
Bella berjalan dengan menenteng kantong keresek berisi buah yang akan ia berikan untuk Amel. Mungkin?
Setelah berjalan melewati lorong-lorong, Bella berhenti di depan sebuah pintu. Ia menekan tombol passcode untuk membuka pintu. Setelah pintu terbuka Bella masuk dan melihat Amel sedang duduk sambil membaca majalah.
“Ehmmm.” Bella berdehem yang membuat pandangan Amel melihat ke arahnya. Bella menahan tawanya melihat reaksi Amel saat melihatnya bisa masuk begitu saja.
“Apa yang mau lakukan di sini?” Mata Amel terbelalak saat melihat Bella ada di depan matanya.
“Jangan melihatku seperti ingin memakanku, Amel,” ledek Bella.
“Kau! Bagaimana kau bisa masuk! Lancang sekali!” tanya Amel sambil berjalan ke arah Bella.
“Tentu saja lewat pintu,” jawab Bella dengan entengnya.
“Tapi pintunya terkunci.” Amel merasa heran karena Bella bisa masuk begitu saja.
“Mas Keanu memberikan aku passcode apartemen ini. Jadi ... jelas aku bisa masuk,” ucap Bella diikuti tawanya.
“Bagaimana bisa mas Keanu melakukan itu?” ucap Amel.
“Karena dia sangat percaya padaku,” ucap Bella.
“Cepat pergi dari sini!” usir Amel.
“Mas Keanu mengatakan jika kau sedang sakit. Jadi aku bawakan buah untukmu.” Bella memberikan kantong plastik berisi beberapa macam buah kepada Amel. Namun, ditolak oleh Amel.
“Aku tidak butuh ini!” tolak Amel.
“Baiklah, tidak apa-apa. Karena sudah dibeli jadi aku yang akan memakannya saja,” ucap Bella dengan santainya.
Bella duduk dengan menggigit buah apel yang dibawanya sendiri. Sesekali ia melihat ke arah Amel yang terlihat sangat kesal. Bella tidak memperdulikan itu. Tujuan utamanya datang juga karena ingin mengganggu Amel saja.
“Di mana mas Keanu?” tanya Amel.
“Dia sedang rapat dan tidak bisa diganggu,” jawab Bella.
“Kau pasti berbohong!” tuduh Amel.
Bella memutar bola matanya merasa jengah karena Amel menuduhnya.
“Kalau kau tidak percaya telepon saja dia.” Bella menyodorkan ponsel milik Amel yang ia ambil dari atas meja.
“Jangan pernah lancang dengan menyentuh barang pribadiku.” Amel mengambil ponsel dari tangan Bella.
Dengan sikap kasar yang Amel tunjukkan tidak membuat Bella merasa kesal. Semakin Amel marah justru membuat Bella merasa senang.
Bella kembali memakan apel sambil melihat acara di layar televisi. Matanya sesekali melirik melihat ke arah Amel yang ia yakini sedang menghubungi Keanu. Bella yakin seratus persen Keanu tidak akan menerima panggilan dari Amel. Karena ponsel Keanu ada di mobilnya. Saat turun dari mobil, Keanu lupa membawa ponselnya.
Bella terkikik geli, ia sangat menikmati rasa frustrasi yang Amel tunjukkan di wajahnya.
“Kenapa tidak di angkat?” Amel terlihat kesal saat Keanu tidak mengangkat panggilan teleponnya.
“Tidak diangkat, ’kan? Sudah aku bilang dia sedang sibuk,” ucap Bella.
Amel bertambah kesal saat melihat Bella dengan santainya duduk dan bersikap seperti pemilik tempat itu.
“Sebaiknya kau jaga sikapmu! Ini rumahku!” ucap Amel.
“Kenapa? Kau tidak suka?” Bella berdiri dan menghampiri Amel setelah menaruh apel di atas meja. “Bukankah kau juga berlaku seenaknya di rumahku waktu itu? Lagi pula apartemen ini dibeli dengan uang suamiku. Jadi apartemen ini bisa dibilang milikku juga.”
