I Love You

I Love You
Chapter 52



Bella menghampiri Keanu bersama Azka. Jantungnya berdegup kencang, ada kegugupan di setiap langkah Bella. Senyumnya mengembang saat langkanya kian dekat dengan Keanu, ia tidak sabar melihat reaksi Keanu.


"Mas Kean," panggil Bella seketika Keanu menoleh mempertemukan padangan mereka. "Mas sedang apa di sini?" tanya Bella pura-pura tidak tahu.


“Aku ... aku ... bertemu dengan temanku di sekitar sini. Terus tidak sengaja aku melihat mobil Azka. Jadi aku berpikir kau juga ada di sini." Keanu menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.


Bella dan Azka menahan tawa mendengar jawaban yang diberikan oleh Keanu. Ada-ada saja, sudah ketahuan tetapi  masih saja malu untuk mengaku.


"Oh teman. Lalu di mana teman  mas Keanu sekarang?" tanya Bella.


"Dia ...." Keanu terlihat bingung untuk  menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Bella.


"Mas, kenapa malah diam?" tanya Bella.


"Dia ... ya jelas sudah pulang.  Ya dia sudah pulang." Keanu menghembuskan napas berharap Bella tidak tahu kebohongannya.


Dari gelagat Keanu, Bella dan Azka jelas tahu jika Keanu sedang berbohong, tetapi mereka membiarkan itu dan berpura-pura tidak tahu.


“Temannya laki-laki atau perempuan?” tanya Bella lagi.


Keanu menggaruk tengkuknya, dalam hatinya Keanu berdecak. Kenapa istrinya malah banyak bertanya.


"Kenapa bertanya sampai sedetail itu,” decak Keanu. "Lagipula ini bukan hal yang penting," lanjut Keanu.


"Wajar saja, aku ini istrimu. Aku berhak tahu kau pergi dengan siapa saja,” ucap Bella.


Keanu mendengkus, ucapan Bella jelas sedang membalas ucapannya waktu Bella akan pergi bersama Azka.


"Sudahlah, jangan bahas tentang aku. Ini sudah jam 12 malam. Kenapa kalian belum pulang dan justru pergi ke sini?" tanya Keanu.


"Percuma juga aku pulang cepat. Kau juga tidak ada di rumah," jawab Bella.


"Bisa saja menjawabnya." Keanu mengembuskan napas kesal. "Ayo kita pulang," ajak Keanu.


Keanu menarik tangan Bella. Namun, Azka mencegahnya.


"Dia pergi bersamaku. Jadi biar aku yang mengantar kakak ipar pulang," cegah Azka.


Keanu melangkah menghampiri Azka dan menyembunyikan Bella di balik tubuhnya.


"Aku mempercayakan Bella padamu. Tapi kau justru menyesatkan dirinya. Aku tidak percaya lagi padamu. Bisa saja setelah ini kau akan mengajaknya pergi ke tempat lain," ucap Keanu.


"Sabar, Kakak. Kenapa kau jadi seperti ini padaku?" ledek Azka.


"Ingat ini! Jangan harap setelah ini aku akan membiarkanmu membawa Bella pergi," ucap Keanu.


"Ck, ck, ck, aku mencium bau yang terbakar," ledek Azka.


"Apa yang terbakar?" tanya Bella.


"Masa kau tidak tahu, Kakak ipar?"Azka memberikan kode pada Bella. "Kau tidak melihat ada asap yang yang keluar dari kepala suamimu. Sepertinya dia terbakar api cemburu," ledek Azka.


Bella tertawa mendengar ucapan Azka. Bella mengintip melihat raut wajah Keanu. Suaminya terlihat mati-matian menahan rasa kesalnya.


"Mas beneran cemburu?" tanya Bella.


Keanu mendengkus kesal, ucapan Bella tidak terdengar seperti pertanyaan, lebih tepatnya sebuah ejekkan.


"Jangan terlalu percaya diri." Keanu menyentil kening Bella membuat Bella memekik.


"Kalau cemburu bilang saja. Kenapa mesti malu," ejek Azka.


Keanu menggeram, ia mencoba bersabar menghadapi adik sepupunya yang selalu senang menguji kesabarannya.


"Kau? Dasar adik kurang ajar." Keanu menarik tangan Bella membawanya pergi meninggalkan Azka yang sedang tertawa.


"Mas, kita tidak bisa meninggalkan dia sendiri." Bella menahan langkahnya membuat langkah Keanu terhenti.


