
"Gue ga enak sama lo, jae. Lo udah berikan yang terbaik buat gue, tapi engga buat lo. Lo bela belain ngasih roti lo ke gue kan?" Jelas Yeri membuat Jaehyun memberhentikan acara makannya dan langsung menatap Yeri dengan lembut
"Yer, gue malah lebih enak kalo Lo makan. Lo kan ga boleh telat makan" ucap Jaehyun sambil menyuap satu sendok makannya
"Ya tapikan---" ucapan Yeri terpotong
"Ssttt... Udah yaa gue mau makan dulu nih. Diem atau gue---" Potong Jaehyun dan omongannya terhenti
"Gue apa?" Kata Yeri
"Gajadi" Ujar Jaehyun sambil tersenyum
Yeri pun membalas senyuman Jaehyun. Lalu, ia tiba tiba mendengar suara dari perutnya. Ya! Ia lapar. Jaehyun yang sedang makan pun tiba tiba terdiam karena mendengar suara perut yang meminta makan. Lalu, Jaehyun melihat ke arah Yeri yang sedang menahan rasa laparnya
"Kalo laper bilang dong, yer" Ujar jaehyun sambil menahan tawanya
"Gue ga laper. Kan tadi gue udah makan" Ucap yeri dengan nada rendah. Padahal daritadi perutnya sudah berbunyi untuk minta makan
"Haha... Mulut boleh bohong, tapi perut ga bisa bohong yer" Ujar jaehyun membuat yeri malu
"Dah, sini makan bareng gue. Santai aja anggap aja kayak rumah sendiri" Lanjut jaehyun dan Yeri hanya menurutinya
Akhirnya yeri pun duduk disebelah Jaehyun dan memasukkan sendok berisi nasi dan lauk ke dalam mulutnya
Jaehyun tiba tiba membuka pembicaraan
"Yer, gimana temen temen di korea? Sejeong, jeno, jaemin, wendy gimana?" Tanya Jaehyun
"Mereka baik baik aja kok" Ujar Yeri
"Syukur deh.. Gue kangen ke Korea deh"
"Kita berdua aja kuy ke Korea. Ntar Lo nginep di rumah gue. Soalnya Jeno sama Jaemin kangen sama Lo" Jelas Yeri
"Abang Lo ga ikut? Pengennya sih gitu yer. Cuma kan harus izin dulu sama bunda" Ujar Jaehyun sambil meminum minumannya
"Ikut! Ya udah izin aja sama bunda. Gampang kan?" Ujar Yeri
"Kalo bisa sih, Lo yang izinin gue ke bunda" Tawar Jaehyun
"Dih? Gamau. Mending Lo aja yang izin ke bunda. Dia kan bunda lo. Lagian kan bunda lo juga sering pergi pergi dan lo sendirian dirumah. Kalo di Korea kan biasanya lo kita ajakin jalan jalan, terus..." Omongan Yeri terpotong karena Bunda Jaehyun menuju ke meja makan
"Kalian lagi ngomongin apa? Kayaknya seru banget" Ujar Ibunda Jaehyun
"Ehhh bunda... Bun, jae mau ngomong boleh?" Tanya Jaehyun hati hati karena takut bundanya marah
"Tanya apa? Mau disini aja apa berdua disana?" Tawar bunda jaehyun
"Disini aja bun" Ujar Jaehyun
"Mau ngomong apa sih?" Tanya bunda dengan bingung
"Gini bun, jae boleh ga pindah lagi ke Korea?" Tanya Jaehyun dengan nada yang pelan sehingga bundanya tidak terdengar dengan jelas apa yang Jaehyun bicarakan
"Kamu ngomong yang bener dong... Bunda gatau kamu ngomong apa" Ujar sang bunda
Bukannya Jaehyun yang bicara tapi Yeri yang bicara ke bundanya Jaehyun untuk mewakili Jaehyun
"Gini bun, Jaehyun minta izin sama bunda kalo Minggu depan Jaehyun mau pindah lagi ke Korea. Lagian kan di Korea ada kak Jessica. Boleh ya bun" Ujar Yeri membuat bunda Jaehyun terdiam
"Boleh ya bun. Jae janji, jae gaakan gangguin kak Jessica. Jae bakal nurut sama kak Jessica bun" Pinta Jaehyun ke bundanya agar diizinkan
