
Keanu sangat marah mengetahui Amel sudah mengirim video itu kepada Bella. Karena itu, hubungannya dengan sang istri berada di ujung tanduk.
Marah? Sangat!
Tanpa berpikir panjang lagi Keanu langsung menghampiri Amel di apartemennya. Keanu mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh. Ia tidak sabar untuk bertemu dengan Amel. Bukan karena merasa rindu, tetapi ingin melampiaskan amarahnya.
Tiba di gedung parkiran, Keanu menghentikan laju mobilnya dengan mendadak. Menimbukan suara decitan rem. Keanu keluar dan menutup pintu mobil dengan kasar.
"Hai, Sayang. Akhirnya kau datang ke sini juga," ucap Amel saat Keanu tiba di apartemen.
Keanu terus berjalan dalam diam sambil terus menatap Amel penuh kemarahan. Raut di wajahnya menunjukkan rasa tidak bersahabat.
"Aku tahu, kau pasti... argh!" Ucapan Amel terhenti saat Keanu tiba-tiba mencengkram lehernya.
"Aku sudah bersabar untukmu. Tapi kau sudah keterlaluan! Kau janji tidak akan memberikan video itu kepada Bella. Lalu kenapa kau mengirim video itu?" Keanu mendorong Amel membuatnya jatuh dan terduduk di sofa.
Cekikan Keanu hampir saja menghentikan napasnya. Amel terbatuk-batuk setelah itu menarik napasnya dalam-dalam untuk menetralkan napasnya.
"Apa kau sudah gila. Kau hampir saja membunuhku!" ucap Amel.
"Aku tidak peduli. Sekarang kau jelaskan! Kenapa kau mengirim video itu pada Bella?" tanya Keanu dengan nada bicara yang sangat marah.
"Itu karena kau tidak menjawab telepon dan membalas chat dariku. Kau sudah mengabaikan aku dua hari ini," teriak Amel.
"Astaga, Amel!" Keanu menjambak rambutnya sendiri. Ia bingung bagaimana membuat Amel mengerti dengan keadaannya.
"Apa kau tidak punya akal, hah? Kamu tahu papanya Bella baru saja meninggal dan baru tadi siang kami memakamkannya," ucap Keanu.
"Aku tidak peduli. Itu bukan urusanku! Yang aku inginkan hanya bersamamu," ucap Amel.
"Ya Tuhan … kenapa kau jadi seperti ini. Kau berubah seratus delapan puluh derajat. Dulu karena sikap baik dan pengertianmu membuat aku jatuh hati padamu. Tapi aku sudah tidak menemukannya di dalam dirimu. Aku sangat membencimu! Aku muak pada sikapmu, Amel!" bentak Keanu.
"Aku seperti ini karenamu. Aku hanya ingin kembali bersamamu," ucap Amel.
"Itu sudah tidak mungkin, Amel." Suara Keanu mulai melemah. "Tolong mengertilah!" ucap Keanu dengan wajahnya yang tertunduk.
Amel bangun dan berdiri satu langkah di depan Keanu. Kedua tangan Keanu digengam oleh Amel.
"Mas, ayo kita mulai dari awal. Kita menikah saja," ajak Amel. "Aku mohon kembalilah bersamaku dan aku yakin semuanya akan baik-baik saja," ucap Amel.
"Itu hal yang tidak mungkin, Amel." Keanu menjauhkan tangan Amel. "Aku sudah menikah dan aku sangat mencintai Bella.
"Jangan seperti ini. Tolong, Mas. Aku hanya ingin kita seperti dulu," ucap Amel.
"Maaf, aku harus pergi," tolak Keanu.
Keanu berbalik melangkah meninggalkan Amel. Namun langkahnya terhenti saat Amel berteriak memanggilnya.
"Mas, jika kau bersikeras untuk pergi aku tidak segan-segan untuk mengirim video itu pada publik. Dan kau pasti tahu apa yang akan terjadi, 'kan?" ancam Amel.
Keanu terdiam dengan tangan yang mengepal kuat. Dengan sekuat tenaga Keanu menahan amarahnya. Jika video itu sampai diketahui oleh publik maka bisa dipastikan bukan hanya dirinya yang akan hancur, tetapi juga keluarganya bahkan mungkin akan berpengaruh pada bisnisnya. Akan tetapi Keanu juga tidak ingin kehidupannya selalu disetir oleh Amel.
"Jika dengan melakukan ini kau akan puas, maka lakukan saja! Dengan Bella marah padaku itu juga sudah membuat kehidupanku hancur." Keanu bicara tanpa melihat ke arah Amel.
Setelah mengatakan kalimat itu Keanu pergi meninggalkan Amel. Keanu
sama sekali tidak memperdulikan Amel yang terus saja memanggilnya.
Jika ditanya apakah Keanu khawatir jika Amel serius dengan ancamannya, jawabannya adalah iya. Namun Keanu juga sadar meskipun bangkai ditutupi rapat-rapat makin lama baunya akan tercium juga. Kini Keanu hanya harus bersiap menghadapi badai yang lebih besar dalam kehidupannya.
