I Love You

I Love You
Chapter 38



Pikiran Keanu sedang kacau. Bukan karena hubungan percintaannya dengan dua wanita, tetapi karena satu wanita yang bernama Bella. Sepanjang hidupnya Keanu baru mengalami masalah seperti itu, kehilangan kendali akan dirinya. Selama menjalin hubungan dengan Amel, Keanu masih bisa mengendalikan dirinya untuk tidak menyentuh Amel sampai wanita itu resmi menjadi istrinya. Hubungannya dengan Amel tidak pernah melebihi dari ciuman bibir. Namun, kini hanya tinggal satu kamar bersama Bella, dinding pertahanan Keanu mulai runtuh.


Waktu menunjukkan pukul 10 pagi. Baru beberapa jam dirinya meninggalkan rumah untuk bekerja. Jika biasanya saat di kantor pekerjaan adalah prioritas utama. Namun, kini Keanu sama sekali tidak berminat dengan pekerjaan. Keanu hanya duduk bermalas-malasan dengan memandangi setumpuk berkas di meja.


Pandangan Keanu melihat ke langit-langit ruangan kerjanya. Pening di kepalanya masih terasa. Ia butuh sesuatu untuk melampiaskan rasa frustrasinya.


“Aku bisa gila jika terus seperti ini,” gerutu Keanu.


Keanu memejamkan matanya berharap bisa meredam rasa peningnya. Baru saja matanya akan terpejam suara pintu terbuka membuat matanya kembali terbuka. Keanu melihat ke arah pintu. Muncul Kenzo dari baliknya.


“Papi.” Keanu langsung menurunkan kakinya.


“Kau baik-baik saja?” tanya Kenzo yang langsung dianggukki oleh Keanu.


“Papi ada apa? Kalau ada perlu Papi bisa panggil aku. Tidak perlu repot-repot datang ke sini,” tanya Keanu.


“Tidak ada yang penting. Kata Rangga kau sedang tidak sehat. Makanya Papi datang ke sini untuk menengokmu,” jawab Keanu.


“Jangan percaya dengan ucapan Rangga. Aku hanya sedang pusing saja.Papi tahu Rangga memang selalu melebih-lebihkan sesuatu,” ucap Keanu diikuti tawanya.


“Tapi wajahmu menunjukkan hal lain, Keanu,” ucap Kenzo.


“Sungguh, aku tidak apa-apa, Pi. Beberapa hari ini aku sangat sibuk. Aku juga kurang tidur. Mungkin itu yang membuatku nampak lelah,” ucap Keanu.


“Baiklah, jika memang benar begitu. Papi harap tidak ada masalah lain yang sedang mengganggu pikiranmu,” ucap Kenzo. “Apalagi jika sampai kau seperti ini karena wanita itu.”


Ini bukan karena Amel, Pi. Tapi karena menantu kesayangan papi.


“Papi tahu kau masih berhubungan dengan wanita itu dan Papi tidak akan mencampuri urusan pribadimu. Papi hanya berpesan, jangan pernah mengambil keputusan yang akan membuat dirimu menyesal nantinya,” pesan Kenzo.


“Iya, Pi,” ucap Keanu lirih, tetapi masih bisa didengar oleh Kenzo.


“Baiklah papi keluar dulu. Mami akan datang ke sini. Nanti datanglah ke ruangan Papi. Kita makan siang bersama,” ucap Kenzo disambut anggukkan kepala oleh Keanu.


Setelah sang ayah keluar, Keanu mengembuskan napas secara kasar. Ucapan sang ayah sebelumnya kembali membawa kebimbangan dalam dirinya.


*****


Sudah dua hari Keanu tidak pulang ke rumah mertuanya. Ia memilih pulang ke apartemen. Pekerjaan menjadi alasan Keanu tidak pulang. Jarak tempuh dari apartemen ke kantor lebih dekat. Namun, alasan yang sebenarnya adalah menghindar dari Bella untuk sementara waktu. Ia tersiksa jika harus terus menahan hasratnya.


Malam itu Keanu datang ke apartemen yang ditinggali Amel. Ia berharap bisa menenangkan pikirannya dan sejenak melupakan Bella yang membuatnya hampir gila.


Saat waktu sudah menunjukkan tengah malam Keanu masih terjaga. Ada file-file penting yang harus ia periksa. Awalnya Keanu ditemani oleh Rangga, tetapi setengah jam yang lalu Keanu menyuruh asisten pribadinya untuk pulang.


Saat tengah fokus Keanu dikejutkan dengan kedatangan Amel yang tiba-tiba. Wanita itu memeluk lehernya dari belakang.


“Kau mengejutkanku,” ucap Keanu.


“Aku memang ingin mengejutkanmu,” ucap Amel.


Keanu kembali memeriksa file-filenya. Namun, perlakuan Amel mengganggu konsentrasinya. Amel menciumi lehernya memberikan gigitan kecil yang membuat tubuhnya merinding. Bukan hanya itu saja Amel berani membuka kancing kemejanya lalu meraba dadanya.


Awalnya Keanu bersikap biasa saja, tetapi Amel terus memancingnya. Saat Amel mulai melewati batas, Keanu bereaksi. Keanu merasa terganggu dengan perlakuan Amel.