Apa yang dikatakan oleh Bella benar adanya membuat Amel terdiam seketika. Amel menggenggam telapak tangannya menahan amarahnya yang bersiap meledak.
“Dasar munafik! Kau selalu mengatakan jika kau mengizinkan mas Keanu kembali bersamaku. Tapi aku melihat kau ingin menjauhkan aku dari mas Keanu,” ucap Amel.
“Aku memang rela melakukan itu untuk kebahagiaan mas Kean. Tapi aku melihat kau tidak tulus mencintainya,” jawab Bella. “Kau kembali setelah meninggalkan mas Kean. Aku berharap kau tidak memiliki maksud lain.”
“Aku hanya ingin mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku,” ucap Amel.
“Oke. Tapi kalau kau sampai berniat menyakitinya kembali, aku tidak akan tinggal diam,” ancam Bella.
“Sebaiknya kau pergi sekarang! Aku tidak ingin berdebat denganmu,” teriak Amel.
“Stttt ... bukankah kau sedang sakit? Jangan berteriak! Itu bisa menguras tenagamu.” Bella tersenyum miring seolah sedang mengejek Amel.
“Cepat pergi!” Amel meninggikan volume suaranya.
“Iya, baiklah. Berhenti berteriak jika kau tidak ingin bertambah sakit.” Bella menutupi kedua telinganya.
“Dengan keberadaanmu di sini sudah membuat aku bertambah sakit,” ucap Amel.
“Itu yang aku mau. Membuatmu bertambah sakit,” aku Bella diikuti tawanya.
Puas membuat Amel marah, Bella memutuskan untuk pergi dari tempat tersebut. Bella berjalan melewati Amel tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.
******
“Apa kau masih marah padaku, Mas?” tanya Amel tanpa menghentikan langkahnya.
“Aku tidak marah padamu,” jawab Keanu.
“Ada banyak pekerjaan yang membuat aku letih,” jawab Keanu.
“Aku tahu bukan hanya itu. Kau pasti masih marah tentang kejadian ayahnya Bella, 'kan?” tebak Amel. “Jika kau mau aku minta maaf pada Bella akan aku lakukan,” lanjut Amel.
“Aku harap untuk sementara ini jangan muncul di hadapan Bella ataupun papanya. Aku tidak mau masalah seperti kemarin terulang kembali,” pinta Keanu.
“Baiklah, aku janji,” ucap Amel. “Tapi kumohon jangan seperti ini padaku. Aku tidak tahan jika kau mengabaikan aku.”
“Maafkan aku, Amel. Aku akan usahakan untuk bisa menghabiskan waktu lebih banyak bersamamu,” ucap Keanu.
Sudah lebih dari dua minggu Keanu tidak bertemu dengan Amel. Urusan pekerjaan dan kesehatan ayah mertuanya menjadi alasannya. Saat ada waktu Keanu menyempatkan datang menemui Amel. Wanita itu nampak kurus dan pucat. Keanu merasa bersalah melihat kondisi kekasihnya. Maka saat Amel mengajaknya untuk berjalan-jalan, Keanu tidak menolaknya.
Keanu dan Amel berjalan berdampingan di taman sekitar apartemen. Mereka tidak bisa bebas pergi bersama karena status Keanu. Keduanya berjalan saling diam menikmati hembusan angin yang menerpa tubuh mereka.
Amel sendiri merasa senang bisa menghabiskan waktu bersama Keanu meskipun hanya sebentar saja. Setidaknya dirinya bisa merasakan sebuah ketenangan setelah apa yang sudah dialaminya. Sejak kejadian itu Amel merasa hidupnya bak di neraka. Teror dari Rio pun masih terus ia dapatkan sampai detik itu.
“Kau baik-baik saja?” tanya Keanu saat melihat Amel melamun.
“Ya,aku baik-baik saja,” jawab Amel. “Hanya ada sesuatu yang sedang aku pikirkan.”