******
Keanu pun hanya bisa bersabar. Di dalam dirinya Keanu masih memiliki harapan jika Bella akan kembali seperti dulu.
Pagi itu setelah Bella menyiapkan sarapan untuk Keanu. Setelah itu Bella meminta izin untuk pergi ke kantor mendiang ayahnya lebih dulu. Sebagai anak tunggal, Bella berkewajiban untuk meneruskan bisnis sang ayah.
"Aku pergi dulu," pamit Bella.
"Kau tidak sarapan dulu?" tanya Keanu.
"Ada meeting dengan vendor dari luar kota," tolak Bella.
"Aku akan mengantarmu," tawar Keanu.
"Tidak perlu. Aku bisa berangkat sendiri," tolak Bella. "Kau sarapan saja," imbuh Bella.
Bella mengambil tas dan beberapa berkas di meja lalu melangkah pergi, tetapi Keanu mencegahnya. Keanu memegang lengan Bella untuk mencegah sang istri pergi.
"Tunggu, Bella," cegah Keanu.
"Lepas, Mas!" Bella masih tidak ingin disentuh oleh Keanu.
"Aku tahu kau tidak ingin aku menyentuhmu. Tapi tolong jangan siksa dirimu," ucap Keanu. "Kalau kau tidak ingin makan bersamaku setidaknya bawa roti ini. Kau bisa makan di jalan." Keanu mengabil roti tawar dan mengoles selai cokelat kesukaan Bella. Setelah itu meletakan roti itu di dekat Bella.
"Aku pergi dulu." Keanu menjauhkan tangannya dari lengan Bella. Ia berlalu pergi meninggalkan Bella yang masih berdiri di dekat meja makan.
Bella berpegang erat pada punggung kursi sambil menahan cairan bening yang sudah menggenang di matanya. Pandangannya terus tertuju pada Keanu yang semakin menjauh lalu menoleh melihat sandwich yang ia buat untuk Keanu. Masih utuh tidak berkurang sedikitpun.
Jadi Keanu pergi ke kantor tanpa sarapan?
Pandangan Bella beralih pada roti isi yang Keanu siapkan untuk dirinya. Bella tidak bisa lagi menahan air matanya melihat roti itu. Ada kerinduan yang mendalam kepada Keanu di sana. Dengan tangan yang bergetar Bella mengambil roti itu membawa ke dekat mulutnya.
Bella menggigit sedikit roti yang dibuat oleh Keanu dibarengi oleh cairan bening mengalir dari matanya. Rasa rindu pada sang suami sangat besar meskipun tinggal dalam satu atap. Ingin rasanya Bella bisa bersama sang suami seperti dulu. Akan tetapi memaafkan Keanu masih menjadi hal yang mustahil bagi Bella.
Tidak ingin hanyut dalam kesedihan Bella segera menghapus air matanya. Ia melangkah ke bagasi rumah tentunya sambil memakan roti yang sudah disiapkan oleh Keanu. Hanya itu yang bisa mengobati rasa rindu kepada sang suami. Bukan tidak ingin, tetapi bayangan dari pengkhianatan sang suami masih menghantui dirinya membuat Bella sulit untuk memaafkan Keanu.
Tiba di kantor Bella dikejutkan dengan begitu banyak wartawan. Padahal masih sangat pagi. Embun pun masih belum menghilang.
Ada apa?
Bella melangkah pelan dengan kebingungan berada di sekelilingnya. Kebingungan itu semakin bertambah saat para wartawan mendekat berkerumun mengelilinginya dan langsung mencecar dengan begitu banyak pertanyaan.
Saking banyaknya pertanyaan yang diajukan membuat bingung untuk menjawabnya.
Apa benar suami Anda selingkuh?
Kenapa suami Anda selingkuh? Bukankah hubungan kalian selama ini baik-baik saja?
Bagaimana tanggapan Anda mengenai video perselingkuhan suami Anda yang beredar di dunia maya?
Dan segudang pertanyaan.
Apa? Video? Mungkinkah video itu sudah tersebar?
"Mba tolong jawab! Jangan diam saja!" desak para wartawan itu.
"Maaf, no coment." Bella menolak untuk menjawab. "Permisi, saya ada meeting penting." Bella berjalan menerobos wartawan, tetapi tidak bisa. Para wartawan itu seolah menutup jalan bagi Bella.
"Tolong jawab, Mba! Jangan diam saja." Para wartawan itu masih terus mendesak Bella untuk menjawab pertanyaan yang sebenarnya sulit dijawab oleh Bella.
Segudang pertanyaan dan desakan para wartawan untuk menjawab membuat kepala Bella terasa pening. Suara berisik, silau dari lampu flash camera wartawan, minimnya ruang gerak membuat perasaannya makin tidak karuan. Hingga Bella sudah tidak tahan dengan situasi itu. Bella ambruk dan jatuh pingsan di antara para wartawan.