"Dia bukan bayi lagi. Dia bisa pulang sendiri," ucap Keanu.


"Tapi ... eh, Mas —" Ucapan Bella langsung dipotong oleh Keanu.


"Kau lebih membela pria lain daripada suamimu sendiri?" sela Keanu.


"Bukan begitu, Mas ...." Bella menghentikan ucapannya saat Keanu menariknya kembali. Bella berbalik melihat Azka dengan tatapan tidak enak hati. "Azka, maafkan aku dan mas Kean. Kami pulang dulu. Kau hati-hati di jalan." Bella bicara dengan sedikit meninggikan volume bicaranya.


Azka menganggukkan kepalanya lalu mengacungkan ibu jarinya. Setelah itu Azka masuk ke mobilnya sendiri.


"Akhirnya aku bebas. Aku bebas bersenang-senang sekarang." Azka melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.


Sementara itu Keanu masih menarik Bella membawanya ke mobilnya. Langkah mereka terhenti ketika sampai di samping mobil Keanu.


"Masuk!" suruh Keanu.


"Mas, seharusnya kau tidak bicara seperti itu pada Azka," ucap Bella.


"Jangan terus membelanya. Sekarang masuk! Kita pulang," suruh Keanu.


Bella menghentakkan kakinya lalu masuk ke mobil duduk di samping Keanu yang siap mengemudikan mobilnya. Bella duduk diam dengan wajah yang memberengut.


Keanu melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu. Sepanjang perjalanan suasana sangat dingin seperti ada gunung es. Ditambah lagi sikap dingin Keanu membuat Bella serasa ingin membeku.


Sebenernya Bella merasa senang melihat Keanu kesal saat ia pergi bersama pria lain. Akan tetapi tidak seperti itu juga. Sesekali Bella melihat sekilas ke arah Keanu. Raut wajah Keanu masih masam. Bella memilih diam sambil memejamkan matanya sebelum akhirnya dirinya benar-benar tertidur.


"Sudah sampai. Ayo turun!" ajak Keanu.


Setelah melepas sabuk pengaman yang ia kenakan Keanu turun dari mobil lebih dulu. Ketika akan masuk ke rumah Keanu bingung saat Bella masih duduk di mobil dengan mata yang masih terpejam. Keanu melangkah memutar ke sisi lain mobil untuk menghampiri Bella.


“Hei, apa kau ingin tidur di mobil.” Keanu bertanya seraya mengetuk kaca mobil.


Tidak ada sahutan, Bella masih memejamkan matanya. Keanu berdecak kemudian membuka mobilnya.


“Bella.” Keanu terkejut saat melihat Bella berkeringat dan terlihat seperti menggigil.


Keanu menempelkan punggung tangannya untuk memeriksa suhu tubuh Bella. Ternyata Bella demam. Keanu cemas lalu memanggil penjaga rumah untuk membantunya mengeluarkan Bella dari mobil.


Kondisi Bella yang lemah membuat Keanu membawa Bella masuk ke rumah dengan cara menggendongnya. Sampai di kamar Keanu merebahkan tubuh Bella menutupi sebagian tubuhnya dengan selimut.


"Bi, tolong telepon Dokter," suruh Keanu.


"Baik, Pak," sahut Bibi.


Keanu keluar kamar, ia melangkah ke dapur untuk mengambil air hangat untuk mengompres Bella, tidak lupa obat penurun panas. Setelah itu Keanu kembali ke kamar. Kekhawatiran menghampiri Keanu saat tidak melihat keberadaan Bella.


"Bella," panggil Keanu.


Tidak ada sahutan membuat Keanu bertambah khawatir. Keanu melangkah ke kamar mandi saat mendengar suara gemericik air. Pintu kamar mandi tidak terkunci membuat Keanu langsung masuk.


Mata Keanu membulat sempurna melihat Bella sedang membungkukkan tubuhnya dan berkutat dengan rasa mualnya.


"Bella, kau kenapa?" Keanu berjalan mendekat ke Bella.


Keanu memijit tengkuk Bella berharap bisa membuat Bella merasa nyaman. Melihat Bella sudah tidak muntah, Keanu mengambil tisu dan memberikannya kepada Bella.


Bella membasuh mulutnya dengan air mengalir lalu mengeringkan bibirnya dengan tisu yang diberikan oleh Keanu. Bella berbalik berdiri menghadap Keanu. Tubuhnya lemas dan wajahnya pucat. Keanu tidak tega melihatnya lalu membawa Bella masuk ke pelukannya.


