
Bella berjalan dengan merangkul lengan Keanu masuk ke ruang pesta. Kedatangan mereka disambut tepukan tangan para tamu lainnya.
"Bella, kau cantik sekali!" puji Anna.
"Terima kasih. Kau juga cantik, Anna." Bella balik memuji Anna.
"Bella, kau harus hati-hati. Suamimu akan menjadi rebutan para wanita di sini," ucap Anna.
"Oh, tidak. Menurutku suaminya yang harus khawatir karena Bella akan menjadi rebutan di sini," ucap Aldo.
Sepertinya ucapan Aldo sudah memancing api di di dalam diri Keanu. Menyadari itu Aldo langsung menutup mulutnya dan pergi. Ia tidak mau terkena masalah nantinya.
"Sebaiknya kita bergabung dengan yang lainnya," ajak Anna.
"Ya itu benar," imbuh Bella.
Hotel mewah menjadi tempat diadakannya pesta. Dari semua tatanannya, seperti bukan pesta perpisahan biasa, tetapi seperti pesta kalangan atas. Jelas sekali, karena yang mengadakan pesta itu bukanlah orang biasa, tetapi salah satu anak pejabat di kota.
Pesta sudah berlangsung, berbagai acara juga sudah dilakukan. Termasuk juga acara dansa bersama pasangan. Susah payah Bella menari dengan high heels yang sebenarnya menyulitkan langkahnya. Beruntung Keanu selalu menjaganya dan tidak membiarkan Bella sampai terjatuh.
Satu acara lagi dan setelah itu pesta akan selesai. Acara selanjutnya yaitu permainan kebenaran atau tantangan. Giliran Bella dan Keanu yang mengikuti permainan itu. Botol diputar dan tidak lama berhenti dengan sendirinya. Mulut botol itu menunjuk ke arah Bella. Itu berarti Bella harus mendapatkan hukuman.
"Baiklah, Bella. Jadi kau pilih mana? Kebenaran atau tantangan?" tanya Anna.
"Emmm, apa ya?" Setelah berpikir sejenak Bella memilih tantangan. "Tantangan saja," ucap Bella.
"Kau yakin, Bella?" tanya Rafael. Teman Bella sekaligus tuan rumah dari pesta tersebut.
"I-ya." Bella menjawab dengan ragu.
"Kalau begitu —" Ucapan Rafael terpotong oleh Anna.
"Tunggu, Rafael," cegah Anna. "Aku ingin kau memberikan Bella tantangan ini." Anna berbisik di telinga Rafael.
Bella harap-harap cemas melihat Anna berbisik di telinga Rafael. Bella merasa curiga Anna merencanakan sesuatu.
"Oke, Anna. Itu ide yang sangat bagus." Rafael mengacungkan ibu jarinya kepada Anna.
"Baiklah, Bella. Tantangan untukmu adalah katakan 'aku mencintaimu' kepada suamimu di depan kami semua yang ada di sini," perintah Rafael.
"Apa?" Bella sangat terkejut mendengar tantangan yang diberikan oleh Rafael. Matanya hampir saja lepas dari tempatnya karena rasa terkejut itu. "Anna, ini pasti idemu. Iya, 'kan?" Bella melotot ke arah Anna.
"Ayo, Sayangku. Ini adalah tantangan untukmu." Anna mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda Bella.
"Ck, Anna ...." Bella berdecak. Tantangan macam apa itu?
"Kenapa, Bella? Harusnya ini sangat mudah bagimu," ucap Rafael.
Bella masih diam di tempat sambil menatap Keanu dengan wajah yang merona. Tidak lama Anna datang dengan membawa microphone dan memberikannya kepada Bella.
"Ini saatnya, Bella. Tidak ada salahnya kau yang memulai dulu," bisik Anna.
"Tapi ... Anna ...." Bella masih merasa ragu dan malu. Apakah bisa dirinya mengungkapkan perasaannya terhadap Keanu?
"Ayo, Bella. Semangat!" Anna mengantar Bella ke tengah-tengah ballroom. "Yakinlah dengan dirimu sendiri, Bella." Anna mencoba memberikan semangat untuk Bella sebelum meninggalkan Bella di tengah-tengah ballroom.
Bella terdiam memandangi teman-temannya yang sedang berdiri mengelilinginya. Mereka terlihat sabar menunggunya untuk bicara.
"Selamat malam semua?" Bella mencoba untuk menyapa teman-temannya untuk mengurangi kegugupannya.
"Malam, Bella," balas semua orang.
Bella mengira kegugupannya kian mereda, tetapi yang Bella rasakan kegugupannya justru semakin menjadi.
"Apa yang harus aku lakukan?" batin Bella.
Pandangan Bella mengarah kesana kemari dan berhenti tepat ke arah Keanu. Tenggorokannya mengering, membuat Bella menelan air liurnya sendiri untuk membasahinya. Suasana menjadi canggung saat Keanu mengisyaratkan Bella untuk mulai bicara.
"Apa dia sedang meledekku?" batin Bella.
Bella memegang microphone dengan tangan yang gemetar. Ia bergelut dalam hatinya merasa bimbang dan merasa ragu untuk mengungkapkan perasaannya terhadap Keanu. Setelah dipikir-pikir akan sampai kapan rasa cintanya disembunyikan.
"Ayo, Bella." Teman-teman Bella menyerukan semangat untuk Bella.
Seruan teman-temannya membuyarkan lamunan Bella. Setelah memikirkan semuanya Bella memutuskan untuk memulai lebih dulu. Tidak ada salahnya jika wanita yang lebih dulu mengungkapkan perasaannya. Lagipula jika dirinya gagal melakukan tantangan itu, teman-temannya bisa menyuruh dirinya untuk melakukan hal yang lain, yang jauh lebih aneh-aneh lagi.