"Tapi jae, apa alasan kamu mau pindah lagi ke Korea? Kan disini kamu ada bunda, ada ayah, ada bang jinyoung juga" Jelas bunda jaehyun
"Eumm... Jae kangen bun sama temen temen disana. Lagian juga kan jae izinnya cuma 2 bulan bun. Boleh ya bun" Pinta Jaehyun membuat bundanya menghela nafas dan membuka suara
"Kapan kamu mau pindah lagi? Nanti bunda yang beliin tiket pesawatnya dan kasih tau Jessica" Ujar sang bunda membuat Jaehyun bersemangat
"Kalo itu, barengin aja sama Yeri, waktu dan berangkatnya" Ujar Jaehyun
"Yeri, kamu kapan kembali lagi ke Korea?" Tanya bundanya Jaehyun
"Kemungkinan sih Minggu depan, hari Kamis" Jawab Yeri
"Yaudah, sekarang masih hari Sabtu. Kamu bisa siap siap hari Rabu. Nanti bunda izinin ke walas kamu. Atau kamu mau menetap disana? Cuma bunda gatau ya kapan kerjaan ayah selesai disini. Jadi bunda juga gabisa temenin kamu" Ujar sang bunda
"Kayaknya jae menetap di Korea aja deh bun. Soalnya kan bisa bareng temen temen, sama Yeri juga. Lagian di korea juga ada jessica nuna. Tapi jae janji gaakan bandel disana. Jae bakal nurut sama jessica nuna" Jelas jae panjang lebar
Sang bunda mendekat ke jaehyun dan memeluk putranha erat. Sangat berat baginya jika ia tinggalkak jaehyun begitu saja, apalagi jaehyun adalah putra bungsunya yang sangat disayanginya.
"Ya sudah, kalau itu memang keputusanmu, bunda akan turui kemauanmu. Dan janji, tidak akan bandel dengan jessica?" Tanya bundanya membuat jaehyun sedih dan air matanya tidak bisa ditahan lagi yang akhirnya jaehyun nangis
Yeri yang merasa bersalah karena sudah memaksa jaehyun untuk ke korea, ia tak bisa menahan air matanya dan langsung menuju ke bundanya jaehyun
"Ga apa apa yeri, bukan salah kamu kok. Kalau memang jaehyun ingin kesana, bunda tidak apa apa" Ujar bundanya jaehyun
Keadaan masih bersedih, tiba tiba pintu rumah terbuka dan melihatkan sesosok laki laki yang masuk ke dalam rumah
"Wihhh... Pada berpelukan. Jinyoung ikutan dong" Ujar lelaki yang bernama jinyoung. Ia langsung menuju ke tempat dimana bundanya dan adik bungsunya berada.
"Eh ada yeri. Apa kabar?" Tanya abang jaehyun begitu melihat yeri
"Baik kak. Kakak sendiri gimana kabarnya?" Tanya yeri balik sesudah menjawab pertanyaan jinyoung
"Baik kok. Oh iya, bukannya kamu ada di korea? Terus kamu kesini sama siapa?" Tanya jinyoung lagi karena ia kaget begitu melihat yeri
"Iya kak. Yeri pindah kesini baru 3 minggu yang lalu. Yeri kesini sama bang taeil, kak" Ujar yeri sopan
"Ohh gitu... Terus taeil ada dimana sekarang?" Tanya jinyoung ke yeri membuat jaehyun membuka suara
"Udah kenapa sih bang, nanya mulu ke yeri ga ada berhentinya. Sana mandi, bau asem tau" Omel Jaehyun ke kakaknya
"Yeuu.. Bau darimana? Wangi gini juga. Nanti kita cerita cerita lagi ya, yer" Canda jinyoung membuat jaehyun cemberut karena sudah mengganggu yeri, sahabat kecilnya
Skip~~
Keesokan harinya
"Jae, tunggu. Gue mau ngomong sama lo" Ujar yeri sambil mengejar Jaehyun yang sudah meninggalkannya
Flashback
Sebelum berangkat ke sekolah, Jaehyun pagi pagi sekali sudah memanaskan motor untuk berangkat ke rumah yeri untuk menjemput yeri
Ketika sudah sampai di rumah yeri, jaehyun melihat yeri sedang menunggu yang ia kira adalah menunggu dirinya. Namun, apa yang jaehyun lihat?