“Amel, jangan seperti ini!” Keanu menoleh ke belakang sambil menyingkirkan tangan Amel yang ada di pangkal pahanya.


“Kenapa?” tanya Amel dengan suaranya yang manja.


“Aku sedang bekerja. Jika kau seperti ini bagaimana aku bisa bekerja?” ucap Keanu.


Keanu berdiri dan berbalik menghadap Amel. Pada saat itu Keanu baru sadar Amel memakai pakaian tipis yang menunjukkan pakaian dalamnya. Melihat itu Keanu langsung menoleh ke arah lain.


“Kenapa kau memakai pakaian seperti itu?” Keanu berbalik berdiri membelakangi Amel.


“Aku hanya ingin memberikan apa yang tidak pernah aku berikan,” jawab Amel.


“Apa maksudmu?” tanya Keanu tanpa menoleh ke arah Amel.


Amel tidak menjawab. Ia langsung memeluk Keanu dari belakang. Amel sengaja meminta Keanu untuk datang ke apartemennya. Wanita itu sudah merencanakan sesuatu yang membuat Keanu tidak bisa lagi jauh darinya.


“Amel, tolong hentikan!” Keanu menjauhkan tangan Amel yang melingkar di dadanya lalu berbalik menatap Amel. Kini mereka berdiri saling berhadapan.


“Aku tahu kau juga menginginkannya, Mas. Kita sudah menahannya selama dua tahun. Kita bisa melakukannya malam ini,” bujuk Amel.


“Jangan seperti ini, Amel. Kita tidak bisa melakukan ini,” tolak Keanu.


Terus mendapatkan penolakan Amel tidak menyerah. Kegigihannya untuk kembali mendapatkan Keanu membuat Amel rela mengorbankan harga dirinya.


“Aku merasa kau sudah mulai menjauh dariku. Jadi dengan ini kita bisa terus bersama,” ucap Amel. “Malam ini ... jadikan aku milikmu, Mas.”


“Tapi, hmmmp.” Ucapan Keanu terhenti saat Amel lebih menciumnya.


Amel menarik tengkuk Keanu menciumnya dengan sangat rakus bahkan Keanu sampai kewalahan. Merasa Keanu tidak merespon tindakannya Amel memancing Keanu dengan memaksa Keanu menyentuh bagian tubuhnya yang terbilang sensitif.


Keanu adalah pria normal yang jelas akan terpancing dengan tindakan Amel. Namun, kesadaran Keanu masih besar. Amel bukanlah istrinya.


Dengan sekuat tenaga Keanu mencoba melepaskan diri. Keanu berusaha menjauhkan Amel, tetapi wanita itu sepertinya tidak ingin melepaskannya. Keanu mulai kehabisan kesabaran. Secara kasar Keanu menjauhkan tubuh Amel memberikan tamparan keras agar kekasihnya itu bisa sadar dengan tindakannya.


“Apa yang terjadi denganmu, Amel? Apa kau sadar dengan apa yang kau lakukan ini? Kenapa kau jadi seperti wanita murahan seperti ini!” bentak Keanu.


“Aku melakukan ini karena aku tidak ingin kehilanganmu,” jawab Amel.


“Apa kau sudah gila?” Keanu masih bicara dengan nada suara yang tinggi.


“Ya, aku gila karenamu.” Amel balas berteriak. “Aku merasa akhir-akhir ini kau jauh dariku. Aku melakukan ini agar kita bisa bersama selamanya.”


“Kau tahu aku tidak bisa melakukan hubungan ini saat kita belum menikah. Itu komitmenku dari dulu dan kau tahu itu, Mel.” Napas Keanu naik turun menandakan Keanu dalam keadaan emosi.


“Kalau begitu cepat nikahi aku!” pinta Amel.


“Tidak semudah itu, Amel,” ucap Keanu.


“Kenapa? Apa karena Bella? Aku merasa kau sudah tidak bisa jauh dari Bella. Kau selalu memprioritaskan Bella dari pada aku. Semuanya untuk Bella, Bella, dan Bella,” ucap Amel.


“Kenapa kau menyalahkan orang lain atas kesalahan yang kau lakukan sendiri, Amel?” tanya Keanu.


“Karena memang itu kenyataannya,” ucap Amel.


“Cukup, Amel. Jangan berdebat lagi! Aku terus berusaha untuk mempertahankan hubungan kita, aku mencintaimu tapi kau terus menuduhku. Jika kau terus bersikap seperti ini ... aku sungguh lelah.” Suara Keanu melemah.


“Apa maksudmu, Mas?” tanya Amel.


“Sebaiknya untuk sementara kita tidak bertemu dulu. Kita saling instrospeksi diri. Setelah semuanya baik-baik saja. Aku janji akan kembali menemuimu.” Setelah mengatakan kalimat itu Keanu pergi meninggalkan Amel.


Melihat Keanu pergi begitu saja Amel sangat marah. Amel kesal rencananya malam itu gagal.


“Aku pasti akan membuat perhitungan denganmu, Bella,” ucap Amel dipenuhi rasa kebencian.