella ingin melihat dia saudara itu kembali akur.


Azka sendiri sebenarnya juga ingin melihat kondisi sepupunya. Ia sangat khawatir saat Bella mengatakan jika Keanu terluka karena kecelakaan. Hanya saja rasa gengsinya membuat Azka tidak ingin mengakuinya.


Sampai di rumah sakit Bella di kejutkan oleh suaranya gaduh di kamar rawat sang suami. Bella maupun Azka merasa terkejut. Bagaimana ada keributan seperti itu di rumah sakit?


"Siapa yang sedang bertengkar di dalam? Apa mereka tidak tahu jika ini rumah sakit?" tanya Azka disambut gelengan kepala oleh Bella.


"Itu suara mami Feli," ucap Bella. " Mami Feli bertengkar dengan siapa?"


"Kita akan tahu setelah kita masuk," ucap Azka.


Bella membuka pintu ruangan rawat Keanu. Ia maupun Azka sama-sama terkejut dengan keberadaan Amel di tempat itu. Ternyata Felicia sedang berdebat dengan Amel.


"Bagaimana wanita ini bisa tahu mas Keanu ada di sini?" batin Bella.


"Hentikan! Apa kalian lupa ini di rumah sakit," ucap Bella.


Ucapan Bella membuat perdebatan itu berhenti, tetapi Amel kembali membuat suasana kembali memanas.


"Aku datang ke sini hanya untuk menjenguk mas Keanu," ucap Amel.


Wanita di hadapannya benar-benar sedang menguji kesabarannya. Bella pun menarik napasnya dalam-dalam berharap kesabarannya tetap ada di dalam dirinya.


"Dokter, kami mengenal wanita ini. Kami akan mengurusnya." Bella tidak ingin ada orang lain melihat perdebatan yang kemungkinan akan terjadi.


"Baiklah, tapi tolong jangan buat keributan. Ini rumah sakit," pesan Dokter.


"Baiklah, maafkan kami," ucap Bella.


Setelah dokter dan perawat pergi Bella segera menghampiri Amel.


"Dari mana kamu tahu mas Kean dirawat di sini?" tanya Bella.


"Kenapa? Kamu terkejut, Bella? Dengar Bella, menyangkut mas Keanu aku akan selalu tahu," ucap Amel.


Bella ataupun Amel saling memandang satu sama lain dengan tatapan kebencian.


"Cepat kamu pergi dari sini! Dasar wanita tidak tahu malu," maki Felicia.


"Mam …." Bella sangat terkejut melihat ibu mertuanya sangat marah kepada Amel. Apa lagi sampai memakinya.


"Kamu datang ke sini bukan untuk menjenguknya, tetapi untuk mengganggunya bahkan menyakitinya. Lihat saja kamu membuat anakku sampai kesakitan," ucap Felicia.


Bella menoleh ke arah Keanu yang sedang meringis menahan sakit sambil memegangi tangannya. Buru-buru Bella berjalan mendekati Keanu bertanya dan apa yang terjadi.


"Ada apa, Mas? Kenapa bisa sampai seperti ini?" tanya Bella.


Bella merasa heran karena sebelum ia pergi suaminya baik-baik saja.


"Karena ulah wanita ini, Bella. Mami sangat yakin. Saat Mami datang, Mami melihat Keanu terjatuh," jelas Felicia.


Yang dikatakan oleh Felicia memang benar. Rasa sakit yang dirasakan oleh Keanu karena ulah Amel. Setelah Bella pergi, Amel tiba-tiba datang. Keanu menolak kehadiran mantan kekasihnya itu, tetapi memang dasar Amel yang sudah kehilangan urat malunya tidak peduli dengan penolakan itu.


Keduanya berdebat karena suatu hal sampai Keanu kehilangan kesabaran lalu mencengkram kedua sisi wajah Amel. Keanu mengancam Amel untuk tidak muncul lagi di hadapannya ataupun Bella, tetapi Amel menolaknya. Amel mendorong Keanu membuat Keanu jatuh dan tangannya yang terluka membentur pinggiran meja. Bertepatan dengan itu Felicia datang.


"Mami tenanglah." Kenzo berusaha untuk menenangkan sang istri.


"Bagaimana aku bisa tenang jika ada iblis yang menganggu anak kita, Pi," ucap Felicia.


Bella merasa harus segera menghentikan pertengkaran itu ketika melihat sang suami meringis kesakitan.


Sejujurnya Bella merasa penasaran, ada apa lagi antara sang suami dengan mantan kekasihnya? Satu hal yang pasti, Bella yakin ada sesuatu yang buruk.


Bella menarik Amel untuk keluar dari, tetapi wanita itu menolak.


"Amel, tolong pergilah! Apa kamu tidak merasa kasihan melihat kondisi mas Keanu?" tanya Bella.