“Apa yang sedang kau pikirkan?” Keanu berhenti melangkah begitu juga dengan Amel.
Keanu melihat Amel menundukkan wajahnya. Lalu ia meraih pundak Amel meminta kepada kekasihnya untuk menghadap ke arahnya. Setelah itu Keanu meraih dagu Amel dan mengangkat wajahnya.
“Katakan padaku apa yang sedang kau pikirkan?” Keanu bertanya sekali lagi.
“Tentang kita, Mas. Sampai kapan kita akan terus menyembunyikan hubungan kita,” jawab Amel.
Keanu menjauhkan tangannya dari dagu Amel untuk menggenggam tangan sang kekasih. “Maafkan aku, Mel. Aku belum bisa memberimu kepastian. Aku mohon bersabarlah!”
“Aku merasa akhir-akhir ini kau mulai jauh dariku. Aku takut jika aku kehilanganmu untuk yang kedua kalinya,” ucap Amel.
“Tolong jangan bicara seperti itu,” pinta Keanu.
“Lalu aku harus apa?” tanya Amel kesal.
Keanu merasa lelah dengan pembahasan itu. Jujur dirinya sangat sulit untuk mengambil keputusan dalam hal percintaan. Setiap kali ia ingin melangkah, ada saja halangan yang membuat keyakinannya goyah.
“Ini sudah malam. Istirahatlah!” ucap Keanu untuk menghindari pembahasan itu.
“Aku tahu kau mencoba menghindar, Mas,” ucap Amel.
Sebelum merespon perkataan Amel, ponsel Keanu berdering. Ada nama Bella muncul di layar ponselnya. Tanpa berpikir lagi, Keanu menggeser tombol hijau untuk menerima panggilan dari Bella.
Amel menatap tidak suka saat Keanu bicara dengan Bella. Menurutnya Keanu sudah lebih mementingkan Bella daripada dirinya.
Bella lagi, Bella lagi. Sampai kapan aku harus membagi mas Keanu dengan wanita itu. Aku harus segera melakukan sesuatu agar mas Keanu makin jauh dari wanita itu.
Amel mengubah ekspresi wajahnya saat Keanu telah selesai menelpon.
“Ini sudah malam. Aku harus pulang,” ucap Keanu.
“Kau tidak ingin mampir sebentar?” tanya Amel.
“Tidak, aku masih ada banyak pekerjaan,” tolak Keanu.
“Pekerjaan atau kau ingin menghabiskan malam bersama Bella,” tuduh Amel.
“Apa maksudmu?” tanya Keanu.
“Kau tahu jelas maksudku. Kalian suami-istri pasti —” Ucapan Amel dipotong oleh Keanu.
“Aku belum menyentuhnya sama sekali,” sela Keanu.
“Benarkah?” Amel nampak senang mendengarnya.
“Sudahlah, ini sudah malam. Kau istirahatlah,” ucap Keanu yang langsung dianggukki oleh Amel.
“Kau jangan terlalu lelah ya,” ucap Amel. “Jika kau bertemu Bella nanti, sampaikan salamku untuknya.”
“Pasti akan aku sampaikan,” ucap Keanu.
Strategi awal Amel untuk mendapatkan perhatian Keanu adalah dengan mengibarkan bendera persahabatan dengan Bella.
“Baiklah. Jaga dirimu baik-baik.” Keanu mengusap sisi wajah Amel sebelum mengecup keningnya. “Selamat malam.”
“Selamat malam, Mas,” balas Amel.
Keanu berbalik dan melangkah meninggalkan Amel. Namun, Amel menahan pergelangan tangannya membuat langkahnya terhenti.
Keanu berbalik sambil berkata, “Ada apa?”
“Mas ....” Amel menarik tengkuk Keanu dan mencuri satu kecupan di bibir Keanu. “Aku merindukanmu.”
Maaf baru muncul gaes. Habis ambruk, hihihik. Ditambah mata ikutan sakit.