Bella menutup matanya sejenak lalu menarik napasnya dalam-dalam. Setelah itu Bella mulai bersuara.
"Aku dan suamiku menikah atas dasar perjodohan. Di awal pernikahan aku tidak memiliki perasaan terhadapnya. Bagiku dia itu pria kejam dan sangat dingin." Bella tertawa begitu juga yang lainnya termasuk Keanu. "Tapi seiring dengan berjalannya waktu perasaan tidak suka aku padanya mulai hilang. Aku mulai menyukainya. Dan kini rasa suka itu berubah menjadi cinta." Bella meredam ucapnya sejenak lalu kembali bicara. "Aku mencintaimu, suamiku," lanjut Bella.
Semua orang bertepuk tangan setelah Bella selesai bicara. Banyak orang yang berseru memberikan apresiasi kepada Bella.
Bella tersenyum dan merasa lega bisa mengungkapkan perasaan terpendamnya. Tidak dipungkiri harapannya pada Keanu untuk membalas perasaannya sangat besar. Jika memang tidak bisa, maka biarkan saja yang terpenting Keanu sudah tahu perasaanya, masalah Keanu akan membalasnya itu urusan nanti.
"Bella, my friend." Anna menghampiri Bella dan memeluknya. "Kau terbaik," seru Anna.
Pandangan Bella kembali menatap Keanu yang sedang berjalan ke arahnya. Pandangan mereka tidak putus seolah sedang mengisyaratkan sesuatu.
Semua orang menyingkir memberikan jalan untuk Keanu sambil bertepuk tangan.
"Sudah selesai?" tanya Keanu tanpa memutus pandangannya dari Bella.
"Sudah," jawab Bella yang juga masih terus menatap Keanu.
"Kalau begitu, ayo kita pulang." Keanu mengulurkan tangannya ke arah Bella.
Bella menganggukkan kepalanya lalu menyambut uluran tangan Keanu diiringi tepukan tangan semua orang.
"Cie, cie, romantis banget," ledek Anna membuat Bella salah tingkah.
"Kami permisi dulu," ucap Keanu yang langsung dianggukki oleh Anna dan teman-teman Bella yang lain.
"Tunggu dulu!" Seseorang mencegah Bella dan Keanu pergi.
Langkah Bella dan Keanu terhenti. Mereka menoleh ke asal suara. Orang yang menghentikan mereka untuk pergi adalah teman Bella yang mengadakan acara perpisahan itu.
"Hai, kenapa terburu-buru?" cegah Rafael.
"Ini sudah malam. Pesta juga sudah selesai. Jadi kami harus pulang," jawab Keanu.
"Tunggu sebentar." Rafael memberikan sesuatu kepada Bella. "Ini untukmu," ucap Rafael.
"Apa ini?" tanya Bella sambil memandangi kotak berudu berwarna merah.
"Hadiah untukmu?" jawab Rafael.
"Hadiah? Ini bukan hari ulang tahunku?" Bella merasa bingung tiba-tiba mendapatkan hadiah.
"Hei, apa kau lupa? Ada hadiah kejutan untuk seseorang yang tampil spektakuler. Dan menurutku juga yang lainya kau sangat spektakuler dengan apa yang kau lakukan tadi," jelas Rafael.
Bella tersenyum malu dan menyembunyikan wajahnya di pundak Keanu.
"Ayo, Bella buka hadiahnya," suruh Anna.
Bella menatap Rafael sambil berkata, "Boleh aku buka?"
"Itu harus," jawab Rafael.
Bella membuka ikatan pita merah yang mengikat kotak berwarna hitam. Semua orang termasuk Bella dan Keanu merasa penasaran isi dari hadiah kejutan itu. Saat dibuka ternyata isinya kalung putih dengan rantai tipis juga liontin bulat bertahtakan berlian. Jangan ditanya berapa harganya, yang jelas benda itu tidak murah.
"Wow! Rafael, apa ini tidak terlalu berlebihan?" Bella melihat ke arah Rafael dan kalung berlian itu secara bergantian.
"Tentu saja tidak," jawab Rafael.
"Ehmmm." Anna menyenggol lengan Keanu. "Kau tidak mau memasangkan kalung itu ke leher istrimu?" tanya Anna.
"Pasangkan, pasangkan!" Teman-teman Bella berseru meminta Keanu memasangkan kalung itu ke leher Bella.
Dengan senang hati Keanu melakukan itu. Diambilnya kalung itu dari kotak lalu melingkarkan ke leher Bella. Semua orang berseru sambil bertepuk tangan. Mereka merasa iri melihat keromantisan keduanya.
"Sudah selesai. Jadi kami boleh pulang?" tanya Keanu.
"Tentu saja tidak. Kami juga tidak ingin mengganggu malam kalian," goda Rafael.
Pesta sudah benar-benar usai Semua orang meninggalkan tempat pesta, termasuk juga Bella dan Keanu. Keduanya berjalan bersama menuju tempat mobil mereka terparkir.
Suasana sangat canggung saat itu. Bella tidak tahu apakah dirinya bisa berhadapan dengan Keanu atau tidak?
"Bell," panggil Keanu.
Langkah mereka terhenti tepat di samping mobil.
"Ya, apa?" Bella merasa gugup saat tiba-tiba Keanu menatapnya.
"Tidak apa-apa." Keanu ingin mengatakan sesuatu, tetapi ada sesuatu yang seolah menahannya.
"Kenapa, Mas. Ada yang ingin kau katakan?" tanya Bella.
"Ya, tapi nanti saja. Sekarang kita harus pergi. Jangan sampai kita terlambat," ajak Keanu.
"Kita mau pergi ke mana?" tanya Bella.
"Ke pesta yang sesungguhnya," jawab Keanu.