Ia melihat mark datang dari arah yang berbeda dan menghampiri yeri. Karena takut ketahuan, jaehyun bersembunyi agar mereka berdua tidak mengetahui dirinya
Setelah melihat yeri dijemput oleh mark, ia langsung mengendarai motornya kembali untuk menuju ke sekolah dengan keadaan emosi.
'Bisa-bisanya yeri ngebohongin gue. Dia bilang, dia berangkat sama bang taeil, tau taunya berangkat bareng mark, si anak rese itu' ujar jaehyun dalam hati
Di sekolah
Setelah memarkir motornya di tempat parkiran, Jaehyun langsung menuju ke kelasnya. Namun ditengah jalan ia bertemu dengan Yeri. Dengan malas, ia mencueki yeri membuat yeri bingung
"Jae, tunggu. Gue mau ngomong sama lo" Ujar yeri yang berlari mengejar jaehyun yang berada di depannya
Jaehyun yang sadar akan yeri mengejarnya di belakang, ia berhenti secara mendadak. Otomatis, yeri yang sedang berlari langsung menabrak punggung jaehyun yang membuat jaehyun meringis kesakitan namun ia tahan.
"Eh, sorry sorry. Gue mau ngomong sama lo" Ujar yeri
"Ngomong apaan? Buruan!" Dingin jaehyun membuat yeri heran dengan tingkah jaehyun
"Di taman aja" Ujar yeri dengan nada rendah
Di taman
"Lo mau ngomong apa? Buruan!" Ujar jaehyun dengan sifat dingin
"Lo kenapa? Ga biasanya lo kayak gini" Tanya yeri namun jaehyun masih enggan membuka suara
"Jae, jawab. Lo kenapa kayak gini sih?" Tanya yeri sekali lagi
"Lo jawab jujur, yer. Tadi pagi lo berangkat sama siapa?" Tanya jaehyun yang udah ga sabar menunggu jawaban yeri
"Gue berangkat sama bang taeil kok. Emang kenapa?" Ujar yeri bohong
"Lo jangan bohong, yer. Tadi lo berangkat sama mark kan?" Tanya jaehyun membuat yeri kehilangan kata kata
"Eum.. Maaf jae, iya tadi pagi gue berangkat sama mark. Soalnya bang taeil ada acara di kampusnya. Sorry udah boong sama lo" Ujar yeri jujur
"Tapi, lo kan bisa minta tolong sama gue, yer. Lo juga udah biasa kan gue anter. Kenapa harus mark?" Ujar jaehyun dengan nada lemas
"Sorry" Maaf yeri karena ia tau bahwa jaehyun sangat benci dengan mark
"Ya udah, gue mau masuk ke kelas dulu" Pamit jaehyun membuat yeri membeku di taman
"Yeri salah, ga seharusnya yeri berangkat sama mark, ga seharusnya yeri bohongi jaehyun. Ini semua salah yeri. Maafin yeri jae" Nangis yeri namun tangisannya ia tahan
TBC
Haiii this is my first work aku yang aku tulis disini. Semoga kalian suka sama ceritanya dan mohon maaf apabila ada kata, atau tokoh yang sama, karena cerita ini pure dari aku sendiri tanpa copy atau plagiat.
Maaf juga kalo misalkan alurnya kurang jelas menurut kalian atau gimana, so, happy reading :)