"Sudah merasa lebih baik?" tanya Keanu seraya mengusap punggung Bella.


Kondisinya yang lemas membuat Bella hanya bisa mengangguk untuk merespon pertanyaan Keanu.


"Ayo keluar. Biar aku bantu." Keanu menuntun Bella kembali ke kamar mereka.


Bella duduk di tempat tidur dibantu oleh Keanu. Dua bantal Keanu tumpuk di belakang Bella agar istrinya bisa bersandar dengan nyaman. Setelah itu Keanu menelpon Bibi untuk membuatkan bubur untuk Bella.


"Kenapa kau seperti ini. Pria itu memberikanmu makan apa?" tanya Keanu disambut gelengan kepala oleh.


"Mungkin aku hanya masuk angin saja," ucap Bella.


"Makanya kalau jalan-jalan ingat waktu," omel Keanu.


"Aku sedang sakit setidaknya jangan marah-marah padaku." Bella memberengut. "Istri sakit masih saja diomelin," gerutu Bella.


"Kau yang membuat dirimu sakit," ucap Keanu.


"Bersikaplah manis padaku," pinta Bella.


"Bagaimana bisa aku bersikap manis pada anak nakal sepertimu," balas Keanu.


Perdebatan Bella dan Keanu harus berhenti ketika ada yang datang ke kamar mereka. Ada bibi yang datang bersama dengan Dokter pribadi mereka.


Keanu menyingkir memberikan ruang kepada Dokter untuk memeriksa Bella. Keanu tidak pergi barang sedetik pun saat Dokter sedang memeriksa Bella. Ia ingin tahu keadaan Bella.


"Bagaimana kondisinya?" tanya Keanu.


"Masalah pencernaan," jawab Dokter yang bernama Fadli. "Sepertinya Anda tidak makan dengan benar, Nona," tebak Fadli.


Apa yang dikatakan oleh Dokter Fadli sangat tepat. Karena memikirkan Keanu membuat Bella seharian tidak memperdulikan rasa laparnya.


"Apa itu benar, Bella?" tanya Keanu.


"Iya, Mas. Aku tidak merasa lapar seharian ini," jawab Bella dengan wajah yang tertunduk.


Keanu mendesah, ia juga merasa bersalah kepada Bella. Seharian mengikuti Bella, tetapi ia tidak memerhatikan apakah Bella sudah makan atau belum.


"Baiklah, ini saya sudah buatan resep obatnya. Bisa ditebus di apotik." Dokter Fadli memberikan selembar kertas bertuliskan nama-nama obat. "Ada satu obat yang harus diminum sebelum makan. Dan jangan lupa untuk sementara berikan dia makanan yang halus saja," jelas Dokter.


"Terima kasih, Dok. Saya akan menebus obatnya sekarang juga," ucap Keanu.


"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu. Jika ada apa-apa hubungi saya," ucap Dokter Fadli.


"Terima kasih, Dok," ucap Bella.


"Sama-sama. Semoga lekas sembuh." Setelah mengantar kalimat itu Dokter Fadli keluar dari kamar Bella dengan diantar oleh Keanu.


Setelah mengantar Dokter Fadli Keanu meminta pekerja di rumahnya untuk menebus obat lalu ia kembali ke kamar. Ia melihat Bella sedang makan bubur dengan disuapi oleh bibi. Keanu berjalan ke dekat Bella mengambil alih untuk menyuapi Bella.


Keanu menyendok bubur, meniupnya, dan setelah memastikan jika bubur itu tidak panas barulah Keanu menyuapkan ke mulut Bella. Dengan telaten dan penuh kesabaran Keanu menyuapi Bella sampai bubur itu habis.


"Minum obat penurun panas ini dulu." Keanu memberikan Bella satu butir obat dan juga segelas air putih. "Sekarang istirahat!" suruh Keanu yang langsung dianggukki oleh Bella.


Setelah minum obat Bella mulai merasa mengantuk. Tidak berselang lama Bella akhirnya tertidur.


Keanu masih setia menemani Bella. Ia tidak bisa tidur saat Bella demam tinggi dan terus mengigau. Keanu karena demam Bella belum juga turun. Berkali-kali Keanu mengganti kompresan dan perlahan demam Bella turun membuat Keanu merasa sangat lega. Setelah demam Bella turun barulah Keanu bisa tidur dengan nyenyak.