"Aku tidak akan pergi. Aku ingin tetap di sini bersama mas Keanu," tolak Amel.


"Tapi aku tidak sudi melihat wajahmu," tolak Keanu dengan tegas.


"Kamu dengar itu? Sudah tidak ada alasan lagi bagimu untuk tetap di sini," ucap Bella. "Aku mohon padamu Amel, selesaikan ini nanti setelah mas Keanu keluar dari rumah sakit."


"Aku tidak mau. Aku ingin masalah ini selesai sekarang juga," tolak Amel.


"Jika kamu sampai bicara, aku akan benar-benar merobek mulutmu, Amelia!" ancam Keanu.


Ucapan Keanu membuat Bella yakin ada sesuatu yang terjadi di antara Keanu dan Amel. Ada apa? Apa yang tidak ingin diketahui olehnya dan semua orang yang ada di sini? pikir Bella.


"Tapi aku tidak akan selamanya bisa menyembunyikan hal ini dari seluruh dunia," tolak Amel.


Bella menoleh ke arah Keanu yang nampak sangat gelisah. Rasa penasarannya memberontak, tetapi lagi-lagi Bella menahan diri karena keadaan sang suami atau karena dirinya belum siap mendengar kabar yang kemungkinan buruk.


"Sebaiknya kamu pergi! Jika kamu tetap tidak mau aku akan memanggil security untuk menyeretmu keluar dari rumah sakit ini," ancam Bella.


"Silahkan! Dan biarkan semua orang tahu apa yang terjadi padaku," tantang Amel.


"Apa maksudmu?" tanya Bella.


"Aku datang ke sini untuk menjenguk ayah dari anak yang sedang aku kandung. Aku sedang hamil anak suamimu," ungkap Amel.


"Aku datang ke sini hanya untuk meminta pertanggungjawaban darinya. Tapi dia menolak untuk bertanggung jawab. Mas Keanu menolak kehadiran bayi ini bahkan dia ingin menyakitiku. Maka aku mendorongnya untuk membela diriku sendiri," ungkap Amel.


"Apa? Hamil?"


Jelas kabar itu membuat semua orang terkejut. Mendengar kabar kehamilan sesorang biasanya menjadi sebuah kabar gembira, tetapi kabar kehamilan Amel merupakan kabar yang sangat buruk. Ekspresi wajah mereka seperti baru saja mendengar kabar kematian.


Bella sangat syok mendengar kabar itu. Ia bahkan tidak bisa bicara apapun, mendadak lidahhya terasa kaku. Kakinya juga tidak lagi bisa menahan beban tubuhnya, Bella kehilangan keseimbangan, tubuhnya berjalan mundur sampai menabrak bagian pinggir tempat tidur. Ia berpegangan pada pinggiran tempat tidur dan mencoba untuk bertahan. Dengan sekuat tenaganya Bella menahan air matanya.


Bella masih tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Baru semalam dirinya dan sang suami berbicara mengenai rencana ingin memiliki anak, tetapi keesokan harinya ia mendengar jika benih suaminya tumbuh di rahim wanita lain.


Istri mana yang tidak terkejut mendengar kabar itu.


Bella berusaha keras menahan air matanya, tetapi sekuat tenaga ia mencoba air mata itu tetap jatuh. Di saat tubuhnya melemah Bella merasakan pelukan. Bella menoleh ke samping ia melihat Keanu memeluknya dan berulang kali mengucapakan kata maaf.


"Aku tidak akan pergi dari sini sebelum aku mendapatkan pertanggungjawaban dari kamu, Mas," ucap Amel.


Keanu menoleh menatap Amel seolah ingin melenyapkannya.


"Apa kamu yakin anak itu darah dagingku, hah?" tanya Keanu penuh penekanan.


"Apa kamu pikir aku wanita murahan yang mau tidur dengan sembarangan pria?" ujar Amel.


"Apa kamu tidak salah bicara, Amel? Di saat kamu bisa membayar orang untuk menjebak suamiku, agar bisa tidur dengannya, pria yang jelas bukan suamimu? Tidak menutup kemungkinan kamu juga bisa melakukannya bersama pria lain." Bella tersenyum sinis seolah sedang mengejek Amel.


"Kamu!" Amel tidak terima dengan perkataan Bella. Ia maju dan melayangkan tangannya ke wajah Bella, tetapi Keanu lebih dulu mencegah sebelum tangannya sampai ke wajah Bella.


"Jika kamu sampai kamu berani menyentuh istriku, aku tidak akan segan-segan mematahkan tanganmu ini, Amelia!"


"Mas!"


"Cukup!" Keanu yang sudah kehilangan kesabarannya mendaratkan tamparan keras di wajah Amel dan itu berhasil mengejutkan semua orang yang melihatnya.


Lama gak bikin masalah. Othor kangen.